
...Dilarang menjiplak, plagiat, atau pun memgcopy karya ini!!!!...
...Happy Reading🍃...
Ares menunggu Denara di dalam mobil hitam miliknya, setelah mengantar Zion ke sekolah Ares memutuskan untuk libur hari ini dan ingin berjalan-jalan bersama Denara.
Jujur saja, ini adalah pertama kalinya bagi mereka setelah menjalin hubungan. Ares dan Denara belum pernah menghabiskan waktu berdua.
Bagaimana bisa mereka menghabiskan waktu berdua sementara si penggangu Zion ada di antara mereka. Jadi karena itulah Ares memutuskan untuk cuti hari ini hanya untuk menghabiskan waktu bersama Denara.
Denara mulai berjalan menghampiri Ares yang sudah berada di dalam mobil terlebih dulu.
''Apakah aku terlalu lama??'' Yang mulai memasang sabuk pengaman.
Tidak ada sahutan dari Ares, membuat Denara memutuskan untuk menoleh untuk melihat Ares.
''Kamu gak denger yah??'' Tanya Denara yang selesai memasang sabuk pengaman.
''Ah... Maaf, aku terlalu terpesona melihat wajahmu yang manis.'' Ucap Ares.
''Dasar gombal, kita mau kemana.'' Ujar Denara.
''Ke mana pun kamu mau, aku siap mengantar.'' Balas Ares dengan senang.
''Ihhh... Aku serius, kita mau ke mana.'' Menatap Ares dengan wajah cemberut.
''Kita akan jalan-jalan terlebih dulu bagaimana??'' Usul Ares pada Denara.
''Baiklah, ayo berangkat!!!'' Seru Denara dengan senang.
''Ke sini sebentar.'' Menyuruh Denara untuk mendekatinya.
''Kenapa??''
''Mendekatlah dulu nanti akan kuberitahu.'' Ares masih menyuruh Denara mendekat ke arahnya.
Denara mulai mendekat ke arah Ares, melihat Denara yang mulai mendekat padanya membuat Ares tersenyum lebar dan mendekatkan wajahnya pada telinga Denara sambil berbisik.
''Kamu cantik, aku suka.'' Bisik Ares pelan, lalu mengusap rambut Denara dengan sayang.
Jantung Denara benar-benar berdebar saat Ares melakukan hal itu padanya, dengan cepat Denara menarik diri agar menjauh dari Ares dan menolehkan wajahnya ke arah jendela mobil.
Ares yang melihat itu hanya terkekeh pelan, terlebih lagi wajah Denara yang mulai memerah karena ulahnya.
''Kamu malu yah, sayang.....''
Mendengar itu tambah memerahlah wajah Denara dan hal itu malah membuat Ares semakin gemas di buatnya.
''He-hentikan, cepat jalankan mobilnya.'' Dengan wajah Denara yang di tutup oleh ke dua tangannya.
......................
Ares menghentikan mobilnya di salah satu restoran ternama, karena mereka sudah lelah karena berjalan-jalan.
''Kenapa??'' Setelah Ares melepaskan sabuk pengamannya dan menatap ke arah Denara yang terlihat tidak nyaman.
''Kamu mau makan di sini???'' Tanya Denara.
__ADS_1
''Iya, bukan cuman aku doang yang makan. Kamu juga makan.'' Balas Ares.
''Tapi di sinikan mahal, mending kita cari tempat yang lain aja.''
''Kamu gak suka kita makan di sini??? Kita bisa ganti kok, kalau kamu mau.'' Ares juga tidak ingin Denara terlihat tidak nyaman.
''Aku merasa tidak nyaman saja makan di sana terlebih lagi aku han---''
''Jangan katakan itu, aku tidak suka.'' Potong Ares saat tahu apa yang akan di bicaran oleh Denara.
''Maaf, tapi kalau kamu mau makan di sana. Aku akan menunggu di mobil saja.'' Sambung Denara.
''Kalau Ara gak suka, Ares juga gak suka...'' Kata Ares.
''Ara???'' Dengan nada yang sedikit kesal.
''Kamu punya pacar selain aku yah...'' Geram Denara.
Ares yang mendengar itu malah tertawa terbahak-bahak, karena mendengar ucapan Denara yang terdengar marah atau lebih tepatnya cemburu.
''Bhwahahaha.... Haha....''
''Loh kok malah ketawa sih?? Orang lagi marah juga.'' Kesal Denara.
''Ya ampun, kamu pasti sayang banget yah sama aku.'' Ucap Ares dengan sumringgah.
Denara masih diam dan tidak lagi menanggapi ucapan Ares yang hanya akan membuatnya kesal sekaligus marah.
''Ara itu kamu Denara. Aku cuman mau kasih nama panggilan buat kamu.'' Menjelaskan pada Denara.
''Sungguh?? Bukan pacar kamu yang lain??'' Menoleh pada Ares untuk memastikan ucapan Ares benar atau bohong.
......................
Zion menunggu di depan gerbang sekolah bersama teman-teman yang lainnya, Karena saat ini sudah waktunya pulang.
''Zion, kamu belum di jemput. Mau pulang bersama.'' Tanya anak perempuan yang memakai bandana merah muda itu padanya.
''Tidak, aku akan pulang bersama Omku.'' Tolak Zion dengan ketus.
''Tapi sejak tadi Ommu belum juga datang.'' Jawabnya.
Zion juga heran dengan Ares yang belum juga datang menjemputnya, biasanya jika Ares sibuk bekerja maka Denilah yang akan memjemputnya. Tapi apakah Ares sesibuk itu hingga melupakan jadwal pulangnya.
''Pulang sana, jangan ganggu aku.'' Masih dengan nada ketus.
''Baiklah, aku pulang dulu... Zion hati-hati.'' Sambil melambaikan tangannya.
Zion hanya menatap tanpa berniat membalas sama sekali.
......................
''Kamu senang???'' Tanya Ares yang menggandeng tangan Denara.
Saat ini mereka berdua berada di taman setelah selesai mengisi perut. Sambil berjalan bergandenggan mereka berdua benar-benar menikmati waktu bersama yang mereka lakukan saat ini.
''Iya, terima kasih sudah mengajakku berjalan-jalan.''
__ADS_1
''Sama-sama Ara, tunggu sebentar.'' Menghentikan langkahnya, karena ponsel yang berada di saku celananya bergetar.
Ares mengambil ponselnya tanpa melepaskan gandengan tangannya pada Denara. Ares menggunkan tangan satunya untuk mengambil ponselnya.
'Zio memanggil....'
Nama yang tertera di layar ponselnya, membuat Ares menginggat sesuatu yang terlupa.
"Aku lupa menjemput Zion," celetuk Ares dengan segera Ares menganggkat ponselnya.
"Om apakah kamu melupakanku, karena sibuk bekerja." Terdengar marah.
"Maafkan Om yang terlalu sibuk bekerja." Balas Ares.
"Bohong, aku tahu saat ini Om sedang pergi bersama Kak Denakan??"
'Kenapa bocah nakal ini tahu.' Batin Ares.
"Jika Om bertanya dari mana aku tahu, maka jawabannya adalah Paman Deni." Ucap Zion.
'Awas kamu Deni...' Batin Ares kesal.
"Baiklah Om akan datang menjemputmu sekarang."
Tut..
Panggilan terputus.
......................
Ares dan Denara sudah sampai di depan sekolah Zion, dari dalam mobil mereka melihat Zion yang berdiri di samping Satpam sekolah dengan wajah marah.
Zion melihat jika mobil Ares sudah datang, mulai mendekat ke arah sana. Dan berjalan dengan kesal.
Zion masuk ke dalam mobil Ares dengan diam dan wajahnya yang masih terlihat marah.
''Maafkan Om yah,'' memberikan beberapa batang coklat mahal ke sukaan Zion.
Zion masih tidak bergeming sama sekali dengan sogokkan Ares.
''Zion marah pada Kak Dena,'' ucap Denara menatap ke arah Zion yang duduk di belakang.
Zion mengelengkan kepalanya, lalu berkata.
''Aku tahu ini bukan salah Kak Dena, ini pasti salah Om Ares yang mengajak Kak Dena pergi.''
Ares yang mendengar itu hanya tersenyum kaku, kenapa bocah ini tidak mau berbicara dengannya sementara dengan Denara bocah nakal itu menjawab dengan panjang lebar, pikir Ares.
''Dasar bocah.'' Celetuk Ares.
''Kak Dena dengar suara orang ngomong gak, tapi gak ada orangnya.'' Jelas Zion yang berpura-pura tidak melihat Ares yang duduk di depan.
Denara hanya tersenyum mendengarnya, menurut Denara pertengkaran antara Zion dan Ares adalah salah satu hiburan baginya, walaupun terkadang di sering kesal melihatnya.
...Bersambung........
......................
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya:).....