Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
Trap in Time


__ADS_3

Sudah sebulan aku bersama V disini, di rumahku. Kami sudah menikah, tapi V jarang sekali mengobrol bersamaku. Waktunya lebih banyak dia habiskan dengan Kai. Aku jadi cemburu, pikirku. Aku tau pernikahan kami hanya bohongan, tapi toh kami diberkati dengan serius. Tapi apa juga yang aku harapkan dari pernikahan ini? Misi dari pernikahan ini adalah untuk menyelamatkan V, dan menunggu pintu lorong waktu terbuka, sehingga aku bisa mengembalikan V ke masa lalu.


"Kai, ada apa di antara kamu dan V?" tanyaku suatu hari. Pagi hari ini, entah ada apa, tapi Kai memanggil V untuk mengerjakan sesuatu, dan mereka pergi hanya berdua saja. Selagi Kai menunggu V, aku menginterogasinya, "Jujurlah Kai" sahutku.


"Dream, V seharusnya tidak ada disini dalam waktu lama, tidak boleh, dia akan mengubah masa depan, seperti katamu, V mungkin adalah kakek dari kakeknya kakek dari kakek dari kakek dari kakek kita" jawabnya, "dan saat ini aku membantunya untuk mendapatkan ijin dari kepolisian waktu untuk dengan sukarela mengembalikan V ke jamannya" sahut Kai lagi. Ada sebersit rasa tidak nyaman muncul di hatiku, "Kenapa dia harus kembali?" tanyaku, "Maksudku, hidup dia disini lebih baik daripada dia di jamannya" jawabku. Kai memandangku keheranan, "Kenapa kamu bilang gitu? Kita semua tau itu tidak mungkin, kan?" tanyanya lagi. Tiba-tiba, sifat keras kepalaku mendominasi, "Maksudku, kita bisa minta papa untuk membuat semacam negosiasi kepada polisi waktu itu dan memintanya untuk menetap disini, mudah bukan?" jawabku.


"Dream, kita tau itu ngga bisa!" sahut Kai, "segala perbedaan di jamannya dan saat ini mempengaruhi sistem kekebalan tubuhnya, dia akan sakit-sakitan, dan umurnya juga mungkin akan lebih pendek." sahut Kai.


"Itu baru mungkin Kai, itu hipotesa sementara kamu. V suamiku, kenapa harus kembali?" tanyaku marah.


"Apa kamu menyukai dia, Dream?" tanya Kai lagi. Aku menggelengkan kepalaku, "Jelas tidak mungkin kan Kai, pernikahanku itu hanya sebuah misi" jawabku.


"Terus? Kenapa kamu tidak mengijinkan dia kembali?" tanya Kai lagi, matanya seakan meng x-ray hatiku. "Ngga papa" sahutku kesal, dan meninggalkannya.


Aku kesal pada diriku sendiri, kenapa aku harus menahan V disini. Aku bingung...aku juga ngga tega kalo V harus sakit-sakitan nantinya, tapi aku ngga mau kehilangan dia. Apa aku suka sama dia? Meeehhhh, ngga mungkin!, pikirku. Aku kembali ke kamar dan melihat V sedang bersiap-siap, "V, maukah kita jalan-jalan sebentar sorr nanti?" tanyaku, "Kamu belum sempat berkeliling disini kan?" tanyaku lagi. V berpikir sebentar, "Aku udah tau jalan dari sini ke rumahmu, kemudian ke tempat kerja papamu, dan kantor polisi waktu" sahutnya, dan memberikanku senyuman manis.


"Itu bukan jalan-jalan tau, ayolah" kataku, membujuknya. "Hmmm, okelah." sahutnya, dan kemudian berpamitan untuk pergi.

__ADS_1


...----------------...


Sore hari, V menepati janjinya, dia mengajakku berjalan tanpa virtuan atau tanpa menggunakan surrogat. V tampak terkesan dengan segala yang dilihatnya, "Wowh, ini hebat" katanya ketika melihat sesuatu yang menurutnya luar biasa.


"Maafkan aku Dream, disini sangat luar biasa, tapi aku tidak ingin selamanya tinggal disini" sahut V ketika kami duduk di sebuah taman.


"Kenapa kamu ngga mau disini?" tanyaku. Aku rasa, itu alasan dari perubahan sikapnya selama beberapa minggu terakhir ini.


"Disini terlalu membosankan menurutku, dan lagi, aku rindu kehidupanku disana" sahutnya, "Aku rindu meneriaki anak buahku, aku rindu memasak, aku rindu berjalan kaki atau berlari di jalanan aspal, dan lagi aku merindukan seseorang disana" sahutnya. Deegg, seseorang? Aku tidak berani menanyakan siapa seseorang itu. Matanya saat membicarakan kerinduannya tentang kehidupan di jamannya, tampak kosong.


"Aku tau, aku merasakan apa yang kamu rasakan waktu aku terjebak di jaman kamu, aku beruntung ada Kai, tapi kamu kan sendiri" sahutku. V menoleh ke arahku, dan memberikan senyumannya lagi, tangannya menepuk kepalaku, "Kata siapa aku sendiri disini, ada kamu dan Kai yang selalu ada untukku" jawabnya. Aku tersenyum, dan aku terpikirkan sebuah ide, "Hei, V, kamu tau, cincin ini akan membantumu untuk berkomunikasi kepada siapapin" sahutku bersemangat. V menatapku lagi, "Oh yah? Apa dia bisa lintas waktu juga?" tanyanya. Aku berpikir, "Oh iya yah...ini ngga bisa lintas waktu" jawabku, aku menghembuskan nafasku...haaahh... V tertawa melihatku, "Makasih yah udah menghibur dengan ide bodohmu" sahutnya. Aku kesal saat V menyebutku anak kecil, tapi demi melihat dia tertawa lagi, sesekali ngga papalah...aku ikut tersenyum bersamanya.


"Kamu ngga papa V?" tanyaku, dia melirik ke arahku, dan menggelengkan kepalanya, "Im oke" sahutnya, tapi aku tau kamu sedang ngga oke. Aku memberengutkan bibirku, "Apa yang kamu kerjakan bersama Kai? Kenapa kamu ngga pernah mengajakku?" tuntutku.


"Aku berusaha kembali, Dream. Kamu tidur duluan aja" jawabnya singkat. Aku tidak puas dengan jawabannya, "Kenapa ngga mau cerita?" tanyaku lagi, menuntut jawaban yang memuaskanku.


"Ya memang ngga ada yang harus aku ceritain, Kai pasti sudah menceritakan kepadamu, apa yang aku lakukan." jawabnya, matanya tetap menatap ke depan.

__ADS_1


"Ya, apa detailnya? Mungkin aja aku bisa bantu kamu." sahutku, agak memaksa. V mengalihkan tatapannya ke arahku, "Dream, please, aku butuh waktu untuk sendiri" katanya.


"Aku mau menemani kamu V!" tukasku. Namun, V kemudian membentakku, sama seperti saat aku melakukan kesalah saat aku menjadi waitress di restorannya, "Tau ngga kamu, setiap orang butuh waktu untuk sendiri!!" bentaknya. Aku menahan airmataku supaya tidak jatuh, "Maaf V" jawabku.


"Dewasalah sedikit Dream! Jangan cengeng!! Ngga semuanya bisa selesai dengan tangisan atau airmata!" jawabnya lagi, kali ini nada suaranya sudah turun sedikit tapi terdengar sangat lelah. V berjalan masuk ke dalam, tapi dia tidak tidur. V mengambil jaketnya, dan berjalan menuju keluar, aku mengejarnya dan tanpa sadar aku memeluknya dari belakang, "Jangan pergi V, kalau pun kamu mau pergi, tolong ajak aku, libatkan aku di setiap aktivitas kamu" kataku, dan memeluknya erat-erat. V menghentikan langkahnya, menurunkan tanganku, dan berbalik ke arahku, "Aku butuh waktu untuk berpikir Dream, ngga ada yang harus aku ceritain lagi sama kamu" jawab V, kemudian membuka pintu dan pergi. Airmataku jatuh, dan aku menangis. Entah kenapa, kali ini aku ingin menangis sendiri tanpa Kai.


...----------------...


**EPILOG


Dream POV**


"Apa kamu menyukai V?" tanya Kai kepadaku.


"Ngga mungkinlah Kai aku menyukai dia, tapi ada yang aneh setiap kali aku dekat dia." jawabku


"Apa yang aneh?" tanya Kai lagi.

__ADS_1


"Setiap aku ada di dekat V, aku berdebar-debar Kai, dan debarannya tuh beda dengan debaran saat kita takut atau berlari, dan setiap V menatapku, ada rasa aneh disini Kai" jawabku, sambil memegang dadaku, "Aku ngga suka dia, karena terkadang dia galak, dan suka menggodaku, seperti pria mesum" jawabku lagi. Kai mendekatkan wajahnya ke arahku, dan Kai menciumku, Kai menciumku..


"Apa debarannya sama seperti V mendekatimu?" tanya Kai setelah melepaskan ciumannya. Aku menggeleng, "Kenapa kamu menciumku, apa itu yang diajarkan V kepadamu saat itu?" tanyaku, "Kamu ngga sopan Kaoy, sama seperti V!" kataku lagi. Dan aku pergi meninggalkan Kai.


__ADS_2