
Semenjak kejadian itu, Jesi tak pernah absen datang ke rumah Ares, bahkan hari setiap hari, meskipun Ares sudah melarang Jesi tetap saja datang.
'' ARESS....ARESSS...'' Teriak Jesi di depan gerbang rumah Ares.
'' Aduh Mbak, mending pulang aja. Pak Ares gak mau ketemu sama Mbaknya.... '' Jelas Pak Tejo dari dalam.
Jesi tak perduli dengan ucapan Pak Tejo. Malah Jesi berteriak lebih kencang, berharap Ares mendengarnya.
'' ARESSSS...'' Panggilnya lagi.
Tinnn...
Tinnn..
Suara klakson mobil membuat Jesi yang tengah berteriak berhenti.
Mobil hitam itu berhenti persis di belakang Jesi yeng sedang berdiri. Pintu mobil hitam mulai terbuka. Hingga orang yang berada di dalam mobil keluar.
'' Jesi.. '' Panggilnya, yang ternyata adalah Ibu Eni,Mamahnya Ares.
'' Tante.... '' Ucap Jesi menghampiri Bu Eni,lalu memeluknya.
Hal itu tentu saja membuat Bu Eni kaget, karena setelah sekian lama Bu Eni tak pernah bertemu jesi, ataupun tahu mengenai kabar keberadaan jesi ada di mana.
'' Apa yang kamu lakukan di sini?Bukannya kamu ada di luar Negri? '' Heran Bu Eni.
'' Iya Tante, tapi sekarang Jesi sudah kembali lagi ke sini dan ingin menemui Ares.. '' Jelasnya pada Bu Eni.
Bu Eni sebenarnya tak mau mempertemukan mereka, tapi bagaimana pun juga Jesi sudah di anggap seperti anaknya dan juga keluarga Jesi yang baik terhadap Ares. Jadi tak mungkin baginya membiarkan Jesi berteriak seperti ini di depan gerbang rumah Ares, apalagi Jesi sahabat kecil yang pernah Ares miliki.
'' Huh...Pak Tejo buka gerbangnya dan biarkan Jesi masuk bersama saya...'' Perintah Bu Eni.
'' Tapi Nyonya, Pak Ares melarang Mbak jesi masuk ke sini.... '' Jelas Pak Tejo yang masih belum membuka gerbang.
'' Pak Tejo, Kamu tahukan siapa saya? '' Ujar Bu Eni.
'' Iya Bu saya tahu... ''
'' Lantas, kenapa kamu belum membuka juga gerbangnya. Apa perlu saya menelpon Ares membukakan gerbangnya untuk saya begitu? '' Kata Bu Eni.
Mendengar hal itu dengan cepat Pak Tejo membukanya, mempersilahkan mereka masuk.
.................
__ADS_1
Ares saat ini sedang berada di perjalanan menuju ke rumahnya, Karena Mamahnya berencana menginap di rumahnya malam ini. Memang hal biasa mamanya akan menginap jika rindu padanya, bukan berarti Ares adalah anak yang manja. Hanya saja Mamanya terkadang masih menggangap dirinya seperti anak kecil yang perlu pengawasan orang tua.
Saat memasukki gerbang rumahnya, Ares sudah melihat mobil mamanya yang terparkir di bagasi rumahnya.
Usai memarkirkan mobilnya persis di damping mobil sang Mama. Ares mulai berjalan masuk ke rumah.
Saat pertama masuk ke rumah dan berjalan melewati ruang tamu, Ares melihat Jesi yang sedang duduk di sofa sembari meminum teh.
Hal itu tentu saja membuat Ares marah. Dengan cepat Ares mendekati Jesi yang sedang duduk di sofa rumahnya.
'' Apaan ini, bagaimana bisa....Kau masuk rumahku? '' Tanya Ares marah.
Jesi yang melihat ke datangan Ares tentu saja terkejut, Jesi tak menyangka Ares akan pupang secepat ini.
'' A-Ares...A-aku da-tang....Bersama Tante Eni... '' Terang Jesi menatap Ares dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
'' Apa kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong ini! '' Ucap Ares tak percaya.
'' Tapi aku sungguh-sungguh Ares, aku tak berbohong... '' Mencoba meyakinkan Ares.
''Aku tak percaya...'' Lalu menarik tangan Jesi agar mengikuti langkah kakinya menuju pintu rumahnya.
'' Awss...Sakit Ares....Sakit... '' Keluh Jesi berusaha melepaskan tangan Ares yang menariknya kuat.
'' ARES APA YANG KAU LAKUKAN. '' Teriak Ibu Eni yang perlahan mendekati mereka.
'' Mama.. '' Ucap Ares menoleh ke arah Bu Eni, begitu juga dengan Jesi.
'' Tante...Tolong jelasin sama Ares, kalau Jesi datang bersama Tante.. '' Meminta tolong pada Bu Eni.
'' Jangan pernah membawa Mamaku dalam masalah ini. '' Tegur Ares memberi peringatan pada Jesi.
'' Ares lepaskan tangan Jesi sekarang, Mama dan Papa tak pernah mengajari kamu berperilaku kasar terhadap perempuan.. '' Kata Bu Eni.
'' Tapi Mah d--
'' Mama tak terima alasan apapun dari kamu, dan jangan membantah apa yang Mama katakan ini. ''
Membuat Ares melepas tangannya dari Jesi, dengan cepat Jesi berlari menghampiri Bu Eni. Seolah-olah meminta pertolongan darinya agar Ares tak marah lagi kepadnya.
'' Mama yang membawa Jesi masuk Ares... '' Beritahu Bu Eni.
'' Kenapa Mama melakukan itu?Apa maksud Mama sebenarnya? '' Tanya Ares tak mengerti.
__ADS_1
'' Kamu yang kenapa Ares, masalah itu sudah bertahun-tahun yang lalu tak perlu diungkit lagi.. '' Tetang Bu Eni.
'' Apa yang dia bicarakan pada Mama, sampai-sampai Mama membelanya.. '' Ucap Ares ingin tahu.
'' Jesi sudah cerita, kejadian beberapa tahun lalu saat dirinya pergi. Bukan karena Jesi ingin pergi darimu, tapi karena Maminya ingin melakukan pengobatan yang bagus untuk membuat Maminya Jesi bisa sembuh dari sakit lumpuh yang di dapat dari kecelakaan dulu... '' Terang Bu Eni.
'' Kamu tahukan Ares? '' Sambung Bu Eni.
Tentu saja Ares ingat, Mami Jesi lumpuh akibat tabrak lari oleh bis sekolah. Hingga membuatnya lumpuh bahkan saat itu Mami jesi sempat melakukan percobaan bunuh diri,karena tak bisa berjalan lagi.
Dan hal itu sempat membuat Jesi serta Papinya terpuruk. Karena kasihan melihat kondisi orang yang di sayangi seperti itu.
Ares sedikit melunak, dan mulai bisa mengontrol emosinya.
'' Bagaimana keadaan Ibumu saat ini ? '' Tanya Ares pada Jesi yang berdiri di samping Bu Eni.
Mendengar Ares yang tak marah lagi, tentu saja membuat hati Jesi senang bukan main. '' Mami sudah sembuh dan sekarang sudah bisa berjalan kembali.. '' Ungkapnya sembari menatap Ares takut.
'' Hmm...Bagus kalau begitu, kapan-kapan aku akan mengunjungi Ibumu.... ''
Perkataan Ares membuat Jesi yang mendengarnya Spontan berlari dan memeluk Ares.
'' Hikss...Kau jahat padaku.... Hikss....Itukan bukan kemaukan ku untuk pergi.... '' Memeluk Ares erat sembari menanggis.
'' Ck...Kau selalu cegeng seperti biasa, cepat menyingkir sebelum aku kembali marah padamu... '' Ujar Ares, dengan cepat Jesi melepas pelukkannya.
Bu Eni yang melihat mereka hanya tersenyum, setidaknya hubungan persahabatan mereka bisa di selamatkan dan tak ada lagi ke salah pahaman yang terjadi di antara mereka.
...~ Bersambung.~...
Hai pembaca, jangan lupa buat like,vote,rate 5 dan favoritnya yah😊.
Makasih telah menyempatkan waktunya buat baca cerita ini🤗.
Jangan lupa dukungannya yah.....
Supaya Dao tetap semangat buat nulis dan upnya.
Karena dukungan yang kalian berikan itu sangat berarti bagi cerita ini untuk tetap lanjut😊dan yang pastinya buat Dao gaspol updatenya.
Karena ide Dao akan sangat lancar dengan adanya dukungan yang kalian berikan.
Sampai jumpa di episode berikutnya...
__ADS_1
Bye-bye,semangat buat kalian pembaca💪.