
Bu Eni sudah melihat berita mengenai kekasih anaknya itu,perempuan yang dari awal dirinya tidak suka. Bu Eni tahu betul bagaimana ruang lingkup seorang Model,dirinya memang tidak suka apalagi jika menantunya akan memamerkan aurat kepada khalayak ramai yang sudah menjadi tuntutan kerja seorang model.
Saat pertama Ares membawa Clarissa kerumahnya,dengan pandangan tak suka Eni bilang jika...
'' Saya gak suka sama kamu,cepat putuskan anak saya,'' Ucap Eni tegas saat itu.
'' Tapi Tante saya cinta sama Ares,'' Ungkapnya.
'' Kamu pikir saya perduli,jika saya bilang tidak suka maka akan terus begitu,'' Ketus Bu Eni.
'' Mah, aku cinta sama Clarissa,'' Sambung Ares.
'' Kamu hanya tertarik sama dia Ares,bukan cinta. Percaya sama Mama,'' Jelas Bu Eni.
'' Tante jangan pisahkan kami,'' Ujar Clarissa.
'' Saya sebagai Ibunya,tidak setuju,'' Tolak Eni.
'' Mah,restui Ares buat pacaran sama Clarissa Mah '' Mohon Ares.
'' Kamu mau jadi anak durhaka Ares,iya!'' Marah Bu Eni.
'' Enggak Mah,bukan gitu. Ares cuman minta restu aja,'' Ucapnya memohon.
'' Dengar Ares,Mama tau betul kamu itu seperti apa, percaya sama Mama. Kalo kamu hanya tertarik sama dia. Kamu pikir Mama gak tahu kalo selama ini kamu selalu membiayai semua kebutuhan wanita ini,segitu bodohnya kamu iya,'' Cemooh Bu Eni.
'' Mah,Clarissa gak gitu. Ares yang kasih, bukan Clarissa yang minta,'' Jelasnya.
'' Terserah,selagi kamu masih berhubungan sama wanita ini. Jangan pernah kamu datang kerumah mama dan papa ngerti kamu,'' Tunjuknya pada Ares.
Semenjak kejadian itu,Ares tak pernah datang kerumah orang tuanya lagi,hampir 5 bulan Ares tak pulang kesana.
Dan sekarang Bu Eni harus bertindak,apalagi melihat foto wanita itu yang membuat Bu Eni geram. Dirinya tak terima jika Anaknya di permainkan seperti itu,bahkan oleh orang gila seperti Clarissa.
Bu Eni sudah berada di depan gerbang rumah Ares,Eni melihat begitu banyak wartawan yang mengepung rumah anaknya. Dirinya malah merasa prihatin dengan Ares,Bu Eni sudah curiga dengan tingkah laku Clarissa,di mana Clarissa merupakan model yang cukup berani tampil seksi di depan umum. Itu juga salah satu faktor kenapa Bu Eni samgat tidak suka dengan Clarissa.
__ADS_1
'' Kardin....Bawa semua anak buah kamu yang ikut saya saat ini,dan usir wartawan yang ada didepan sana. Mereka sangat menganggu saya,'' Perintah Bu Eni.
'' Baik bu,'' Jawab Kardin lalu turun dari mobil dan mulai menjalankan perintah.
Sekitar 10 bodyguard yang di bawa Bu Eni,dirinya sudah memprediksikan akan terjadi hal seperti ini.
Kardin dan anak buahnya yang berbadan besar juga kekar, mulai memberi peringatan Kepada wartawan. Jika mereka tak pergi juga maka akan di pastikan akan terjadi baku hantam yang tak akan terelakan.
Dengan teratur,perlahan-lahan wartawan mulai menyingkir dan pergi dari sana,barulah mobil yang Bu Eni tumpangi bisa masuk.
Gerbang rumah mulai terbuka lebar, mempersilahkan Ibu Ratu masuk,menemui sang Anak. Sebelum itu Bu Eni menelpon Ares terlebih dulu.
'' Halo Ma.... ''
'' Mama ada di depan rumah kamu sekarang!'' Ucap Bu Eni tegas.
Kakinya mulai melangkah menuju pintu rumah Ares dan membukanya,perlahan pintu mulai terbuka menampakan seluruh isi rumah. Bu Eni melihat Ares yang baru keluar dari kamar sedangkan di sofa ruang tamu,ada Clarissa yang bersantai sembari bermain ponsel.
Dengan langkah cepat Eni menuju kearah sofa yang di tempati oleh Clarissa. Setelah sampai di depan Clarissa Eni menatapnya sinis lalu setelahnya.
Satu tamparan Bu Eni berikan kepada Clarissa, sampai kelapa Clarissa menoleh ke samping. karena begitu kuatnya tamparan yang di berikan oleh Bu Eni.
Membuat Ares dengan cepat berlari dan memuk Clarissa yang sudah mulai menanggis.
" MAMA..." Ucap Ares lantang.
" Sebegitu bodohnya kamu Ares,jangan kamu pikir saya tidak menyelidiki tingkah laku kamu selama ini," Kata Bu Eni.
" Apa maksud Mama?" Tanya Ares.
" Kamu yakin jika foto yang beredar saat ini hanya formalitas semata?" Tanya balik Bu Eni.
" Clarissa sudah menjelaskan dan Ares percaya Mah," Jelas Ares.
" Astaga Ares,kamu itu pengacara hebat tapi kenapa bisa sebodoh ini," Omelnya pada Ares.
__ADS_1
Clarissa masih menanggis dipelukkan Ares,dirinya tak berani menatap kearah Bu Eni.
" Ini,kamu liat baik-baik isi amplop ini." Bu Eni menyerahkan amplop coklat pada Ares.
Dengan sigap Ares membuka amplop yang di berikan oleh Eni,di dalamnya terdapat foto-foto Clarissa yang sedang makan dicafe bersama Leo, memeluk Leo dengan mesra dan bahkan pergi ke rumah Clarissa yang sering dirinya datangi dan terlihat Leo cukup akrab dengan orang tua Clarissa.
" Apa maksudnya ini Clarissa?" Tanya Ares sambil menahan amarah,bahkan tangannya sudah tak lagi memeluk Clarissa.
" Aa-ku bi-sa jelasin," Ucap Clarissa menatap Ares gugup.
" Kamu bilang jika tak ada hubungan apa-apa," Ujar Ares lirih.
" TAPI INI APA HAH.... " Bentak Ares.
" Sa-yang...Hiksss....Se-benar-nya or-ang tu-a ku me-mi-liki hu-tang de-ngan kelu-arga Leo, mem-buat ora-ng tu-a-ku sa-ngat ba-ik dan ak-rab. Bah-kan me-reka ju-ga lah ya-ng mem-buat aku ha-rus de-kat de-ngan Leo." Jelas Clarissa sesegukkan karena menanggis.
Membuat Ares luluh akan hal itu hingga membuatnya tak tega,lalu memeluk Clarissa seakan-akan memberitahunya jika dirinya akan selalu di sampingnya.
Bu Eni yang melihat itu berdecih tak suka,terlihat sekali jika wanita gila ini pandai memanfaatkan situasi hingga anaknya ibah dengan hal ini.
" Mama gak tahu lagi harus bilang apalagi dengan kelakuan bodoh kamu ini Ares. Sampai-sampai kamu begitu luluh dengan wanita gila ini," Menarik paksa tangan Clarissa agar pelukkannya terlepas dari Ares.
" Mama udah cukup..." Cengah Ares.
" DIAM KAMU ARES, DENGAR BAIK-BAIK. SAYA TIDAK AKAN TINGGAL DIAM DENGAN KEJADIAN INI NGERTI KAMU..." Lalu melepaskan cengkraman tanganya dari Clarissa dan beranjak pergi dari rumah Ares.
Dengan cepat Ares mendekati Clarissa melihat tangannya yang memerah akibat cengkraman yang di lakukan Bu Eni tadi.
Sedangkan di arah dapur Denara sudah mengintip dari awal hingga akhir, membuatnya merasa seperti pemeran figuran di acara sinetron yang selalu dirinya tonton.
Menurut Denara jika Ares itu memang bodoh seperti yang di katakan oleh ibunya mungkin juga bodoh Ares sudah sampai ke tulang-tulangnya.
Melihat Bu Eni memampar Clarissa Denara merasa itu adalah bagian epic yang dilihatnya tadi. Denara bahkan bisa merasakan sakit saat Clarissa di tampar.
Baginya Ares itu terlalu di butakan oleh cinta kepada Clarissa,bahkan Denara bisa melihat jika Clarissa tidak benar-benar suka pada Ares. Denara merasa Kasian kepada Ares yang menyayanginya. Semoga saja Ares cepat sadar.
__ADS_1