
Hola pembaca👋🏻.
Banyak banget kemarin yang kesel sama part sebelumnya😅.
Kalau Dao perhatiin, kayaknya pada suka banget yah sama Jesi🤣🤣🤣🤣. Canda kok😂.
Oke, Jika di episode sebelumnya pada marah-marah. Apakah di episode ini kalian juga bakalan emosi kayak episode sebelumnya👀.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading❤.
Denara saat ini berdiri persis di depan rumah Ares, menatap sekilas lalu mulai melanjutkan lagi perajalanannya menuju gerbang rumah.
Dari pos satpam, Pak Tejo yang melihat Denara yang perlahan mendekat ke arahnya.
''Pak, tolong buka gerbangnya. Saya mau pergi.''
Pak Tejo dengan cepat menghampiri Denara. Yang menenteng tas serta wajah yang sembab karena habis menanggis.
''Eh Neng Denara kenapa???? Kok nanggis. Terus, kenapa bawa-bawa koper gini???'' Tanya Pak Tejo heran.
''Saya mau pergi Pak, saya udah di pecat. Jadi buat apa saya di sini lagi...'' Ucap Denara lirih.
''Eh kok bisa???'' Ucap Pak Tejo.
''Ada sedikit masalah yang terjadi Pak.'' Ucap Denara menunduk ke bawah.
''Memangnya apa yang terjadi???''
''Sebenarnya.......''
........................
Di dalam kamar Ares duduk dengan diam, pikirannya masih melayang ke arah Denara, apakah benar Denara mencuri? Tapi untuk apa. Apakah gaji yang dirinya berikan kurang sampai Denara melakukan pencurian di rumahnya.
Pikiran Ares sudah lelah, pikirannya yang masih memikirkan pekerjaan yang menumpuk, belum lagi Jesi yang datang kembali ke hadapannya setelah sekian lama. Bahkan Saat ini Ares masih belum percaya dan kejadian sekarang, menambah beban lagi pada diri Ares. Padahal Ares sudah percaya dengan Denara, tapi kenapa? Ares masih ragu saat ini.
Ares mulai bangkit dari kursi kerjanya, berjalan ke arah tempat tidurnya. Merebahkan tubuhnya, berharap rasa lelah serta puaingnya mereda.
Tok....
Tok....
Tok....
''Ares, kamu gak mau makan dulu?? Aku udah masakkin pasta buat kamu....'' Ucap Jesi dari arah luar.
Ares kembali membuka mata, lalu mulai bangkit dari tidurnya. Dan mulai Membuka pintu kamar miliknya.
__ADS_1
''Aku tak lapar, sebaiknya kau pulang saja. Aku ingin beristrirahat.'' Ucap Ares menatap Jesi.
''Tapi, kamu belum makan Ares...'' Jelasnya lembut.
''Tolong, aku butuh istirahat. Bisa tinggalkan Aku..." Ucapnya.
Jesi hanya bisa pasrah, setidaknya Denara tak akan mengusik ketenangan mereka lagi kan.
''Baiklah, kalau begitu. Aku pulang dulu, kamu baik-baik yah.'' Sembari menyentuh pundak Ares pelan.
Ares hanya mengangguk, Jesi mulai berjalan kearah sofa dan mengambil tas mahal miliknya. Lalu mulai melangkah pergi ke arah pintu.
.................
Pak Tejo menatap kearah Jesi dengan tatapan marah, melihat perilaku aneh dari sang satpam membuat Jesi tak nyaman, dengan langkah sombang Jesi berjalan tanpa perduli dengan satpam itu.
Saat Jesi perlahan menjauh, Pak Tejo mulai melangkah masuk ke rumah Ares. Mengetuk pintu adalah hal utama yang di lakukan oleh Pak Tejo.
Tok....
Tok....
Tok....
Ting nung.....
Ting nung....
Beberapa kali Pak Tejo memencet bel, sampai akhirnya pintu mulai terbuka, Ares sudah berdiri disana dengan wajah lelah yang terpancar jelas.
''Ada apa Pak Tejo?'' Tanya Ares.
''Begini Tuan, Sa-saya mau menjelaskan....'' Terlihat gugup.
Jarang sekali Ares melihat Pak Tejo yang terlihat gugup seperti ini, apalagi sampai datang kesini untuk berbicara dengannya jika bukan masalah penting.
''Langsung saja Pak.'' Ucap Ares.
''Sebenarnya Tuan salah pahan terhadap Neng Denara,'' ucap Pak Tejo.
''Sebenarnya.....''
Flashback on.
''Kunci gudang sepertinya ada pada Neng Denara,deh.'' Kata Pak Tejo, yang saat ini berada di depan gudang.
Pak Tejo mulai melangkah masuk melalui pintu belakang, untuk meminta kunci pada Denara. Tapi saat hampir kearah Denara. Dari sana Pak Tejo melihat jika Jesi mau melangkah masuk ke kamar Ares, tapi terlihat jelas jika Denara mencengahnya.
Dan terlihat dari situ jika mereka sedikit berdebat hingga Denara mulai membuka pintu kamar dan mereka mulai melangkah masuk.
Melihat itu Pak Tejo akhirnya mengurungkan niatnya untuk meminta kunci pada Denara. Lalu mulai melangkah keluar dan pergi.
Flashback Off.
''Begitu Tuan, dan saya juga ingat saat waktu itu. Tuan juga meminta tolong pada saya untuk memasang cctv di kamar Tuan bukan. Apakah sudah di cek juga siapa yang mengambil amplop itu pertama kali??'''
Benar apa yang Pak Tejo bilang, Kenapa dirinya tak sampai kepikiran dengan cctv yang ada di rumahnya. Dengan cepat Ares mengambil ponsel miliknya yang untung saja masih berada di saku miliknya.
Ponsel Ares memang langsung terhubung dengan cctv yang dirinya pasang. Karena belakangan ini dirinya memang cukup jarang memeriksa cctv yang berada di rumahnya. Akibat kesibukan bekerja.
Dari sana terlihat jelas jika Jesilah yang pertama kali mengambil amplop itu dan di vidio itu juga terlihat jelas jika Jesilah yang menyuruh Debara yang berada di sana.
''Dimana Denara sekarang???'' Tanya Ares Pada Pak Tejo.
.....................
''Saya tidak bisa memastikan jika Neng Denara masih di sana.'' Pak Tejo menjelaskan perlahan.
''Maksudnya bagaimana???''
''Sebelum pergi tadi, Neng Denara sempat mendapat pesan dari orang tuanya di kampung. Jika ada masalah terhadap orangtuanya yang cukup rumit di kampungnya. Ibunya meminta Denara pulang ke kampung Tuan.''
''Jika Neng Denara belum pergi, mungkin Neng Denara masih berada di halte bus yang ada di sekitar sini Tuan.'' Sambung Pak Tejo.
__ADS_1
Ares sudah berada dijalan dengan mengendarai motor yang dirinya pakai. Dengan kecepatan tinggi Ares melajukan motornya. Berharap Denara masih berada disana.
..................
Denara sudah duduk cukup lama di halte bus sama seperti yang lain, menunggu kedatangan bis yang tak kunjung muncul juga.
Sampai beberapa saat bus yang di tunggu akhirnya muncul juga. Berbondong-bondong orang-orang mulai melangkah masuk kedalam bis. Begitu juga Denara.
Dengan tas hitam yang berisi pakaian Denara cukup kesulitan masuk ke dalam bis.
Tapi saat akan naik Denara tiba-tiba mendengar suara seseorang yang memanggil namanya.
''DENARA......'' Panggilnya dengan keras.
Membuat Denara berhenti sejenak, baru saja akan menoleh kearah samping. Supir bus itu sudah menenggurnya agar cepat masuk.
''Mau naik apa tidak, yang lain sudah menunggu untuk masuk juga Neng.'' Tegur supir itu.
''Iya, saya masuk.'' Jawab Denara tak enak.
...................
Ares sudah hampir sampai di sana, tapi Denara sudah mulai naik ke dalam bus membuat Ares yang melihat spontan berteriak memanggil namanya. Tapi Denara tak menoleh aataupun berhenti dengan panggilan Ares.
''Sial, apa suaraku terlalu kecil.'' Gerutu Ares di atas motor.
Mobil bis mulai berjalan membuat Ares yang di belakang mencoba mengejar. Ares mulai menyalip kendaraan lain berharap bisa mengejar mobil bis yang Denara tumpangin Denara.
Tapi dari sebrang jalan tiba-tiba seorang anak kecil muncul berjalan karah motor yang di kendarai Ares. Membuat Ares tentu saja kaget.
TINNNNNNNN.....
Suara klakson motor Ares berbunyi membuat anak itu terkejut.
''AAAAAAAAAAAA....'' Teriak anak itu terdiam terpaku di tempat.
Membuat Ares dengan cepat membanting stir ke arah berlawanan dan menabrak pembatas jalan, untuk menghindari tabrakan. Ares tak sempat mengrem motor miliknya. Karena jarak dengan anak itu cukup dekat, apalagi dengan kecepatan yang cukup tinggi Ares mengendarainya.
Orang-orang yang berada di sekitar mulai mendekat ke arah Ares. Membantu Ares agar berdiri.
Ibu anak itu mulai mendekat ke arah kerumunan karena sang anak tak ada berada di sampingnya.
''Bu, kalau punya anak itu di liatin dong.'' Ucap Ibu-ibu lain.
''Maaf, Bu. Saya tadi sibuk membereskan jualan.'' Jelasnya.
Lalu mendekati Ares yang duduk disana.
''Maaf Pak, saya sudah lalai menjaga anak saya. Tolong jangan lapor polisi, saya akan menganti rugi kerugian yang bapak alami.'' Dengan suara takut.
''Gak apa-apa Bu, gak usah ganti rugi.'' Ujar Ares.
Ares bisa melihat jika Ibu itu bukan orang berada sepertinya.
''Makasih Pak.... Makasi banyak.'' Ucap Ibu itu.
''Iya Bu, sama-sama.''
Mata Ares sedari tadi melihat ke arah bus yang sudah jauh dan tak terlihat lagi oleh pandangannya.
'Gagal,' batin Ares lesu.
...~Bersambung.~...
Hola Pembaca👋🏻.
Ada nungguin Dao up👀.
jangan lupa buat dukunganya yah😊.
Vote, like, rate 5, favorit dan share juga cerita ini🤗. Biar Dao semangat up dan nulisnya🐣.
Makasih atas dukungan yang kalian berikan kecerita ini😁.
__ADS_1
Salam sayang dari Dao buat kalian❤.