Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
27 part 2


__ADS_3

...Dilarang menplagiat, menjiplak, atau pun mengcopy karya ini!!!...


Happy Reading❤.


Denara sudah berkemas dan menyiapkan pakaian miliknya, yang akan dirinya tata di tas hitam miliknya. Sebenarnya Denara masih bimbang dengan keputusannya saat ini. Tapi jika di pikirkan lagi, Denara memang benar-benar membutuhkan pekerjaan ini.


Meskipun perlakuan Ares serta Jesi cukup membekas di pikirannya. Zaman sekarang mencari pekerjaan sangat sulit apalagi dengan dirinya yang hanya lulusan Sma.


Ares juga cukup baik terlepas dari sikap anggkuh serta sombongnya.


''Kakak benar-benar akan pergi ke kota. Bukannya Kakak kemarin bilang jika tak akan kembali lagi ke sana.'' Nero memang sejak tadi memperhatikan Denara yang sedang berkemas.


''Iya Nero, maafkan Kakak yang tak bisa menemanimu di sini.'' Menoleh ke arah Nero.


Nero sebenarnya sedih mendengarkan pembicaraan Kakak serta orang tuanya, saat Kakaknya memutuskan kembali bekerja di kota. Padahal dirinya sudah cukup senang dengan ke datangan sang Kakak yang kembali berkumpul bersama mereka di kampung.


''Aku pasti akan kesepian, jika tidak ada Kak Nara di sini.'' Keluhnya pada Denara.


Membuat Denara menghentikan berkemasnya sejenak, lalu menghampiri Nero.


''Bukannya Nero tak suka, jika Kakak Nara ada di sini.'' Goda Denara.


''Ihhh.... Bukan begitu, aku hanya tak suka jika suasana rumah sepi. Hanya itu saja.'' Ujarnya.


''Bilang saja kamu kangen sama Kakakmu yang cantik ini.'' Ucap Denara.


''Kakak jangan percaya diri, siapa yang bilang jika Kak Nara itu cantik.'' Ejeknya.


''Nara udah selesai berkemasnya???'' Ibunya yang berdiri di belakang Nero.


Membuat Denara serta Nero menenggok ke arah Ibunya. ''Belum Bu, Nero ganggu Nara mulu dari tadi.'' Adu Denara pada Ibunya.


Mendengar ucapan Kakaknya, Nero tentu saja melakukan protes.


''Enak aja, orang Kakak sendiri berhenti. Nyalahin Nero pula.'' Sewotnya.


''Ini kok pada ribut, giliran satunya gak ada nanti di cari. Giliran barengan bawaaanya berantem mulu.'' Omel Ibunya.


Membuat Denara dan Nero hanya tersenyum malu.


......................


Deni benar-benar aneh dengan Ares belakangan ini, contohnya pagi ini saja. Tiba-tiba dia mendapatkan pesan dari Ares, yang berisi jika Ares tak masuk kerja hari ini.


Jarang sekali Ares izin masuk kantor, entah apa yang membuatnya tak bekerja hari ini.


''Ada apa dengan Pak Ares sebenarnya??'' Gumamnya.


......................


Ares sejak tadi tak berhenti-henti menatap jam di tangan miliknya.


''Kenapa Jam ini berputar sangat lambat.'' Keluhnya.


Sebenarnya Ares ingin bekerja hari ini, tapi tadi pagi dia mendapat pesan dari Denara, jika dia akan datang kerumahnya hari ini untuk bekerja kembali.


Sebagai Bos yang baik, Ares harus menyambut ke datangan Denara sebagai pekerjannya kembali. Dan hal itulah yang Ares lakukan sekarang.

__ADS_1


Denara bilang, jika dia akan sampai di rumah Ares pukul 11.00. Jam saat ini menunjukkan pukul 09.00.


Dan sisa waktu itu, di manfaatkan oleh Ares untuk memeriksa jadwalnya yang belakangan ini cukup padat.


......................


Denara saat ini menunggu jemputan dari Tian, karena kebetulan dia juga akan kembali ke kota. Lagian juga, jika Denara ikut bersama dengan Tian. Setidaknya dia tak perlu mengeluarkan ongkos dan itu bisa menghemat pengeluarannya.


TINN....


TINN..


TINN.....


Suara klakson motor mulai terdengar di depan rumahnya, dengan segera Denara membawa tas serta perlengkapannya untuk di bawa.


Sebelum pergi, Denara berpamitan terlebih dulu kepada orang tuanya.


''Bu,Yah... Denara pamit mau ke kota dulu. Ibu sama Ayah sehat-sehat yah...'' Ucap Denara dengan mata yang berkaca-kaca.


''Iya, Nara hati-hati di sana dan jaga diri yah..'' Ucap Ibunya.


''Nara kalau ada apa-apa, langsung saja telpon Ibu dan Ayah.'' Ujar Ayahnya.


Denara mengangguk, lalu kini menoleh pada Nero yang sejak tadi memeluk Ibunya Dengan erat.


''Nero, jaga Ibu sama Ayahnya. Kakak pergi dulu.'' Mengelus kepala adikknya dengan sayang.


Dengan cepat Nero memeluk Denara, lalu menatap wajahnya sebentar.


''Kakak Nara baik-baik yah di sana. Jangan Nakal,'' Katanya, membuat Denara tersenyum.


''Assalamualaikum.'' Pamit Denara


''Wa'alaikumsalam.'' Jawab mereka.


Denara mulai perlahan sembari menenteng tasnya dan berjalan menuju ke arah Tian. Denara menatap keluarganya sejenak, sebelum menaiki motor Tian.


'Sampai jumpa lagi,' batin Denara.


......................


Perjalanan dari kampung ke kota cukup macet serta ramai. Tian dan Denara benar-benar tak menyangka jika hari ini akan macet seperti ini.


Cukup lama mereka terjebak macet, kira-kira 30 menit. Hingga mereka benar-benar terbebas dari kemacetan di jalan raya.


Tian mulai melajukan motornya ke arah komplek elit yang cukup terkenal di kota. Denara bilang jika dia akan bekerja kembali di rumah Ares.


Sebenarnya Tian tak mau sama sekali ke rumah Ares, tapi karena Denara yang meminta kepadanya. Tian tak kuasa untuk menolaknya, jadi karena alasan itulah dia akhirnya mengantarkan Denara ke sini.


'Semoga si Arisan itu tak ada di rumah,' batin Tian.


......................


Ares melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 12 tepat, dan ini sudah lewat jam 11. Tapi kenapa Denara masih belum muncul juga, atau Denara memutuskan untuk tak lagi bekerja. Tapi jika memang begitu harusnya Denara memberi tahunya terlebih dulu tapi.


Bahkan sms serta telpon pun tidak, membuat Ares kesal tentunya.

__ADS_1


''Kenapa dia belum muncul juga??? Atau dia memang tak berniat untuk bekerja lagi...'' Omel Ares.


......................


TINNN....


TINNN..


Tian membunyikan klason motor miliknya, membuat Pak Tejo yang berjaga langsung menenggok keluar gerbang. Saat dia melihat, seseorang yang cukup familiar baginya.


Sampai orang itu mulai memanggil namanya.


''Pak Tejoooo....''


''Neng Denara.... Bentar Neng, Bapak buka dulu gerbangnya.''


Dengan segera Pak Tejo membuka, hingga gerbang kini mulai terbuka sepenuhnya. Melihat gerbang yang sudah terbuka, Tian dengan cepat membawa motornya masuk ke dalam sana.


......................


TING NUNG....


TING NUNG...


Bel rumah Ares berbunyi dengan cukup kuat, Ares dengan cepat menghampiri pintu dengan sedikit tersenyum karena dia yakin jika ini adalah Denara.


Tangan Ares mulai menarik gagang pintu dengan semangat, tapi saat menatap siapa yang berdiri di


depan pintunya saat ini. Membuat wajahnya yang tadinya tersenyum kini langsung berubah datar tanpa ekspresi menatap orang itu.


''Kenapa Ada Tiang di sini....'' Ketus Ares menatap Tian galak.


''Memangnya hanya kau yang tak suka, aku juga tak suka melihatmu Arisan.'' balas Tian tak kalah ketus.


Denara mulai cepat menghampiri mereka yang terlihat sudah mulai akan berperang.


''Maaf Tuan, saya kebetulan saja pergi bersama Tian ke kota.'' Jelas Denara.


Membuat Ares yang mendengar langsung menatap Denara, lalu tangannya dengan cepat menarik tangan Denara masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah dengan kencang.


Brakk....


Suara pintu yang tertutup membuat Tian yang melihatnya tentu saja kaget.


''DASAR ARISAN SOMBONG......'' Teriak Tian di depan pintu sebelum beranjak pergi.


Sementara di dalam, Denara juga terkejut sama seperti Tian. Bahkan saat ini Ares tak berhenti menatapnya dengan ekspresi kesal.


''Sedekat apa, kau dengan si tiang itu.... Denara??''


Bersambung.......


......................


Hola pembaca👋🏻.


Jangan lupa berikan dukungannya yah, berupa like, favorit, rate 5 dan votenya yah biar Dao tambah semangat buat nulis dan upnya☻.

__ADS_1


Sayonara👋🏻.


__ADS_2