Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
Finally, 30!!


__ADS_3

1 Year Later


Sudah setahun kami disini, papa belum membuka lorong waktu untuk kami kembali kesana. Aku tidak diijinkan untuk membawa apa pun dari tahun waktuku. Apa papa benar-benar mengusirku? Lalu, bagaimana dengan mama? Pasti sedih dan akan menangis terus? Atau mungkin, apa aku sudah dihilangkan dari tahun waktu disana dan menjadi penduduk di tahun waktu ini? Aku rindu mamaku, aku rindu kamarku, aku rindu Lyn, bahkan aku merindukan macboxku, yang selalu aku ancam untuk kulemparkan ketika banyak laporan yang harus kubuat.


"Dream" sahut seseorang, "Menunggu pagi lagi?" tanyanya.


"Hai V, tentu saja, aku tidak akan melewatkan matahari terbit di setiap pagi" jawabku.


"Kamu ingat, hari ini hari ulang tahunku, dan aku mengundang seseorang." kata V lagi.


"Aku ingat, dan Selamat ulang tahun untukmu, Voltaire Brian." sahutku, memeluk V. V membalas pelukanku, "Bolehkah aku meminta hadiahku?" tanya V, aku mengangguk, "Kamu mau minta apa dariku?" tanyaku kepada V. Dia mendekatkan wajahnya kepadaku, "Aku minta ini padamu" dan kemudian dia mencium bibirku. Aku tidak menolaknya dan sulit untuk menolaknya. Kemudian dia melepasnya, "Terimakasih" sahutnya.


"Oh, siapa yang ingin kamu undang?" aku bertanya, aku tidak bisa menebak siapa, maksudku tidak mungkin orangtuaku, kan?


"Itu rahasia. Dia adalah penentu nasib kita, Dream." jawabnya. Aku mengangkat bahuku, "Kenapa harus rahasia?" aku bertanya lagi. V memberikan senyuman lebarnya kepadaku.


...----------------...


"Selamat ulang tahun Voltaire!!" seru kami bersama-sama, dan membuat cheers untuk V.


"Ah terima kasih yah, tahun ini aku sungguh bahagia karena bisa merayakannya dengan kalian, dan terutama denganmu, Dream." katanya, kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya.

__ADS_1


"Umurmu sudah 30, V. Kalau di tahun waktu kami, kamu akan di penjara dan di paksa untuk menikah dengan siapapun yang lewat di depanmu." sahut Kai.


"Ya benar, itu menakutkan" sahutku, "Mana tamu kamu, V?" tanyaku, teringat tamu spesial yang V ceritakan.


"Ah, baiklah aku panggilkan." katanya. V melambaikan tangan ke atas, dan tersenyum.


"Nah ini nona Irish sang author, silahkan yang ingin bertanya." katanya mengenalkan kami kepada sosok wanita, dengan rambut berantakan, dan tampak kusut.


"Terima kasih sudah mengundangku." kata si author tersebut.


"Baiklah, kenapa kamu membuatku sebagai tokoh yang tampak mudah jatuh cinta?" aku langsung bertanya tanpa basa basi. Tentu saja aku kesal, siapa pun akan kesal, bukan?


"Ah, itu karena awalnya, kamu adalah tokoh wanita protagonis dengan sifat manja dan cengeng, Dream. Namun seiring berkembangnya cerita novel ini, aku membuat kamu menjadi lebih kuat, tapi bingung dengan kehidupan cintamu." jawab si author. Aku yakin sekali, dia gila!


"Ah, jawabannya karena, kalau seperti itu, ceritanya akan mudah di tebak, dan akan selesai begitu saja, bukan?" jawab si author. Jawaban yang aneh!


"Sekarang aku, kenapa kamu tiba-tiba membuatku berumur 30? Kalau di hitung-hitung dari awal novel ini dibuat, aku baru akan berumur 29 tahun !" sembur V.


"Oh, itu karena untuk menyesuaikan dengan episodenya, tiba-tiba saja aku kehabisan ide." jawabnya dengan santai, "ah dan untuk perubahan karaktermu, tentu ada, tapi aku tidak bisa mengatakannya disini." terangnya lagi sambil tersenyum.


Kai mengangkat tangan kanannya,"Aku mau bertanya, kenapa kamu menghilangkan rasa cintaku kepada Dream kalau pada akhirnya Dream akan melakukannya denganku, dan kenapa harus melakukan itu? Kamu bisa membuatnya untuk menikah atau sekedar menjadi sepasang kekasih?" tanya Kai. Aku mengangguk setuju, "Benar itu Kai, jadi aku tidak perlu terkesan gampangan kan?" aku menambahkan pernyataan.

__ADS_1


"Sebenarnya cinta Kai untuk Dream masih ada, dan aku akan membuatmu menyukai Bry, tapi setelah aku berpikir, aku membatalkannya, aku butuh konflik panjang" sahut si author ini.


"Sekarang giliranku, apa yang akan kamu rencanakan untukku?" tanya Bry. Author tersenyum, "Tadinya bahkan aku tidak membuatmu, tapi kok sepertinya kurang seru, akhirnya kamu aku tambahkan hanya sebagai tokoh pembantu, tapi aku berubah pikiran, dan voila, kamu muncul kembali." jawabnya lagi dengan santai.


"Lantas, bagaimana nasib kami?" tanya V. Aku masih memperhatikan author wanita itu, untuk bertanya-tanya, apa dia masih waras atau bagaimana.


"Itu belum aku pikirkan, tapi aku berjanji secepatnya akan aku pikirkan." jawabnya lagi.


"Kenapa juga kamu tidak meneruskan episode ini, dan malah datang kesini?" tanyaku, masih penasaran.


"Oh, ini episode spesial, kan. Novel ini sudah sampai episode 30, maka itu aku anggap ini spesial, dan aku hadir. Semoga kalian suka." katanya lagi, membungkukkan badan ke arah pembaca kami, dia juga mengangkat tangan kananku, dan memaksaku untuk melambaikan tangan.


"Sudahlah thor, kamu boleh kembali, dan pikirkan bagaimana nasib kami nantinya." seruku kepada author itu. Dia mengangguk, "Baiklah, tunggu aku selalu yah" katanya sambil tersenyum, dan melambaikan tangannya kepada kami. Kami berempst saling berpandangan, dan semoga nasib kami cukup baik di tangannya.


...----------------...


**EPILOG


Author POV**


Halo, terimakasih untuk yang sudah membaca maupun yang akan mencoba membaca. Ini episode khusus dimana aku hadir di dalamnya dan bergabung dengan para tokohnya. Mereka marah, tentu saja, karena jujur saja, aku sempat kehilangan arah karena kehidupan real lifeku sedang tidak baik. Ah, jadi curhat 😁😁 , dan itu mempengaruhi karakter mereka secara tidak langsung.

__ADS_1


Ini karya keduaku, dan sudah mencapai episode 30 ini, aku bersyukur sekali, tadinya aku mau tetap membuatnya hingga 20 episode saja, tapi aku membaca novel-novel yang lain, bahkan, ada yang sampai episode 400 sekian,dan itu masih on going 😱😱, jadi aku berpikir untuk membuat kisah Dream Cs, lebih panjang juga.


Semoga kalian mau membacanya yah, dan mohon dukungannya selalu untuk setiap karyaku, terima kasih 💜💜😉😉


__ADS_2