Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
You're My Universe


__ADS_3

2 Years Later


"Ah, V! Apa kamu tidak tau, ini rasanya mual sekali?!" sahutku. Usia kandunganmu belum melewati trimester pertama, rasa mual, pusing, emosi, menyerbuku. Bahkan terkadang seharian aku tidak bisa bangun.


Seperti hari ini, V membawakanku segelas susu yang katanya bagus untuk bayi di dalam kandungan.


"Cobalah. Kamu tidak mau memakan pilmu, tidak mau makan makanan padat juga, jadi apa maumu?" tanyaku.


"Tinggalkan saja aku sendiri." sahutku dan meminta V meninggalkanku.


Dia menyerah, dan keluar kamar. Aku hanya tertidur seharian, tidak mau terkena matahari, aku tidak suka bau wangi-wangian, bahkan aku tidak suka bau V. Membayangkannya saja sudah membuatku mual.


Tidak lama, Kai masuk ke dalam kamar. Dia membawakanku pil dan susu cokelat dingin, "Hei, berusahalah untuk makan, Dream. Kasihan bayimu kelaparan." sahutnya.


"Dimana V?" tanyaku, mengambil segelas susu cokelat dingin itu.


"Dia menunggumu di luar kamar, aku akan mengunjungi Bry, kamu mau makan apa? Akan aku bawakan dari sana." katanya.


"Donat kayu manis dan smoothie cokelat tapi bukan susu." pintaku


"Baiklah. Dan, bisakah kamu berbaik hati kepada V?" tanya Kai.


"Itu bawaan bayiku bukan kemauanku. Aku tidak suka dia mendekatiku entah kenapa. Itu akan membuatku mual sekali. Semoga di bulan keempat, aku sudah tidak mual lagi." sahutku berharap.


"Semoga. Aku jalan dulu. Akan aku ingat pesananmu, Bry pasti akan mengerti kalau aku tidak menginap weekend ini." kata Kai lagi.


Aku mengangguk, "Sampaikan salamku untuknya dan Amber." ujarku.


Kai mengacungkan ibu jarinya dan bergegas pergi melintasi waktu untuk menemui Bry.

__ADS_1


Dua tahun sudah mereka menjalankan hubungan jarak jauh seperti ini. Kai setiap weekend akan menginap disana, dan setelahnya akan kembali kesini lagi. Pernah suatu hari, saat matahari belum terbangun, Amber demam tinggi, Bry menghubungi Kai melalui konektor, dia menangis karena panik, "Kai...Kai...Amber sakit. Kamu jauh disana, aku disini. Bagaimana ini? Dia menangis sepanjang malam, aku hanya bisa menggendongnya, dia menolak minum susu juga. Tolong aku Kai." tangisnya. Akhirnya, detik itu juga Kai melintasi waktu dan membawa Amber ke rumah sakit.


Pernah juga saat Bry sudah terlalu lelah, bukan di akhir pekan, Bry menghubungi Kai hanya untuk menjaga Amber sementara dia ingin memanggil layanan pijit untuk dirinya. Kai yang baru hendak makan siang, seketika langsung melintasi waktu untuk menemui Bry.


Aku cukup salut dengan Kai, dia berhasil membuat pernikahan jarak jauh ini berhasil. Dia juga berhasil menjadi suami dan ayah siaga seperti yang di janjikannya.


Begitu aku tau aku mengandung, entah kenapa seluruh tubuhku seakan melemah, aku tidak sekuat sebelumnya, aku mudah marah, mudah menangis, aku tidak suka makan. Padahal aku tidak ingin merepotkan saat hamil, ternyata aku malah lebih merepotkan daripada Bry saat mengandung Amber.


Aku akan mempunyai seorang anak laki-laki nantinya, tapi kata dokter itu masih akan berubah. Akhir bulan ini dokter akan mengatakan kepada kami jenis kelaminnya. Tidak masalah untukku mau laki-laki atau perempuan.


"Kalau laki-laki, aku akan menjodohkannya dengan Amber. Kalau perempuan, mereka akan bersahabat seperti aku dan Bry." sahutku saat itu.


Kai menatapku, "Masih terlalu jauh untuk membicarakan perjodohan, Dream. Dan lagi, kalau dia menjadi seperti V, seorang player, aku akan menolaknya dari sekarang." katanya.


V pura-pura tersinggung mendengar ucapan Kai, "Maksudmu? Wanita-wanita itu saja yang mendekatiku, tapi kamu lihat kan aku berhasil dengan Dream bertahun-tahun tandanya aku bukan seorang player." jawab V.


Begitulah kehidupan kami dua tahun terakhir ini. Walau pun terpisah, tapi kami bisa menemukan kebahagiaan kami sendiri.


"Dream...!!" serunya lagi.


"Kenapa makhluk itu terus berteriak seperti itu?" tanya V keheranan. Dan kemudian dia mengintip ke luar jendela. Oh, iya aku sudah tidak mual lagi saat bertemu dengan V, jadi aku bisa bermanja-manjaan dengannya.


"Dream, lihatlah siapa yang datang?" tanya V. Aku melongok keluar jendela, mengikuti V.


"Itu Amberku!!" sahutku, dan bergegas keluar menghampiri Kai dan Amber.


"Amber....Amber anakku." sahutku, aku hendak menggendongnya, tapi V dan Kai melarangku.


"Ingat perutmu!" tukas Kai.

__ADS_1


"Baiklah." aku berlutut dan memeluk Amber, "Mana mama?" tanyaku kepadanya.


"Citu, tuh." jawabnya dengan suara mungilnya dan tangan kecil yang menunjuk ke arah Bry.


Aku menghampiri Bry, dan memeluknya, "Aku merindukanmu, Bry. Dan ternyata benar katamu, kalau kita sedang seperti ini untuk melintasi waktu akan mual." sahutku.


"Benar kan?! Hahahahaha..." katanya, "Aku memenuhi janjiku untuk kembali." sambungnya lagi.


"Aku tau. Terimakasih Bry. Dan bagaimana dia melintasi waktu?" tanyaku.


Bry menjelaskan kepadaku bagaimana kisah mereka melintasi waktu. Aku mengajak mereka masuk ke dalam, dan mengenalkan Amber kepada seisi rumah.


Sesuai janjiku, aku akan mengajak Amber menerbangkan mobil terbangku saat dia tiba disini, dan kutepati itu, "Aku akan membawanya untuk menjemput Jean dan Jeannete di sekolah." sahutku, dan sebelum V dan Kai melarangku aku sudah menghentikan ucapan mereka, "Aku berdua saja dengan Amber. Aku masih sanggup menerbangkannya sendiri!" ucapku lagi, dan aku bergegas keluar menggandeng tangan kecil Amber yang sudah siap berpetualang denganku.


Aku yakin, petualangan hidup kami tidak akan berhenti disini, masih banyak hal-hal lain yang lebih mendebarkan menanti kami.


...----------------...


**EPILOG


Author POV**


Hallo, bertemu lagi denganku.


Terimakasih yang sudah setia mengikuti kisah Dream dan teman-temannya dari awal. Terimakasih untuk dukungan kalian semua hingga Dream akhirnya bisa menamatkan kisahnya.


Maafkan kalau ada bab yang kurang nyambung, atau tidak sesuai, namanya juga halu ya kan? 🤭🤭 Mohon di maklumi.


Terus dukung karya-karyaku yah my dearest reader. Im nothing without you, guys. Once again, thank you so much. God bless you all, and be happy wherever you are 🤗🤗💜💜💜

__ADS_1


Borahae 💜💜💜


...----------------...


__ADS_2