Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
12 part 2


__ADS_3

Pernahkan kalian merasa sendiri, padahal ramai. Pernahkan merasa lelah dengan semua yang terjadi padamu. Itulah yang Clarissa rasakan saat ini. Berpura - pura bahagia walaupun terluka.


Semua orang yang dulu ada di sampingnya, perlahan - lahan menghilang. Seakan lupa dengan dirinya. Rasa sendirian kini mulai melanda, seakan ada kekosongan di hati yang mengaga begitu besar. Menanggis, sudah sering dilakukannya.


Seakan mata sudah mulai lelah mengeluarkan air mata, saat di mintai tolong, atau sekedar menanyai kabar saja tak pernah, sahabat, teman, keluarga atau siapapun tak ada.


Mereka hanya menyapa untuk formalitas semata, Clarissa membutuhkan seseorang yang mendenggarkan keluh kesahnya. Tak perlu banyak, hanya satu saja sudah cukup.


Kenapa semua orang begitu kejam, orang yang dulu dekat dengan kita seakan - akan lupa. Kenapa hidup bisa sekejam ini.


Dirinya tahu, kalau apa yang di lakukannya salah, apakah tak ada yang memberi kesempatan kedua padanya.


Rasanya beban dalam dirinya menumpuk begitu banyak. Menuruti semua apa yang di katakan keluarga.


Tapi saat kita akan menceritakan keluh kesah yang selama ini di pendam. Tak bisa di ungkapkan sama sekali, tapi saat terucap. Mereka hanya bilang '' Belum waktunya saja '' Kenapa tak ada yang mau mendengar.


Apakah sebegitu enggannya orang mendengarkannya. Belakangan ini Clarissa sudah berapa kali Clarissa ke konsultasi pada Psikolog. Beban pekerjaan, tuntutan keluarga dan orang - orang sekitar. Membuat beban tersendiri baginya.


Clarissa Dewika, nama yang di berikan oleh orang tuanya. Clarissa anak ke 2 dari 3 bersaudara. Menuruti semua apa yang di katakan orang tua merupakan bentuk bakti seorang anak. Itu juga di lakukan oleh Clarissa, tapi orang tuanya seakan acuh tak acuh padanya.


Saat di depan kamera dirinya selalu di tuntut untuk sempurna entah itu dirinya sakit atau tidak, saat menyapa orang di depan atasan. Dirinya harus menggumbar senyum agar mereka suka dan masih mempekerjakannya di dunia Entertaiment ini.


Artis, Model dan Talent baru. Akan bermunculan setiap tahu, persaingan ketat banyak membuat mereka melakukan segala cara agar popularitasnya tidak turun dan di gantikan orang lain.


Clarissa tak pernah melakukan hal yang di luar batas seperti itu. Mengemis - ngemis pada orang dan menuruti apa yang di katakan mereka.


Baginya jika apa yang di lakukan sudah keluar batas, apalagi sampai menjual diri. Baginya harga diri bukan lah hal yang murah untuk di obral sana sini.


Jika kalian berpikir kenapa bisa Clarrisa melakukan hal itu pada Ares. Itu tak lepas dari rasa stress yang di alaminya.


Dirinya juga butuh teman curhat, kasih sayang bukan hanya fasilitas semata. Dan Ares tak memberi apa yang Clarissa butuhkan. Berbeda dengan Leo yang memberika apa yang Clarissa mau.


Di tambah lagi orang tua Ares yang sudah menentang hubungan mereka, menambah tipis jalinan kasih mereka.


Ares terlalu sibuk dengan dunianya sebagai Penggacara begitu pun dirinya, seolah - olah ada pembatas tersendiri di antara mereka.

__ADS_1


Jika Ares orang yang sangat anti pada sorotan media, berbeda dengan Clarissa yang harus di tuntut terekspos kehidupannya di media. Segala yang Clarissa pasti akan tersorot oleh mata Kamera.


Clarissa akui jika Ares orang yang baik, tapi jika kita tak sejalan dan satu tujuan akan sulit untuk menjalaninya.


Dunia selebritis, bahkan banyak menuntutnya untuk tampil mewah dan cantik, jika berat badannya sedikit saja naik. Akan di pastikan jika ejekkan dan hinaan aka mampir padanya.


Persaingan antar selebritis pasti terjadi, saling hina, merasa paling baik, hal - hal palsu antar selebritis.


Selebritis sepertinya pasti tak akan terlepas dari skandal, berita hoax, narkoba, dunia malam semua hal negatif yang banyak di sematkan padanya.


Bahkan banyak keluarganya mencibir, menghinanya tapi saat dirinya sudah berdiri di puncak popularitas, semua itu berubah. Perlahan - lahan perlakuan seperti seorang Ratu mulai mereka lakukan padanya. Seolah - olah mereka akan menerima saja jika Clarissa melempar kotoran pada mereka.


..................


'' Clarissa, apa yang kamu rasakan saat ini '' Ucap Psikolog.


'' Kesendirian, lelah, muak, amarah, sedih semuanya ku rasakan, bercampur aduk '' Jelas Clarissa.


'' Apa kamu mempunyai teman, yang bisa membagi bebanmu padanya '' Tanya Psikolog itu lagi.


'' Keluarga? Bagaimana. ''


Lalu menunduk tanpa menjawab, tanggis kecil mulai terdengar di ruangan itu. Yah....Clarissa menanggis. Menunjukkan betapa begitu rapuhnya dirinya saat ini.


...............


Di dalam mobil Leo menunggu Clarissa. Melihat Clarissa yang sudah selesai dari konsultasinya dan mulai memasukki mobil.


'' Sudah merasa lebih baik ? '' Tanyanya.


Clarissa diam tanpa menjawab, hanya sesegukkan yang Leo dengar.


'' Mau makan ? '' Tanyanya Lagi.


'' Pulang saja. '' Kalimat itu yang hanya terucap.

__ADS_1


Leo memghela nafas sejenak, lalu mulai menjalakan mobil. Menuju rumah Clarissa.


Sebenarnya Leo juga lelah, dirinya sama seperti Clarissa. Mereka berdua sudah menerima akibat apa yang mereka lakukan.


Menyesal, pasti ada. Bagaimana lagi semua sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, mustahikan akan berubah menjadi padi lagi jika dirinya mengemis - ngemis memohon.


Yang dirinya lakukan saat ini, adalah menerima semuanya dengan lapang dada.


...................


Clarissa mulai melangkah masuk kedalam rumah. Rumah yang tampak berantakan, mengambarkan perasaan serta pikirannya yang sedang berperang dengan batinnya.


Leo tadi langsung pamit pulang, sepertinya Leo juga mengalami hal yang sama sepertinya. Dan dirinya juga butuh waktu sendiri.


Clarissa berbaring memeluk tubuhnya seperti bayi yang merindukan kehangatan kasih sayang keluarganya.


Memejamkan mata berharap semua ini akan menghilang, tak lagi menggangunya. Dengan menyetel nada alunan piano merdu, untuk menghapus sunyi yang menghampirinya.


Doa Clarissa cuman satu, berharap bahagia. Walaupun dirinya di penuhi kesibukkan. Dirinya tak akan pernah lupa akan Allah, sang pencipta semesta. Walau terkadang dalam menunaikan ibadah masih bolong - bolong dirinya kerjakan.


Tapi dirinya mengupayakan semaksimal mungkin. Menurut Clarissa hanya kembali pada sang pencipta yang akan mendengarkan keluh kesahnya, dan yang akan menyelesaikannya pun perlu izinnya.


Clarissa hanya meminta, dirinya ingin bisa seperti orang yang lain. Clarissa lelah dengan hidupnya saat ini.


Tolong beri jeda sedikit padanya, untuk bernafas sejenak dari rasa sesak yang dirinya rasakan saat ini.


...............


Clarissa Dewika



Ig : dindao.18 jangan lupa follow juga yah wkwkwk:).


Hai pembaca, Maaf yah kalau ceritanya suka Up gak tentu☻. Btw, kalian nungguin cerita ini up gak, kalo ada kuy di comment.

__ADS_1


Hai pembaca, jangan lupa juga meninggalkan jejak berupa. Rate 5, vote, like dan comennt kalian juga yah ☻. Karena ini adalah semangat Dao buat nulis👀.


__ADS_2