Cinta Untuk Tuan

Cinta Untuk Tuan
11 part 1


__ADS_3

Hola Pembaca jangan lupa buat Rate 5, Like, dan Vote nya yah☻


Biar Dao semangat💪 buat upnya


Wokeh👍


.


.


.


.


.


Happy Reading❤


.


.


Sejak pagi Ares sudah sibuk, bukan soal pekerjaan melainkan berbelanja, memang bukan hal yang Aneh tapi, untuk apa Ares membeli susu stoberi, robot-robotan, seperai yang bergambar Mail, untuk apa sebenarnya.


'' Denara, tolong kamu bawa ini semua kedalam, dan bersihkan kamar tamu lalu ganti dengan perabotan yang saya beli '' menunjuk semua belanjaan yang ada diruang tamu


'' Untuk apa Tuan? '' bingung Denara


'' Ck... Jangan banyak tanya, kerjakan saja '' ujar Ares tegas lalu beranjak pergi


..............


Dengan telaten Denara membersihkan berharap tak ada debu yang menempel. Robot-robotan yang tadi dibeli Ares, kini sudah tersusun rapih.


Selesai dengan tugasnya. Denara beranjak pergi kedapur, untuk memasak makan siang, sembari menunggu Ares pulang.


Denara memasak udang bakar asam manis dengan sayur bayam bening, tapi Ares sedikit menambahkan jika Denara juga harus memasak Ayam goreng krispi, sosis, dan tak lupa dengan susu stroberi.


Memangnya siapa yang akan datang, melihat Request khusus yang ditunjukkan untuk orang itu.


Dengan perlahan Denara menyajikan makanan yang telah dirinya masak, bertepatan pula Ares pulang bersama seorang anak laki-laki dengan menenteng tas robot dan membawa boneka Mail, memasukki rumah.


'' Zion, Om mau ke kamar dulu, kamu langsung aja ke meja makan '' jelas Ares


Zion mengangguk, lalu berjalan ke meja makan, yang dimana Denara juga ada disana.


' Ganteng banget sih nih anak, gedenya pasti bakalan jadi primadona' batin Denara


Merasa ada yang memperhatikannya dengan spontan Zion menoleh, menatap Denara yang berdiri didepannya. Menatap kagum.


'' Kenapa lihat-lihat '' katanya tak suka


' Sombong amat ' batin Denara


'' Enggak kok, orang saya lihat Mailnya '' elak Denara


'' Minggir...Jangan dekat-dekat nanti kamu nyebar virus '' menatap Denara tajam

__ADS_1


Denara padahal sudah menyapa ramah, tapi anak ini sepertinya memang tak suka terhadap orang baru.


Apa katanya Denara penyebar virus, Denara itu paling rajin mandi, gak mungkin kalau dirinya menyebar virus pikirnya


Denara lalu melangkah menjauhi Zion, memilih kembali ke dapur.


................


Usai makan, Zion mulai pergi menuju ruang tamu untuk menonton tv. Ditemani oleh boneka Mail yang selalu dirinya bawa kemana-mana.


Dari kejauhan Denara terus memantau Zion, dengan perlahan Denara mencoba mendekat dengan membawa susu stroberi yang masih penuh.


Ares berpesan untuk menjaga Zion sebentar, Karena dirinya ada kerjaan yang tak nisa ditinggalkan. Ares juga mengingatkan jika Zion akan ketus dan sedikit jutek pada orang yang baru dirinya kenal.


Oleh karena itulah Denara harus menyusun strategi, agar Zion tidak ketus lagi padanya.


'' Tuan muda, susu stroberinya belum di minum '' menyodorkan kepada Zion


Zion menoleh, manatap Denara malas.


'' Kakak jangan ganggu aku nonton Mail '' ketusnya menolak susu yang di berikan Denara


' jelas-jelas itu Upin dan Ipin ' batin Denara


'' Jadi gak mau nih, yaudah kalau gitu Kakak minum aja ''


Mendengar hal itu Zion tentu tak rela, selain Mail, dirinya juga sangat menyukai susu stroberi. Dengan cepat Zion menarik gelas susu, lalu meminumnya hingga tandas. Dan memberikan lagi pada Denara.


Denara menahan senyumnya, Denara sudah menduga jika dirinya bisa melawan Zion yang ketus. Bukannya sombong pesona Denara itu tidak bisa di tolak oleh siapapun.


'' Mau cemilan juga '' Tawarnya pada Zion


'' Hmm..Boleh Kakak duduk di sini sama Zion ? '' tanyanya Ramah.


Kalau kata Ibunya, jika memghadapi anak kecil itu kita harus lembut dan gak boleh memaksa.


Melihat Zion yang anteng dan asik makan. Dengan perlahan Denara duduk disampingnya.


'' Kenapa Zion suka sama Mail ? '' tanya Denara dengan senyum


Zion menjawab tapi matanya masih fokus menghadap kearah tv.


'' Karena banyak uang '' Celetuknya malas


'' Berarti Kamu juga suka Tuan Crab '' tanya Denara lagi


'' Kok Kakak Tahu '' ucapanya polos


' Kan sama-sama suka uang bocah ' batinya geli


'' Oh yah...Padahal Kakak cuman nebak aja '' ujar Denara pura-pura tak tahu


Sepertinya strategi Denara dengan menyogok makanan dan menanyai hal-hal yang disukai oleh Zion berhasil, buktinya Zion perlahan-lahan tak ketus lagi padanya.


..................


Ares memasukki rumah dengan tergesa-gesa, dirinya khawatir akan Zion, apalagi dirinya cukup lama meninggalkannya bersama Denara.

__ADS_1


Zion itu cukup sulit didekati, Zion bukan tipe anak yang Welcome pada siapa saja. Dia itu pemilih sekali, bahkan dengan Clarissa pun dirinya tak suka. Apalagi dengan Denara yang kelakuannya diluar batas kewajaran pikir Ares.


Sepertinya semua yang di pikirkan oleh Ares salah kali ini, pikirnya.


Pantas saja sejak memasukki rumah, suasananya hening dan hanya terdengar suara tv yang menyala.


Di atas sofa ruang tamu, Ares melihat Zion yang tidur sembari memeluk Denara erat, begitu juga sebaliknya. Bukan tv yang mereka tonton malah tv yang menonton mereka yang tertidur lelap, tanpa terganggu sedikit pun. Oleh suara tv yang cukup besar.


Ares lalu mengambil remot tv yang ada di atas meja dan mematikkannya. Selesai mematikannya. Perlahan-lahan dengan langkah pelan Ares mendekati mereka seolah-olah takut membuat keributan jika dirinya berjalan terlalu cepat membuat mereka terbangun.


Posisi Ares sekarang persis didepan mereka berdua.


' Manis ' batin Ares sambil menatap mereka berdua


Dengan senyum yang menghiasi wajahnya melihat Denara bersama Zion yang berpelukkan. Entah sudah berapa lama mereka tidur dengan posisi seperti itu.


Merasa tak tega melihat Zion yang tidur seperti itu di sofa yang kecil, membuat Ares memutuskan untuk mengangkat Zion dan memindahkannya ke kamar yang sudah di siapkan oleh Denara.


Pertama-tama Ares memindahkan tangan Denara terlebih dahulu, yang memeluk tubuh Zion dengan erat. Perlahan tapi pasti Ares mengangkat tangan Denara, setelah itu Ares mulai mencoba mengangkat tubuh Zion yang berada dipelukkan Denara.


Saat akan mengangkat tiba - tiba saja tangan Zion bergerak dan menarik dasi yang dipakai Ares.


Sontak saja hal itu membuat Zion yang tidak siap menerima tarikkan itu, terjatuh di sofa yang sama dengan posisi Denara, Zion yang ditengah dan dirinya di pinggir.


Dan yang lebih mengejutkan lagi Area tanpa sengaja menarik tangan Denara membuat wajah Denara yang sudah dekat, tambah mendekat.


Di posisi ini jelas sekali Ares melihat wajah Denara, perlahan - lahan mata Denara terbuka dan melihat Ares yang persis di depan wajahnya.


'' AAAAAAAAAAAAA ''


.


.


.


.


.


Tbc.......


Hai pembaca, ada yang kepo sama Zion.


Tenang Dao bakalan ngajak Zion kesini.


Siap...


1


2


3


Zion Amerko


__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya👋🏻


Ig : dindao.18


__ADS_2