Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
18 part 1


__ADS_3

Ares perlahan mulai membuka pintu kamar, saat mendengar langkah kaki Denara yang mulai menjauh dari sana.


Mengitip dari celah pintu yang di buka sedikit oleh Ares.


'' Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan Ares? Kau seperti maling di rumahmu sendiri. '' Gumamnya pada diri sendiri.


'' Nah ketahuan Tuan ngintip, mana ponsel saya '' Tiba-tiba saja Denara muncul dari arah samping.


Membuat Ares tentu saja kaget, dan tanpa sengaja kelapanya terbentur pintu saat mencoba menutupnya kembali.


Bukhhh..


'' Tuannn.... '' Menutup mulutnya kaget.


'' Aduhh...Denara jangan muncul seperti jelangkung dong. '' Mengusap kepalanya yang sakit.


'' Maaf Tuan, saya gak sengaja. Lagian ini juga salah Tuan sendiri, kenapa juga ponsel saya pake di sita segala. '' Cerocosnya Denara.


'' Maaf kamu di tolak, kamu harus bertanggung jawab.. '' Ketus Ares menatap Denara marah.


'' Ehh...Kok jadi saya yang kena, enggak. Emang saya ngapain Tuan, sampe tanggung jawab. Tuan hamil ... '' Jawab Denara sewot.


'' Sembarangan kamu, emang saya laki-laki jadi-jadian apa. Pokoknya kamu harus tanggung jawab karena buat kepala saya benjol. '' Menunjukkan benjol yang muncul di kamarnya.


Denara sedikit meringgis melihat benjol yang tiba-tiba nemplok di kepala Ares.


'' Oke saya akan bakalan tanggung jawab, tapi kembalikan ponsel saya terlebih dahulu.. '' Dengan mengadahkan tangan kanannya pada Ares.


'' Heh kamu pikir saya pedagang pasar, pake nawar segala. Ponsel kamu tetap saya sita titik dan gak pake koma. '' Tolak Ares dengan tegas.


'' Yaudah saya gak mau tanggung jawab soal benjol Tuan itu... '' Denara langsung menekan benjol Ares yang terlihat oleh Denara. Lalu perlahan pergi.


'' AAAAAAA DENARAAAAAAAA.... '' Adunya memegang benjol kepalanya yang mulai nyut-nyutan.


Menatap punggung Denara yang mulai memjauh, Ares melirik sendal rumah yang dirinya kenakan. Dengan cepat Ares melepaskannya lalu melempar ke arah Denara.


Enemy has been shlain.


Sendal itu tepat mengenai kepala belakang Denara.


Pukk...


Membuat langkah Denara terhenti, menatap sendal terbang yang jatuh di dekatnya. Tangan Denara dengan cepat mengambil sendal itu, lalu melempar balik sendal ke arah Ares.


melihat sendal mulai mendekat dengan cepat Ares menutup pintu.


Bammm...


Pukk...


Sendal terjatuh bersamaan dengan pintu di tutup.


Defeat.....


................


Denara sedang berada di dalam kamar, memikirkan strategi yang baik agar ponselnya bisa kembali padanya.


Ares ini semakin hari, semakin aneh menurut Denara. Bahkan Ares yang biasanya tegas dan tanpa ekspresi, sekarang berubah menjadi orang yang cerewet dan banyak tingkah.

__ADS_1


Membuat Denara kesal, apa Ares tak mengingat tragedi saat ponselnya terjatuh. Ponsel yang ada di tangan Ares adalah pinsel baru yang di belinya dengan cara mencicil, jika ponsel Denara yang kali ini terjatuh lagi oleh Ares. Maka Denara akan melakukan demo besar-besaran terhadap Ares nantinya.


................


Tringgg. ....


Tringgg.....


Ponsel Denara berbunyi di pertanda ada panggilan masuk.


Membuat Ares yang sejak tadi sedang menatap benjol dari kaca. lalu memgalihkan pandangannya ke arah ponsel Denara yang tergeletak di tempat tidur.


Ares mulai bangkit dari sana, lalu mulai berjalan mendekati tempat tidurnya.


' Tian memanggil.....'


Nama yang tertera di layar ponsel Denara, yang lock screen gambar Lee Min Ho.


Ares tak menjawab sama sekali bahkan tak ada sedikit pun niat Ares untuk mengambil ponsel Denara, saat tahu siapa yang menelpon.


................


Bandara kota mulai ramai oleh pengunjung yang berdatagan untuk berpergian dengan menggunakan pesawat terbang.


Banyak orang yang berpergian bersama keluarga, teman, pasangan dan sendirian. Bertujuan untuk berlibur, bekerja, dan menghabiskan waktu.


Dari ke jauhan terlihat seorang wanita sembari menarik koper berwarna merah miliknya, melewati orang-orang yang berada di sana. Serta kaca mata hitam yang yang di kenakan.


Beberapa orang melihatnya menatap kagum,iri,serta memuja.


Sampai langkahnya terhenti di salah satu mobil taksi yang bertuliskan namanya.


'' Selamat datang kembali ke rumah '' Ucapnya pada diri sendiri.


................


Ting nung....


Ting nung..


Ting nung...


Suara bel rumah Ares mulai terdengar nyaring, membuat Denara yang sejak tadi menyapu di ruang tamu dengan sigap berjalan ke arah pintu.


Cklek......


Pintu rumah mulai di buka oleh Denara, menampilkan sesosok wanita cantik memakai dress merah yang sedikit ketat dan kacamata hitam yang bertengger cantik di hidung mancungnya.


'' Siapa Mbak... '' Tanya Denara.


Membuat wanita yang berdiri di depan Denara menurunkan sedikit kacamata yang di kenakannya menatap Denara dari atas hingga bawah.


Senyum sinis terhias di wajah cantiknya, menatap Denara dengan rendah. Lalu mulai melepas kacamatanya.


'' Orang yang berarti bagi pemilik rumah ini. '' Jawabnya dengan nada sombong.


.............


Ares merasa jika ada yang sedang menekan bel rumahnya. Tapi sekarang kenapa tak ada lagi suara bel yang berbunyi.

__ADS_1


Merasa penasaraan, Ares memutuskan untuk melihatnya. Lalu berjalan keluar dari kamarnya menunju pintu masuk.


Dari sana Ares melihat Denara yang berdiri di depan pintu yang terbuka, seperti sedang berbicara dengan seseorang.


Langkah kaki Ares mulai melangkah cepat, dengan rasa penasaran yang besar. Sampai kakinya berhenti dan persis berdiri di belakang Denara.


Ares mulai menatap keluar sampai matanya menatap kaget, dengan apa yang di lihatnya saat ini. Seakan-akan tak percaya dengan apa yang di lihat oleh matanya saat ini.


Orang yang ada di depan sana menatap senang. Saat matanya bertemu dengan tatapan Ares, yang menatapnya dengan raut wajah kaget.


Senyum manis mulai menghiasi wajahnya, karena tak menyangka bisa bertemu dengan Ares saat ini.


'' Hai Ares, apa kabar.... '' Ucapan yang keluar dari mulutnya dengan mata yang menatap Ares lekat.


Mendengar hal itu membuat Denara yang berada di depan orang itu menoleh ke arah belakangnya. Denara melihat Ares yang berdiri mematung menatap orang itu.


' Siapa sebenarnya wanita ini? ' Batin Denara bertanya.


Sampai-sampai Ares menatapnya diam terpaku tanpa kata.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tbc......


Hai pembaca:)


Jangan lupa berikan dukungannya melalui like,vote,rate dan suka. Jangan lupa favorit cerita ini juga yah. Dan komennya yah


Karena dukungan kalian sangat berarti buat Dao supaya semangat nulisnya dan idenya lancar terus☻.


Mau Dao up cepet.....Yuk berikan dukungannya👀.


Oh iya jangan lupa mampir juga yah, ke ceritaku yang lain, kalian bisa langsung tekan foto profil Dao aja kok, terus klik cerita Dao yang judulnya Agent Kara.Yuk ramaikan di sana, kali aja kalian suka🤗.


Terima kasih telah menyempatkan waktu kalian untuk membaca cerita ini.

__ADS_1


IG : dindao.18


Sayonara guys👋🏻, jangan lupa dukungannya yah😅.


__ADS_2