
...Dilarang memplagiat, menjiplak atau pun mengcopy karya ini!!!...
...Happy Reading🐣....
Tian sejak tadi menghubungi ponsel Denara, Tian merasa gelisah sejak Denara pulang tadi. Apakah di sana terjadi sesuatu, atau mungkin Ares memarahinya. Pikiran Tian mulai tak tenang sejak tadi.
''Bang, ngapain sih?? Mondar-mandir mulu...'' Tania yang sedang berjalan mendekati Tian, sembari membawa keripik kentang di tangannya.
''Tidak, hanya ingin saja.'' Jawab Tian asal.
''Udah deh Bang, pasti lagi mikirin Kak Denara kan?? Ngaku aja.'' Mulai memakan keripik kentang miliknya.
''Sok tahu kamu,'' Balas Tian.
''Bang, bukannya Tania sok tahu. Tapi wajah abang tuh udah menggambarkan dengan jelas. Kalo Abang saat ini, lagi mikirin Kak Denara.'' Jelas Tania.
''Masa??'' Tanya Tian.
''Tentu saja, emang kapan Tania bohong.'' Ucapnya sombong.
''Baru aja kamu bohong sama Nara.'' Celetuk Tian.
''Uhuk... Uhukk...'' Spontan saja, Tania tersedak keripik yang sedang dirinya makan. Hingga terbatuk.
''Makanya Dek, kalo lagi makan tuh gak usah banyak ngomong. Ini nih akibatnya.'' Ledek Tian pada Tania.
Membuat Tania menatap tajam ke arah Tian, dan beranjak pergi dari ruang tamu.
......................
Zion berdiri di balik pintu, sambil membuka sedikit. Zion membuat celah dari pintu, suapaya bisa mengintip Ares dan Denara yang sedang berbicara di teras.
Zion yang dari tadi mengamati mereka, ikut merasakan aura tak enak. Dia melihat dari celah pintu, jika Ares terlihat sangat marah dan Denara menatap Ares dengan takut.
''Sebenarnya apa yang mereka bicarakan.'' Ucap Zion tidak tahu.
......................
Denara tertegun, mendengar perkataan Ares yang terkesan dingin dan penuh dengan nada amarah. Denara mulai memdonggakkan kepalanya ke atas, menata wajah Ares yang membuat Denara terdiam.
Ekspresi Ares tergambar jelas, jika saat ini Ares sedang menahan emosinya.
''T-Tuan, se-sebenarnya... Sa-saya, i-ingin ju-jujur pa-pada T-Tuan...'' Ucap Denara gugup, sembari tangannya memilin-milin ujung baju miliknya.
''T-tapi saya takut, jika Tuan tak mengizinkan.'' Lanjut Denara pelan.
''Kau tahu, jika saya melarang tapi masih kau lakukan.'' Kata Ares dengan tidak suka.
''Tapi dia sedang sakit Tuan, saya sebagai teman harus menjenguknya.'' Balas Denara.
''Apakah temannya hanya kau saja, apakah dia tak memilik keluarga hingga kau harus datang ke sana.'' Ucap Ares menatap Denara.
''Tuan tak seharusnya berbicara seperti itu, Tian sudah sangat baik pada saya. Jadi apa salahnya membalas ke baikan yang dia lakukan ke pada saya sebagai ucapan terima kasih.'' Ucap Denara yang menatap balik Ares.
__ADS_1
Ares lalu memalingkan wajahnya ke arah samping, lalu menunduk sejenak. Kemudian menoleh lagi ke arah Denara.
''Apakah kau bisa menangkap maksud dari kebaikan Tian padamu??'' Tanya Ares yang masih emosi.
''Apa maksud Tuan sebenarnya, Tian memang baik tanpa maksud dan tujuan apa pun. Aku sungguh tidak paham dengan sikap Tuan yang seperti ini, kenapa Tuan sangat membenci Tian, padahal dia tak mempunyai niat jahat pada Tuan. Tapi kenapa sikap Tuan sangat berlebihan seperti ini.'' Ujar Denara yang tidak paham dengan Ares.
''Apakah kau sebodoh itu, hingga tidak tahu maksud Tian berbuat baik padamu hah!!!'' Balas Ares dengan nada yang mulai tinggi.
Membuat Denara tentu saja kaget, dengan cara bicara Ares yang sedang marah saat ini.
''Ke-Kenapa Tu-Tuan ber-bicara seperti ini'' Balas Denara yang mulai takut.
''Denara apakah kau sungguh menganggap jika Tian baik padamu hanya sebatas teman saja??? Apakah kau tak bisa melihat jika Tian menyukai dirimu, apakah kau tidak paham juga. Atau kau juga menyukainya, makanya kau juga senang akan hal itu, iya??'' Tanya Ares nada tajam.
''A-apa ma-maksud per-perkataan Tu-Tuan tadi?? T-Tian me-menyukaiku??'' Ucap Denara, mengulang perkataan Ares tadi.
Ares mulai berjalan mendekat ke arah Denara, hingga jarak Ares dan Denara hanya 5 langkah saja.
''Iya Denara, Tian menyukaimu, apakah kau senang mendengarnya??'' Ujar Ares sinis, lalu mulai berjalan melewati Denara tanpa mendengar jawaban yang akan di ucapkan Denara.
......................
Zion yang melihat itu, langsung membuka pintu dan menghampiri Denara yang terdiam terpaku setelah mendengar ucapan Ares.
''K-Kak Dena, apakah Kakak baik-baik saja??'' Tangan Zion mulai memengang tangan Denara.
Denara yang merasakan jika ada yang memegang tanganya, langsung menoleh. Dan melihat, jika saat ini Zion yang sedang memegang tangannya. Membuat Denara tersadar.
''Kak Dena, apakah Kakak baik-baik saja??'' Tanya Zion lagi pada Denara.
Zion kini mengalihkan pandangannya ke arah Ares, yang sudah pergi ke luar menggunakan mobil hitam. Zion hanya bisa menghela nafas panjang. Zion tak menyangka, foto yang di tunjukkan olehnya kepada Ares. Akan membuat Ares serta Denara akan bertengkar seperti ini.
''Masalah orang dewasa, sangat merepotkan.'' Gumam Zion.
......................
Ares mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, bahkan sudah beberapa kali mobilnya di klakson oleh pengendara lain. Karena terganggu dengan aksi yang di lakukan Ares di jalan raya.
Tapi Ares tak perduli dengan hal itu, saat ini yang dirinya inginkan adalah. Menghilangkan perasaan amarah yang masih menguasai dirinya.
......................
Denara mulai menaiki kasur miliknya, lalu mulai berbaring dan menatap ke arah langit-langit kamarnya. Denara masih tak menyangka dengan apa yang di katakan pada Ares, jika Tian menyukai dirinya.
Tapi Tian sama sekali tak pernah menunjukkan hal seperti itu padanya, jika Tian suka padanya. Sikap Tian bahkan biasa saja pada dirinya, kenapa Ares bisa menyimpulkam hal seperti itu.
Denara mengambil ponselnya, lalu menghidupkannya. Karena sejak tadi, Denara sengaja mematikan ponselnya.
Denara melihat ke arah layar ponselnya, di sana terdapat banyak sekali panggil tak terjawab dari Tian.
''Huh....'' Denara menghela nafas panjang, lalu melempar ponselnya ke sembarang arah.
Denara benar-benar merasa tidak nyaman dengan situasinya sekarang, Denara perlahan mulai menutup matanya dan berharap semua ini akan hilang dengan sendirinya jika dia tertidur.
__ADS_1
'Aku berharap, ini adalah mimpi.' Batin Denara.
......................
Ting...
Ting...
Ting...
Notifikasi ponsel Tania yang terus-menerus berbunyi, membuat Tania yang sedang fokus bermain game oniline saat ini terganggu.
Bahkan karena notifikasi itu pula, Tania kalah dalam permainan game online tersebut.
''Sial, kenapa notifkasi ini terus berbunyi.'' Kesal Tania.
Jemarinya memekan tombol kembali pada ponsel dengan kasar, lalu melihat siapa orang yang sejak tadi menggangu dirinya bermain game.
''Siapa orang ini???'' Tanyanya, saat melihat orang yang mengirimkannya pesan.
'Hei Tante, sebaiknya foto yang kau posting itu hapus saja.'
'Ponstinganmu benar-benar alay dan menggangu!!!'
'Hapuslah segera!!!'
'Cepatlah hapus, dasar lebay.'
''Enak saja, dia memanggilku Tante,'' Marah Tania.
''Hei kau, apakah kau tak punya mata. Jika aku masih muda!!!'' Kesal Tania saat membaca pesan itu.
^^^'Dan juga apa hakmu, menyuruhku menghapus postingan yang sudah ku unggah.'^^^
Balasan Tania, ternyata langsung di repson oleh pemilik akun tersebut.
'Jika, kau belum menghapusnya. Maka aku akan mendatangi rumahmu!!!'
Balasan itu, membuat Tania tertawa sumbang. Tania benar-benar di buat geram oleh orang ini.
''Dasar Gila.....'' Teriak Tania pada ponselnya.
Bersambung....
......................
Hola pembaca👋🏻
Kira-kira siapa orang yang buat Tania emosi🤣🤣.
Jangan lupa tinggalkan jejak, berupa like, komen, vote, favorit dan rate 5.
Biar Author amatir ini semangat dan gaspol up😊.
__ADS_1
IG : dindao.18
Sayonara👋🏻