Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
56 part 2


__ADS_3

...Dilarang plagiat, menjiplak atau pun memgcopy karya ini!!!...


...Happy reading🍃....


...Typo bertebaran.....


''Kamu bercanda??'' Tanya Denara.


''Aku serius, di depan Mama. Aku minta kamu menikah dan hidup bersama.'' Ujar Ares tidak main-main.


Sementara Bu Eni yang masih berdiri di samping Ares tampak kaget. Dan belum bisa berkata-kata.


Ares maju satu langkah dan berlutut dengan stu kaki sebagai penyangganya.


''Aku tahu, mungkin perkataanku terkesan main-main, bagimu. Apalagi saat inu kita berada di dapur.'' Ucap Ares.


''Mungkin ini tidak seperti bayangan kamu yang mengharapakan lamaran romantis seperti di datama yang sering kamu tonton.''


''Aku memang tidak setampan Lee Min Ho yang seperti kamu harapkan. Aku memang tidak setenar dia, yang sudah di kagumi banyak orang di seluruh dunia.''


''Tapi aku, adalah orang yang akan rela berkorban dan selalu berusaha mengupayakan kebahagianmu terlebih dulu. Karena bahagiamu adalah bahagiaku.''


''Denara, mungkin ini terdengar aneh dan kaku bagi orang sepertiku. Mungkin pula, hanya aku satu-satunya yang mengajakmu menikah di dapur seperti ini.''


''Tapi terlepas dari semua itu, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu. Denara, dengan Mama sebagai saksinya, maukah kamu menikah dan melangkah bersama denganku di masa depan??'' Ucap Ares yang masih berlutut dengan kotak merah kecil yang di dalamnya terdapat cincin.


Denara masih belum bisa mencerna semua ini, Ares delalu melakukan hal tiba-tiba dan membuat Denara tidak berkutik sedikitpun.


''A-aku... M-masih bi-bingung?? A-apaka ini sungguhan??'' Tanya Denara.


Ares tampak tersenyum, melihat raut wajah Denara yang bingung dan kaget secara bersamaan.


''Ini nyata sayang... Aku serius...'' Balas Ares.


Denara lalu menatap ke arah Bu Eni, dan di balas anggukkan oleh Bu Eni. Membuat Denara spontan mengangguk.


''YESS NIKAH......'' Teriak Ares dan langsung memasang cincin di jari manis Denara.


Bukan itu saja, Ares secara spontan memeluk Denara dan hal itu langsung membuat Bu Eni marah dan berteriak atas tingkah nakal Ares.


''BELUM MUHRIM ARESSSSSS....''


......................


Setelah lamaran tidak resmi yang di lakukan Ares do dapur satu minggu lalu, sekarang mereka tengah melaksanakan lamaran resmi.


Seluruh keluarga Ares datang ke kampung, tempat Deara tinggal dan meminta restu serta izin untuk menikah.


Proses acara berlangsung dengan lancar dan acara akan di adakan di kampung dan di kota. Hal ini tentu saja langsung mendapatkan sorotan dari berbagai media.


Berita-berita mulai bermunculan di media massa, mengenai Ares yang akan segera mengakhiri masa lanjangnya.


Banyak dari Ibu-ibu, remaja serta wanita yang tampak patah hati mendengar idola mereka akan segera menikah meskipun mereka senang.


Bahkan tagar Ares akan menikah menjadi trending topik. Denara benar-benar marasa seperti selebritis.

__ADS_1


Setelah acara lamaran resmi, Denara akan tinggal di kampung dan tidak di izinkan bertemu Ares sampai acara pernikahan.


Jangan tanya bagaimana uring-uringannya Ares setelah mendengar hal itu. Dirinya pikir, jika selesai acara mereka akan langsung menikah dan hidup bersama.


Ternyata, tradisi dan hal-hal yang tidak Ares mengerti harus di lewatinya dulu.


''Ma, tidak bisakah langsung menikah saja??'' Protes Ares.


''Ares, nurut sama orang tua.. Bentar lagi juga bakalan sama-sama..'' Balas Mamanya.


Resa, Dion dan Arlon yang melihat itu hanya tertawa saja. Ares memang orang seperti itu dan tidak heran dirinya akan protes mengenai masalah ini.


......................


2 minggu kemudian...


Semua hal sudah siap, undangan telah tersebar luas acara yabg di adakan di kampung tempat Denara tinggal tampak sederhana dan terkesan mewah.


Saat ini, adalah hal yang paling menengangkan dalam hidup Ares. Dirinya akan mengucapkakn ijab kabul di depan Ayah Denara dan orang banyak.


Jantung Ares bahkan berdetak sangat kencang saat ini, bahkan tampak sedikit bulir-bulir keringat. Ares tidak menyangka, jika ija kabul akan menegangkan seperti ini dari pada saat dirinya tampil di ruangan sidang.


Ares sebelumnya, tentu saja berlatih terlebih dulu dengan Kakak Iparnya dan Papanya yang sudah memiliki pengalaman terlebih dulu dari pada dirinya tentunya.


''Saya terima nikah dan kawinnya, Denara Emilia binti Santoso dengan mas kawin 20 suku emas di bayar tunai.''


''Bagaimana para saksi.... Sah??''


''SAHHHHH.....''


......................


Serangkaian acara di laksanakan dengan lancar dan tanpa hambatan apapun. Beberapa orang mulai bersaliman dengan para pengantin, termasuk Tian dan teman-teman yang lain.


Giliran Tian yang akan bersalaman dengan pengantin.


''Selamat Res, akhirnya nikah juga... Kalo gak di nikahin. Aku siap gantiin.'' Ujar Tian.


''Jangan mulai Tian, Denara udah takdirnya jadi jodohku. Nanti kamu bakalan ke temu sendiri.'' Balas Ares.


Saat bersalaman dengan Denara, Tian sedikit lama. Bukan karena apa-apa. Dirinya sempat terpaku melihat cantik serta anggunnya Denara yang memakai pakaian pengantin yang bernuansa putih.


''Selamat Denara...''


''Makasih Tian, semiga cepet nyusul..'' Balas Denara dengan senyum.


''Yang udah, nanti dia susah move on. Jangan di senyumin terus.'' Celetuk Ares.


Setelah Tian, kini berganti Tania yang ada di belakang bersaliman dengan pengantin.


''Oppa, kau sangat jahat mengambil jodoh Abang.''


''Dia memang bukan jodoh Abangmu. Dia ini jodohku.'' Memperlihatkan gengaman tangannya pada Tania.


''Dasar tukang pamer.''

__ADS_1


''Kak Dena kalau sudah bosan bilang yah, Bang Tian siap gantiin.'' Sambung Tania.


''Heiii....'' Marah Ares.


Berganti menjadi Deni yang akan bersaliman dengan pengantin.


''Sendiri Deni??'' Tanya Ares.


''Iya Pak, jodohnya masih belum muncul.'' Balas Deni.


''Semoga cepet ketemu terus cepet nikah.'' Ujar Denara.


''Makasih, samawa Pak dan Ibu.'' Balas Deni.


Dan beberapa teman Denara yang merupakan ikatan Art di kompleks Ares.


''Wah Ra, kok gak bilang sih kalau pacar yang selalu kamu ceritain itu sih Abang ganteng ini.'' Heboh Minah.


''Iya nih Ra, gimana tipsnya Ra... Bagi-bagilah..'' Ujar Ijah.


''Denara pasti paket pelet pro nih... Bisa dapet yang kayak gini.'' Ucap Neni.


''Sembarangan, emang dianya aja yang udah suka.'' Balas Denara sombong.


Sementara Ares yang sejak tadi mendengarkan tidak bisa menahan tawanya dan hal itu malah membuat beberapa tamu wanita tampak terkesima dengan hal itu.


''Ya Allah, Gantengnya jodoh orang.'' Ujar mereka kompak.


''Heh... Udah sah yah... Jangan macem-macem.'' Peringat Denara.


Dan, tiba giliran Inem yang naik panggung.


''Wahh... Ra, akhirnya jadi juga.'' Balasnya.


''Makasih yah Nem, atas semua bantuannya.'' Ungkap Denara.


''Jaga baik-baik Res, Denara soalnya banyak yang suka.''


''Pasti,'' balas Ares.


......................


Usai semua acara, malam ini Ares akan tinggal bersama keluarga Denara di kampung. Saat ini, Ares sudah berada di dalam kamar Denara dan sudah mandi tentu saja.


Di kasur, tempat mereka tidur. Sudah banyak kado-kado yang merupakan hadiah yang di bawakan oleh teman-temannya.


''Kamu udah mandi??'' Melihat Denara yang mengusap rambutnya yabg basah menggunkan handuk kecil.


''Iya, kamu udah makan??'' Tanya Denara.


Mereka benar-benar terlihat canggung, entah kenapa, setelah menjadi Suami Istri yang sah. Mereka malah terlihat bingung harus bertingkah dan berprilaku bagaimana.


...Bersambung.....


......................

__ADS_1


__ADS_2