
Happy Reading❤.
Ting....
Ting...
Bunyi ponsel yang terus-memerus berbunyi, membuat sang pemilik cukup kesal. Dengan cepat tangannya meraih ponsel, yang kebetulan berada persis di bawah bantal tidurnya.
'Siapa???' Batinnya bertanya-tanya.
Melihat nama yang terpampang jelas di sana, membuat sang pemilik kaget tak percaya.
'Tuan Pengacara.'
Nama yang sedang mengirim pesan padanya.
''Ngapain lagi coba, bukannya udah gak ada urusan lagi.'' Ketus Denara kesal.
Denara mulai bangkit dari ranjang tidurnya dan melempar asal ponselnya tanpa ada niat sedikit pun, untuk membuka pesan itu.
......................
Sejak pagi tadi hingga siang, Ares tak henti-hentinya menatap ponsel miliknya. Membuat Zion yang melihatnya cukup jengkel dengan Ares.
''Om, jangan di pelototin terus ponselnya. Nanti matanya keluar, baru tahu rasa.'' Ujar Zion santai, sembari memakan-makanannya.
''Ck... Anak kecil, gak usah ikut campur urusan orang dewasa.'' Balas Ares menatap Zion kesal.
Semenjak Zion membantunya membuat vidio permintaan maaf. Ares benar-benar merasa bangkrut seketika.
Bukankah Ares pernah bilang, jika Zion ini bukan anak sembarangan. Bahkan makan saja, Zion akan memilih makanan yang menguras dompet. Dan itulah yang terjadi sekarang.
Dengan sombongnya Zion, meminta imbalan berupa makam malam di salah satu hotel bintang lima, bukan itu saja. Zion bahkan meminta Ares memberikan uang jajan kepadanya selama satu bulan full dengan uang saku sehari 300 ribu.
Saat Ares bilang, jika Zion melakukan pemerasan. Dengan santai Zion menjawab.
''Om, anggap saja Om sedang beramal denganku.''
Membuat Ares yang mendengarnya merasa naik darah.
''Lagian juga, Om gak bakalan jatuh miskin. Hanya karena memberikan ku uang receh.'' Sambung Zion sombong.
Ada yang mau adopsi Zion, Ares merasa sudah menyerah meladeni tingkah Zion yang kelewat mahal.
Dan entah kenapa Kakaknya suka sekali menitipkan Zion padanya, padahal sudah jelas terlihat jika Ares merasa benar-benar tak sanggup dengan Zion yang super mahal.
Tapi terlepas dari tingkah lakunya yang menyebalkan, Ares sangat benar-benar menyayanggi Zion. Walaupun dirinya sering mengomel dengan tingkah Zion. Tapi Ares benar-benar sayang dengan Zion dengan tulus walaupun Zion menyebalkan.
......................
''Kak, apa Kakak benar-benar tak kembali ke kota lagi?'' Pertanyaan yang sepuluh kali di layangkan Nero padanya.
''Nero, Kakak sudah bilang tidak. Kenapa masih menanyakan lagi.'' Jawab Denara, yang saat ini sedang memetik sayur bayam di sawah mereka.
''Yah, bisa sajakan. Aku hanya bertanya,'' ucap Nero santai.
''Tidak... Jadi jangan menanyakan hal itu lagi mengerti.'' Denara mulai berjalan menjauh, membawa keranjang sayur yang sudah penuh di tangannya.
''Kakak... Tunggu aku....'' Teriak Nero, mengejar Denara yang mulai menjauh.
__ADS_1
......................
Tian semenjak kemarin tanpa henti menatap helm pink yang ada di tangannya, membuat Tania yang menatap Tian menaikkan satu alisnya.
''Bang, mau jadi banci yah??'' Celetuk Tania.
Membuat Tian yang sejak tadi tersenyum langsung menatap kesal Tania.
Pletak...
Sentilan manis dari Tian, langaung mendarat tanpa permisi di dahi Tania.
''Adaw.... Bang, jangan suka kekerasan dalam peradik abangan yah..'' Protes Tania.
''Makanya, kalau ngomong jangan suka asal.'' Ketus Tian.
''Lah gimana aku gak heran, dari kemarin Abang tuh gak lepas dari helm pink itu. Bikin Tania sakit mata, tahu gak.'' Jelas Tania.
''Siapa yang nyuruh kamu liatin Abang,'' Sahut Tian.
''Dih, suka-suka Tania dong. Kan punya mata.'' Jawabnya.
Melihat Tania yang masih ingin berdebat, membuat Tian bangkit dari sofa mwndekati Tania. Melihat ancaman yang mulai mendekat kearahnya, membuat Tania langsung mengeluarkan jurus andalan miliknya.
''Ibuuuuuuu.... Abang Tian, nakal....'' Teriaknya.
Membuat Tian yang hendak menyentil Tania, langs8ng mengurungkan niatnya.
''Tian..... Jangan ganggu Tania.'' Peringat sang Ratu.
Membuat Tian diam, sedangkan Tania hanya tersenyum kemenangan melihat Tian yang tak berkutik sama sekali.
......................
''Pak Ares, apa ponselnya bermasalah??'' Tanya Deni heran.
Ares hanya menggelengkan kepalanya.
''Lalu, apakah tidak ada sinyal.'' Tanya Deni lagi.
Ares kembali menggelengkan kepalanya.
''Lalu, ada masalah apa dengan ponsel milik Pak Ares??'' Bingung Deni.
Membuat Ares yang sejak tadi menatap ponselnya, mulai mendongakkan kepalanya menatap Deni.
''Apa yang terjadi jika kau berbuat salah Deni??'' Tanya Ares random.
Membuat Deni mengerutkan dahinya.
''Bukankah jika kita berbuat masalah, maka harus meminta maaf.'' Jawab Deni.
''Aku sudah melakukannya, tapi kenapa dia belum membalasnya juga.'' Heran Ares menatap ponselnya.
''Maaf?? Sebenarnya Pak Ares sedang membicarakan apa??'' Ucap Deni tak paham.
''Aku membuat kesalahan, hingga membuatnya marah. Dan aku mencoba memperbaikinya dengan meminta maaf, tapi masih juga belum mendapat jawaban.'' Ujar Ares resah.
Baru kali ini bagi Deni, melihat Ares yang resah.
__ADS_1
''Apakah orang itu laki-laki??'' Tanya Deni.
''Tidak, dia wanita.''
Mendangar ucapan Ares, membuat Deni kaget. Pasalnya semenjak kejadian Clarissa, tak sekalipun bagi Deni melihat Ares Berdekatan dekatan dengan wanita.
''Apakah wanita itu bernama Jesi, sahabat kecil Pak Ares.'' Ucap Deni memastikan.
''Bukan.... Dia orang yang berbeda.'' Jawab Ares.
......................
''Kak Nara, ponsel milikmu sejak tadi berbunyi terus. Apakah Kak Nara tak mendengarnya.'' Omel Nero sembari membawa ponsel Denara.
''Matikan saja ponselnya.'' Jawab Denara, yang tengah fokus menonton.
''Oh, matikan ponselnya, baiklah.'' Nero mengangkat ponsel miliknya dengan tinggi-tinggi.
Membuat Denara yang menoleh kearah Nero menatap kaget.
''Eh... Eh... Mau ngapain kamu Nero??''
''Lah katanya tadi di matikan ponselnya. Itulah saat ini aku lakukan.'' Ujar Nero.
''Kamu mau banting ponsel Kakak???''
''Iya, soalnya sejak tadi berisik.'' Jawab Nero santainya.
Membuat Denara langsung menarik ponsel yang ada di tangan Nero dengan cepat. Melihat ponsel berpindah tangan ke arah sang Kakak, membuatnya tersenyum geli.
Lalu mulai duduk di samping Denara. Sembari mengambil pisang goreng yang masih hangat di atas meja.
Denara melihat ponsel miliknya yang sudah penuh dengan pesan, tapi ada yang aneh. Ada dua nama yang membuat Denara menatap aneh ke arah ponsel miliknya.
''Ada apa sebenarnya dengan mereka.''
Jari Denara mulai menekan salah satu pesan cukup membuatnya penasaran. Pasalnya di pesan itu terdapat sebuah vidion yang cukup membuatnya sedikit kepo dengan apa isi vidionya.
Saat akan mengunduh vidio, tiba-tiba saja sinyal ponselnya menghilang. Membuat Denara yang sudah penasaran dengan isinya tentu saja kesal.
Perlahan-lahan Denara mulai bangkit dari tempat duduknya, mencoba mencari sinyal di sekitar rumahnya.
Hingga Denara mendapatkan sinyal, persis di teras rumahnya. Dengan cepat Denara menekan ikon unduh di ponselnya.
Hingga vidionya terunduh sempurna. Jarinya mulai menekan putar vidio itu. Hingga matanya menatap kaget ponselnya saat vidio di putar.
''Apakah ini sungguhan???''
...~Bersambung.~...
Hola pembaca👋🏻.
Jangan lupa buat tekan vote, rate 5, like, favorit dan share😊.
Dan juga selamat tahun baru guys🤗 semoga apa yang belum tercapai di tahun 2020 bisa tercapai di tahun 2021, Aamiin🙏.
Jangan lupa jaga kesehatannya juga💪.
Terima kasih telah singgah, jangan lupa dukungannya yah🐣.
__ADS_1
Sayonara di 2021 👋🏻.
Happy new years🎆🎇✨.