
Pagi ini Ares sudah mondar - mandir tak jelas dan tak tentu arah, yang membuat Denara melihatnya sejak tadi pusing dan kesal tentu saja.
Merasa ada yang tak beres dengan Ares, Denara memberanikan diri. Untuk bertanya pada Ares yang ekspresinya sudah tak enak sejak tadi.
'' Tuan....Sebenarnya ada apa, saya lihat dari tadi Tuan mondar - mandir saja dan tak berhenti - henti ? ''
Ares masih belum menjawab dirinya masih sibuk membuka lemari serta memeriksa laci - laci yang ada di sana.
'' Tuan....Tuan... '' Panggil Denara.
Dengan ekspresi kesal Ares membalikkan badan dan menatap Denara yang berdiri persis di belakangnya.
'' Kamu itu jangan banyak tanya, saya sedang kehilangan kunci mobil, '' Lalu membalikkan badan dan mencari lagi.
' Sensi amat Bos ' Batin Denara.
Saat akan beranjak pergi dari sana, tiba - tiba Ares bersuara.
'' Mau kemana kamu ? Ayo bantu saya jangan malas, '' Semprotnya.
'' Tuan....Bisa gak sih mintanya baik - baik, '' Lalu mulai mencari.
Ares tak perduli dengan ocehan Denara, yang penting saat ini Ares harus menemukan kunci mobil dan segera pergi ke kantor.
Sebenarnya Ares memiliki cukup banyak mobil dan motor. Tapi kebetulan ini adalah hari servis kendaraannya, jadi hanya mobil ini yang tersisa.
Kenapa saat - saat seperti ini, kuncinya harus hilang. Pikir Ares kesal.
Denara sudah mulai mencari di setiap sudut ruangan, tapi hasilnya nihil. Sebenarnya ke mana Ares meletakkannya sampai - sampai tidak ada di semua tempat.
'' Tuan....Terakhir kali Tuan menaruhnya dimana? '' Tanya Denara.
Ares mulai mengingat - ingat terakhir kali dirinya menaruh di atas lemari. Tapi Ares tak ingat di lemari yang mana.
'' Lemari....'' Ucapnya.
'' Lemari yang mana Tuan, di sinikan banyak ? '' Tanya Denara.
'' Saya lupa, '' Ketus Ares
'' Pantes...Soalnya udah tua sih, '' Gumannya pelan.
'' Ngomgng apa kamu ? '' Tanya Ares heran, Ares yakin jika Denara mengatakan sesuatu.
'' Enggak ada Tuan....''
Sudah hampir satu jam berlalu, tapi kunci belum di temukan juga.
Ares melirik jam tangan yang terpasang di tanganya. Menunjukkan pukul 10.
'' Sial.... '' Dengan bergegas Ares pergi keluar.
Terlambat sudah, membuat Ares memilih menaiki taksi saja. Mencari kunci mobil miliknya membuat Ares lupa waktu saking fokusnya.
................
Denara sudah sejak tadi mencari sampai - sampai masakannya hampir saja gosong karena memikirkannya.
Mencari setiap lemari yang ada di rumah ini, benar - benar menguras tenanganya dan juga pikirannya.
Kenapa Ares begitu ceroboh, bisa - bisanya Ares menghilangkannya begitu saja. Pikir Denara kesal.
'' Hah.....Capek....Nyelip di mana sih itu kunci, '' Gerutunya.
Denara mengistirahatkan tubuhnya sejenak di sofa, sembari memulihkan tenaganya sebentar. Melirik ke kanan ke kiri, mungkin sajakan kuncinya muncul menghampirinya.
__ADS_1
Setelah merasa baik, Denara mulai berdiri dan melanjutkannya lagi untuk mencari kunci mobil milik Ares. Melangkah ke depan tv, yang terdapat lemari kecil di atasnya. Mungkin saja kan, ada di sini. Karena ini adalah lemari kecil satu - satunya yang belum di periksa.
Masalahnya adalah Denara itu pendek, dan lemari itu cukup tinggi. Membuatnya harus mengambil kursi kecil untuk menambah tingginya.
'' Nasib orang pendek mah gini, kalau ambil yang tinggi gak sampe. Padahalkan udah jinjit,'' Ucapnya pelan
Lalu menaruh kursi kecil itu persis di depan tv, merasa jika posisinya sudah pas. Denara mulai menaikinya. Satu persatu - persatu kakinya mulai menaiki kursi kecil itu.
Tapi sayangnya itu tak cukup, tingginya sedikit lagi baru setara. Akhirnya Debara menjinjitkan kakinya, lalu mulai memeriksa.
'' Di mana....Di mana....Kuncinya...Yang hilang...Di...Mana, '' sembari bernyanyi.
Meraba - raba permukaan lemari. hingga tanganya tanpa sengaja menyentuh satu barang yang berbentuk kunci.
Menariknya lalu melihatnya, untuk memastikannya. Apa benar yang di pegangnya adalah kunci yang di cari.
'' Nah ketemu, '' Pekiknya senang.
.............
Ares memasukki rumah, berkas yang harusnya di bawa tertinggal di atas meja. Di depan tv terlihat Denara yang sedang menaiki kursi kecil, tapi kursi yang di naikinya terlihat bergoyang. Membuat Denara yang berdiri di atasnya tak seimbang.
'' Ehh....Kursinya...Kok goyang.... '' Panik Denara.
Membuat Ares refleks berlari menghampirinya.
Bugh......
Kursi yang di pijakki Denara, terjatuh bersamaan dengan Denara yang berada di atasnya juga ikut terjatuh.
'' AAAAAAAA, ''
Hap...
Dengan sigap Ares menangkap tubuh Denara yang terjatuh, jika terlambat sedikit saja Ares menangkapnya bisa di pastikan Denara akan terjatuh. Tepat di atas meja kaca yang ada di sana.
Denara masih memejamkan mata.
'' Ekhm.... ''
'' Ekhmmm... ''
' Loh kok ada suara yah ' Batinnya.
Perlahan - lahan mata Denara mulai terbuka, yang pertama Denara lihat adalah wajah Ares yang melotot menatapnya.
Tunggu bukannya Ares bekerja, lalu kenapa bisa ada di sini.
'' Enak saya gendong '' Ucap Ares ketus, lalu melepaskan Denara dari gendongannya.
Bughh..
'' Awsss...Sadis banget sih Tuan, '' menggosok tubuhnya yang terasa sakit.
'' Gak usah drama kamu, mau ngapain manjat - manjat segala. Mau jadi tarzan kamu, '' Omel Ares
'' Tarzan....Enak aja, mana ada tarzan secantik saya Tuan. ''
'' Cantik dari mana, kalau di lihat dari sedotan iya.''
'' Cks... ngaku aja deh Tuan, kalau saya ini memang cantik. Pake bilang di lihat dari sedotan pula, '' Ujar Denara.
'' Jangan gila kamu, '' Ketus Ares mulai berjalan.
'' Ehh... Tuan mau ke mana ? '' Menarik tangan Ares.
__ADS_1
'' Jangan sentuh saya. ''
' Hello, emangnya Denara ini kuman apa, ' Batinnya
'' Mau tahu enggak, Kenapa saya tadi kayak gitu. ''
'' Enggak, '' Jawab Ares tak peduli.
'' Oh yaudah, saya juga gak mau tuh kasih kuncinya, '' Tolak Denara pula.
Membuat Ares membalikkan tubuhnya, lalu dengan spontan Ares menahan tangan Denara.
'' Ehhhh... Jangan sentuh saya, '' Meniru ucapan Ares tadi.
Ares langsung melepas tangan Denara. Lalu menyodorkan tangannya pada Denara, membuat Denara yang melihatnya bingung.
'' Apa ? ''
'' Kuncinya, mana. ''
'' Lah tadikan Tuan sendiri yang nolak, ya udah saya mah bisa apa, '' Jelas Denara.
'' Denara....'' Panggil Ares.
Denara menutup telinganya menggunakan kedua tangannya. Supaya tak mendengar suara Ares.
'' Denara...Denara.... '' Kesal, dengan cepat Ares menarik tangan Denara agar terlepas.
Membuat spontan tubuh Denara terdorong ke depan, lalu menubruk tubuh Ares dengan cukup kencang.
Denara tentu saja terkejut, dengan apa yang terjadi. Begitu juga Ares, Ares tak menyangka akan terjadi seperti ini.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain, jarak yang dekat membuat keduanya merasa canggung. Dengan cepat Ares mendorong tubuh Denara.
Lalu mengambil, kunci yang berada di tangan Denara lalu pergi.
.............
Hola pembaca, jangan lupa buat :
Rate 5.
Vote.
Like.
Biar Dao semangat upnya ☻.
Ig : dindao.18, jangan lupa follow yah😊
.
.
.
.
.
.
.
Gimana part ini, ada yang kangen sama Ares dan Denara?
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya👋🏻.....