
Aku kembali tertidur, dan V sudah ada di sebelahku, tampak tertidur pulas. Aku memandangi wajahnya, entah apa yang mendasariku untuk memintanya agar tidak berhenti saat itu. Aku meraba jantungku, ya, dia berdegup, bahkan saat tadi, aku dan V bermain pun, detaknya lebih cepat. Tapi kenapa sepertinya cinta itu tidak ada? Ah, aku berdosa sekali! Apa aku hanya merindukan sentuhannya? Memang sejauh ini, V belum pernah benar-benar memberikan hatinya kepadaku. Apa yang aku mau, aku juga tidak mengerti...
Perlahan - lahan, aku bangkit dari tempat tidurku, dan bergegas menemui Kai. Ada yang ingin kupastikan.
"Kai, temui aku!" sahutku. Kai berbentuk hologram memberikan senyumannya kepadaku, "Kamu merindukanku?" tanyanya.
"Sudahlah" jawabku.
Aku menghampiri Kai, yang sudah menungguku.
"Ada apa?" aku bertanya kepadanya. Dia mengernyitkan keningnya.
"Harusnya aku yang bertanya bukan? Ada apa?" tanyanya.
"Oh, betul juga" jawabku.
Baru saja, aku ingin bertanya kepada Kai. Bry menghampiriku, "Dream, hari ini adalah hari itu" katanya. Aku dan Kai berpandangan, "Hari ini hari itu, hari apa, Bry?" tanyaku.
Bry menunjukkan sebuah chip di tangannya, "Aku sudah mendapatkan waktu test untukku" katanya.
"Dan itu hari ini?" tanya Kai. Bry mengangguk.
"Bukannya jadwalmu....?" sahutku, kenapa aku bisa lupa.
"Maafkan aku Bry, aku lupa memberikan suratnya" sahutku, meminta maaf kepadanya.
"Apakah akan sakit?" Bry bertanya kembali. Aku dan Kai menggeleng.
"Kamu akan lega sekali jika hasilnya tidak 100%" sahutku. Kai mengangguk setuju.
"Apa yang terjadi?" tanya Bry lagi.
__ADS_1
"Kalau tidak 100%, kamu akan mengulangnya lagi dalam 2-3 bulan lagi, tapi kalau 100%, selamat, kamu akan menikah" jawab Kai.
"Dan bagaimana dengan pasanganku?" tanya Bry lagi, kali ini ada nada khawatir dalam suaranya.
"Random. Tapi yang sesuai dengan kastamu, begitulah kasarnya. Kamu seorang pekerja, berpenghasilan tinggi, mandiri, maka pasangan untukmu akan sebanding denganmu" aku menjelaskan. Bry mengangguk khawtir.
"Berusahalah untuk berpikir positif, Bry" sahutku menenangkan Bry. Bry meremas tanganku, dan menatapku cemas.
"Apakah kamu akan menemaniku, Dream?" Bry bertanya kembali. Aku mengangguk, "Baiklah, aku akan menemanimu" jawabku.
"Lalu? Kamu masih mempunyai 1 hutang kepadaku kalau begitu, Dream." sahut Kai, menagih janjiku
"Ya, aku tau. Tunggu aku" jawabku kepada Kai. Setelah itu, aku dan Bry berjalan menuju rumah ibu Kai. Rumah ibu Kai tidak jauh dari tempatku tinggal. Dan setibanya kami disana, beberapa orang sudah menunggu, termasuk Ibu Kai.
"Nona Bryanna sudah datang, dan nona Dream, selamat datang" sahutnya, dan membungkuk rendah saat melihat kehadiranku. Bry menggandeng tanganku sedari tadi, dan genggamannya semakin kencang, begitu dia sampai disini.
Seseorang mengajaknya untuk berdiri berdampingan dengan seorang laki-laki, yang nantinya akan menjadi pasangannya.
Tangan kanan Bry di naikkan ke atas sebuah alat berwarna pink cerah, begitu juga dengan tangan laki-laki itu. Dan, tak lama, alat itu berkelap-kelip dengan menampilkan virtual hologram angka di atasnya, sehingga kita bisa lihat seperapa presentase kecocokan mereka. Alat itu terus menghitung, hingga... bippp...bippp..bipp..56%, not match!
Kemungkinan - kemungkinan itu selalu ada di otakku saat aku menyaksikan test seperti ini. Entah alat itu mendeteksi cinta sungguhan atau apapun, aku tidak paham, yang aku pahami saat ini adalah, Bry yang bersorak - sorak kegirangan, dan tak henti - hentinya memeluk satu persatu orang - orang yang ada disitu.
Setibanya kami di kantor, Bry di soraki, layaknya pemenang medali emas yang pulang ke negaranya.
"Aku tidak menyangkanya!! Aku pikir aku akan menikah. Aku tau itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, bukan?" begitu kata Bry ke penjuru kantor dan kepada setiap yang di temuinya. Bahkan, ketika dia melihat Kai, dia memeluk Kai dengan erat, dan aku rasa dia juga hampir mencium Kai. Entah kenapa aku tidak suka itu.
"Bryanna, cukup sampai disitu!" sahutku, dan memisahkan pelukan mereka. Bry merapikan kemejanya yang terangkat, "Sorry Dream, aku akan kembali fokus bekerja. Kamu tau, aku hanya terlalu senang, kalau kamu tau maksudku" kata Bry. Kemudian berjalan dengan bersenandung kembali ke ruangannya. Kai bersiul melihatnya, "Fiuh, Bry" sahutnya. Dan aku semakin tidak suka dengan dia yang seperti itu.
"Kenapa sih kamu Kai?" tanyaku. Kai yang akhirnya sadar aku perhatikan kembali membenarkan sikapnya, dan berdeham.
"Ehem... Aku hanya mengagumi energinya, aku rasa, dia sudah menjadi warga sini dengan sendirinya" kata Kai.
__ADS_1
"Apa kamu senang dengan kehadirannya, Kai? Atau apa kamu menyukai Bry?" tanyaku, dan memicingkan mataku kepada Kai.
Kai tertawa, "Ada apa denganmu, Dream?" Kai bertanya.
"Aku juga tidak tau apa yang terjadi denganku, hanya saja rasanya aneh. Aku merasa, aku tidak baik-baik saja. Ikutlah ke ruanganku sebentar" aku mengajak Kai untuk ke ruanganku. Karena aku tidak nyaman jika terdengar oleh seseorang atau seseorang dalam bentuk virtual hologram.
Sesampainya di ruanganku, aku menceritakan kejadian tadi malam kepada Kai.
"Wowh...hebat sekali kami, Dream" katanya.
"Tapi tidak ada cinta, Kai. Aku tidak merasakannya. Kali ini berbeda." jawabku.
"Lalu, kamu akan mencobanya kepadaku?" Kai bertanya, dia berjalan mendekatiku, menatap ke arahku. Aku mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Kai.
"Kenapa kamu ingin mencobanya padaku?" tanyanya lagi.
"Ka--karena, rasa itu ada saat kamu menciumku, dan rasa tidak nyaman itu muncul kembali saat Bry memelukmu, Kai" aku menjawabnya.
"Dan menurutmu itu cinta?" tanya Kai lagi.
"Mungkin kan, maksudku kenapa aku tidak suka Bry memelukmu?" aku bertanya lagi.
"Karena kamu menanggap aku milikmu" jawab Kai singkat. Aku mendekatinya, "Aku akan buktikan itu Kai" sahutku. Aku menarik Kai keluar ruangan, dan mengajaknya ke mobilku. Sesampainya disana, aku menciumnya, dan Kai membalasnya. Rasakan itu, Dream. Apakah debaran itu ada? Apakah cinta ada pada Kai? Permainan kami semakin dalam dan semakin memanas, aku mencari - cari dimana debaran jantungku, degg...deg...degg...ada disana. Tapi kenapa berbeda dengan V? Apa yang terjadi? Bersama Kai, terasa sangat manis, karena dia tidak pernah menyerangku terlebih dahulu, dia selalu mengikutiku, namun kali ini, Kai memimpinku. Apa ini cinta? Ini berbeda waktu bersama dengan V... sangat berbeda.
...----------------...
EPILOG
Dream POV
Aaahhhh...cinta itu membingungkan!! Mungkinkah aku menyukai 2 orang laki - laki dalam waktu yang sama? Apa aku terlalu serakah? Aku tidak suka melihat Kai bersama Bry atau yang lainnya. Aku mau Kai hanya untukku.
__ADS_1
Dan untuk V? Aku selalu menyukai segala hal yang ada padanya. Tatapan matanya, cara dia berbicara, cara dia memperlakukanku, bahkan saat memasak pun, aku suka kepadanya.
Jadi, bagaimana ini? Aku merasakan debaran kepada mereka. Ciuman mereka membuat jantungku berlomba - lomba. Kai manis sekali, sedangkan V, siapa yang bisa menolak pesonanya? Hatiku, bekerja samalah denganku. Aku tidak tau harus aku labuhkan kemana hatiku ini? Mari bantu aku untuk memutuskannya, supaya novel ini segera tamat, kan?