
Kami menghitung hari demi hari sampai hari liburan kami tiba. Setiap pagi aku bangun dengan semangat, jadwalku di hari-hari itu cukup padat. Jean dan Jeannete juga sudah mulai beradaptasi disini. Bahkan mr. Geoff, guru yang mengajar mereka di kelas persamaan berkata bahwa mereka menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, dan ini membuat mereka bisa mengikuti pelajaran di sekolah yang mereka pilih dalam waktu dekat ini, tentu saja masih dalam status percobaan.
Dan bukan itu saja, beberapa proyek yang seeang kukerjakan bersama Kai, di setujui dan akan segera di laksanakan, luar biasa sekali.
Hanya ada satu hal yang bikin aku emosi jiwa hari itu, hari dimana aku dan Jean Jeannette melakukan kunjungan ke rumah Robbie,
"Aku sudah mendapatkan pasangan untuk kuajak berlibur bersama kalian." kata Robbie hari itu.
"Aku tidak mau, jika wanita itu adalah wanita yang hanya dibayar olehmu untuk menemanimu sepanjang minggu." sahutku ketus.
"Tentu tidak, Voltaire juga mengenalnya dengan baik." sahutnya, ada nada puas dalam suaranya.
Aku mengerutkan keningku, dan berpikir, "Siapa maksudmu?" tanyaku.
"Sarah Eddison, tentu saja " sahutnya, "dan sehari sebelum hari keberangkatan, dia akan kesini." kata Robbie.
Andai aku punya tongkat sihir, sudah kukutuk dia dari kemarin-kemarin!!
"Terserahmulah." sahutku kesal.
Aku tidak akan memberitahunya kemana kami akan pergi. Tapi ada satu informan yang sangat tidak bisa menjaga rahasia, Nancy.
"Aku bilang sama pak Robbie, kita akan pergi ke Maladewa." katanya polos dengan wajah innocent yang bahkan iblis pun tidak akan sanggup mengganggunya.
Aku hanya bisa menepuk keningku, kami akan pergi dengan lorong waktu..hahahaha.
"Oke, aku akan memesan tiket pesawat." sahut Bry semangat.
"No!" aku menengok ke arah Kai, yang tidak seperti biasanya hanya terdiam pasrah, "Kai..?!" tanyaku.
"Pe...pesawat lebih baik, Dream. Pesankan 7 tiket honey." katanya kepada Bry.
Aku menengok ke arah V, kali ini untuk mencari dukungan, tapi si penghianat itu lebih memilih menghindari tatapanku, "Ehem, aku mau ke toilet sebentar. Aku ikut suara terbanyak." katanya.
"Kamu kan sudah mendengar hasil suaranya, Voltaire!!" sahutku kesal.
Aku kesal sekali hari itu. Dengan tubuh lemas, aku me jemput Jean dan Jeannete dari rumah Robbie. Dan akan mengantar mereka ke tempat orangtuaku, mereka ingin bermain bersama anak kecil katanya.
"Luna Dream, mengapa kamu begitu membenciku?" tanya Robbie.
Aku yang sedang tidak enak karena permasalahan pesawat, ditambah lagi harus menghadapi Robbie dan pertanyaan bodohnya, itu membuatku semakin tidak enak dan tidak nyaman.
"Karena aku ingin saja. Aku pergi." sahutku.
__ADS_1
Namun, Robbie menarik tanganku, dan menciumku. Aku melepaskan ciumannya dengan menggigit bibir bawahnya, dan kuacungkan jari tengah kiriku, dan sekaligus untuk mengingatkan dia bahwa aku sudah menikah.
"Aku milik orang lain!" lihat ini, begitu yang kukatakan kepada Robbie.
Kemudian aku pergi meninggalkan Robbie yang termenung, sudah di buat lupa saja, dia masih seperti itu, apalagi jika dia tidak di modifikasi ingatannya.
...----------------...
Hari keberangkatan kami pun tiba. Semua barang-barangku, dan Jean Jeannette sudah kuterbangkan ke tempat tujuan kami terlebih dahulu, begitu juga dengan barang Kai dan Bry.
Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju rumah Robbie, untuk menjemput Nancy. Ini salah satu alasan yang di terima oleh logikaku tentang naik pesawat atau melintasi waktu, supaya Nancy dan Robbie tidak mengetahui darimana kami berasal.
Begitu sampai rumah Robbie, ternyata dia benar-benar bergabung bersama kami, dan sudah memiliki tiket dengan tujuan yang sama dengan kami. Dan satu lagi masalah datang, "Volt...how much i missed you!" sahut Sarah Eddison dan memberikan pelukan saudara rasa pacarnya kepada V.
Robbie tersenyum melihatku. Untungnya, kami menaiki mobil yang berbeda, andai kami di tempatkan satu mobil dengan Robbie dan Sarah, aku rasa aku akan membunuh mereka berdua saat itu juga.
Akhirnya tibalah kami di bandara, dan kami segera melakukan boarding untuk terbang ke tempat tujuan kami. Begitu pesawat lepas landas, seperti biasa, aku tertidur, hingga berbelas-belas jam lamanya, baru aku terbangun.
"Hei putri tidur, kita sudah mau mendarat." sahut V lembut membangunkanku.
Aku melihat sekelilingku, Jean dan Jeannete juga tertidur. Bry memangku Jean, sedangkan Nancy memangku Jeannette.
Setelah dari bandara, kami sudah menyewa kendaraan untuk transportasi kesana kemari selama disini. Tampak pantai dimana-mana, dan untuk menyebrang pulau kami harus naik sebuah kapal kecil.
"Wow, Dream, kita tidak salah memilih ini sebagai tempat berlibur kita!" sahut Bry bersorak-sorai kegirangan, dan tanpa basa basi, dia melepas pakaiannya yang sudah di rangkap dengan pakaian renang, dan melompat ke pantai.
Aku hanya menggelengkan kepalaku, "Apa dia tidak merasakan kepala berputar selama di pesawat?" tanyaku kepada Kai.
Kai tersenyum, "Itulah alasanku menikahinya, Dream. Energi dia luar biasa." sahut Kai dan segera menyusul istrinya di pantai.
Memang pasangan sejati mereka itu, aku celingukan mencari V, dan...dia sedang berjalan bersama Sarah Eddison yang mengglendotinya. Aku saja menunjukkan cincin tunanganku saat Robbie menggangguku, kenapa V tidak?! Apa maksudnya??!
Aku bergegas menghampirinya, "V... Voltaire!" panggilku.
V merangkulku, "Hei, Dream. Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanyanya.
"Cincinku sepertinya panas terbakar matahari, V. Bagaimana dengan cincinmu? Apakah terbakar juga?" tukasku, sambil memamerkan cincin tunangan kami kepada Sarah Eddison.
Dan sesuai dugaanku, dia terkejut, "I...ini cincin tunangan! Kalian...jangan katakan kepadaku kalian sudah bertunangan!!" sahutnya histeris.
Aku tidak menjawabnya, tapi kutunjukkan cincin di jariku dan V. Dan aku mengambil alih V darinya.
"Kenapa kamu membiarkan dia bergelantung di lenganmu? Harusnya yang harus pertama kamu lakukan adalah mengecek bagaimana kondisiku, bukan berjalan bersamanya!" protesku kesal.
__ADS_1
V mencium bibirku, "Kalau kamu sudah bisa membalasku, artinya sudah baik-baik saja kan?" katanya.
Malam pun tiba, Jean dan Jeannete bahagia sekali, mereka berenang sepanjang waktu. Dan saat mandi dan tidur adalah saat menegangkan. Akuarium raksasa mengelilingi ruangan kamar mandi dan kamar tidur mereka. Tidak ada habisnya mereka berteriak ketika seekor hiu atau ikan pari besar mendekati kaca mereka.
"Bagaimana jika di malam hari nanti, ikan hiu atau paus itu berhasil memecahkan kaca dan memakan kami dan Nancy?" tanya Jeanette.
"Tidak akan. Aku akan memakan mereka terlebih dahulu " jawabku, dan memberikan ciuman selamat malam untuk mereka.
Aku meninggalkan mereka sesaat setelah mereka terlelap. Yang lain sedang menyalakan api di tengah pasir pantai.
Robbie memberikanku segelas minuman, dan aku meminumnya, "Terimakasih." sahutku.
Minuman itu pahit sekali dan tiba-tiba membuat sekuruh tubuhku terasa panas.
"V, aku berganti pakaian yah." sahutku, V menghampiriku, dan aku mulai melepaskan kaos luarku.
V menatapku, "Hei...hei...apa yang kamu lakukan, Dream?" katanya, dan menahan tanganku untuk melepas baju renangku juga.
"Apa yang baru saja dia minum?" aku mendengar V bertanya kepada semua yang duduk mengelilingi api.
Kai memberikan gelasku kepada V. V menjilat dalamnya untuk mengetahui itu minuman apa.
"Siapa yang memberikannya alkohol??!! Dia tidak bisa meminumnya!" sahut V berang.
"V, ini panas, biarkan aku melepasnya " sahutku. V menggendongku dan membawaku menjauhi keramaian.
...----------------...
**EPILOG
V POV**
"Benarkah kalian sudah bertunangan, Volt?" tanya Sarah.
Aku mengangguk, "Benar.." sahutku menjawabnya.
"Robbie memintaku untuk mendekatimu, supaya dia punya kesempatan untuk mendekati Dream. Dan aku pikir itu sebuah kerjasama yang saling menguntungkan, aku segera menyetujuinya. Aku tidak tau kalau kalian sudah bertunangan." kata Sarah menerangkan.
"Robbie?" tanyaku memastikan.
Sarah mengangguk, "Dia sepertinya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Dream malam ini. Berjaga-jagalah." ucap Sarah menasehatiku.
Robbie kurang ajar!! Aku tidak bisa memukulnya karena dia belum melakukan apa pun terhadap Dream, mengancamnya pun akan percuma. Yang bisa kulakukan sekarang hanya menjaga dan mengawasi Dream.
__ADS_1
...****************...