Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
Time Tunnel


__ADS_3

"Kai kita dimana ini?" tanyaku ketakutan kepada Kai, aku masih memutari daerah situ untuk mencari keberadaan V dan Bry.


Kai juga tampak sama paniknya denganku, "Aku juga tidak tau Dream. Aku memikirkan Bry. Dia pasti takut sekali." ucap Kai.


"Aku berharap mereka berhasil mendarat di tahun waktu kita yah, Kai." sahutku, dan memohon dalam hati supaya Bry dan V mendarat di tahun waktu kami.


Aku bisa bernafas sedikit lega, karena V bersama dengan Bryanna. Andai aku yang bersama Bry, mungkin kami hanya akan menangis bersama, menunggu pertolongan yang entah kapan datangnya.


Gerbang waktu kembali berderit-derit lagi, dan muncul kilatan seperti tadi baru terbuka, aku menggandeng tangan Kai, "Ayo Kai masuk! Kita harus tetap berpegangan tangan supaya kita tidak terpisah,....hiks..." airmataku mulai jatuh menetes di pipi.


Kai memelukku, menenangkanku, dan menggenggam tanganku, supaya aku tidak takut lagi. Dan kami memasuki gerbang waktu kembali.


*Drrrrt


Ddrrrttt


Dddrrttt


Splasshhh*...


Kami terlempar keluar kembali dari lorong waktu. Bahkan belum sempat melihat pusarannya. Ada apa ini?


"Sepertinya terjadi pergolakan waktu, Dream. Dan seharusnya kita terbagi menjadi empat waktu. Tapi karena kita bergandengan tangan, kita muncul di satu tahun waktu." ucap Kai.


"Lalu, bagaimana dengan Bry dan V?" tanyaku lagi, perutku terasa seperti ada yang menggelitik di dalam memikirkan Bry dan V, Bryanna terutama.


"Aku rasa mereka bersama-sama, itu juga harapanku sih." kata Kai.


"Aku yakin, V menggandeng tangan Bry. Karena pusaran waktu bergelombang sampai seolah menelan kita, aku rasa V berhasil meraih tangan Bry saat mereka berada di pusaran." jawabku, berusaha menghibur Kai yang sedang kalut.


Kai mengangguk, "Aku bisa sedikit tenang, jika kenyataannya mereka bersama-sama." katanya.


Aku tersenyum, dan mengenggam tangannya, "V bisa di andalkan. Walau pun wajah dan kelakuannya seperti itu tapi dia sangat bisa diandalkan. Percayalah kepadanya." sahutku, membayangkan V yang panik karena tidak menemukanku saat mendarat.


"Terimakasih Dream, maafkan aku kali ini aku tidak bisa menghiburmu atau menguatkanmu. Aku sangat khawatir tentang kondisi istriku, dan berapa lama kita harus terpisah seperti ini." ujar Kai.


"Aku yang akan menghibur dan menguatkanmu. Itu kan gunanya teman?" sahutku tersenyum, "Tapi ada dimana kita ini?" tanyaku, dan mulai berjalan menyusuri jalanan.


"Kalau dilihat dari kondisinya, tidak jauh berbeda dengan tahun waktu dimana kita biasa bepergian untuk berlibur." jawab Kai.

__ADS_1


"Ah, tunggu, orang-orang memakai masker. Berarti antara tahun 2018 akhir sampai pertengahan 2021. Apa ini tahun waktu dimana Josh berada?" tanyaku.


Aku memikirkan segala kemungkinan yang terlintas di benakku.


"Josh ada di tahun 2019." kata Kai.


" Berarti, kita harus memakai masker dan segala macam perlindungan itu. Virus SARS-CoV2, mulai terdeteksi secara gila-gilaan di awal sampai akhir tahun ini." jawabku, "jangan sampai kita mati konyol disini." ucapku memperingatkan.


Kai mengangguk, "Baiklah, ayo."


Kami berjalan mencari toko medis yang menjual alat pelindung kesehatan, dan memakainya, "Ini tahun yang cukup gila, suhu dan cuaca yang panas sekali, di tambah dengan adanya virus ini, luar biasa." ucap Kai lagi.


"Harusnya kita sudah mempunyai kekebalan, di tahun kita, Sars Cov sudah virus musiman kan, vaksinnya pun sudah jelas dan terjamin. Harusnya kita kuat menghadapi virus ini." sahutku.


Kai menggeleng-geleng, "Kamu belum pintar juga, dengar. Saat ini SARS-CoV2 itu baru di temukan, artinya virus itu masih ganas, sepanjang perjalanan hidup si virus, dia harus bermutasi supaya tidak mati. Kalau dia sudah bermutasi artinya dia sudah lemah. Dan di tahun waktu kita, virus itu sudah semakin melemah, vaksin pun tidak sekuat yang ada saat ini. Kalau tidak salah, di tahun ini belum di temukan vaksin dari SARS-CoV2. Jadi, kekebalan tubuh kita tidak berguna." jelas Kai.


Aku mengangguk, berusaha memahami penjelasan Kai tentang patologi dan fisiologi si virus SARS-CoV2 ini.


"Ayo, kita cari penginapan dulu, supaya kita bisa beristirahat." kata Kai. Aku kembali mengangguk.


"Apa kamu masih kuat berjalan? Sebisa mungkin kita tidak makan diluar, mengingat virus ini baru di temukan." sahut Kai lagi, "aku akan memasak." katanya.


"Kosong...." sahutku putus asa.


"Panic Buying. Ciri khas manusia jaman purba. Pemikiran di peradaban ini masih seputar ego mereka. Kita ambil yang ada saja." ajak Kai.


Manusia menakutkan, kami mengunjungi beberapa supermarket dan kondisinya hampir sama, orang-orang berbondong-bondong berbelanja, bahkan satu orang bisa membawa dua troli penuh dengan bahan makanan dan keperluan rumah tangga. Luar biasa.


Akhirnya, kami menemukan rumah tinggal sementara, dan Kai yang memberikan sanitasi di dalam rumah tersebut. Kai juga memasak makanan, dia meragukan kemampuan memasakku, "Dream, kamu akan lebih membantuku, jika kamu duduk tenang disana, dan kerjakan apa yang ingin kamu kerjakan." katanya.


"Aku hanya ingin membantu, Kai. Aku bisa mengupas wortel, atau mengupas bawang merah..." sahutku.


"Dan berakhir dengan tangisan darimu? Airmatamu menetes karena pengaruh bawang yang kamu kupas, tapi dengan keahlian aktingmu, tangisan mengupas bawang, bisa berubah menjadi tangisan curahan hatimu. Tidak! Duduklah." tukas Kai.


Aku memberengut kesal, dan akhirnya aku hanya berbaring di kamar, memikirkan bagaimana keadaan V dan Bry. Semoga mereka baik-baik saja.


...----------------...


**EPILOG

__ADS_1


V and Bry POV**


"V, dimana kita?" tanya Bryanna kepadaku. Aku masih berkeliling mencari Dream dan Kai.


"Aku harus menemukan Dream dulu, Bry. Kamu tenang dulu disini." sahutku.


"Bagaimana aku bisa tenang, jika kamu panik dan berputar-putar seperti itu?" tanya Bry kesal.


Aku terpaku menatapnya, "Aku takut terjadi sesuatu kepada mereka, Bry. Dan kenapa kita bisa terpisah seperti ini?" tanyaku.


Aku tidak mengerti. Hal ini belum pernah terjadi selama kami melintasi waktu, ke tahun manapun.


Bry melihat ke sekelilingnya, dan berjalan untuk mengamati tempat pendaratan kami, "V, aku rasa kita masih di tahun waktu 2022. Hanya kita keluar di gerbang waktu yang berbeda. Apa mungkin, Kai dan Dream juga di tahun waktu ini? Dan muncul di tempat berbeda?" tanya Bry kepadaku.


Aku mengangkat bahuku, aku tidak bisa berpikir jernih, tapi situasi seperti ini, dan sekarang aku bersama Bry, berarti aku harus tenang dan berpikir.


"Kita harus mencari tempat untuk kita beristirahat dulu, Bry. Apa kamu masih sanggup? Atau mau kita ke kafe itu sebentar dulu?" tanyaku.


Bry mengangguk, "Aku masih sanggup, aku hanya meminta bantuanmu untuk memegangiku saat berjalan, karena kamu tau (Bry menunjuk perutnya), ini mulai berat." katanya tersenyum.


"Tentu, aku akan membantumu. Apa ada makanan yang ingin kamu makan?" tanyaku.


Dia menggelengkan kepalanya, "Tidak ada sesuatu yang khusus, aku hanya akan butuh susu untuk ibu hamil, dan aku bebas makan apa saja yang mau aku makan." jawabnya.


Jadi, kami berjalan, dan melihat sebuah supermarket, kami mampir dulu kesana untuk membeli semua keperluan. Setelah berbelanja, aku mengajak Bry duduk sambil menikmati sebatang es loli rasa lemon.


Aku mencari penginapan atau rumah yang bisa kami tinggali sementara, karena kami tidak tau berapa lama kami akan berada disini. Setelah dapat, aku menyewa sebuah mobil untuk membantu kami pergi kemana-mana. Kemudian kami menuju rumah penginapan sementara kami.


"Semoga kita akan cepat berkumpul kembali, Bry. Dan semoga juga Dream dan Kai baik-baik saja, bahkan aku takut membayangkan mereka terpisah-pisah. Apa yang bisa dilakukan oleh Dream selain menangis, kan?" aku mengungkapkan kekhawatiranku kepada Bry.


Sesampainya di rumah, Bry melebarkan kedua kakinya, dan wajahnya tampak sangat panik dan takut,


"V, sepertinya aku akan segera melahirkan..." katanya.


Aku membelalakkan mataku, "Apa??!! Kan baru delapan bulan?!!" sahutku ikutan panik.


Bry menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tau, tapi cairan ini terus keluar dari sini..." katanya dan menunjukan cairan putih hangat yang keluar dari antara kedua kakinya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2