Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
51 part 2


__ADS_3

...Dilarang menjiplak, plagiat, atau pun mengcopy karya ini!!!...


...Happy reading🍃....


...Typo bertebaran....


Ares menunggu dengan cemas, bagaimana kondisi Denara saat ini. Wajahnya yang pucat, masih terbayang jelas di pikiran Ares.


Setelah lama tidak bertemu, entah kenapa takdir malah mempertemukannya dengan kondisi seperti ini.


Ares benar-benar akan bertindak tegas dengan apa yang terjadi dengan Denara. Jrsi benar-benar harus menerima ganjaran yang setimpal.


1 jam sudah terlewati, tapi pintu UGD masih tertutup. Tian masih menunggu bersamanya. Orang tua Denara kemungkinan besok akan datang. Mengingat hari sudah malam dan kampung ke kota ini cukup jauh dari kota besar.


Cklek...


''Dokter.... Bagaimana kondisinya?? Dia baik-baik sajakan?? Tidak ada yang terluka??''


''Kondisinya cukup memprihatinkan. Pasien mengalami dehidrasi terlebih lagi terdapat luka lebam di sekitar badannya. Bukan itu saja, hampir 50 % racun dalam tubuhnya menyebar. Kami cukup kesulitan untuk mengeluarkan racunnya. Tapi untungnya, pasien cukup kuat untuk bertahan.''


''Tapi kami tidak bisa memastikan dirinya sadar saat ini, tapi kabar baiknya. Dia sudah melewari masa kritis.''


Sungguh, Ares benar-benar akan membuat Jesi membusuk dalam penjara.


''Boleh saya masuk??''


''Boleh, tapi hanya sesaat saja.''


......................


Tian masih menunggu di luar, jika kalian bertanya apakah perasaanya pada Denara sudah menghilang. Maka jawabanya adalah tidak.


Cukup sulit bagi Tian melupakan seseorang yang pernah singgah di hatinya. Terlebih lagi, Denara adalah orang yang cukup baik dan sangat membekas di hatinya.


Melihat Denara dalam kondisi seperti itu, jujur saja Tian merasakan sakit. Tian merasa jika rasa sakit yang di alaminya karena di tolak oleh Denara tidak sebanding sama sekali dengan rasa sakit yang di alami Denara saat ini.


''Kuharap kamu baik-baik saja, Denara...''


......................


Sebelum masuk ke dalam ruangan, Ares sudah di steril terlebih dulu. Bau obat-obatan sangat menyengat di ruangan itu, di sana. Denara berbaring dengan selang-selang yang menempel pada tubuhnya.


Sungguh, sakit hati Ares melihat hal semacam ini di depannya, Ares benar-benar gagal melindungi Denara.


Ares benar-benar gagal memyelamatkannya, perlahan Ares menarik kursi yang berada di samping bangkar tempat Denara tidur.

__ADS_1


''Denara, kamu tahu. Saat melihatmu dalam kondisi seperti ini.'' Sambil mengengam tangan Denara.


''Aku sangat takut. takut jika kamu pergi. Takut jika kita t8dak bertemu lagi.''


''Aku benar-benar tidak bisa berdiri tegak dan kuat seperti biasa. Jika melihat kamu dalam keadaan seperti ini.''


''Andai aku bisa mengantikanmu, aku ingin sekali melakukannya.''


Ares tanpa sadar meneteskan air matanya, sungguh ini pertama kalinya bagi Ares menanggis karena wanita. Sebelumnya, Ares sama sekali tidak pernah seperti ini.


''Kamu benar-benar sudah menguasaiku, bahkan untuk menghapus kenangan betsamamu saja aku tidak mampu.''


Ares menatap wajah Denara yang pucat tapi tidak sepucat tadi. Perlahan Ares mulao mendekatkan wajahnya ke arah Denara.


Cup.


Satu kecupan Ares daratkan untuk Denara, tepat di keningnya.


''Cepatlah sadar sayang, aku menunggu.'' Batinnya.


......................


Pagi ini, Ares bersama Deni datang ke kantor polisi. Jesi sudah berada dalam penjara, tapi Ares perlu melengkapi laporan-laporan serta hal-hal yang di perlukan.


''APAAN KAMU ARES, JESI KAMU JEBLOSKAN KE PENJARA APA KAMU TIDAK WARAS!!!'' Marah Bima.


''KETERLALUAN KAMU!!!''


''Terserah apa yang Om katakan, saya tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah membuat orang yang saya sayangi masuk rumah sakit.''


''Asal Om tahu, anak yang selalu Om banggakan ini. Hampir saja membunuh nyawa seseorang?? Apakah hal itu bisa di maafkan dengan melupakannya saja?? Tidak Om, hal itu tidak semudah itu untuk di lakukan.''


''Hanya karena Om mempunyai uang, makan semuanya akan selesai?? Tidak, aku juga memiliki uang kalau Om lupa. Jadi, jangan berharap besar pada orang yang Om suap. Jika Jesi akan bebas dalam waktu dekat.''


''Karena, aku sendiri yang akan memastikannya. Jika dia tidak akan bisa keluar dari penjara, sejengkal pun.''


......................


''Lihat kelakuan Adik kamu, Ares menjebloskan Jesi ke penjara tampak sebab yang jelas.'' Ucap Bu Eni.


''Om Bima baru saja memberitahu Mama, jika Ares berbuat nekat hanya karena Jesi tidak sengaja melukai pembantu kampung itu.''


Resa sudah cukup kesal, dengan semua ini. Om Bima dan Jesi benar-benar membuat keluarganya menjadi pecah.


''Apakah penculikan dan meracuni seseorang adalah hal yang sepele Mah??'' Tanya Resa.

__ADS_1


''Apa maksudmu??''


''Jesi yang hampir Mama tunangkan dengan Ares, adalah wanita yang sangat buruk. Bahkan jauh lebih rendah dari Denara.''


''Aku cukup kecewa dengan Mama dan Papa yang tidak sama sekali memberikan kesempatan pada Denara?? Apakah kasta adalah hal yabg sangat penting bagi kalian?? Apakah perbedaan kasta adalah hal penentu yang paling utama.''


''Jika iya, maka jawabannya adalah Jesi. Karena Jesi memiliki itu. Tapi ada satu yang membuat Jesi tidak sehebat itu, dari pada Denara. Karena Denara jauh berada di atasnya.''


''Jika Mama menanyakan alasanya, jawabannya hanya satu. Jesi tidak memiliki hati sebaik Denara, Jesi tidak memiliki perlakukan yang jujur dan setulus Denara.''


''Dan saat ini, orang yang selalu Mama banggakan itu. Sudah melakukan hal yang keji pada Denara.''


Resa menatap Mamanya yang tampak kaget dengan semua apa yang di katakannya. Resa hanya tidak ingin, jika Denara selalu saja di sangkut pautkan dengan Jesi yang bermuka dua itu, cukup baginya mendengar Denara yang menderita. Karena saatnya bagi Denara mendapatkan keadilan yabg pantas dan layak.


''Denara, hampir saja kehilangan nyawanya karena Jesi.''


Deg..


''Ma-mana mungkin....''


''Kenapa?? Mama kaget, itulah adalah kenyataannya Mah.''


''Itulah, orang yang hampir saja bersama Ares.''


''Mungkin, dia memang terlebih dulu kenal Ares. Tapi sudah lama itu terjadi, sifat orang pasti berubah Mah.''


''Jesi yang penuh ambisi, Jesi yang menginginkan semuanya. Jesi yang egois dan serakah. Apakah orang seperti itu yang Mama inginkan untuk bersama Ares.''


Mamanya terdiam.


''Hari di mana Mama memecat serta mengusirnya, Denara sempat datang padaku.''


''Bukan untuk mengadu atau pun memohon padaku agar kembali bekerja.''


''Melainkan untuk menjaga Ares, dia memintaku untuk selalu mengingatkanku untuk memberitahu Ares agar makan, Agar tidak lembur kerja dan hal lainnya.''


''Yang mungkin saja, sama sekali tidak terpikirkan oleh kita.''


''Bahkan karena Denara juga, Ares bisa melupakan Clarissa dan berperilaku lebih baik dari sebelumnya.''


''Apakah hal itu tidak cukup untuk Mama??''


Bu Eni terdiam, dia sama sekali tidak menyangka. Orang yang di usir dan di pecat olehnya adalah orang yang sangat tulus bagi Resa, Zion dan Ares serta Dion.


Kenapa baru sekarang baginya menyadari hal ini.

__ADS_1


''Resa, di mana rumah sakitnya??''


... Bersambung.......


__ADS_2