
Semenjak kejadian di usir oleh Ares,Jesi semakin tak suka dengan pembantu Ares yang menurutnya udik.
Dia merasa jika pembantu itu adalah ancaman baginya terlebih lagi Ares nampak dekat dengannya,membuat Jesi yang melihatnya tentu saja kesal dan tak suka.
''Awas aja pembantu itu,akan aku beri dia pelajaran!!!!'' Geram Jesi.
Dengan cepat Jesi bangkit dari tempat duduk di depan meja hias miliknya.
...................
Ares sudah membaik,bahkan bisa di bilang sangat baik. Lihat saja sekarang,dia sudah siap pergi ke kantor untuk bekerja.
''Denara,apa ini???'' Menatap kotak bekal berwarna hitam di depannya.
''Bekal dong,masak iya ini uang. Tuan ini suka sekali bercanda.'' Gurau Denara.
Ares menatap datar Denara.
''Ambil kembali,kau pikir aku anak tk!!!'' Tak suka Ares menyodorkan kembali bekal itu pada Denara.
''Jangan suka aneh-aneh deh Tuan....'' Menirukan gaya Ares saat berbicara.
''Jangan membantah!! Ambil kembali...'' Ujar Ares.
''Aduh Tuan,ini tuh makanan sehat. Dari pada jajan di luar mending uangnya di simpan aja.'' Jelas Denara.
''Ck...Saya ini orang kaya,ngapain harus hemat segala...'' Sombong Ares padanya.
'Sombang kayaknya udah jadi darah daging deh, gak Ares gak Zion, sombongnya suka kelewatan.' Batin Denara.
''Lah kan kita gak tahu,bisa aja Allah buat Tuan miskin,terus gak ada tabungan,terus bangkrut terus na------
''Diam Denara telinga saya sudah panas denger kata-kata kamu,mau nyumpahin saya susah kamu!!! Iya!!!!!'' Ketus Ares tak suka.
''Ck,pagi loh ini Tuan,masak mau marah-marah. Tinggal bawa aja apa sih susahnya.''Gerutunya lalu membawa bekal itu kearah luar.
Setelah Ares perhatikkan ternyata Denara menuju mobilnya yang kebetulan tak terkunci,alhasil dengan cepat Denara menaruh bekal itu di kursi penumpang di samping supir.
....................
Ting nung....
Ting nung....
Suara bel yang berbunyi tiada henti membuat Denara yang sedang menyapu memghentikkan sejenak pekerjaannya.
Lalu berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Cklekk....
Pintu rumah di buka oleh Denara,dan tebak siapa yang datang ke rumah Ares saat ini.
''Lelet banget sih kerjanya,minggir.'' Ucap Orang itu mendorong tubuh Denara agar menyingkir dari sana.
''Dasar gak tahu malu,''guman Denara pelan.
Jesi dengan seenaknya nyelonong masuk ke dalam rumah Ares,seolah-olah itu adalah rumahnya sendiri.
''Loh Mbak ngapain ke arah dapur??'' Denara mengikuti langkah kaki Jesi.
''Masaklah,emang kamu pikir saya gak bisa masak.'' Sewot Jesi tak terima.
Jesi mulai membuka lemari dapur yang ada di sana,mencari sesuatu. Hingga matanya menatap senang saat melihat kotak kecil itu.
Denara yang sejak tadi berada di belakang hanya manatap saja.
Jesi mulai membuka kotak itu,mengeluarkan isi yang ada di dalamnya.
__ADS_1
''Loh ini mie lidi yang suka di jual di sekolah itukan.'' Celetuk Denara.
Membuat Jesi yang mendengarnya hanya tersenyum mengejek,lalu menoleh kearah belakang menatap Denara yang masih berdiri di balakangnya.
''Heh! Orang kampung seperti kamu,memang tak pernah mengerti makan-makanan seperti ini. Dan jangqn samakan makanan kampung milikmu dengan pasta ini,mengerti.'' Jelas Jesi.
....................
''Tian,jangan lupa hari ini kamu wakilin Ibu untuk datang ke sekolah Tania.'' Pesan Ibunya.
''Lagi,sekarang masalah apa Bu...'' Tian bertanya.
''Bekerja sama dalam ulangan.'' Sembari menata piring di rak.
''Benar-benar Tania ini,ya sudah kalau begitu Tian berangkat dulu.'' sembari menyalimi tangan sang Ibu.
''Asalamualaikum,Bu...''
''Wa'alaikumsalam,hati-hati kamu bawa motornya.'' Ujar Ibunya.
..................
Saat ini Tania serta Budi masih duduk di ruang Bk,menunggu wali mereka yang sudah di telpon langsung oleh Guru.
Tok...
Tok...
Cklek...
Nampaklah Tian berserta Ibunya Budi memasukki ruangan itu.
''Permisi Pak....'' Ucap Tian dan Ibunya Budi sopan.
''Masuk Pak...Bu....Silahkan duduk.'' Mempersilahkan mereka untuk duduk.
'Abis benaran kalau ini mah,' batin Tania menjerit.
Sedangkan Ibu Budi juga duduk di samping anaknya.
''Begini,Pak,Bu....Bekerja sama itu memang baik,tapi jika saat ujian bekerja sama itu sama sekali tidak di benarkan.'' Jelas Guru itu.
Tania dan Budi hanya menunduk saja mendengarkan Guru itu.
''Jadi saya dan pihak sekolah sepakat,jika Tania dan Budi. Akan di beri sangsi berupa skorsing selama 3 hari berserta meringkas buku sejarah dan saat masuk mereka harus menyelesaikam semua catatan dan harus di kumpul. ''
''Tapi bukan karena masalah ini saja Pak,Bu....Bekerja sama mereka ini juga berlanjut dalam tawuran. Dan ini salah satu tindakkan tegas yang di berikan pihak sekolah untuk mereka. Dan saya harap Ibu dan Bapak mengerti dengan Apa yang saya sampaikan.'' Sambung Guru itu.
.................
Jesi melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan miliknya. Bukan tanpa alasan,karena Ares sebentar lagi akan pulang kerumah.
Jesi lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar Ares,tapi saat akan membuka pintu kamar.
''Mbak,ngapain masuk-masuk kamar Tuan.'' Denara dengan cepat mencengah Jesi.
''Heh,pembantu. Minggir deh,saya ini dapet pesan dari Ares buat ngambil map penting. Mau kamu di marahin Ares.'' Terang Jesi.
Tapi,entah kenapa Denara merasa ada yang janggal dengan perkataan Jesi.
''Beneran Mbak??? Gak bohongkan??'' Tanya Denara lagi.
''Kamu nuduh saya bohong?? Apa perlu saya telpon Ares sekarang juga,'' ucap Jesi mulai mengeluarkan ponsel miliknya. Untuk menyakinkan Denara.
Melihat itu perlahan-lahan Denara mulai percaya. Lalu melepaskan tangannya.
''Nah dari tadi kek,sekalian buka kuncinya juga. Kamu pasti punyakan kunci seluruh ruangan di rumah ini. Termasuk kamar Ares??'' Ujar Jesi.
__ADS_1
Memang benar apa yang di katakan Jesi,dengan perlahan Denara menyodorkan kunci itu pada Jesi dan dengan senang hati Jesi menyambutnya.
Ctek...Ctekk..
Kunci mulai di putar dan pintu mulai perlahan-lahan terbuka.
''Nih pegang kuncinya,kalau kamu tetep gak percaya sama saya. Kamu boleh ikut masuk.'' Jelas Jesi.
Denara yang mendengar itu tentu saja mengganguk setuju dan mulai perlahan melangkah masuk mengiringi Jesi dari belakang.
Jesi mulai mendekati meja kerja milik Ares, yang terdapat berkas-berkas penting. Tangan Jesi mulai mengacak-acak mencari sesuatu.
Sampai matanya menatap satu map yang sempat Jesi lihat saat Ares membawanya waktu itu.
''Ketemu...'' Seru Jesi senang.
Lalu mulai melangkah kearah di mana Denara berdiri.
''Bisa tolong pegang ini sebentar,saya mau ke kamar mandi dulu,oke.'' Kata Jesi.
''Ya udah Mbak,saya ikut keluar juga kalau begitu...'' Ucap Denara.
Tapi Jesi tiba-tiba mencengah Denara keluar dati kamar Ares dan menyuruhnya tetap berada disana menunggu sampai Jesi kembali.
''Ya udah Mbak kalau gitu.''Patuh Denara yang saat ini berdiri persis di samping meja kerja Ares.
''Bagus kalau kamu paham..'' Jesi mulai melangkah keluar dari kamar Ares.
..................
Ares mulai memasukki rumahnya, dan Ares sempat menerima pesan dari Jesi,jika dirinya datang berkunjung ke rumah untuk memasakkannya pasta.
Ares hanya menjawab dengan ya saja. Karena sudah lama juga Ares tak makan masakkan itu,apalagi Denara yang sering memasakkannya makanan rumahan. Membuat Ares mulai terbiasa dengan hal itu.
Saat melangkah menuju kamarnya,tiba-tiba saja kamarnya sudah terbuka lebar.
Dengan cepat Ares sedikit berlari ke arah sana. Hinga matanya melihat Denara yang persis berdiri di samping meja kerjanya dan di tangannya memengang map penting yang berisikan sertifikat rumah miliknya.
''DENARA....'' Teriak Ares marah.
Melihat Ares yang tiba-tiba berteriak dengan keras tentu saja membuat Denara kaget,bahkan map yang tadi di pegang olehnya sampai-sampai yerjatuh ke lantai.
''T-Tu-aannn....'' Ucap Denara kaku dengan ekspresi kaget.
...~Bersambung.~...
Hola pembaca 🤗.
Dao mau buat pengumuman sedikit nih,buat pembaca Cinta Untuk Tuan.
Karena Dao,cukup keteteran akhir-akhir ini. Jadi Dao bakalan buat jadwal untuk cerita ini begitupun dengan cerita Dao yang judulnya Agent Kara.
Cinta Untuk Tuan bakalan up setiap hari selasa,kamis,dan sabtu.
Bisa di bilang satu minggu 3 kali up.
Dan buat Agent Kara,Dao buat khusus hari minggu.
Jadi jangan lupa buat beri dukungannya yah..
Vote,rate 5,like,comment dan favorit cerita ini dan juga Agent Kara yah🤗.
IG: dindao.18,kali aja kalian kepo sama Dao,bisa langsung follow aja IGnya😊.
Terima kasih buat kalian yang setia baca dan singgah ke sini dan Agent Kara.
Sampai jumpa lagi👋🏻👋🏻.
__ADS_1
Salam sayang Dao buat kalian🤗.