Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
26 part 1


__ADS_3

...Dilarang Keras menjiplak atau mencopy karya ini!!!...


Happy Reading ❤.


Tian berlari dengan cepat mencari Denara yang di bawa oleh Paman Beni. Cukup lama Tian mencari, sampai akhirnya melihat Denara yang di tarik dengan kasar oleh Paman Beni di sana.


Secepat yang dia bisa, Tian berlari menghampiri Denara dan Paman Beni. Jika di lihat, jarak Tian dan mereka cukup jauh.


Sampai lari Tian terhenti, dari sini, Tian melihat di depan Denara dan Paman Beni. Ada mobil yang seperti akan menabrak, tapi jika di perhatikan kembali.


Mobil itu bukan ingin menabrak Denara dan Paman Beni. Melainkan mobil biru gelap itu menghadang jalan, agar Paman Beni dan Denara tak dapat melewatinya.


......................


Denara masih mencoba menarik tangannya agar terlepas dari cengkraman kuat Paman Beni. Tangan Denara sudah terlihat memerah, akibat cengkraman serta tarikan kuat yang di lakukan Paman Beni padanya.


''Paman..... Tolong lepaskan aku, kenapa Paman melakukan ini??'' Tanya Denara dengan sedih.


''Bukankah sudah ku bilang, jika aku ingin meminta hak milikku.'' Ujarnya pada Denara.


''Paman... Kita keluarga, tak perlu bertindak seperti ini hanya karena harta.'' Jelas Denara.


''Aku tak akan pernah menganggap kalian keluargaku, apalagi kalian dengan enaknya mengambil hak milikku.'' Ucap Paman Beni sini.


''Percepat jalanmu...'' Menarik tangan Denara dengan kencang.


''Aagh... Sa-sakit Pa-paman..... Le-lepaskan tangan ku....'' Lirih Denara.


''Banyak omong kamu, sudah saya bilang.... JALAN, YAH JALAN!!!'' Mulai membentak.


Hingga mereka melihat jika ada mobil yang mendeket ke arah mereka, membuat Paman Beni dan Denara kaget tentunya. Jarak mobil itu kini mulai mendekat, semakin memdekat, hingga.


Cittttttttt...


Mobil itu terhenti pas di depan Paman Beni Dan Denara, jarak mereka hanya beberapa langkah dari mobil itu.


''HEI BODOH, APA KAU TAK BISA MENYETIR!!!'' Marah Paman Beni, yang sudah memukul bagian depan mobil.


Perlahan-lahan, pemilik mobil keluar dari dalam mobil. Dua laki-laki yang memakai jas kantor keluar dari dalam mobil.


Membuat Denara yang melihatnya kaget. Denara benar-benar tak menyangka jika Ares akan datang ke sini.


''Tuan...'' Ucap Denara pelan, sambil menatap Ares kaget.

__ADS_1


Sedangkan Paman Beni menatap marah pada Ares dan Deni, yang menghadang jalannya untuk membawa Denara pergi.


Ares menatap tajam atas apa yang di lakukan oleh Paman Beni pada Denara. Bahkan dari jarak seperti ini saja, Ares bisa melihat dengan jelas tangan Denara yang sudah memerah akibat tarikan kasar serta cengkaraman kuat yang di lakukan oleh Paman Beni.


Dengan langkah lebar Ares menghampiri Denara serta Paman Beni. Posisi Ares saat ini benar-benar berada di depan Paman Beni dan Denara.


''Lepaskan tangan anda, darinya.'' Perintah Ares tajam.


Membuat Paman Beni menatap Ares dengan heran. Kenapa orang ini berani menyuruhnya melepaskan Denara memangnya siapa orang ini, pikir Paman Beni.


''SIAPA KAU MENYURUHKU MELEPASKANNYA, LAGIAN JUGA DIA INI KEPONAKKANKU.'' Bentak Paman Beni, bahkan sekarang Paman Beni mempererat cengkraman tangan Denara.


''Aws...'' Ringgis Denara, merasakan sakit di tangannya.


Bugh...


Dengan satu kali pukulan ringan yang di layangkan oleh Ares untuk memukul tangan Paman Beni. Membuat Paman Beni spontan melepaskan cengkramannya pada tangan Denara. Melihat tangan Denara yang terlepas, dengan cepat Ares menarik Denara ke arahnya.


''APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN.'' Memegang tangannya yang sakit karena pukulan Ares yang bertenaga.


Ares berdiri di depan Paman Beni, sementara Denara berdiri persis di balakang Ares. Jika di lihat Ares seperti melindungi Denara dari Paman Beni.


''Tutup mulut kotormu itu, Deni urus orang gila ini.'' Ucap Ares. Lalu menarik Denara menjauh dari Paman Beni.


''HEI... SIAPA YANG KAU SEBUT ORANG GILA HAH!!'' Tangan Paman Beni mulai terangkat, untuk memukul wajah Ares.


''Berani-Beraninya, orang sepertimu mengangkat tangan pada Bosku.'' Ujar Deni sinis, lalu mendorong tubuh Paman Beni kebelakang hingga terjatuh.


Bukhh...


Paman Beni terjatuh ke arah tanah yang basah, akibat tergenang air hujan.


''KAU.... KAU AKAN MENYESAL MELAKUKAN INI PADAKU. AKU AKAN MEMBAWA INI KE JALUR HUKUM.'' Teriak Paman Beni Dengan Keras dan penuh amarah.


Ares yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya, lalu melepaskan tangannya dari Denara.


Ares lalu berbalik, dan berjalan memghampiri Paman Beni yang masih terduduk di genangan air itu.


Ares saat ini menatap remeh pada Paman Beni yang berada di depannya. Tangannya lalu mengeluarkan sesuatu dari dompet miliknya. Menyodorkan kartu namanya pada Paman Beni.


''Kau mau membawa ini ke jalur hukum, dengan senang hati aku akan meladenimu.'' Ujar Ares datar dan terkesan dingin.


Paman Beni dengan kasar mengambil kartu nama itu, saat membacanya. Paman Beni langsung terbelalak karena orang yang sejak tadi dia tantang adalah orang yang sangat berkuasa.

__ADS_1


'Sial, kenapa anak itu bisa mengenal orang seperti Ares Ananta.' Batin Paman Beni geram.


Melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Paman Beni yang kaget, membuat Ares yang melihatnya tersenyum sinis. Lalu berbalik dan melangkah menuju Denara yang masih berdiri di samping mobil.


Deni yang melihat bagaimana cara Ares menangani Paman Beni, membuat Ares telihat sangat keren meurutnya.


'Memang benar, orang sombong harus di balas dengan orang sombong pula.' Batin Deni.


Paman Beni yang merasa di permalukan akhirnya pergi meninggalkan mereka, tapi untuk berhenti mendatangi rumah Denara tentu saja tak akan di lakukannya, karena hak warisan miliknya harus tetap di dapatkan dengan cara apapun.


Denara menatap miris perlakuan Pamannya, dan melihat sekilas Pamannya yang berjalan menjauh.


......................


Tian akhirnya bisa melihat jelas, siapa pemilik mobil biru yang menghadang Denara serta paman Beni tadi.


Kenapa Tian tak terpikir sampai ke sana, jika orang yang menolong Denara itu adalah si sombong. Ares Ananta, orang yang selalu melarangnya bertemu dengan Denara.


'Kenapa dunia, bisa sesempit ini.' Batin Tian tak menyangka akan bertemu dengan Ares.


''Denara...'' Panggil Tian yang mulai berjalan mendekati mereka.


Mendengar suara dari arah belakang, membuat Ares, Deni serta Denara menoleh.


Ares menatap Tian dengan tatapan terkejut. Ares benar-benar tak menyangka jika akan bertemu Tian di sini. Dan bagaimana bisa dia ada di sini, pikir Ares.


'Kenapa ada Tiang di sini??' Batin Ares.


Denara merasa jika situasi seperti ini adalah hal yang paling ingin di hindarinya, Denara masih memgingat jelas pertemuan Ares dan Tian akan berakhir dengan perdebatan yang panjang.


Setelah Denara bisa terbebas dari cengkaraman Paman Beni. Maka Denara tak yakin akan terbebas dari Ares dan Tian, saat ini.


Bersambung.....


......................


Nah loh Ares ketemu sama Tian😅.


Ada yang penasaran sama kelanjutannya👀.


Berikan dukungannya yah, berupa like, vote, rate 5, favorit serta share cerita ini yah😊. Biar Dao gercep up dan semangat nulis.


Terima kasih telah singgah.

__ADS_1


IG : dindao.18


Sayonara👋🏻.


__ADS_2