
Keesokkan paginya Denara memutuskan memasak sup ayam untuk Ares nantinya,setelah bangun tidur. sekedar informasi saja Denara dan Pak Tejo membawanya tidur di kamar tamu,alasanya karena Ares melarang orang lain memasukki kamarnya.
Denara sudah berjalan keluar menuju gerobak Mang Eko yang sudah ramai ibu-ibu dan pembantu-pembantu lain berbelanja.
'' Eh ibu-ibu subuh tadi saya liat berita,Model Clarissa yang terkenal itu ternyata selingkuh beneran sama Photografer yang kemari,'' Ucap Mang Eko.
'' Wah saya udah sebenarnya gak suka si Mbak-Mbak itu sama Mas Pengacara,'' Sambung Ibu berbaju merah.
'' Di berita itu juga saya liat Pak Ares berantem sama Si selingkuhannya Mbak model,'' Mang Eko meragakan tanganya seolah-olah sedang bertengkar.
'' Beh terus-terus gimana Mang,'' Kepo Ijah.
'' Babak belur itu orang,'' Jawab Mang Eko semangat.
'' Padahal kurang apalagi coba,Mas Pengacara udah ganteng, Kaya, pekerjaan mapan. Udah mantu idaman bangetkan Ibu-ibu,'' Sewot Ibu berbaju hijau.
'' Behh....Ibu gak tahu aja,pas si Leo kripik itu bilang' Dengarkan aku Bung, kau tak lebih hanya sebagai atm berjalan bagi Clarissa,bahkan Clarissa tak menyukai laki-laki sepertimu,laki-laki yang tak bisa menyenangkan Clarrissa,oh ayolah dijuga butuh kasih sayang bukan hanya uang mu saja Bung,Dia tak lebih hanya memanfaatkanmu saja ' gitu bu.'' Memperagakan persis seperti apa yang dikatakan Leo.
Mendengar apa yang dikatan oleh Mang Eko membuat Ibu-Ibu heboh melempari wajah Mang Eko karena kesal, bahkan Denara yang emosinya sudah membara dari awal melempari Mang Eko dengan tomat yang ada digerobak itu.
" Bu.....Aduh...Denara....Semuanya tenang,jangan lampiasin sama saya dong, saya kan hanya mencontohkan saja." Sambil menutup wajahnya dengan tangan agar tak terkena lemparan.
" Pengen banget saya remet itu mulut," Geram Ibu-Ibu yang tadi melempar dengan kubis.
" Merasa selalu paling sempurna aja itu perempuan,giliran dapet yang kaya,bilangnya kurang diberi kasih sayang. Giliran dapet yang miskin,bilangnya gak bisa kasih nafkah," Cibir Ibu-Ibu itu.
" Ya ampun jangan saya yang kena dong, saya kan hanya mempragakan apa yang si Leo-Leo kripik itu lakukan sama Mas Pengacara," Kesal Mang Eko.
" Habisnya wajah Mang Eko,cocok banget kalo dianiaya gitu,terlalu menjiwai buat disiksa." Celetuk Minah.
" Bener mang,buktinya saya terbawa suasana sampe lempari Mang Eko pake tomat," Sambil mengangkat tomat yang dipegang Denara.
" Berasa gak ada harga dirinya banget saya sebagai tukang sayur," Ucap Mang Eko miris.
................
Setelah membeli sayur,Denara langsung pulang dan mengolah bahan makanan yang tadi ia beli menjadi sup yang lezat dan tak lupa membuat jus buah yang segar untuk Ares.
__ADS_1
Sudah jam 12 siang. Ares masih juga belum bangun dari tidurnya. Lalu Denara memutuskan untuk membangunkan Ares,dan berjalan menuju kamar tamu.
Tok...
Tok...
Tok...
'' Tuan, Tuan Ares,'' Panggil Denara sembari mengetuk pintu.
Tak ada sahutan dari dalam, yang Denara dengan hanya sunyi dan senyap, tanpa adanya suara.
'' Apa separah itu orang mabuk,'' Pikir Denara.
Saat akan membuka pintu kamar,untuk memastikan jika Ares baik-baik saja. Tapi saat menarik gagang pintu,Denara merasa jika ada yang menariknya juga dengan kuat,otomatis tangan Denara terlepas dan membuat tubuhnya terdorong masuk kedalam kamar.
Bugh....
Deg...
Deg...
Tiba-tiba saja Ares memajukan wajahnya kearah Denara dengan spontan Denara memejamkan matanya,Tapi....
'' Apa yang kau lakukan,'' Bisik Ares pada Denara yang memejamkan matanya.
Dengan cepat Denara berdiri lalu, lalu berlari menuju kamarnya. Meninggalkan Ares yang masih berbaring dilantai kamar.
................
' Apa maksudnya tadi,' Pikir Denara.
Dirinya merasa seperti bermain drama yang biasa dirinya tonton. Dimana tanpa sengaja pemeran wanitanya terjatuh diatas tubuh sang pemeran pria dan......
'' Astagfirullah,'' Sebut Denara sembari menenangkan detak jantungnya yang menggila.
Bahkan wajah Denara tiba-tiba memerah seperti kepiting rebus,menggingat kejadian yang baru saja di alami.
__ADS_1
'' Fokus,Denara. itu hanya ketidak sengajaan saja oke, lebih baik melihat wajah Abang Lee Min Ho saja dari pada memikirkan hal itu,'' Ujar Denara menenangkan Dirinya sendiri.
..............
Ares saat ini sedang berada di ruang makan entah kenapa nafsu makannya menghilang, dirinya masih memikirkan hal yang terjadi dengannya kemarin.
Memikirkan betapa bodohnya dirinya bisa mempercayai Clarissa dengan begitu mudahnya, hanya karna melihat air matanya.
'' Bodoh....Ares ...Kau memang laki-laki bodoh,''' Makinya pada dirinya sendiri tanpa sadar Ares memegang gelas kaca yang berisi jus dengan erat, hingga membuatnya pecah.
Pyar....
Tangan Ares perlahan mengeluarkan darah yang cukup banyak,tapi Ares tak sama sekali merasakan sakit, bahkan ada beberapa pecahan kaca yang menusuk telapak tangannya.
Ares hanya menatap kosong,tak melakukan apapun.
...............
' Kok kayak ada barang yang pecah yah,' Batin Denara.
Lalu memutuskan keluar dari kamar dan melihat kesekitar,hingga matanya melihat Ares dengan tangan yang dipenuhi oleh darah.
Dengan sedikit berlari Denara menghampiri Ares yang berada di meja makan. Lalu memegang tangan Ares yang terluka,membuat Ares tersentak dan ingin menarik tangannya,tapi Denara menahannya.
'' APA YANG TUAN LAKUKAN,'' sentak Denara tanpa melihat wajah Ares,tatapannya masih fokus pada telapak tangan Ares yang terluka.
Membuat Ares tertegun,menatap Denara diam.
'' Ayo ikut aku,'' Menuntun Ares pelan kearah ruang tamu dan mengambil kotak P3k yang ada disamping tv.
Dengan perlahan Denara mengeluarkan pecahan gelas yang berada ditelapak tangan Ares,setelah usai Denara mengambil kapas untuk membersihkan darahnya,lalu memberikan obat dan menutupnya dengan perban.
'' Tuan itu bodoh atau emang gak punya otak sih'' Omel Denara.
Ares diam.
'' Tuan dengarkan saya,jangan hanya karena putus cinta Tuan melakukan hal bodoh seperti ini, apalagi kemarin saat Tuan mabuk-mabukkan tidak jelas,bukankah lebih baik Tuan berbicara pada yang diatas melalui Sholat,dan mencurahkan segala keluh kesah yang Tuan alami saat ini. Tuan,Allah itu sedang memberitahu Tuan jika wanita itu bukan jodoh yang disiapkan Allah untuk Tuan. Percayalah Tuan,Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya dan akan menjauhkan hal yang tak baik bagi hambanya,'' Jelas Denara pada Ares.
__ADS_1
'' Jadi yang kemarin itu bukan hal yang baik bagi saya begitu?? '' Tanya Ares padanya.
Dan di balas anggukan pelan oleh Denara sembari tersenyum manis pada Ares.