
...Dilarang plagiat, menjiplak atau pun memgcopy karya ini!!!!...
...Happy Reading🍃....
Lima bulan sudah berjalan hubungan Ares dan Denara, dan jarang sekali bagi mereka untuk bertengkar. Ares yang dulunya pemarah dan dingin pada Denara, kini mulai berubah menjadi pria yang manja serta suka merajuk.
Sedangkan Denara yang menyikapi itu hanya tersenyum dan gemas. Terkadang Ares mengesalkan saat Ares sedang bertengakar dengan Zion hanya karena dirinya lebih perhatian pada Zion dari pada dirinya.
''Kamu lebih menyayangi Zion dari pada Aku, hal itu sangat tidak aku sukai.'' Merajuk Ares pada Denara, bahkan saat ini Ares duduk dengan memunggungi Denara.
Denara terkadang gemas sekali dengan tingkah Area yang seperti ini, bahkan Denara merasa seperti anak kecil yang merajuk karena peremennya di ambil.
''Mas Ares, jangan ngambek dong. Masa sama Zion aja cemberut.''
Yap panggilan itu sudah Denara ucapakan saat Ares merajuk seperti ini. Berawal dari Denara tidak sengaja memanggil Ares dengan sebutan Mas karena Ares sedang marah padanya. Dan tanpa di duga oleh Denara, panggilan Mas berhasil membuat Ares luluh padanya.
Karena hal itu pula, terkadang Ares sering mendesak Denara untuk mengucapkan kata itu, tapi Denara cukup malu mengatakannya. Jadi kata Mas akan selalu Denara ucapkan saat Ares sedang marah atau pun merajuk seperti ini.
Memdengar kata Mas yang terucap oleh Denara membuat Ares membalikkan badannya dan menatap ke arah Denara dengan menahan senyumnya.
''Aishh... Kamu selalu aja bisa buat aku tidak marah lagi hanya dengan memanggil aku dengan sebutan Mas.'' Menangkupkan pipi Denara pada ke dua tangannya.
Denara yang mendengar itu malah menampilkan senyum manis yang terukir di wajahnya. Hal itu malah membuat Ares semakin salah tingkah di buatnya.
''Kamu jangan senyum manis-manis, nanti aku kecanduan.'' Ujar Ares.
''Jangan aneh-aneh,'' mulai melepaskan tangan Ares dari pipinya.
''Kamu gak bisa lepasin tangan aku sebelum bilang ini.....'' Dengan wajah jahil.
Denara yang melihat wajah Ares yang seperti ini, membuat Denara mulai merasa tidak enak.
''Mas Ares, lepasin dong tangannya.'' Sambil tersenyum manis saat Ares mengatakannya.
''Enggak.'' Tolak Denara secara langsung.
''Ya udah, kalo kamu gak mau. Aku juga mau lepasin tangan aku.'' Balas Ares dengan wajah tenang padahal dalam hati Ares sedang senang.
Denara benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, jika Ares sudah bertingkah seperti ini maka Denara hanya bisa menurutinya agar bisa melepaskan diri dari Ares.
''Mas Ares, lepasin dong tangannya.'' Dan tidak lupa dengan senyum.
Senyum Ares mulai merekah lebar saat Denara mengucapkan kata itu padanya, sungguh Ares benar-benar salah tingkah di buatnya.
Bahkah saat Ares melepaskan tangannya, Denara dengan cepat berlari darinya karena malu setelah mengatakan hal itu padanya.
''Denara.... Denara....'' Guman Ares dengan senyum.
__ADS_1
......................
Zion melihat Denara yang sedang duduk di meja makan dengan wajah yang memerah seperti tomat hal itu membuat Zion khawtir di buatnya.
''Kak Dena tidak apa-apa??'' Mengusap pipi Debara yang memerah.
''Ti-tidak, Kakak baik-baik saja.'' Menjauhkan tangan Zion dari wajahnya.
''Yakin baik-baik saja, tapi kenapa wajah Kak Dena memerah seperti itu.'' Menunjuk pada pipi Denara.
Denara yang mendengar hal itu, malah teringat dengan perkataannya pada Ares tadi.
''Ini semua ulah Ommu yang modus.'' Batin Denara malu.
"Apakah wajah Kakak masih memerah??" Tanyanya pada Zion.
"Sudah lebih baik dari pada yang tadi." Zion mulai berjalan ke arah kulkas dan mencari sesuatu.
Denara yang melihat itu langsung paham dengan tingkah Zion saat ini. Dengan segera Denara bangkit dan berjalan menuju kompor untuk memasak sesuatu.
''Kamu lapar yah??'' Tanya Denara.
Zion mengangguk, memang benar saat ini dirinya sedang lapar.
''Iya, aku lapar.'' Jawabnya.
''Wah... Baiklah Zion akan duduk dengan tenang.''
Zion sudah lama tinggal di rumah Ares, lebih tepatnya semenjak Kakak Ares tahu jika Ares sedang berpacaran dengan Denara dari Zion.
Alasan inilah Zion bisa tinggal di sini lebih lama, Kakak Ares hanya menwanti-wanti jika hal-hal yang tidak di inginkna terjadi.
Bisa di bilang Zion adalah satpam bagi Ares yang suka berbuat aneh-aneh pada Denara dan hal itulah yang sering membuat Ares marah pada Zion yang tidak membiarkannya untuk bisa berdekatan dengan Denara secara bebas.
Sedangkan Denara malah senang akan hal itu. Walaupun Denara sangat gugup saat bertemu dengan Kakak perempuan Ares. Kedatangan Kakak perempuan Ares setelah 1 minggu berpacaran.
Flashback on.
Hari ini benar-benar tidak pernah di duga oleh Ares dan juga oleh Denara, kedatangan Kakak perempuannya kerumahnya beserta Kakak Iparnya.
''Sudah berapa lama kalian berpacaran??''
Ares langsung menjawab dengan lantang saat mendapatkan pernyataan itu.
''Sudah 1 minggu.''
''Apakah kamu menyukai adikku karena kaya??'' Pertanyaan itu jelas di tunjukkan oleh Denara.
__ADS_1
''Aku tidak menyukainya karena harta.'' Jawab Denara serius.
''Aku tidak tahu, apakah jawabannu ini benar atau bohong.'' Sahut Resa.
''Kakak, hentikan.'' Ujar Ares yang menengahi.
''Aku tidak masalah jika kamu mempunyai pacar setelah putus dengan Clarissa. Tapi kamu harus tahu bagaimana orang tua kita tahu akan hal ini, Ares.'' Jelas Resa pada Ares dan Denara dengan serius.
''Aku tahu maksud Kakak dan aku akan mengambil resikonya.'' Sanggup Ares sambil menggengam erat tangan Denara.
''Yah itu terserah padamu karena yang menjalaninya adalah kamu. Dan aku ingatkan padamu Nona, jika melukai atau menyakiti Adikku seperti mantannya. Kamu akan tahu akibatnya.'' Dengan senyum manis Resa mengucapkannya.
''Mami jangan galak-galak sama Kak Dena,'' Zion yang memeluk Resa dari samping.
''Baiklah, Mami tidak akan menggangu Kak Denamu selama dia tidak nakal.'' Mengelus rambut Zion dengan sayang.
''Kak Dena gak nakal Mi, yang nakal itu Om Ares.''
''Om kamu nakal??'' Tanyanya pada sang anak.
''Iya, Om Ares suka peluk-peluk Kak Dena.'' Sambil menganggukkan kepalanya.
''Zion.....'' Ujar Ares sambil memberi kode pada Zion agar berhenti berbicara.
''Diam Ares, lanjutkan Zion.'' Menatap tajam ke arah Ares membuat Ares tidak bisa membantah jika Resa sudah marah.
Zion memceritakan semua yang dia lihat dan dia dengar dari tingkah laku serta ucapan Ares. Mendengar hal itu membuat Resa sedikit malu dengan tingkah Adiknya yang terkadang suka berlebihan.
''Ini gak bisa di biarin, Kakak akan biarkan Zion tinggal di sini.''
''APAA.... kenapa Kakak, aku dan Denara tidak melakukan hal-hal yang aneh.'' Tidak terima dengan apa yang di ucapakan Resa.
''Bahkan Pak Tejo serta istrinya juga tinggal di sini.'' Lanjut Ares.
''Ares, Pak Tejo dan juga istrinya tinggal di rumah belakang bukan di rumah ini. Lagain juga Kakak melakukan ini demi kebaikan kalian. Jika kamu menolak, Kakak akan membawa Denara untuk bekerja di rumah Kakak sebagai pengasuh untuk Zea.'' Zea adalah adik perempuan Zion yang baru berusia 8 bulan.
''Tidak, baiklah aku menyetujuinya.''
Dan karena hal itulah Zion tinggal di sini bersama Ares dan juga Denara.
Flashback off.
...Bersambung.......
......................
Jangan lupa berikan dukungan buat Author berupa like, vote, komen, favorit dan rate 5:).
__ADS_1
Sayonara.....