Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
07 part 2


__ADS_3

Clarissa sudah berada di depan kantor milik Ares, saat melihat begitu banyaknya Wartawan membuat Clarissa mendapatkan ide.


Dengan kaki jenjang miliknya Clarissa keluar dari mobil dan mulai berjalan kearah kantor Ares yang sudah penuh dengan Wartawan.


'' Hei! itu Clarissa '' ucap salah satu Wartawan


'' Wah iya.....Ayo....'' sahut yang lain dan mulai berjalan mendekatti Clarissa


Perlahan-lahan Wartawan mulai mendekati Clarissa, yang berjalan kearah kantor Ares.


Saat ini Clarissa persis berdiri didepan kantor Ares.


Wartawan bahkan sudah mengantur kamera agar bisa menyorot wajah Clarissa dengan sempurna.


Penjaga Ares yang ditugaskan untuk menjaga pintu masuk persis berdiri dibelakang Clarissa.


'' Clarissa, bukankah sudah putus? ''


'' Clarissa, kenapa berada kesini ?''


'' Bukankah Clarissa sudah punya gandengan baru?''


'' Apa Clarissa sudah putus dengan Leo dan balik lagi pada Ares ?''


Banyak pertanyaan wartawan mulai beruntun menanyai perihal berita yang sedang menjadi trending topik bukan hanya media massa saja bahkan media sosialpun sama.


'' Sebenarnya saya dan Ares hanya terjadi kesalahpahaman saja, kalau mengenai vidio itu, Sebe----


'' Apa yang Kau maksud dengan kesalahpahaman ? ''


Memdengar suara itu membuat Clarissa menoleh kebelakang dan melihat Ares yang berdiri dibelakang memakai jas hitam miliknya menambah kesan gagah pada Ares dan dibelakang Ares berdiri Deni yang selalu mengikuti serta mengiringi setiap langkah Ares, seolah menjaga Bossnya agar tetap aman


Situasi mulai merasa memanas, Wartawan mulai mengila mendorong satu sama lain mengabadikan pertemuan pertama dua sosok yang selalu dibicarakan oleh orang-orang.


'' Aa-ress... Kamu disini ? '' pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari bibir Clarissa


Perlahan Ares mulai melangkah mendekattinya, hingga mereka berdua berdiri saling berhadapan.


Ares memanatap dengan tatapan tajam,rasa muak saat melihat Clarissa bertambah besar, bahkan tangan Ares mengepal dengan kuat memahan amarah.


'' Apa maksud Clarissa datang kesini, bukankah dirinya sudah mencampakkannya '' batin Ares


Harusnya Clarissa sadar jika Ares adalah orang yang paling cocok bersanding dengannya bukan, dengan Leo yang bermulut besar itu.


' Kenapa kau sebodoh itu Clarissa ' batinnya


'' Kenapa kau ada disini, bukankah kau sudah ada orang yang selalu menyenangkanmu ? '' sindir Ares


'' Ares, sebenarnya apa yang diucapakan oleh Leo waktu itu ad--


'' Cukup bicaranya, biar saya beritahu padamu satu hal '' Potong Ares


'' Wartawan yang haus akan berita, rekam ini baik-baik. SAYA DAN DIA TAK ADA LAGI HUBUNGAN APAPUN, BAGI SAYA SAAT INI, DIA HANYA ORANG ASING YANG HARUSNYA TAK SAYA PACARI, DAN SAYA SANGAT MENYESAL PERNAH JATUH HATI PADANYA. SAYA BENCI DENGANNYA HINGGA SAAT INI DAN SELAMANYA. JADI SAYA TEGASKAN PADA KALIAN JIKA ADA YANG MEMBUAT BERITA ANEH YANG MENYANGKUT NAMA SAYA, AKAN SAYA PASTIKAN KALIAN AKAN SAYA TUNTUT SAAT ITU JUGA '' ucap lantang Ares


lalu Ares menoleh sejenak kearah Deni


'' DENI, CEPAT USIR WARTAWAN SERTA WANITA INI DARI KANTORKU, JIKA TIDAK KAU KUPECAT '' beritahunya lalu pergi masuk kedalam


Clarissa mulai ditarik oleh para penjaga, sedangkan Wartawan sudah melarikan diri tanpa perlu diseret.


'' Ares...Tolong aku....Minta mereka melepaskan aku '' berontak Clarissa berharap peganggan tangan penjaga itu lepas

__ADS_1


Ares masih tetap berjalan tanpa peduli, Clarissa masih berteriak memanggil nama Ares, berharap Ares akan menoleh padanya dan menolongnya.


'' AKU MENCINTAIMU ARES '' ucapan lantang Clarissa membuat langkah Ares terhenti.


Clarissa tersenyum melihat Ares menghentikan langkahnya


' Aku tahu Ares kamu masih mencintaiku ' batin Clarissa yakin


Ares kemudian menoleh kearah Clarissa, dan berbalik berjalana menuju Clarissa yang ditahan oleh penjaga.


Orang-orang yang berada dikantor juga sudah mulai ramai menontonnih mereka, mereka juga penasaran apa yang akan dilakukan Ares.


' Semoga Boss gak percaya dengan ucapan wanita gila itu ' batin Deni


Sekarang Ares sudah ada didepan Clarissa, mbuat senyum diwajah Clarissa tambah cerah.


'' Aku masih mencintaimu Ares, apa yang dikatakan oleh L--


Ares tiba-tiba mencekik leher Clarissa, membuat semua orang kaget melihat apa yang dilakukan Ares, Clarissa pikir Ares akan memeluknya dengan kasih sayang, tapi sepertinya itu hanya harapannya saja.


'' Ukhh--ukhhh...A-rr-ess....Agh....'' Ucap Clarissa susah payah


'' Dengarkan saya, Wanita iblis. Saya tidak akan jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya, bukankah sudah kuperingatkan padamu jika kau berani muncul dihadapanku, maka kau akan tanggung akibatnya '' bisik Ares pada Clarissa


Nafas Clarissa mulai tak teratur, akibat cekikkan Ares yang kuat, Deni yang melihat itu langsung berlari menghampiri Ares, dan menarik tangan Ares agar terlepas dari leher Clarissa.


'' Pak, hentikan ini '' ucapnya pada Ares sambil menarik tangannya


Melihat penjaga yang hanya menatapnya tanpa berniat menolong sedikitpun membuat Deni geram, dan kesal.


'' APA YANG KALIAN LIHAT BODOH, CEPAT BANTU AKU '' Bentak Deni pada penjaga-penjaga itu


'' Uhuk...Hahhh..Hahh... Uhuk...Hoshh... '' Clarissa langsung terjatuh dan pingsan


Sedangkan Ares menatapnya tanpa rasa bersalah dan kasihan sedikitpun.


'' Bawa wanita itu menjauh dariku '' lalu pergi


Deni yang melihat itu masih shock, menatap punggung Ares yang mulai menghilang dari pandangannya, lalu beralih kearah Clarissa yang sudah diangkat oleh beberapa penjaga, untuk dibawa kerumah sakit.


...............


Ares memasukki ruanggan kerja miliknya, dan menutup kasar pintu kerjanya.


Braghkkk...


Dengan cepat menghampiri meja kerja dan membanting seluruh barang yang ada disana, untuk melampiaskan amarahnya.


Pyar....


Bukk...


Tak..


Ruanggan sudah kacau balau, merasa amarahnya belum mereda, dengan kuat Ares memukul kaca hingga pecah, bahkan tangan Ares sudah dipenuhi oleh darah yang mengalir,buku-buku jemari Ares.


Tes...


Tes...


Darah mulai jatuh, membasahi lantai.

__ADS_1


'' KENAPA...KENAPA KAU DATANG...KENAPA...'' teriak Ares kesakitan seraya memukul dadanya.


Luka hatinya belum sembuh, tapi kenapa Clarissa bisa sebegitu kejamnya pada dirinya, apakah tak cukup dengan mencampakkannya saja, Ares benar-benar lelah.


' Aku Lelah dengan semua ini ' batin Ares terluka


Langkah kaki Ares mulai melambat, Tiba-tiba saja Ares merasakan pusing yang amat sangat, dan ditambah kondisi fisiknya yang akhir-akhir ini mulai menurun, membuat tubuhnya terasa lemah bahkan pandangannya sudah mulai tak jelas, hingga tubuh Ares benar-benar ambruk. Jatuh pingsan saat langkahnya belum sampai kearah pintu.


Bugh..


Cklek..


'' Astagfirullah, Pak Ares. Kenapa bisa seperti ini Pak '' ujar Deni menghampiri Ares yang tak sadarkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.......👀


.


.


.


HAI PEMBACA CERITA CINTA UNTUK TUAN 🤗


Terimah kasih sudah singgah dan suka pada cerita ini....


Dao harap cerita ini tidak membosankan untuk kalian baca☻


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Vote,like,rate 5, Cerita ini yah...


Sampai jumpa dinext episode 👋🏻👋🏻


SALAM HANGAT DARI DAO_SEA BUAT PEMBACA🐣

__ADS_1


__ADS_2