Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
14 part 2


__ADS_3

Minggu adalah hari yang selalu di nanti oleh para pekerja, pelajar, dan tentunya semua orang. Minggu adalah waktunya beristirahat dari ke sibukkan, menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat dan orang terkasih.


Tapi bagi Denara, hari minggu tak begitu. Bagi Denara seluruh hari, adalah hari bekerja dan bukan bersantai.


Minggu ini Denara, akan pergi ke supermaket. Untuk membeli beberapa, bahan - bahan dapur yang sudah mulai habis. Bisa di bilang belanja bulanan.


Denara sudah bersiap akan berangkat menuju supermarket, tapi sepertinya pria kecil itu juga ingin ikut bersamanya.


Buktinya Zion sudah mengintip dari balik pintu kamarnya.


'' Kak Dena, mau pergi ? '' Tanya Zion.


'' Iya...Kenapa Zion, '' Jawab Denara.


'' Kemana? ''


'' Supermarket, Kakak mau belanja. '' Menunjukkan tas belanja pada Zion.


'' Zion mau ikut boleh ? '' Dengan tatapan memohon.


'' Enggak usah....Zion di rumah aja sama Tuan, '' Cegah Denara.


'' Ihhh...Kak Dena. Zion mau ikut pergi juga, mau beli es krim, '' Bujuknya.


'' Tapi nanti...Kak Dena bisa di marahi Tuan. Jika mengajak Zion, '' Memberi pengertian pada Zion.


Zion merayu serta membujuk Denara. Agar Zion bisa ikut bersamanya pergi ke supermarket. Melihat Zion yang merengek seperti itu, Membuat Denara sedikit bimbang.


'' Zion mau ikut...Ya...Ya...'' Mengerakkan tangan Denara ke kiri dan kekanan.


Denara menatap Zion sejenak, Lalu menghela nafas sebentar. Zion ini anak yang cukup keras kepala dan gigih. Segala penjelasan sudah Denara berikan pada Zion. Tapi tetap saja Zion mau ikut bersamanya pergi.


'' O-oke...Kita Izin dulu sama Tuan, kalau gak boleh Zion harus nurut oke ? '' Tawar Denara.


'' Wokeh Kak Dena, '' Ucapnya Tersenyum.


Denara memutuskan mengajak Zion pergi, tapi sebelum itu. Denara meminta izin terlebih dahulu kepada Ares. Jika di izinkan Denara pasrah mengajak Zion, bukannya Denara tak mau mengajak pergi Zion. Hanya saja Denara nanti akan cukup repot membawa belanjaan yang di pastikan banyak.


Tok...


Tok...


Tok...


Zion mengetuk pintu kamar Ares, sedangkan Denara berdiri di samping Zion. Menunggu pintu terbuka.


Cklek....


Suara pintu kamar mulai terbuka, Menampakkan Ares yang memakai baju santai tak lupa kaca mata baca yang di pakainya. Jika para wanita melihat Ares seperti ini sudah di pastikan jika mereka akan berteriak heboh, Denara saja sedikit oleng melihatnya. Apalagi yang mereka bisa - bisa pingsan mungkin.


'' Ada apa ? '' Ares menatap Zion.


'' Om...Zion mau pergi sama Kak Dena...Bolehkan ? '' Tanyanya.


Sementara Denara yang berada di samping Zion, memberi aba - aba pada Ares untuk tak mengizinkan Zion ikut bersamanya.


Ares menatap Denara bingung, membuat Zion mematap Ares curiga, lalu berbalik menatap Denara. Dengan cepat Denara bertingkah seperti biasa seperti tak terjadi apa - apa.


'' Om? Bolehkan, '' Menatap Ares kembali.


'' Memangnya mau pergi ke mana ? ''


'' Ke supermarket Tuan, saya sudah bilang jika Zion tak usah ikut. Tapi Zion memaksa untuk tetap ikut dengan saya, '' Jelas Denara.


Ares lalu menatap Zion. '' Zion...Kak Dena bukannya mau main, jadi Zion tak usah ikut oke? '' Jelas Ares.


'' Tapi...Zion mau es krim....Om, '' Terangnya pada Ares.


'' Kan, bisa titip sama Kak Dena. Tanpa perlu ikut, '' Ucap Ares.


'' Tapi Zion mau pilih sendiri Om.... ''


Zion ini selalu ada saja alasan yang di berikan kepadnya, tak mau mengalah dan keras kepala.


'' Memangnya apa bedanya, jika di belikan. '' Heran Ares.

__ADS_1


'' Pokoknya beda..Titik, ''


'' Oke boleh...'' Izin Ares.


'' Tapi..Om juga harus ikut, nanti kalo Zion di culik gimana, terus ada yang jahati juga, gimana. Yang paling penting, yang bayarrin Zion jajan siapa kalau bukan Om.. '' Jelasnya panjang lebar.


Membuat Ares yang mendengarnya, kesal.


'' Jangan suka aneh - aneh kamu Zion, lagian juga siapa yang mau culik bocah nakal seperti kamu. Yang di kasih makan dengan harga murah gak mau. Yang ada penculiknya bangkrut, mereka juga pilih - pilih kali mau culik orang... '' Terang Ares geram.


'' Bocah...Bocah....Gini aku ganteng yah ...Om, Pokoknya Om harus ikut, kalau enggak aku bakal laporin ini sama Papi dan Mami '' Tambah Zion.


'' Iya...Puas kamu, ''


Lalu masuk ke kamar dan berganti baju terlebih dahulu, jika Ares membantah lagi. Di pastikan Zion akan merenggek sampai pagi padanya dan mengadu hal yang tidak - tidak pada Kakaknya.


.................


Supermarket yang di datangi Ares, Denara dan Zion adalah supermarket yang besar dan lengkap di kota ini. Walaupun harganya sedikit mahal bagi Denara jika di bandingkan dengan pasar tradisional.


'' Saya mau membeli beberapa barang dulu di sana, '' Tunjuk Ares.


'' Iya Tuan, saya dan Zion akan pergi kesana '' Ucapanya pada Ares.


Mereka lalu berpencar mencari keperluan dan perlengkapan masing - masing. Mereka akan bertemu kembali di kasir.


.................


'' Abang ini tuh terigu, bukan tepung tapioka, '' Jelas Tania.


'' Mana ada ..... Warnanya putih, sama aja. '' Ujar Tian membantah.


'' Please...Deh Bang, aku ini perempuan. Jadi aku bisa bedain...Ngeyel banget sih di bilanggin, '' Menatap Tian dengan marah.


'' Oh...Perempuan, Abang kira kamu laki - laki. '' Lalu beranjak pergi.


'' Abanggggg....... '' Sembari menghentakkan kakinya.


Tian dengan cepat menghindari Tania, yang berlari mengejarnya. Hingga tanpa sengaja Tian menabrak anak kecil yang berdiri persis di depannya.


Buk....


Anak kecil itu kelihatannya marah kepada Tian, karena hampir saja menjatuhkan es krim yang ada di tangannya.


'' Kalau jalan tuh lihat - lihat Om, untung aja es krim aku gak jatuh. '' Omelnya pada Tian.


'' Maaf yah, Om gak sengaja '' Ucapnya.


Tania sudah berada di belakang Tian, yang terlihat sedikit berantakkan karena berlari mengejarnya.


'' Bang...Gila cepet banget sih larinya, '' Keluhnya.


'' Kamu aja yang kayak siput, '' Cibirnya.


'' Zion.... '' Panggil Seseorang.


Membuat Zion, Tian dan Tania menoleh ke sumber suara.


'' Loh ...Nara kok di sini ? '' Kaget Tian.


Bukan Tian saja yang kaget, Denara juga begitu. Semenjak kejadian itu, Denara tak pernah bertemu lagi Dengan Tian.


'' Loh... Tian di sini juga ? '' Tanyanya.


'' Iya... Nih ... '' Jawabnya tersenyum.


.............


Sementara di lain tempat, Ares sudah sejak tadi menunggu Zion dan Denara, tapi belum muncul juga. Orang - orang juga banyak yang mulai memperhatikannya membuat Ares risih dan tak nyaman tentu saja.


Akhirnya Ares memutuskan mencari mereka, dari pada berdiam diri di sini seperti patung.


Cukup lama Ares berkeliling mencari mereka, hingga matanya menatap Denara dan Zion berbicara dengan seorang laki-laki dan perempuan.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ares Ananta



.


.


.


.


.


Denara Emilia



.


.


.


.


.


Tian Arjaya



.


.


.


.


.


.


.


.


Hola guys, jangan lupa buat 👋🏻


Rate 5.

__ADS_1


Like.


Vote. Tipnya juga kalau boleh🤣🤣🤣🤣, Kepo ke lanjutannya👀, yuk dukung mereka dengan cara di atas. Biar Dao semangat buat nulisnya Oke☻.


__ADS_2