Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
We're saved?!


__ADS_3

Hampir 6 bulan kami berada di tahun waktu ini, dan si kecil Amber sudah memulai makanan pertamanya. Voltaire kembali bekerja sebagai kepala chef di sebuah hotel, sedangkan Kai, tidak jauh-jauh dari V, dia menjadi manager hotel tersebut.


"Aku harus mencari pekerjaan yang bayarannya tinggi, karena kami punya 3 orang wanita sekarang." ucapnya suatu hari.


V mengangguk setuju, "Benar. Wanita itu suka sekali dengan makan, dan Amber, lihat saja dia, tangan mungilnya yang lucu sudah penuh dengan snack di kanan kirinya." sahut V gemas.


Dan itu benar, aku dan Bry suka sekali dengan snack, dan ternyata Amber menuruni sifat kami, suka snack. Amber bukan anak yang mudah menangis dan harus di temani, bahkan dia cukup tenang hanya dengan makan snack bersama kami sambil mengobrol santai.


Selain masalah itu, V dan Kai sekarang harus memperhatikan kondisi kesehatanku juga, karena aku sudah mulai batuk-batuk.


"Kita tidak bisa berlama-lama disini, Dream. Kamu sudah mulai drop." ucap V.


Kai menyetujuinya, "Yah benar itu. Rumah sakit mahal saat ini, Dream." katanya, "jangan sampai sakit." ucap Kai.


"Ah, aku tidak pernah merasa semerana ini dalam hidupku." katanya lagi.


Sekarang, kami mulai mengecek gerbang waktu hampir setiap hari. Karena waktu tidak bisa menunggu, kami berharap sebelum Amber satu tahun, kami sudah bisa kembali.


Tapi mustahil kan dengan kondisi seperti ini.


Suatu hari, aku sedang mengajak Amber berjalan-jalan sore dengan strollernya, dan aku sengaja melewati gerbang waktu hanya untuk sekedar mengecek disana.


Sesampainya di depan gerbang itu, tertutup seperti kemarin-kemarin, aku mengajak Amber mengobrol, "Kamu lihat, Amber. Ketika ini terbuka," kataku sambil mengetuk gerbang waktu itu, "kamu akan menemukan dunia dan peradaban yang luar biasa keren dari ini. Aku akan mengajakmu bertemu dengan mamaku, oh, seperti sudah kubilang kamu bisa memanggilnya granny. Dia wanita yang luar biasa, hampir sepertiku, tapi tidak juga, tapi pokoknya seperti itulah." sahutku, dan sekarang aku memandang gerbang waktu, dan aku berharap ini terbuka.


Amber (menurutku) juga memandangnya, aku yakin dia pasti ingin melintasi waktu juga sama sepertiku. Darah dan jiwa petualang Kai sudah mengalir deras di tubuhnya.


Aku menarik nafas, dan menghembuskannya panjang, kemudian aku dorong stroller Amber lagi.


"Luna Dream..."


Aku mendengar suara Jean atau Jeannette memanggilku, aku mulai berhalusinasi. Aku akan gila sebentar lagi.


"Itu benar Luna Dream. Luna Dream!! Lunaku!!"


Kali ini aku benar-benar yakin, aku sudah gila. Mana mungkin Jean dan Jeannete ada disini.


Tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang, aku merasakan tangan-tangan kecil melingkari pinggangku,


"Luna Dream! Kami memanggilmu sedari tadi!!" sahut mereka.


Aku tidak gila, ini nyata...


"Jean, Jeannette...bagaimana kalian...oh aku merindukan kalian... peluklah aku." sahutku. Dan mereka berlari ke dalam pelukanku.


"Maafkan aku, aku pikir aku gila bisa mendengar suara kalian disini. Gerbang waktu tertutup...bagaimana kalian bisa kesini?" tanyaku.


"Kami berhasil membukanya." jawab Jean.


Aku mengajak Jean dan Jeannete berjalan bersamaku dan Amber kecil. Sesampainya di rumah, aku berhasil mengejutkan Bry.

__ADS_1


"Hai, Bry...tebak siapa yang aku bawa?" tanyaku menggodanya.


"V? Kai? Amber tentu saja bersamamu, kan? Katakan padaku, janganlah bermain rahasia." katanya menyerah. Dia malas menebak ternyata...hehehe.


"Taraaa...!!!" sahutku.


Jean dan Jeannete keluar dari persembunyian, "Hai Bryanna!" kata mereka.


Bry terkejut, "Hai...halo sayang. Bagaimana kalian bisa ada disini?" tanya Bry memeluk mereka satu per satu.


"Bryanna, apa itu bayimu? Dia cantik sekali." sahut Jean.


"Benar, dia akan lebih cantik dari kami." sahut Jeannette menambahkan.


"Kalian juga cantik. Ini bayiku, namanya Amber." jawab Bry.


Jean dan Jeannete menyentuh pipi Amber dan menyapanya, "Dia lucu sekali, Bry. Oh, hai Amber." sapa Jean.


Amber ikutan bercelotek tidak jelas, tapi seperti menyapa Jean dan Jeannete. Dan itu membuat kami semua gemas dengan tingkahnya.


"Apa kalian sudah makan?" tanyaku, "Oh iya, aku lupa. Kalian pasti sudah mengkonsumsi pil makan." sahutku lagi.


Jean dan Jeannete mengangguk, "Apa kamu bisa memasak disini, Luna Dream?" tanya Jeanette.


Aku tertawa dengan bangga, "Tentu saja, akan kubuatkan kalinan makanan kebangganku."


"Nasi goreng apa saja." jawab Bry tertawa. Aku memberengutkan bibirku dengan kesal.


"Bagaimana kabar oma?" tanyaku.


Jean dan Jeannete mengangguk, "Oma baik, tapi oma sangat khawatir karena takut terjadi apa-apa kepada Luna Dream. Pintu waktu tertutup terus karena saat itu ada orang jahat masuk, dan mereka menutup pintunya." jelas Jean.


"Orang jahat?" tanyaku. Jean dan Jeannete mengangguk lagi.


"Oma yang memberikan hukuman kepadanya selama kamu tidak ada, Luna Dream." jawab Jeannette.


"Dan oma yang meminta pintu waktu ditutup. Setelah itu kami tidak tau apa yang terjadi, karena pintu waktu terus mendesis seperti akan mengeluarkan asap, dan nampak ada kilatan aneh di permukaannya." kata Jean.


Aku berusaha mencerna segala informasi yang mereka berikan, sambil berpikir apa yang terjadi dengan pintu waktu, "Dan bagaimana kalian bisa sampai sini?" tanyaku.


"Kami sedang bermain, dan tiba-tiba kami masuk ke dalam sebuah bangunan putih dengan pintu emas dan tiba-tiba kami melihatmu." kata mereka.


"Ah, pintu waktu satu lagi! Tapi kenapa kalian bisa sampai disini?" aku masih berpikir.


Seharusnya, jika Jean dan Jeannete masuk dari gedung putih itu maka mereka akan keluar di gerbang waktu dekat rumah V, bukan disini.


Tapi mereka sampai disini? Apa yang terjadi? Aku tidak memahami logaritme pintu waktu saat ini. Harusnya ini semua saling berhubungan, kan? Aku mengacak-ngacak kasar rambutku.


Hari semakin malam, Kai dan V sudah pulang dan mereka sangat terkejut dengan kedatangan Jean dan Jeannete. Kami makan malam bersama, setelah anak-anak kecil dan bayi tertidur, kami membahas tentang bagaimana mereka bisa sampai sini.

__ADS_1


"Kamu ingat gedung itu, Kai?" tanyaku.


Kai mengangguk, "Dan mereka keluar disini? Dan ternyata juga mamamu lah yang menutup gerbang waktu? Sungguh aneh sekali." sahut Kai.


"Apa itu berarti kita sudah bisa kembali?" tanya V, "Jean dan Jeannete berhasil kesini, apa itu kebetulan?"


Kai mengangkat bahunya, "Apa kalian mau mencobanya?" tanyanya menantang.


Aku menyenggol lengan Kai, "Kai..." sahutku.


"Tidak ada salahnya di coba. Ingat lorong waktu mempunyai jejak kemana dan dimana kita saat itu, kita bisa telusuri itu kan?" sahut Kai.


"Masuk dengan bergandengan tangan untuk mencegah terpisah-pisah? Apa itu bisa di coba?" tanyaku.


Kai mengangguk, "Bisa, tapi kita perlu waktu untuk mempelajari bagaimana cara lorong waktu merekam jejak kita." kata Kai.


"Besok, aku akan mencoba melemparkan suatu benda ke dalam lorong waktu, dan aku akan meletakkan kamera kecil di benda itu untuk melihat kemana benda itu pergi." usul Kai lagi.


"Apa akan terlihat?" tanya V.


"Semoga." jawab Kai, "kita akan mencobanya besok sebelum dan setelah kami bekerja, oke V?" tanya Kai.


V mengangguk mantap.


"Jika terjadi sesuatu yang buruk, siapkan kembali jam pasirmu, Dream." bisik Kai di telingaku.


...----------------...


**EPILOG


Kai POV**


"Kamu belum tidur, Bry?" tanyaku, saat masuk ke kamar kami.


Bry menggeleng, "Aku masih memompa, Amber sedang tidur, dan iniku bengkak." sahut Bry


"Kai, apa kamu sudah mengambil keputusan tentang pernyataanku waktu itu?" tanya Bry.


Kai terdiam, "Aku tidak bisa, Bry. Maafkan aku." jawabku.


"Kenapa? Karena Dream? Karena kamu pengawalnya?" tanya Bry menuntut.


Aku menundukkan kepalaku, "Hidup disini sulit sekali, Bry. Aku tidak bisa." jawab Kai.


"Kalau begitu, kamu kembalilah ke tahun waktumu, dan tinggalkan aku dan Amber berdua disini." sahut Bry.


"Bry, tidak bisa seperti itu, kan!! Kamu istriku, dan Amber anak kita. Aku melakukan segala cara supaya kita bisa bersama, Bry!" sanggahku.


"Melintasi waktu sangat beresiko, Kai! Aku sudah tenang dan merasa aman disini! Aku akan tinggal, dan aku harap kamu tinggal bersamaku!" sahut Bry.

__ADS_1


Aku keluar kamar, dan menemui V yang tertidur di sofa, "V, aku punya pilihan yang sulit." sahutku.


...----------------...


__ADS_2