
Hai pembaca 😊 jangan lupa buat like, vote, rate 5 wokeh☻
Biar Dao makin semangat upnya, karena dukungan kalian adalah penyemangat buat up 🐣
.
.
.
.
Happy Reading ❤
.
.
.
.
Semua orang pasti punya cita-cita atau impian, dari kecil, remaja, bahkan dewasa. Begitu juga dengan Ares kecil saat itu usia 4 tahun.
Dengan memakai baju kodok dan sepatu biru, pipi yang chabi. Membuat semua orang gemas, ingin mencubit pipinya.
'' Ares, besar nanti ingin jadi apa ? '' tanya sang ibu
Ares kecil menatap lekat wajah sang Mama dengan serius.
'' Ales mau jadi pembalap aja mah '' ucapnya cadel
'' Kenapa mau jadi pembalap, nanti kamu kenapa-napa mama gak mau '' tolak Bu Eni
Dengan langkah pelan Ares kecil mendekatkan badannya pada sang Mama, lalu memeluk leher Mamanya dengan sayang.
'' Mama tenang aja oce, Ales kan laki-laki mah '' jawabnya seperti orang dewasa membuat Bu Eni membalas memeluk Ares kecil.
Dari arah belakang ada anak perempuan yang memakai baju kodok berwana pink menghampiri mereka, sambil berlari.
'' Mama, Ales....Lesa juga mau peluk '' merentangkan kedua tangan kepada mereka
Membuat Bu Eni tambah tersenyum lebar, lalu menyambut Resa dengan Ares masij memeluknya.
'' Siap Tuan Putri ''
__ADS_1
Membuat Resa kecil tersenyum lebar menatap Bu Eni.
................
Seiring berjalannya waktu, Ares kecil kini sudah memasukki sekolah Dasar dan duduk dikelas 6, Ares cukup pendiam di kelas dan tak banyak ulah, membuat guru senang dengannya. Kalau teman-temannya bilang jika Ares ini anak emasnya sekolah.
'' Baik anak-anak, hari ini adalah pertama kalian sekolah. Jadi ibu mau kalian perkenalkan diri satu persatu, mulai dari nama dan cita-cita, Mengerti '' ucap sang guru
'' Iya, Bu '' jawab mereka serempak
Barisan pertama di pilih sebagai bagian pertama, lalu akan menyambung kebelakang dan begitu seterusnya sampai barisan terakhir.
'' Perkenalkan, namaku Ares Ananta dan cita-citaku menjadi pilot '' lalu Ares kembali duduk
'' Perkenalkan, namaku Dodi dan cita-citaku polisi ''
'' Perkenalkan namaku Romi, cita-citaku masih diujung pena Bu '' ucapnya
Membuat semua orang yang berada dikelas tertawa.
'' Loh kok bisa, begitu Romi ? '' heran Bu guru
'' Kalau kata, temenku yang lain. Saat belum memutuskan cita-cita, namanya masih diujung pena Bu '' jelasnya
.............
Saat ini Ares sudah Smp kelas tiga, dan sebentar lagi akan mengadakan ujian, untuk kelulusan dan menyambung pendidikan ke jenjang Sma.
Keinginan Ares saat dewasa nanti adalah menjadi Arsitek, bahkan dirinya sampai meminta pada Mama dan papanya untuk les menggambar. Dan tentu saja disetujui oleh orang tuanya.
Beruntung bagi Ares, memiliki orang tua yang tak memaksakan kehendak mereka pada Ares. Malah mereka bilang pada Ares.
'' Apa pun yang kamu pilih, Mama dan Papa akan mendukung kamu selalu '' Ucap orang tuanya
Ares tentu dengan sungguh-sungguh mengejar cita-citanya dan mewujudkannya, dirinya tak mau mengecewakan kedua orang tuanya. yang begitu mempercayainya.
Saking giatnya Ares, dirinya bahkan jarang pergi kekantin. Saat istirahat dirinya lebuh memilih belajar di perpustakaan. Mempelajari apa saja yang harus dirinya ketahui.
Hingga saat kelulusan, Ares berhasil memjadi juara umum. Dan hal itu tentu membuat orang tua serta saudarinya senang.
Mulai memasukki sekolah Sma, Impian Ares semakin matang ingin menjadi Arsitek. Bahkan Papanya sudah menyiapkan Universitas yang bagus untuk Ares, saat lulus nanti.
Sampai kejadian itu. Semua cita-citanya mendadak berubah, dirinya tak lagi ingin menjadi Arsitek. Melainkan memilih menjadi Pengacara.
Mau tahu kenapa Ares memilih menjadi Pengacara ketimbang menjadi Arsitek yang sudah jelas-jelas dirinya inginkan.
__ADS_1
...............
Hari itu, pertama kalinya Ares pulang kerumah menggunakan bus, biasanya dirinya akan di jemput oleh supir, tapi entah kenapa hari ini. Dirinya ingin mencoba menaiki bus.
Menunggu di halte bus bersama orang-orang, sampai bus yang datang, pertama kali saat Ares merasakan menaiki bus adalah, panas, sumpek dan bau keringat semua bercampur menjadi satu.
' Sangat buruk ' batin Ares
Sampailah dirinya dihalte berikutnya dengan cepat Ares, turun dan memilih berjalan. Di perjalanan Area melihat ada kerumunanan disana, tanpa sadar kakinya sudah melangkah mendekatinya.
'' Ibu, sudah mencuri buah mangga saya '' ucap laki-laki itu marah
'' Maaf Pak, anak saya ingin memakanya, saya hanya mengambil satu '' sambil memohon
'' Saya tak perduli, maling tetap maling '' ketusnya sambil menunjuk Ibu dan anak itu yang sudah mulai menanggis
Orang-orang hanya melihat tanpa berniat menolong sama sekali. Ada apa dengan orang-orang ini, apakah rasa simpati pada orang sudah menghilang.
'' saya akan membawa perkara ini kejalur hukum '' ujar Bapak itu
Ibu dan anak itu yang mendengar langsung histeri meminta maaf, memohon bahkan sampai bersujud-sujud dibawah kaki orang itu.
Tapi Bapak itu tak ada rasa kasihan sama sekali, dirinya malah acuh meninggalkan mereka.
Entah kenapa melihat itu hati Ares merasa disentil, akan kejadian itu. Bahkan kejadian tadi langsung viral di berbagai media massa.
Ares yang melihat acara persidangan itu merasa tak adil, hanya karena kejadian itu Bapak itu. Hanya karena mencuri satu mangga Ibu itu dihukum 5 tahun penjara berserta denda.
Inilah yang di maksud orang-orang jika hukum itu tajam ke bawah dan tumpul keatas.
Semenjak saat itu, Ares dengan tegas memutuskan menjadi pengacara, terutama pada orang-orang yang tak memiliki cukup biaya untuk orang seperti Ibu tadi.
Waktu itu Ares sempat menghampiri Ibu itu, dan menanyakan apa yang terjadi.
'' Saya tak sengaja menemukan mangga yang terjatuh nak, lalu saya mengambilnya sampai-sampai karena kebetulan anak saya ingin makan mangga, Bapak tadi datang dan menuduh saya melakukan pencurian. Sungguh nak saya sama sekali tak ada niatan untuk mencuri '' jelasnya pada Ares
Sungguh begitu kejam dunia ini bagi orang-orang seperti itu, membuat hati Ares tergerak dan hal itu membuat Area mengubah seluruh rencananya.
Dan akan belajar menjadi pengacara handal yang bisa di andalkan untuk menenggakan keadilan dengan seadil-adilnya.
Hingga dirinya mengatakan pada dirinya sendiri
'' Ares, jadilah pengacara yang adil dan bijaksana. Bantulah mereka yang selalu di permainkan oleh orang-orang yang berkuasa atas segalanya '' batin Ares
Ares benar-benar membuktikkan itu semua, hingga saat ini dirinya yang selalu dijulukki oleh malaikat tanpa sayap. Karena rela menolong orang-orang yang selalu tertindas tanpa mengharapkan imbalan apapun dari orang yang dirinya tolong.
__ADS_1