
Malam itu, aku menangis hingga tertidur. Jantungku berdebar-debar kembali tapi kali ini debarannya menyisakan rasa sakit, dan perih. Ada apa .denganku sebenarnya? Esok harinya, aku terbangun, dan V sedang menatapku.
"Dream, maafkan aku semalam yah. Aku rasa aku sedang rindu rumahku" sahutnya. Aku terbangun, dan menarik selimutku sampai dagu, "Aku juga minta maaf karena menaksamu, biasanya kalau aku sudah merengek, apapun yang aku minta, akan diberikan kepadaku" jawabku.
"Itulah mengapa kamu harus dewasa Dream." jawabnya, "Aku akan menemui Kai pagi ini, aku harus bekerja, Dream,dan aku tidak bisa berdiam diri saja di rumah bersamamu, aku akan mati karena bosan" katanya. Aku mengangguk, "V, pagi ini juga aku akan menemui papa" kataku. V mengangguk dan beranjak pergi. Aku punya ide cemerlang, aku akan meminta sedikit privilege papa untuk membuka pintu lorong waktu, sehingga V bisa pulang ke jamannya. Baik, aku akan segera bersiap.
......................
Setelah siap aku membuka MacBookku, aku mencari worldmetaverse, sesudah masuk ke dalamnya, aku mencari papa, ah dia sedang bekerja, sahutku. Aku mengetuk pintu ruangan kantor virtual papaku, dan aku mengirimkan chat kepadanya.
"Papa bisakah aku minta tolong kepada papa?" tanyaku. Papa melambaikan tangan dan mengirimkan flying kiss kepadaku, aku pun mengirimkan kembali flying kiss kepada papa.
"Minta tolong apa?" tanyanya. Aku tersenyum,dan membalas chat papa.
"Bisakah papa membuka pintu lorong waktu? Please" jawabku.
"Apa??!! Untuk apa Dream??" tanya papaku. Aku mulai mencari kalimat dengan sangat hati-hati.
"Aku ingin berbulan madu dengan V, tapi V ingin mengunjungi keluarga yang belum pernah dilihatnya. Dan setelah mencari, ternyata keluarga V, hidup di tahun 2022" jelasku kepada papa, maafkan aku papa, aku bohong, doaku dalam hati, "bisakah?" tanyaku memohon. Papa kemudian membalas chatku lagi,
"Datanglah ke rumah untuk mendapatkan jawabannya, datanglah bersama Voltaire" balasnya. Aku mengacungkan jempol dan mengedipkan sebelah mataku. Setelah menutup worldmetaverse, aku mencari Kai, dan aku menemukannya, dan seketika itu juga, muncul Kai virtual, "Apa Dream?" tanyanya. Aku cepat - cepat menjawab, "Dimana V?" tanyaku, dan V menoleh saat namanya dipanggil, V virtual datang menghampiriku. Virtualnya aja tampan, aku menepuk pipiku, "V bisakah nanti kita ke rumah papa? Ada yang ingin papa bicarakan?" tanyaku pada V dalam bentuk virtual tersebut. V virtual mengangguk, dam segera mengakhiri panggilanku.
__ADS_1
...----------------...
Sesampainya di rumah, aku segera menyambut V dan menceritakan tentang ideku.
"Jadi, aku bilang pada papa, aku memintanya untuk membuka pintu lorong waktu, supaya kamu bisa kembali ke duniamu, tapi papa bilang, aku harus mengajakmu menemui papa juga." jawabku, ah aku memang cerdas, pikirku.
"Kenapa aku harus ikut?" tanyanya.
"Ya, karena kamu suamiku kan" jawabku, "Dan karena kita sudah menikah juga, papaku adalah papamu juga. Begitu kan?" jawabku memperjelas keadaan kami saat ini.
V dengan cepat bangkit berdiri, dan mendekatiku, "Jadi aku suami kamu? Kalau begitu boleh dong aku minta ini?" tanya V, dan kemudian mencium bibirku dengan kasar, "V hentikan" sahutku, namun suara yang terdengar olehku bukan suaraku, tapi suara *******, dan kemudian V melanjutkan ciumannya ke leherku, "Atau aku meminta ini?" tanyanya, dan V mengecup leherku kasar, tak lama disana, V mulai turun ke bawah, jantungku semakin berdebar, kencang sekali, sementara V bermain disana, aku memberanikan diriku untuk melihat apa yang dilakukannya, dan begitu aku melihatnya, aku menutup mataku lagi, dan secara tidak sadar aku menikmati setiap permainan yang V lakukan, dan aku hanya mendengar suaraku yang terus menyebut namanya.
Aku bergegas ke kamar mandi, dan begitu aku memeriksa apa yang dilakukannya tadi, aku terpesona, V meninggalkan banyak jejak dimana-mana. Aku meraba jantungku, apakah masih ada di tempatnya, masih ada, aku menarik nafas lega, lantas apa yang meledak tadi? Aku berpikir, perasaan aneh tapi indah sekali yang baru pertama kali aku rasakan, dan ini membuatku ingin mengulanginya lagi... Bagaimana ini? V selalu berhasil membuatku berdebar-debar.
Aku mengunjungi papa seorang diri, entah si V itu ada dimana, robot pelayan membukakan pintu untukku. Aku menemui papa dan mamaku, dan betapa terkejutnya aku, V sudah ada disana, bersama dengan Kai.
"Hai Dream," sapa mama, "V bilang kamu akan terlambat datang karena mau bersiap-siap dulu, wow,lihat dirimu Dream, kamu semakin cantik" kata mama, dan kemudian menggandeng lenganku untuk bergabung bersama mereka. Kai memandangku, dan memperhatikan penampilanku, "Ada yang berbeda dari kamu, Dream" sahutnya. Aku mengangkat kedua bahuku. Papa berdeham dan memulai pembicaraan, "Voltaire, siang ini Dream menemuiku, ia ingin mengajakmu berbulan madu, tapi ada yang mengejutkanku, kalian mau berbulan madu melintasi waktu? Apa tidak ada tempat lain?" tanya papa kepada V. V juga berdeham sebelum menjawab pertanyaan papa, "Untuk sementara ini tidak apa pah, kami ingin melintasi waktu, karena aku ingin menemui keluargaku" jawab V. Kai mengangguk, "Kalau memang diijinkan, saya akan mengawal Dream dan V" sahut Kai. Aku rasa Kai sudah diceritakan oleh V tentang rencanaku. Papa memegang dagunya, dan membelai jenggot yang tidak ada, "Baiklah, setelah Voltaire berhasil bertemu dengan keluarganya, apa yang akan kalian lakukan di waktu tersebut?" tanya papa lagi.
"Mungkin kami akan melanjutkan bulan madu kami" jawabku. V dan Kai menatapku.
"Untuk berapa lama? Kalian harus punya rencana, dan ingat, kalian tidak diijinkan berlama-lama disana, karena yang di takutkan adalah terjadinya perubahan masa lalu dan masa depan. Tentu saja, polisi waktu akan mengawasi kalian" sahut papa menjelaskan. Aku kembali berpikir, ketika nanti aku sudah ada di waktu tahun V tinggal, apakah aku harus pulang sendiri tanpa V? Aku ngga mau begitu. Tapi di satu sisi, aku mau V kembali ceria seperti dulu lagi.
__ADS_1
"Bagaimana Voltaire? Dream?" tanya papa lagi. Jawaban "Kami akan memikirkannya kembali" dariku, bersamaan dengan jawaban, "Baik, kami setuju" dari V. Papa tertawa, kupikir papa akan marah tadinya, "Baiklah, papa akan memberikan waktu untuk kalian 3 hari, pikirkanlah baik-baik" jawab papa.
...----------------...
**EPILOG
Kai POV**
"Apa yang kamu lakukan kepada Dream? Kenapa ada merah-merah di leher dan di atas dadanya? Itu sangat jelas V, kenapa kamu melukainya?" tanyaku marah. Kami baru selesai dari acara pertemuan Dream dan keluarganya. Dream memakai pakaian yang cukup terbuka, dan dengan belahan dada agak rendah. Aku ngga tau, apa itu untuk menunjukkan luka-lukanya atau dia tidak sadar kalo ada banyak Luka merah di sekitar leher dan bagian dadanya. Dan aku heran, saat V tersenyum, "Itu bukan luka Kai, tanyalah pada Dream aku menyakitinya atau tidak." jawabnya tersenyum.
"Kalau bukan luka, itu apa?" tanyaku lagi.
"Aku hanya memainkan peranku sebagai suaminya, dan itulah yang terjadi" jawabnya santai.
Aku terbawa emosi, aku menghadang tubuhnya, "Brengsek, kamu bilang, kalo kamu tiba-tiba menyukainya, kamu akan memberitahukan kepadaku!" tukasku marah. Kali ini V tidak tersenyum, dia menatapku tajam, "Aku tidak menyukainya Kai" jawabnya. Kemudian dia menghela nafas, "Bry*, nama kekasihku adalah Bry" sahutnya menambahkan.
Selepas kepergian V, aku bertemu Dream, "Kai, ada yang ingin kukatakan kepadamu" katanya, "Sepertinya aku mencintai Voltaire" katanya lagi, wajahnya tersipu malu.
...----------------...
*Bry dibaca Bri yah.
__ADS_1