Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
16 part 2


__ADS_3

Perlahan-lahan mata Denara mulai terbuka, Menatap wajah Ares dari dekat, dengan posisi Denara masih berada di gendongan Ares.


Begitu juga Ares, untuk pertama kalinya jantung Ares bertedak kencang saat menatap Denara dengan jarak sedekat ini.


Deg...


Deg..


Deg...


' Apa aku punya penyakit jantung, ' Batin Ares.


Melihat Denara masih berada di posisi gendong, membuat jantung Ares bertambah lebih kencang.


Deg...


Deg..


Suara jantung Ares bertedak seperti seseorang sedang bermain gendang.


" Tuan...Sebaiknya saya turun saja...." Cicit Denara.


Mendengar Suara Denara sontak saja tangan Ares melepas begitu saja, membuat tubuh Denara mendarat sempurna di tanah.


Karena mereka masih berada di depan gudang.


Bugh....


'' Aws....Sakit .... '' Keluh Denara.


Melihat Denara yang terjatuh membuat Ares kaget tentu saja.


'' Kamu kok bisa jatuh sih... '' Omel Ares.


' Apa Ares lupa, jika Areslah yang membuatnya terjatuh.' Batin Denara kesal.


Lalu membantu Denara berdiri, dengan kesal Denara menolak tangan Ares. Lalu berdiri meninggalkan Ares sendirian di sana.


.................


'' Tania...Tania...Sudah ibu bilang berapa kali jika kamu itu perempuan, kenapa masih saja ikut tawuran hah! '' Saat ini Ibunya sedang menarik telinga Tania yang baru saja pulang sekolah.


'' Awss...Bu...Sakit...Ibu.....'' Adunya.


'' Oh sakit? Terus gimana sama orang yang kamu pukul sampe pingsan itu hah! '' Marah Ibunya.


'' Bu...Dia gak pingsan, cuman pas Tania pukul tadi dia tiba-tiba bobo siang di aspal Bu...'' Ucapnya secara halus.


'' Apa kata kamu? Bobo di Aspal. Memang bener-bener kamu yah ! '' Menarik telinga Tania Kuat.


Membuat Tania berteriak kencang.


'' Aduhhhh...Ibuuuuuuuu...Ampunnnnn.....''


..................


Ares saat ini tak berhenti mondar-mandir di depan kamar Denara, entah kenapa kakinya tiba-tiba melangkahkan kaki ke sini.


Awalnya Ares hanya berdiri di depan kamar, lalu berjalan pelan, sampailah Ares di ruang tamu tiba-tiba kakinya berjalan lagi. Tanpa sadar Ares sudah berada di depan pintu kamar Denara.


Cklek...


Suara pintu terbuka, membuat Ares yang berdiri di depannya tentu saja kaget. Dengan cepat Ares berlari tapi naas kaki Ares tersandung meja makam membuat tubuh Ares langsung terjatuh.


Bughh..


'' Awsss.... '' Ringgis Ares.


'' Loh Tuan, kok bisa jatuh sih...'' Denara menghampiri Ares dan mulai membantunya.


Saat tangan Denara menyentuh Ares, tiba-tiba jantungnya kembali berulah. Berdetak kencang seperti orang yang sedang bergendang di sana.


Deg ....


Deg...


Deg..


Membuat Ares langsung menarik tangannya, tapi hal itu juga membuat Denara terjatuh dan.


Cup....


Deg...


Deg...


Membuat tubuh Denara terdorong ke arah Ares, dan tanpa sengaja pula bibir Denara mendarat sempurna di pipi kanan Ares.


Sontak saja keduanya kaget, jantung ke duanya berdetak dengan kencang, raut wajah Ares dan Denara menggambarkan ekspresi yang terkejut.


Seolah-olah tak percaya dengan apa yang saat ini terjadi, dengan cepat Denara berdiri. Berlari kencang ke arah kamarnya dan menutup pintu dengan kuat.


Brakkk...


Membuat Ares tersadar.


' Apa baru saja tadi Denara menciumnya ? ' Batin Ares.


Detak jantung Ares mulai menggila, dengan cepat Ares merongoh ponsel miliknya yang berada di saku celana depan. Lalu menelpon seseorang.


'' Deni...Tolong suruh Dokter pribadi saya ke rumah sekarang ! '' Ucap Ares.

__ADS_1


'' Loh...Kenapa Pak...'' Tanya Deni.


'' Jangan banyak tanya kamu, lakukan saja cepat ! '' Ujar Ares kesal.


Tuttt..


Panggilan terputus.


.....................


Denara yang berada di dalam kamar masih tak percaya apa yang terjadi, kenapa bisa bibirnya mendarat sempurna di pipi Ares.


Kenapa juga Ares menarik tangannya, pikir Denara.


'' Ada apa dengan hari ini sebenarnya ? '' Gumam Denara mencoba menarik nafas, menetralkan detak jantungnya yang berdetak kencang.


................


Saat ini Tania berada di warung langganannya bersama teman-temannya. Setelah Ibunya memarahinya. Tania dengan cepat kabur dari rumah, jika Ibunya sudah memarahinya. Maka gantian jika Abangnya akan memarahinnya pula.


'' Tan kenapa tuh telinga loh? '' Tanyanya Gandi menatap Tania, seolah-olah tak tahu.


Tania masih mengusap telinganya dengan tangan, bahkan sejak tadi Tania sudah mengkompresnya dengan es batu agar rasa sakitnya mereda, tapi tetap saja rasa sakit dan gilu di teliganya belum hilang.


'' Biasa Gan...Dapet salam tempel dari Ibu. '' Ucap Budi geli. Tania itu memang anak yang tidak pernah kapok-kapok.


Teman-temannya sudah sering mengingatkan jika Tania tak perlu ikut tawuran, tapi tetap saja gadis itu menolak.


Tania dan tawuran itu memang dua hal yang sulit di lepaskan, sebarapa sering pun Tania di marahi oleh orang rumahnya. Tetap saja Tania tidak jera. Tania memang anak yang sulit di hentikan.


'' Udah deh Budi...Jangan mancing singa ngamuk. '' Ucap Gandi masih menggoda Tania.


'' Emang kenapa Gan...'' Tanya Budi menyambung perkataan Gandi.


'' Nanti loh di boboin di aspal lagi....Hahaha....'' Tertawa Gandi di ikuti pula oleh Budi.


Tania yang mendengar sejak tadi, hanya diam. Tania saat ini harus mengurusi telinganya. Yang hampir saja di buat lepas oleh Ibunya.


'' Awas Kalian...Bakalan aku lempar satu-satu ke sungai Amazon ...'' Geram Tania melihat kedua sahabatnya.


................


Dokter saat ini sudah datang ke rumah Ares.


'' Pak Ares sedang sakit ? '' Tanya Dokter menatap Ares yang saat ini duduk di sofa.


'' Iya Dok... '' Jawabnya Ares.


Lalu Dokter mulai melihat ke arah Ares, sampai matanya melihat kaki Ares yang membiru tepat di lututnya.


'' Oh ...Sakit kaki yah Pak.... '' Sahut Dokter itu.


'' Bukan Dok....'' Jawab Ares.


'' Jantung Dok... '' Jawab Ares cepat.


Membuat Dokter tersebut kaget, karena selama ini Ares selalu tercatat sehat saat chek up kesehatan.


'' Loh....Beneran Pak? Coba jelaskan gejalannya ? ''


'' Saya suka Jantungan kalau dekat sama dia .... ''


'' Hah... '' Membuat Dokter itu tentu saja bingung menatap Ares.


...............


Semenjak kejadian tadi, tiba-tiba Dokter yang memeriksanya bilang jika Ares sehat dan tak memiliki penyakit jantung. Malah dokter itu bilang jika itu hanya gugup saja? mungkin.


Lalu Ares mulai berjalan masuk ke arah kamar, tapi tanpa sengaja tatapan matanya bertemu dengan Denara yang tanpa sengaja menatapnya juga.


Deg...


Deg..


Deg...


Penyakit jantung Ares kambuh lagi saat melihat Denara.


' Ada apa sebenarnya dengan dirinya ? ' Batin Ares.


...................


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Tbc......


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tania Aljaya



.


.


.


.


.


Budi Pratama.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gandi Atmaja.



Oh iya btw, Dao bawa cerita baru ini, judulnya Agent Kara. Kuy Mampir 😅. Kali aja kalian suka sama ceritanya ..... yuk ramaikan.



.


.


.


.


.


.


.


Hola pembaca👋🏻.


Jangan lupa juga buat like, vote, rate 5 nya yah...


Karena itu adalah semangat buat Dao up dan nulis.


Terima kasih untuk kalian yang masih ngikutin cerita ini🤗


Sampai jumpa di episode selanjutnya....

__ADS_1


Btw ada yang mau Dao Crazy up, gampang kok caranya. Like, vote, rate 5 dan komennya yah🤣🤣🤣🤣🤣.


__ADS_2