
...Dilarang plagiat, menjiplak, atau pun mengcopy karya ini!!!...
...Happy reading🍃...
...Typo bertebaran....
Senang segaligus gembira, di rasakan oleh orang sekitar Denara. Kabar Denara sudah sadar menyebar begitu cepat. Banyak orang berdatangan menjengguk dan melihatnya.
Ares menjadi trending topik di berbagai media sosial dan massa. Kabar dirinya sudah memiliki penganti Jesi menywbar begitu cepat. Foto-foto Ares yang keluar masuk rumah sakit beredar luas.
Banyak wartawan berbondong-bondong datang ke rumah sakit. Bahkan beberapa dokter dan perawat banyak meminta foto pada Ares.
Ares risih dengan hal itu, bahkan terkadang Ares harus menyamar terlebih dulu. Agar bisa masuk ke kamar rawat Denara.
Contahnya hari ini, semenjak orang-oramg mengenalinya sebagai Ares Ananta. Ares benar-benar di buru untuk sekedar berfoto dan minta tanda tangan.
Jika kalian bertanya apakah Ares akan meladeninya, maka kalian salah. Jarena Ares akan menghindar dengn cara lari dari mereka.
Hal yang paling tidak di sukai oleh Ares adalah berfoto dan tempat keramaian. Tapi sekarang hal itu tidak bisa di hindarinya karena saat ini Ares edqng di buru.
''Kak Ares Artis??'' Celetuk Nero.
''Kenapa Nero berpikir begitu??'' Tanya Ares yang sedang mengupas Apel.
''Setiap hari rumah sakit ini selalu ramai oleh wartawan dan gosip tentang Kak Ares.'' Ujarnya.
Denara yang mendengarnya hanya tersenyum sedang Ares sedikit bingung untuk mrnjrlaskannya pada Nero mengenai situasi yang terjadi.
''Kak Ares ini hanya tukang bersih-bersih saja, lihat saja. Sekarang dia sedang mengupas apel. Bukankah itu termasuk...'' Ucap Denara jahil.
''Wah tukang bersih-bersih di kota ternyata sangat tampan dan seperti orang kaya yah...'' Ucap Nero.
''Hahaha...haha... Benar Nero....'' Tawa Denara.
Ares yang mendengar itu bukannya marah, malah ikut tersenyum. Melihat Denara yang lebih baik dari sebelumnya.
''Ngapain senyum-senyum...'' Melihat Ares yabg menatapnya dan terua tersenyum.
Ares lalu mendekat ke arah Denara, hal itu tentu saja membuat Denara mundur dan memberi jarak.
''Mau ngapai?? Gak usah aneh-aneh deh..'' Kata Denara.
''Kamu ngapain sih jauh-jauh, orang aku mau lihat wajah kamu dari deket aja kok.'' Balasnya.
''Ecieee yang pacara....'' Celetuk Nero yang sejak tadi memperhatikan.
''Enggak...'' Jawab Denara.
''Iya....'' Jawab Ares.
Ares dan Denara saling pandang sekarang, jawaban berbeda ke duanya adalah faktor utamanya.
''Siapa yang kamu bilang pacar, orang kita udah putus.'' Ujar Denara.
''Siapa yang nerima permintaan putus kamu dari surat, kamu pikir aku mau apa...'' Balas Ares.
__ADS_1
''Udahlah, kita itu udah gak ada hubungan lagi. Jadi jangan bilang aku pacar kamu.'' Jawab Denara.
Wajah Ares tampak berubah, dan terlihat sedikit berbeda.
''Ya udah... Aku pergi...''
''Ehh... Mau kemana sih, masa kamu gak paham sih.'' Menahan tangan Ares.
''Kenapa lagi??'' Tanya Ares dengan raut wajah tidak senang.
''Ajak aku balikan dong, masa gitu aja gak paham sih. Udah di kasih kode juga.'' Gerutunya.
Ares yang tadinya tidak tersenyum, sekrang malah tersenyum lebar mendengar hal itu. Dengan segera dirinya menangkup wajah Denara menggunakan ke dua tangannya.
''Sayang balikan yuk....'' Ucap Ares lembut dengam tersenyum.
Wajah Denara berubah merah mendengarnya, jantung Denara bahkan berdetak kencang. Sungguh Ares benar-benar membahayakan jantungnya.
Dengan anggukkan pelan, Denara menjawab pertanyaan Ares. Hal itu malah membuat senyum Ares melebar dan gemas tentunya.
''Kamu tambah cantik, apalagi mukanya kayak tomat gini. Bikin aku gemes.'' Mengelus pipinya pelan.
Jika kalian bertanya tentang Nero?? Anak otu sudah pergi beberapa menit yang lalu karena panggilan alam yang tidak bisa di tahan lagi olehnya.
Cklek...
''OM ARES!!!'' Suara yang sangat di kenali oleh mereka
Zion baru saja datang dan di sungguhkan pemandangan Ares sedang mengelus pipi Denara. Hal itu tentu saja membuat Zion gemas ingin marah.
''Siapa bilang Om cubit-cubit pipi Kak Dena, orang Om lagi ngelus doang.'' Jawab Ares.
''Pokoknya gak boleh....''
''Boleh...''
''Enggak...''
''Boleh...''
''Enggak...''
''Boleh...''
Perdebatan di antara Ares dan Zion tidak bisa terelakkan. Hal ini tentu saja sangat di rindukan oleh Denara, rasanya sudah lama sekali baginya tidak melihat hal ini. Bisanya setiap hari, dirinya akan melihat perdebatan ini tapi semenjak mereka berpisah. Sudah lama sekali baginya tidak melihat ini.
''Terima kasih, telah membuatku kembali lagi pada mereka.'' Batin Denara.
......................
Hari ini, Resa terlihat sedikit aneh saat datang ke rumah orang tuanya. Mamanya serta Papanya mengundangnya datang dan membicarakan hal yang tidak bisa di bicarakan lewat telpon.
''Ada apa Mah... Pah...''
''Bener si pem-- ekhm maskud Mama, Denara??''
__ADS_1
''Kenapa dengan Denara??'' Bingung Resa.
''Sudah sadar??''
Resa akhirnya paham, Mamanya menyuruhnya datang hanya untuk bertanya hal ini. Apakah Mamanya sudah mulai menerima Denara?? Atau ini hanya bualan saja??
''Sudah, tapi kenapa Mama bertanya hal itu.''
Mamanya terlihat kaku saat mendengarnya, bukankah Resa pernah bilang jika Mamanya adalah orang baik??
''Mama ingin datang ke sana bersama Papa.'' Jawab Mamanya.
''Untuk apa?? Bukannya Mama dan Papa sangat membencinya, lalu kenapa harus repot-repot datang ke sana??''
''Resa, Mama ingin membicarakan sesuatu padanya..''
''Mengenai Jesi dan minta untuk melepaskan tuntutan?? Atau meminta Denara menjauh seperti dulu dari Ares??''
''Mama dan Papa ingin meminta maaf.''
''Sungguh?? Apakah Mama dan Papa serius??'' Seakan tidak percaya.
......................
Perdebatan yang terjadi di kamar inap Denara, sudah berakhir dan yang pastinya di menangkan oleh Zion.
Ares tampak kesal dengan Zion, yang selalu menganggunya saat bersama dengan Denara. Zion memang pengacau dan penggangu antara dirinya dan Denara.
Padahal baru saja sebentar Ares berbaikan, bocah nakal ini malah seenaknya mengambil waktunya bersama Denara.
Ares benar-benar jengkel di buatnya. Lihat saja sekarang, dengan seenaknya Zion duduk di bangkar dan makan apel yang di kupas oleh Ares tadi.
Mereka tampak senang memakan itu dan mengacuhkan Ares yang sejak tadi menatap ke arah mereka.
''Zion turun dari sana, Kak Dena ingin istirahat.'' Menurukan Zion dari sana.
''Sungguh Kak Dena??'' Tanya Zion.
Sedangkan Ares yang berada di belakang mengedipkan matanya, mengode Denara untuk mengiyakan apa yang di katakan Zion.
''Iya... Kak Dena harus istirahat kata Dokter...''
''Baiklah Zion menurut....''
''Tapi, Zion ingin Kak Dena mendekat dulu ke arah Zion sebentar.'' Ucapnya.
Denara lalu mendekatkan wajahnya ke arah Zion.
Cup.
Satu kecupan yang di sematkan di pipi Denara. Hal itu tentu saja membuat Ares kesal di buatnya. Zion benar-benar membuat Ares habis kesabarannya, dengan segera Ares membawa Zion keluar dari ruangan itu.
''Dadah Kak Dena....'' Sambil melambaikan tangan pada Denara.
...Bersambung.......
__ADS_1