Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
17 part 2


__ADS_3

Ares menatap layar ponselnya dengan geram, bukan tanpa sebab, terdapat tulisan yang membuat Ares jengkel dan kesal sejak tadi.


' Tidak ada koneksi internet '


Ada apa sebenarnya? Kenapa bisa ponsel mahal miliknya tak memiliki koneksi internet?


Sampai mata melihat, jika Ares lupa menyalakan data internetnya, pantas saja dirinya memcoba beberapa kali selalu tidak bisa. Selesai menyalakannya, Ares mulai mencoba kembali.


'' Oke google, saat melihat wanita bersama pria lain selain kita apa artinya? '' Ucap Ares pada ponselnya.


google : menurut penelusuran yang kami temukan Saat ini, sepertinya anda sedang merasakan rasa cemburu. Mungkin saja anda sedang merasakan rasa suka pada seseorang atau jatuh cinta.


Ares yang mendengar itu membuat Ares menatap ponselnya horor, apa-apaan ini. Mana mungkin Ares merasakan hal itu, mustahil baginya. Apalagi Ares sempat mengalami yang namanya patah hati, mustahil baginya untuk kembali suka atau pun jatuh cinta.


Dengan cepat Ares melempar ponselnya, lalu berjalan keluar.


Batin serta pikiran Ares terus menolak, mana mungkin dirinya menyukai Denara yang memiliki tingkah aneh serta konyol seperti itu.


.................


Denara sudah sampai di rumah menggunakan ojol yang di pesannya, mulai berjalan masuk ke rumah. Cukup jauh memang jika berjalan, karena halaman rumah Ares cukup luas.


Cklekkk....


Pintu mulai terbuka, Denara mulai masuk kedalam rumah. Sesudah menutup pintu Denara mulai berbalik badan, sampai matanya menatap Ares yang sedang berdiri sambil menyenderkan tubuhnya di dinding.


'' Dari mana kamu ? '' Menatap Denara yang masih berdiri di depan pintu.


Kenapa Denara merasa saat ini Denara seperti di anak yang di marahi oleh Ayahnya.


'' Saya habis bertemu dengan seorang teman saja Tuan. '' Jawab Denara, tanpa menatap Ares.


'' Ngapain kamu nunduk-nunduk gitu, kamu pikir muka saya di lantai apa! '' Semprot Ares pada Denara, membuat Denara langsung menatap wajah Ares yang berada di depannya.


'' Maaf Tuan, saya gak bermaksud begitu hany-----


'' Jangan banyak alasan lagi, dan peraturan yang saya kasih ke kamu akan bertambah. Catat ini kepalamu dengan benar, kamu tak boleh keluar dari rumah tanpa seizin saya, mengerti kamu . '' Potong Ares.


Denara hanya mengganguk patuh, lalu mulai berjalan melewati Ares, tapi tiba-tiba saja Ares menahan lengan tangannya. Hal itu tentu saja membuat Denara kaget dan langsung menatap Ares.


Dari jarak sedekat ini, Denara bisa melihat dengan jelas wajah tampan Ares. Hidung mancung, rahang wajah yang terlihat jelas dan bibir merah yang alami. Membuat Denara tentu saja terpesona.


'' Gunakan mulutmu untuk berbicara Denara, bukan dengan anggukkan seperti itu. '' Menatap balik mata Denara lekat.


Deg...


Deg...


Jantungnya kembali berulah lagi, cukup lama mereka sampai di posisi ini. Sampai suara ponsel milik Denara mengacaukannya.


Tringg...


Pertanda pesan masuk.


Dengan cepat Denara melepaskan tangan Ares, dan perlahan mundur beberapa langkah.


Tian


Denara, kamu sudah sampai di rumah?


Pesan yang di tulis Tian, saat Denara akan membalsa pesannya. Tiba-tiba Ares merebut ponsel yang berada di tangannya dengan cepat. Dan ponsel milik Denara sudah pindah ke tangan Ares.

__ADS_1


Ares Menatap pesan itu dengan tatapan kesal.


' Apa-apaan Tiang ini ? ' Batin Ares ke**sal.


" Tuan kembalikan ponsel saya..." Pinta Denara pada Ares.


" Tidak, ponsel kamu saya sita. " Jawabnya pada Denara, sembari menganggkat ponsel Denara tinggi.


' Ada apa dengan Tuan ini, kenapa juga ponselnya di sita ' Batin Denara.


" Loh kok pake sita- sita segala, emangnya ponsel saya salah apa sama Tuan. " Geram Denara pada Ares, bahkan tangannya sudah berada di pinggang menatap Ares marah.


" Karena ponsel kamu, buat mood saya hilang hari ini..." Ungkap Ares.


Lalu mulai berjalan pergi, tapi Denara tak tinggal diam begitu saja. Denara dengan cepat mengejar Ares yang sudah mulai memasukki kamar.


Denara mulai menarik tangan Ares, yang sudah memegang gagang pintu.


Cklekkk..


Tapi tangan Ares juga dengan refleks menarik balik tangan Denara, membuat tubuh Ares tak seimbang.


Bugh...


Mereka berdua terjatuh persis di depan pintu, dengan posisi Ares yang berada di bawah sedangkan Denara berada di atasnya.


Hal yang tak terduga membuat Denara dan Ares saling melotot dan memandang kaget satu sama lain.


Deg....


Deg....


Deg....


Mendengar hal itu Dengan cepat Ares mendorong tubuh Denara ke samping. Lalu mulai bangkit dan berjalan masuk ke arah kamar mandi.


Denara mulai berdiri, dan akan melangkah masuk ke kamar Ares, tapi teriakkan membahana Ares dari kamar mandi membuat Denara berhenti.


'' DENARA....INGAT PERATURAN, KAMU DI LARANG MASUK KE KAMAR SAYA. CEPAT KELUAR.......'' Teriak Ares dari kamar mandi.


'' TAPI, PONSEL SAYA TUAN. TOLONG KEMBALIKAN......'' Jawab Denara dengan teriakan.


'' BERANI KAMU MASUK KE KAMAR SAYA, GAJI KAMU BULAN INI SAYA POTONG 50%...... ''


Teriakan Ares yang terakhir, membuat Denara menghentakkan kaki. Dan mulai berjalan pergi dari sana.


.....................


Tian sejak tadi menatap ponselnya, menunggu balasan dari Denara yang tak kunjung membalas. Padahal pesan sudah terkirim sejak tadi.


'' Bang...Ngapain natap ponsel mulu sih ? '' Heran Tania.


'' Anak kecil gak boleh tahu... '' Jawab Tian.


'' Anak kecil gini, bisa buat anak loh Bang... '' Ucapnya santai.


Mendengar ucap Tania, dengan cepat Tian menyentil kepala Tania dengan kuat.


'' Aduuuuuhhhh. '' Adunya sembari menggusap tangan kepala jidatnya.


'' Ngomong kamu ini jangan suka asal Tania, Abang jahit nanti mulutmu itu... '' Marah Tian sembari menatap tajam Tania.

__ADS_1


'' Iya....Bang, Tania cuman bercanda doang kok.. '' Cicitnya menatap takut Tian.


'' Gak lucu... '' Ketus Tian lalu beranjak pergi.


Tania hanya menatap Tian yang masih marah padanya.


'' Jadi dewasa itu memang tak menyenangkan... '' Lalu mulai berbalik menuju ruang makan, untuk mengisi perutnya yang sejak tadi minta di isi. Tapi gagal karena melihat Tian yang duduk di sofa sembari melihat ponsel terus-menerus.


.................


Denara sejak tadi menatap kamar Ares yang selalu tertutup, bahkan semenjak makan siang Ares tak keluar kamar sama sekali.


Tokkk...


Tokkk...


Tokk.....


'' Tuan...Apa Tuan tidak lapar, ayo keluar.... '' Panggil Denara sembari mengetuk pintu kamar Ares.


'' Saya tidak lapar. '' Jawab Ares dari dalam Kamar.


'' Yakin tak mau keluar, saya hari ini masak makanan favorit Tuan lohhhh.... '' Mencoba membujuk Ares.


'' Cih...Kamu pikir saya akan tergoda hanya karena makanan saja... '' Tolak Ares, yang perlahan mendekat ke arah pintu kamarnya tanpa berniat membukanya.


'' Yakin gak mau, yah udah. Berarti saya boleh dong ngabisin semuanya... '' Ucap Denara lagi.


Ares perlahan berjalan menjauh dari pintu '' KRuurkkkkk.... '' Suara perut Ares mulai meronta-ronta minta di isi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc...


Jangan lupa berikan dukungannya😊.


__ADS_2