Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
Where's My Dream?!


__ADS_3

Setelah malam itu, aku memutuskan untuk kembali membuka hatiku, aku memohon kepada author supaya kisah cintaku di mudahkan.


Pagi ini, restaurant seperti biasa kembali ramai orang keluar masuk untuk makan pagi atau sekedar minum kopi atau teh dan menikmati roti atau snack pagi. Aku membantu Kai di depan, hari ini Bry di dapur bersama V.


Setelah tamu sepi, kami mulai mengurangi pekerjaan kami, dan bersiap untuk sarapan. Namun tiba - tiba, muncul kepulan asap dari ruangan belakang dapur, dan dari depan pintu. Sirene tanda kebakaran mulai berbunyi, dan mengeluarkan air dari atas. Tapi asap itu terlalu tebal. Kai menggandeng tanganku, "Dream, kamu masih bisa melihatku?" katanya. Aku mengangguk, "Iya, Kai. Jangan lepaskan tanganmu, aku takut, dan asap apa ini, Kai?" aku bertanya, Kai memintaku mengikutinya dengan berjalan jongkok, "Entahlah, kita harus berkumpul bersama. V!! Bry!! Kalian dimana?" teriak Kai. Dan aku mendengar suara Bry dan V menyahut, "Kami aman, tetaplah disana, kami akan kesana dan jangan bergerak" sahut mereka. Aku semakin mengencangkan peganganku ke tangan Kai. Dan dari sisi kiri, ada seseorang yang menarikku, "V?! Kamukah itu?!" tanyaku, namun tidak ada jawaban. Dan orang itu semakin menarikku, hingga tanganku terlepas dari pegangan Kai. Aku mendengar Kai berteriak, "Dream...Dream.. DREAM!!!" sahutnya. Aku memberontak, orang itu menyuntikkan sesuatu di leherku, dan kesadaranku menurun, aku merasa pusing dan mengantuk sekali.


...----------------...


KAI


"Dream...Dream... DREAM!! DREAM!!" aku berteriak, dan meraba-raba untuk mencari Dream, kabut asap ini tebal sekali, dan apakah ini?


"Apa yang terjadi Kai?" tanya Bry, aku melihatnya berjalan dengan kipas kecil tanpa kabel di depannya untuk menghalau asap.


"Dream menghilang, aku memegang tangannya begitu kencang, dan ada seseorang menariknya, dan kaki terlepas, dimana V?" aku bertanya. Pandanganku sedikit jelas dengan bantuan kipas kecil dari Bry. Siraman air juga mulai berfungsi melenyapkan kepulan asapnya. Aku mencari - cari Dream, berharap dia menemukanku, dan memegang tanganku lagi. Rasa takut mulai menjalar ke semua penjuru tubuhku.


"V sedang menyiapkan blower, dia memintaku untuk menghalau asap sebisaku, dan membantumu melihat apa yang terjadi." jawab Bry. Tidak lama, V datang, menenteng kipas angin besar, dengan baling-baling yang cukup besar juga. Dan menghidupkan air blower, sehingga membuat asap-asap itu semakin menghilang.


"Dimana Dream?" tanya V setelah dapat melihat dengan jelas.


"Entahlah, ada yang menariknya. Aku cek keluar, dan tolong bantu aku cek pintu belakang dapur." sahutku memberi perintah, "Bry, tolong bantu aku mencari di sekitar sini, semoga saja dia hanya bersembunyi, dan berharap kita akan menemukannya" sahutku, selebihnya untuk menghibur diriku sendiri. Aku tidak akan memaafkan diriku kalau terjadi apa - apa dengan Dream.


Aku segera berjalan keluar, dan aku baru sadar, waktu telah berhenti. Dan petugas satuan waktu sudah berbaris di depan rumah V, lorong waktu terbuka! Apa yang terjadi?! Aku mendekati salah seorang petugas, dan bertanya, "Apa yang terjadi?"


"3 orang narapidana kabur, dan mereka mengetahui bahwa nona Dream ada di tahun waktu ini" sahutnya.


"Apa yang kalian lakukan disini?! Jaga setiap lorong! Dan temukan mereka!! Mereka sudah membawa Dream pergi! Lacak keberadaannya!" sahutku berteriak.

__ADS_1


"Waktu hanya berhenti di area ini, kami sudah menjaga setiap lorong waktu, dan meningkatkan pengawasan maksimal bagi siapapun yang ingin keluar masuk. Narapidana tersebut, dipastikan berhenti juga, dan kami sedang melacaknya." jawab petugas itu lagi.


"Ada chipnya kan?!" sahutku. Mereka mengangguk, "Salah satu dari mereka berhasil melepasnya, mereka tidak akan melintasi waktu dengan kondisi satu dari mereka terluka." jelasnya lagi.


"Hubungi Mark Fransiskus!" sahutku.


"Sudah kami hubungi, dan mereka mengerahkan pasukan untuk tugas di setiap lorong tahun waktu." sahutnya. Salah satu dari mereka memberikanku foto 3 narapidana itu. Bisa di pastikan mereka musuh besar Mark alias papa Dream. Darimana mereka tau Dream ada disini? Tidak ada seorang pun mengetahui keberadaan kami, termasuk Mark sendiri. V berlari menyusulku, dan Bry mengikutinya, "Bagaimana, Kai?" tanya V.


"Ini kacau V! 3 narapidana kabur, salah satu dari mereka melepaskan chip yang sudah di tanam, kemungkinan tangan kanannya terluka parah. Aku tidak tau, aku akan masuk ke lorong waktu. Tolong jaga disini!" sahutku, V mengangguk, namun sebelum aku pergi, Mark Fransiskus, papa Dream sudah menunggu di depan lorong waktu. Aku membungkukkan badan kepadanya.


"Bagaimana?" tanya pak Mark kepadaku. Aku menggelengkan kepalaku, "Darimana mereka tau keberadaan kami? Bahkan anda sendiri tidak tau kami di tahun waktu ini." sahutku.


Papa Dream menggeleng, "Aku tau kalian mendarat disini. Konektor Lyn masih menyatu dengan konektor Dream. Seharusnya kita bisa mendeteksinya." sahut pak Mark.


"Konektor?" tanyaku tidak paham.


"Aku tau. Niatku hanya ingin memberikan pelajaran hidup untuknya Kai, dan aku tidak menyangka akan seperti ini. Maafkan aku." sahutnya, dan ada nada menyesal dalam setiap perkataannya.


"Bantu aku melacak, Dream!" sahutku. Setiap detik sangat berharga. Petugas waktu memberikan macbox kepadaku, dan aku membukanya. V dan Bry datang menghampiriku, "Kai, sudah terdeteksi?" tanya Bry. Aku menggelengkan kepalaku.


"Berkelilinglah, mereka tidak akan jauh, waktu akan berjalan kembali dalam 20 menit. Dan itu waktu emas kita. Carilah di setiap kemungkinan tempat" sahutku. Aku memberikan foto narapidana itu, dan mereka bergegas mencarinya.


Voltaire


Kamu dimana Dream? Saat ini aku sedang berkeliling mencari Dream, mencari mobil berwarna hitam, dengan model mobil yang cukup aneh, dan akan mudah di temui di tahun ini, karena mobil itu hanya ada satu, yaitu mobil narapidana itu saja. Bry melirik ke arahku, "Tenanglah V, kita pasti akan menemukan Dream secepatnya." katanya menghiburku.


"Aku tidak habis pikir, kenapa mereka bisa tau itu Dream. Bisa aja itu kamu kan, Bry?" aku bertanya lagi.

__ADS_1


"Pasti taulah. Artikel tentang Dream banyak sekali disana. Wajar mereka langsung mengenalinya, dan saat itu dia sedang bersama Kai." jawab Bry. Benar juga apa yang di katakan Bry. 15 menit sudah berlalu, kemana mereka membawa Dream. Aku terus mencari dan berkeliling, mereka tidak mungkin jauh, kalau waktu sudah di hentikan. Yang kutakutkan adalah, mereka membawa Dream ke luar tahun waktu. Bertahanlah Dream...aku akan menemukanmu.


...----------------...


EPILOG


Mark. Fr POV


"Kapan kamu akan membawa Dream pulang, pah?" istriku bertanya. Wajarlah dia seorang ibu, pasti mengkhawatirkan anaknya. Apalagi anak kami hanya satu.


"Akan aku biarkan sedikit lebih lama lagi, bertahanlah sayang." jawabku. Aku dan istriku, Gloria, sedang memantau putri kami, Dream, dari konektor boneka kesayangannya. Aku hanya ingin dia tidak sembarangan mengambil keputusan, berpikirlah dahulu baru bertindak. Aku merasa bersalah kepadanya, dan melihatnya menangis seperti itu di pelukan seorang laki - laki, hatiku sakit melihatnya. Aku mematikan konektor itu, dan beristirahat. Belum lama aku tertidur, sirene berwarna merah berbunyi.


"Apa yang terjadi?" sahutku. Sejumlah hologram petugas sipir penjara di depanku, "3 tahanan berhasil melarikan diri, dan kini mereka melintasi waktu"


"Berikan data mereka kepadaku." seruku. Aku hanya fokus pada Dream yang sedang berada di luar tahun waktu. Nyawanya bisa terancam, kalau narapidana itu menemukan mereka.


"Hentikan waktu! Tutup semua lorong waktu." seruku kembali.


"Maaf pak, mereka sudah berhasil melintasi waktu." jawab salah seorang perugas hologram itu.


"Aaarrggghhh!!"


Aku memandang 3 foto virtual narapidana itu, Gambit, Jack, dan Spark!! Aku akan membunuh kalian kalau sampai kalian menemukan putriku!!


"Buka lorong waktu, jaga setiap ujung - ujungnya, aktifkan semua gps, awasi dan kontrol mereka!" sahutku. Dan aku bergegas menyebrangi waktu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2