
Aku masih menangis sesenggukan keesokan harinya. Apa yang ada di otak Voltaire sialan itu sih?! Baru saja dia datang ke hatiku, dan membuat hatiku berbunga-bunga, tapi kemarin, dia malah membuat bunga di hatiku layu..dan lagi haruskah aku tegaskan berkali-kali kepadanya kalau aku bukan anak kecil! Harusnya dia sudah paham itu, kan dia yang sudah berhubungan denganku, walaupun belum sampai bermain cinta-cintaan! Ah aku mau pulang. Aku bergegas keluar kamar, dan dengan tekad kuat, aku berjalan keluar rumah. Aku mendengar V mengejarku, "Dream... tunggu Dream... Hei, tunggu" sahutnya, dia berhasil mengejarku, "Kamu mau kemana bodoh?" tanyanya.
"Pulang" jawabku. V memandangku keheranan, "Loh kenapa?" tanya V, "Kan kata kamu mau lama-lama disini?" tanyanya V lagi.
"Aku takut kamu bosan kalau terlalu lama dengan anak kecil" sahutku. Aku tiba di depan toko makanan ,(di seberang toko makanan itu, ada lorong kecil, tidak sebesar di dekat rumah V), aku melakukan transaksi dengan memakai boneka Lyn, "Terimakasih V untuk segalanya" sahutku, aku menahan tangisku. Sepintas aku melihat Bry di belakang V, dia nampak heran dengan apa yang terjadi, aku menunjuk Bry dengan kepalaku, "tuh udah di tungguin" kataku, "dan bolehkah aku memelukmu V" tanyaku, namun V sudah memelukku terlebih dahulu. Aku melihat, lorong itu terbuka, dan nampaklah pusaran di dalamnya, Bry berlari mendekat, wajahnya di penuhi rasa ingin tahu.
"Bye V, dan bye Bry" sahutku, dan masuk ke dalam pusaran.
...----------------...
Pusaran waktu itu seakan menelanku, aku menangis bersamaan dengan berputarnya aku dalam pusaran, dan aku berharap, pusaran ini juga mampu menelan kesedihanku. Tidak berapa lama kemudian aku sudah mendarat di pos polisi satuan waktu. Namun aku mendengar bunyi gedebuk, di belakangku.
Bryanna!!
Aku berjalan mendekatinya, "Kamu kenapa mengikutiku?" tanyaku.
Bry melihat sekeliling, "Aku tidak mengikutimu, dan dimana kita?" tanyanya. Sepersekian detik sebelum lorong waktu tertutup, ada bunyi gedebuk yang lain disertai keluhan, "Ouch, selalu sakit" katanya. Aku menoleh, dan melihat V meringis kesakitan.
__ADS_1
"Kalian sedang apa disini?" tanyaku bingung.
"Setelah kamu masuk ke dalam lorong, Bry menyusulmu, aku terlambat mencegahnya, dan kemudian, aku juga harus masuk kan?" katanya, "Dan sekarang, bravo, lorong waktu sudah tertutup" sahutnya putus asa. V menghadap ke arah Bry, "Apa tujuanmu Bryanna?" tanyanya kepada Bry.
"Aku hanya mengikuti kata hatiku. Aku penasaran, kemana lorong itu membawaku, dan kenapa Dream masuk ke dalamnya, jadi aku ikuti kata hatiku, dan melompat masuk ke dalamnya, dan tibalah aku disini sekarang" jawabnya santai, seolah kami sedang mengikuti field trip. Seorang polisi waktu mendekati kami, "Silahkan nona" sahutnya, polisi itu memintaku masuk ke dalam kendaraan pipih seperti ufo berbentuk kecil, aku memasukinya, dan mengajak Bry dan V naik bersamaku. Bry nampak sangat kagum dengan apa yang dilihatnya, dia antusias sekali, dan bertanya apa ini atau apa itu kepadaku. Setelah sampai di tempat kediamanku, Kai berlari menyambutku, "Hai Dream" sahutnya dan dia memelukku, kemudian dia melihat V, menjabat tangannya dan menyapanya, "Senang melihatmu kembali kesini, kupikir kita tidak akan bertemu lagi" sapanya, senyuman senang terlukis di wajahnya. Kemudian dia melihat Bry, "Dia Bryanna, tunangan V" jawabku. Kai mengangguk.
"Kai aku akan menemui papaku, aku akan mengatakan kepadanya siapa V dan tentang pernikahanku kemarin" sahutku. Kai berjalan di sampingku, "Dream, ini akan jadi skandal besar, pikirkan posisi ayahmu" sahut Kai, "Kita bicara di kamarmu" katanya Kai lagi. Kami berjalan menuju kamar aku dan V sebelumnya, dan begitu kami membuka pintu, Bry berteriak takjub, "Wowh" sahutnya. 2 buah robot pelayan sedang membersihkan kamarku, dan 3 orang pelayan manusia, sudah siap melayaniku, "Selamat datang nona dan tuan" sahut mereka bersamaan. Kai meminta mereka untuk meninggalkan kamar tersebut, dengan alasan ada seorang tamu nona dan tuan yang kelelahan. Sebelum Kai menutup pintu, ibu Kai datang, "Nona Dream, tuan Voltaire selamat datang, ada yang perlu saya siapkan?" tanyanya. Aku memeluknya, "Tidak ada ibu, aku hanya minta tolong, sampaikan pesan ke papa dan mamaku, aku sudah pulang. Terimakasih" pintaku.
"Baik nona" jawab ibu Kai. Setelah pintu di tutup, Bry mulai bertanya, "Oke, kita ada dimana ini? Dan apa itu tadi yang mengantarku hingga sampai disini?" tanyanya. Kai tersenyum melihatnya, "Kamu ada di tahun 3264, dan bisa sampai disini karena kamu telah masuk ke dalam lorong waktu dan melintasi waktu dari tahun waktu kamu disana menuju tahun waktu disini" terang Kai.
"Melintasi waktu? Benarkah?" tanyanya tidak percaya, "Tunjukkan kepadaku!" sahutnya. Kai memandangku dan meminta boneka yang kunamakan Lyn itu, "Jadi, namanya Lyn? Baiklah, kalo detektor suara bekerja, dia hanya akan mau diperintah olehmu, Dream" jawab Kai.
"Lihat kan?" tanya Kai kepada Bry. Bry mengangguk, "Mengapa Dream dipanggil nona, dan V dipanggil tuan?" tanyanya lagi. Aku beradu pandang dengan V, wajahnya memerah.
"Dream itu adalah anak tunggal perdana mentri. Negara ini dipimpin oleh seorang perdana mentri, dan perdana mentri memegang kekuasaan tertinggi. Sedangkan V adalah suami dari Dream" jawab Kai. Bry tampak tercekat, "Menikah?! Dream dan V sudah menikah? Bagaimana bisa?" tanya Bry lagi, tampak shock. Kai menghela nafas, dan mengangguk ke arahku, "Lyn, tolong tunjukkan kejadian saat Dreamy Eve menikah dengan Voltaire Brian" perintahku kepada Lyn. Dan sama seperti sebelumnya, tanduk Lyn berkelap-kelip, dan di depan kami mulai di mainkan video rekaman saat aku dan V menikah. Bry melihatnya dengan seksama, setelah video selesai diputar, Bry bertanya lagi, "Apa pernikahan itu sah?" tanyanya. Kai mengangguk, "Sah, karena tercatat di negara kami" jawab Kai. Sekarang Bry sama sekali tidak berbicara. Entah apa yang dipikirkannya setelah melihat rekaman video pernikahan kami. V pun tidak berbicara, hanya terdiam dan menatap ke luar jendela.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Bry lagi memecah keheningan.
__ADS_1
"Selamat datang di tahun 3264, Bryanna" sahut Kai dan tertawa melihat reaksi Bry.
.
...----------------...
**EPILOG
V POV**
"Bry, kamu mau kemana?" sahutku, menarik bajunya untuk menjauhi pusaran lorong waktu.
"Itu apa V?" tanyanya
"Sudahlah Bry, biarkan Dream pergi" jawabku.
"Dream pergi kemana? Kamu mau menyusulnya?" tanyanya. Aku tidak menjawab pertanyaannya itu, karena aku ragu, "Aku akan segera mengetahui jawabanmu bukan?" tanya lagi, dan melompat ke dalam pusaran lorong waktu.
__ADS_1
Kenapa wanita-wanita ini selalu merepotkan? pikirku. Dan segera melompat ke dalam pusaran waktu, entah siapa yang harus aku pikirkan saat ini.