
Denara merasa jika sofa yang dirinya pakai tidur bersama dengan Zion, bertambah sempit dari sebelumnya. Apalagi seperti ada tangan yang menariknya maju ke depan. Dengan perlahan Denara membuka matanya, melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Matanya yang perlahan - lahan mulai terbuka, hingga dirinya bisa melihat dengan jelas, seseorang yang persis ada di depan matanya. Masih belum sadar jika yang di lihatnya adalah Ares, sampai beberapa saat barulah Denara sadar. Hingga akhirnya dirinya sadar sepenuhnya.
'' AAAAAAAAAAAAA '' dengan spontan Denara mendorong Ares kuat hingga terjatuh kebawah.
Bughh..
Teriakan Denara ternyata membuat Zion juga ikut kaget dan terbangun. Lalu menoleh ke samping. Melihat Area yang sudah ada di bawah sembari memengangi badannya yang sakit.
'' Om kok tidur di lantai sih, kan ada kamar '' ucap Zion pada Ares
' Tidur Zion bilang, jelas - jelas semua ini karena ulah nya ' batin Ares kesal
Dengan cepat Ares berdiri, sambil menahan sakit. Menatap kesal mereka berdua lalu pergi menjauh.
...................
Sejak tadi Denara terus memikirkannya kenapa bisa Ares, tiba - tiba ada di sana dan tidur bersama mereka.
Zion yang berada di samping Denara menatap bingung, apa yang sebenarnya Denara pikirkan.
'' Kakak.... '' panggil Zion berulang kali.
Kesal tak ada sahutan dari Denara, dengan cepat tangannya menarik pelan rambut Denara yang di kuncir satu.
'' Awss...Tuan muda ini kenapa '' mengusap kepalanya
'' Aku kesal, Kakak mengabaikan ku '' cemberutnya
Sejak tadi Zion sudah menganggap Denara seperti teman, Zion bilang jika dirinya tak terlalu banyak punya teman. Karena Ibunya cukup membatasi pergaulan Zion, bukan tanpa sebab Ibunya melakukan itu.
Ibunya takut jika Zion terjerumus ke pergaulan yang cukup memprihatinkan saat ini.
'' Apa yang sebenarnya Kakak pikirkan hingga memgabaikan pria tampan sepertiku '' ucapnya pede
'' Memangnya kamu Tampan " balas Denara
'' Tentu saja, buktinya teman - teman perempuan selalu memberiku surat cinta dan juga coklat setiap pagi '' jelasnya sombong
Apa Zion sekecil ini saja sudah banyak fans, jika di bandingkan Denara dulu saat sekolah. Boro - boro ada yang suka, pacaran saja tidak pernah pikir Denara.
'' Wah omong dong gigi Tuan Muda '' ejek Denara
'' Eitss jangan salah, coklat yang mereka berikan padaku tidak kumakan '' ujarnya
'' Lalu ? ''
'' Aku menjualnya, lidah ku tak bisa memakan coklat murah seperti itu. Lagi pula jika aku menjualnya aku akan mendapatkan uang yang banyak'' ujarnya dengan santai
__ADS_1
' Apa lidahnya menolak, lidah apa orang pake nolak segala ' batin Denara
Dari kejauhan Denara melihat Ares berjalan mendekati mereka, bukan mendekati Denara tapi mendekati Zion saja yang kebetulan di samping Denara.
'' Zion...Sepertinya kita tidak jadi untuk jalan - jalan '' ucap Ares hati - hati
Terlihat wajah ceria Zion saat melihat Ares berubah menjadi murung dan kecewa. Zion bahkan sudah membuat rencana jika mereka pergi nanti.
'' Tapi kenapa...? '' Tanyanya murung
'' Om ada kerjaan yang penting '' jelasnya sambil mengusap kepala Zion sayang
'' Padahal aku sudah membuat rencana '' katanya
Merasa tak tega membuat Denara angkat bicara.
'' Tuan Muda, bagaimana jika Kakak saja menemanimu '' usulnya
Dan terlihat dari mata Zion yang tadi murung seketika berbinar - binar mendengarnya.
'' Baiklah Aku mau Kakak '' jawab Zion semangat
'' Sejak kapan Zion memanggilmu dengan sebutan Kakak ? '' heran Ares
'' Sejak tadi, Kakak ini teman Zion '' sambil memeluk lengan Denara
Denara merasa tak enak dengan Ares, dirinya takut jika Ares berpikir kalau Denara yang menyuruh Zion memanggilnya dengan sebutan Kakak, padahalkan itu inisiatif dari Zion sendiri.
Dan di sambut dengan semangat oleh Zion.
'' Janji ''
...................
Zion dan Denara pergi ke kebun binatang, Zion beralasan jika dirinya sudah lama tak berkunjung kesana, semenjak Ibunya hamil.
Dengan erat Zion menggengam jari - jemari Denara, seolah - olah takut hilang. Kebun binatang cukup ramai saat akhir pekan saat ini apalagi saat masuk libur sekolah.
Suasana yang cukup terik di tambah Padat dan ramai membuat Denara harus ekstra menjaga Zion yang cukup Aktif. sejak tadi tak henti - hentinya menarik tangan Denara kesana kemari.
'' Kak Dena, udah sering kesini ? '' tanyanya sambil memakan ice cream miliknya.
Saat ini mereka ada di kedai ice cream di sekitar kebun binatang. Denara memutuskan beristirahat sejenak sambio mengisi perut yang sudah mulai lapar.
'' Tidak pernah '' jawab Denara
'' Kenapa '' ucap Zion sedih
'' Karena di sana tak ada kebun binatang '' jelas Denara
__ADS_1
'' Pasti Kakak sedih disana, tenang saja selama Kakak bersama Zion. Kita akan pergi kebanyak tempat '' hiburnya
Membuat Denara tersentuh, kecil - kecil begini saja sudah bisa gombal, gimana besarnya. pantas saja pikir Denara jika Zion jadi idaman para perempuan.
'' Baiklah, Kakak akan terus bersama Zion saja '' ucap Denara tersenyum manis
Tapi ada yang Aneh, pipi Zion yang berwarna putih perlahan - lahan mulai memerah, Apakah Zion malu pikirnya.
'' Kakak jangan tersenyum seperti itu Zion Jadi malu '' sambari menutup wajahnya dengan tangan karena malu.
'' Hahahahah.... Kamu manis sekali '' mencoba mencubit pipi Zion
'' Stop Kakak, aku ini tampan bukan manis, memangnya aku perempuan '' tolaknya tak suka
'' Tapi, gimana dong Kakak mau panggil Zion manis aja '' goda Denara
'' KAKAKKK.... '' teriaknya membuat orang - orang mulai memperhatikan mereka.
Dengan cepat Denara menutup mulut Zion agar berhenti berteriak sembari, berbisik.
'' Oke. Kakak tidak akan memanggil Zion dengan sebutan manis, jadi Zion tidak boleh teriak oke ''
Dengan Anggukkan Zion menjawab patuh. Perlahan tangan Denara mulai terlepas dari mulut Zion dan kembali duduk.
.................
Hari ini cukup melelahkan bagi Denara, menemani Zion serasa seperti olahraga saja. Berlari, bermain semuanya membuat Denara merasa ikut seperti anak - anak. bahkan saat di taman tadi dirinya tak bisa istirahat sebentar saja.
Bahkan sudah sore, tapi Zion belum mau pulang sama sekali. Jika di tanya mau pulang, Zion akan menjawab nanti sore, jika sudah sore Zion kembali menjawab 5 menit lagi, dan jika Denara bertanya lagi maka Zion akan menjawab nanti. Berbagai macam Alasan agar tak cepat pulang.
Dari jauh Denara melihat Zion yang mendekatinya sembari menelpon seseorang, tapi bukan itu menjadi perhatian Denara. Melainkan ponsel yang di miliki Zion berharga selangit.
' 30 juta, sekecil ini saja ponselnya sudah seperti itu gimana besarnya nanti ' batin Denara
Dan melihat ponsel miliknya yang tak lebih dari sekedar ponsel merek kentang yang dirinya dapat dengan kerja keras bahkan membayarnya dengan nyicil.
'' Nasib....Nasib ....'' gumam Denara
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai pembaca jangan lupa buat Rate 5, Vote dan suka. Karena dukungan kalian bisa buat Dao semangat nulisnya☻