Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
49 part 2


__ADS_3

...Dilarang menjiplak, plagiat, atau pun mengcopy karya ini!!!!...


...Typo bertebaran....


...Happy reading🍃...


Jesi tidak percaya, jika saat ini Denara akan mengancamnya. Terlebih lagi, Denara sudah cukup berani untuk melawannya.


''Kamu ingin bermain, baiklah aku akan meladeninya.'' Ungkap Jesi menatap ke arah foto Denara.


......................


Ares datang ke rumah orang tuanya dengan raut wajah marah bahkan geram dengan hal yang sejak tadi menganggunya.


Berita dirinya akan segera menyelenggarakan pertunangan kini tersebar begitu luas hanya karena satu undangan yang Ares sama sekali tidak mengetahuinya.


Sungguh ini adalah hal yang membuatnya benar-benar tidak habis pikir. Ares membuka pintunya dengan kasar lalu masuk ke dalam rumah demgan marah.


''Tuan muda...'' Panggil pembantu rumah yang nampak kaget denga kedatangan Ares.


''Di mana Mama dan Papa??'' Tanya Ares.


''Nyonya dan Tuan besar sedang duduk di ruang tamu.'' Katanya.


Ares yang mendengar itu, langsung saja melangkah ke sananya. Tapi hal itu sempat di cegah oleh pembantunya, membuat Ares tentu saja curiga


''Ada apa??''


''Tu-Tuan, mereka sedang bicara dengan calon tunangan serta keluarganya mengenai pertunangan.'' Kata-kata yang di sebutkan oleh pembantunya bahkan sedikit gugup.


Ares yang mendengar itu, malah bertambah marah. Dan dengan segera melangkahkan kakinya ke sana.


Dari sana Ares benar melihat, jika saat ini. Keluarga Jesi sedang berbincang-bincang dengan keluarganya. Membuat Ares tentu saja geram.


''Apa maksud kalian!!!'' Nada bicara Ares yang mulai marah.


Mereka yang di sana menatap Ares kaget. Mereka tidak menyangka Ares akan berada di sini. Pasalnya, Deni sempat memberitahu Mamanya Ares. Jika hari ini Ares sedang pergi mengurus kerjaan.


''A-Ares.. Bukannya kamu sedang pergi??'' Ucap Jesi.


Ares mengalihkan pandangannya pada Jesi, dan menatap dengan tajam.


''Kau benar-benar membuatku kehilangan kesabaran.''


Ares melangkah mendekati Jesi, lalu mencengkram pundaknya dengan kuat.


''ARES....'' Teriak orang tua mereka saat melihat Ares, melakukan hal itu.


''S-sakit A-Ares...'' ringgis Jesi.


''Dengar, jika kau pikir aku akan diam saja karena tingkahmu yang ingin mendapatkan perhatianku dengan melakukan hal murahan seperti ini. Maka, kau akan mendapatkan hal yang menakutkan yang pernah kulakukan padamu.''


''Aku menerima, bukan berarti ingin bersamamu. Aku menerimamu, karena kasihan. Kasihan melihat kau yang mengemis-ngemis padaku. Camkan itu.''


''Keterlaluan kau Ares, apa kau pikir anakku pengemis hah!!!'' Marah Bima, Ayahnya Jesi yang mulai menarik tangan Ares agar terlepas.


''Maaf sebelumnta Om, saya sudah pernah bilang pada kalian. Jika aku menolak semua ini, tapi kenapa kalian terus memaksaku. Apakah kalian menginginkan uang??'' Ucap Ares.

__ADS_1


PLAKKK...


Tamparan dilayangkan oleh Mamanya pada Ares, hingga Arez sampai tertoleh ke samping.


''KAMU KELEWATAN ARES!!!'' Marah Mamanya.


''Aku benar-benar tidak terima dengan penghinaan ini.''


''Aku membatalkan pertunangan ini.'' Kata Bima dengan lantang.


''PAH, AKU GAK MAU.'' Tolak Jesi.


''Berhenti mengharapkan orang yang sama sekali tidak mengharapkanmu.''


Jesi diam, jika sudah begini. Dirinya benar-benar tidak bisa berkutik lagi.


......................


''APAAN KAMU ARES, KAMU BIKIN MAMA SAMA PAPA MALU.'' Bentak Papanya pada Ares.


''KAMU SELALU BERTINDAK SESUKA HATI, SEMENJAK KAMU BERPACARAN DENGAN PEMBANTU KAMPUNG ITU...''


''PAH... Denara sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini, tapi kenapa Papa selalu mengungkitnya.'' Papar Ares.


''Karena memang dia bersalah.'' Sambung Mamanya.


''Cukup, Ares sudah tidak tahan lagi.'' Ares berjalan keluar dari rumah dan pergi.


......................


Bukkk..


Pyar.....


Jesi membanting semua barang yang ada fi kamarnya, untuk meluapkan amarah yang saat ini menguasainya. Sambil meneteskan air mata, Jesi mengingat semuq hal yabg baru saja terjadi padanya.


''KAU MEMANG PERUSAK SEGALANYA, AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBALAS SEMUA...''


Pyar....


Pyar....


Tok..


Tok...


''Jesi hentikan semuanya, apa yang kamu lakukan.'' Ujar Bima yang sejak tadi mengetuk pintu.


Suara ribut serta barang-barang yang di banting terdengar jelas dari luar kamar.


......................


Denara cukup gemetar saat berhadapan dengan Jesi saat itu, meskipun dirinya sedikit berani mengancam Jesi.


Denara tidak tahu, sampai kapan hidupnya akan terus dinganggu oleh orang-orang itu, sungguh Denara sudah lelah dengan hal itu.


''Ra kamu tahu gak??'' Ucap Lili.

__ADS_1


''Apa??''


''Pengacara ganteng itu, katanya mau tunangan Ra.'' Menyodorkan artikel yang ada di ponselnya pada Denara.


Di sana terdapat foto Ares dan Jesi yang di sandingkan bersama.


'Mereka sangat cocok.' Batin Denara.


''Beruntung banget yah wanitanya, katanya sih mereka temen dari kecil Ra. Gak heran aku kalau mereka bakalan nikah. Sama kaya Artis yang nikah sama temen senfiri ituloh Ra.''


Lili melihat raut wajah Denara yang tergambar dengan Jelas raut sedih.


''Ra.... Denara...'' Panggilnya.


''Ehmm... Apa??''


''Kamu melamun, kamu pasti fansnyakan makanya sedih pas denger kabar ini. Sama Ra, aku juga gitu.''


''Aku bukan fansnya, tapi mantannya Ra.'' Batin Denara.


''Ra kok diem aja sih, gak usah galau Ra. Kita nanti bakalan nikah juga tenang aja, stok cowok ganteng masih ada. Jadi jangan kecil hati Ra.''


Denara hanya tersenyum menanggapi hal itu.


......................


Ares sudah memerintahkan Deni, untuk menghapus semua beeita yang ada. Terkait pertunangannya dengan Jesi. Hal itu tentu saja bukan biaya yabg murah, untuk Ares membayar pada perusahaan-perusahaan media massa.


Tapi Ares tidak mempermasalahkan hal itu, terlebih lagi jika ini menyangkut namanya. Ares akan melalukan apa pun untuk membersihkannya


Termasuk hal ini. Ares benar-benar bertidak.


''Pak Ares, semua hal yang terkait pertunangan anda sudah hilang semua baik dari sosial media mau pun media massa.'' Jelas Deni.


''Bagus, tapi jika masih ada yang terlewatkan. Kamu tahukan maksud saya.''


''Tahu Pak, semua sudah beres tanpa sisa.''


Ares sangat menyukai cara kerja Deni yang cepat dan mengerti semua maksudnya dan juga dapat di andalakan. Jika Deni tidak bekerja sabagai sekertarisnya, Ares bisa saja kelabakan terlebih lagi saat dirinya marah.


Deni tidak akan menyela, meskipun kata-katanya cukup menyakiti.


''Terima kasih Deni, kamu sangat membantu saya dalam mengurus semua ini. Gaji kamu saya naikkan dua kali lipat bulan ini.''


Deni mendengarnya tentu saja tersenyum, Deni paham benar dengan Ares. Meskipun Ares terkadang marah-marah, tapi Ares cukup baik sabagai Bos dan juga bertanggung jawab pada karyawan yang bekerja bersamanya.


''Terima kasih Pak, saya sangat berterima kasih. Karena Bapak sudah banyak membantu saya dan keluarga saya.'' Ujar Deni.


''Saya sudah menganggap kamu sebagai orang dekat saya, jadi tidak masalah jika saya membantu teman saya yang sedang kesulitan.''


''Saya hanya bawahan Bapak, tak sepantasnya menjadi teman.''


''Jangan berkata yang tidak-tidak, jika tidak ingin gaji kamu saya potong.''


Yap Ares memang seperti itu, jadi Deni tidak heran lagi ketika mendengar kata itu sebagai srnjata Ares membuatnya bungkam.


...Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2