Cintaku Di Lorong Waktu

Cintaku Di Lorong Waktu
Don't Be Stupid!!


__ADS_3

Keesokan harinya, aku sudah berada di ruangan kantorku sambil memeriksa beberapa dokumen terkait penyalahgunaan waktu yang dilakukan oleh orang atau bahkan oknum tertentu. Aku mencari dokumen berisi data-data Bry.


"Surat keputusan sudah dapat persetujuan" sahut virtual Kai, dan virtual ya berganti dengan dokumen - dokumen tertulis berjajar di depanku. Aku membacanya, dan, "Kita mendapat persetujuan untuk Bry menetap sementara disini, syukurlah Kai" sahutku.


"Iya, kita akan menjemputnya, dan Dream, tolong antar dia ke rumah ibuku, oh, sebelum itu, bicaralah dengannya, dan dampingilah dia" sahut Kai. Aku memperhatikan Kai, dan aku tersenyum menatapnya, "Apa kamu menyukai dia Kai?" tanyaku. Kai tertawa, "Jangan bodoh Dream, kamu kurang peka sih, sudahlah, lupakan!" sahutnya, dan bergegas pergi.


...----------------...


Aku berjalan menuju tempat penahanan sementara. Di tahun waktu ini, sel dibagi menjadi 2, tempat narapidana dengan masa penahanan tetap, mereka akan di tempatkan di pulau terpencil, di kelilingi pantai lepas, dimana mereka diharuskan bekerja untuk menghidupi kebutuhan mereka, disana ada ladang, peternakan, sawah, dan bahkan di sediakan kapal.layar untuk memancing ikan. Setiap narapidana sudah di tanami chip di otak mereka, dan petugas sel, mengawasi setiap chip selama 24 jam. Aktifitas ke kamar mandi pun akan diawasi.


Sedangkan sel untuk narapidana dengan masa penahanan sementara, seperti sel-sel biasa, hanya berupa kurungan, tapi ketika status mereka sudah berubah menjadi tersangka, mereka akan segera di tanam chip supaya terpantau, dan segera di pindahkan. Aku menunjukkan dokumen berisi surat keputusan kepada penjaga sel, "Brissia Bryanna


Status : Bebas dari segala tuduhan


Telah diputuskan : menetap sementara bersama Nyonya Andrew selama 12 bulan lamanya, di haruskan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhannya pribadi, dan wajib mengikuti tes kecocokan dengan pasangan 100% yang sudah dipilihkan oleh negara" sahut petugas sel tersebut. Tak lama, sel kurungan Bry, muncul dan Bry pun dibebaskan.


"Hai Bry, selamat datang di tahun 3266" sahutku, menjabat tangannya dan tersenyum.


"Terimakasih Dream, aku merasa seperti binatang peliharaan harus dikurung di tempat sesempit itu" katanya. Aku tertawa, "Tidak ada hukuman yang nikmat, kan?" sahutku, "Oh, tunggulah disini, ada yang harus kutemui". Aku bergegas pergi lagi menuju sel kurungan Rufus dan Helena. Karena surat keputusan untuk mereka belum turun, maka hanya virtual Rufus yang aku temui.


"Selamat siang Rufus" sahutku. Rufus memalingkan wajahnya. Aku tersenyum, "Bersabarlah, surat keputusan mungkin akan turun dalam waktu 2-3 hari ini, sampai saat itu tiba, berusahalah untuk berbahagia" sahutku menatapnya.


"Aku berusaha, dan terimakasih untuk segala bantuanmu" jawabnya. Aku mengangguk, "Dan tolong, sampai tiba waktunya surat keputusanmu turun, jangan bodoh, atau perjuanganku akan sia - sia. Tetaplah pada tempatmu, dan kumohon, bersabarlah" sahutku lagi sambil meyakinkan dia kalau semuanya akan baik-baik saja pada waktunya. Rufus mengangguk, setetes airmata jatuh di pipi gemuknya, dan membasahi kumis lebatnya, sebelum pergi dia mengacungkan ibu jarinya kepadaku, dan memberikanku ciuman jauh.


Aku mengajak Bry ke ruanganku terlebih dulu sebelum aku mengantarnya ke rumah ibu Kai.

__ADS_1


"Kai, aku sudah menemui Rufus" sahutku, memberikan laporan kepadanya. Dan meminta Bry duduk disana.


"Lalu?" tanya Kai.


"Ya, dia tampak menyedihkan, maksudku dia takut di pisahkan dengan Helena" jawabku. Kai memutar-mutat kursinya.


"Pasti kan, semua orang akan seperti itu jika ada di posisinya. Keputusan akan turun, paling cepat itu lusa" jawab Kai lagi.


Aku mengangguk, "Ya, aku sudah memberitahunya juga untuk bersabar, semoga dia bisa" sahutku, melipat jari-jariku dan meletakkannya di dadaku.


"Lalu, Bry, aku perlu tau apa rencanamu?" tanya Kai kepada Bry.


Bry mengangkat bahunya, "Aku belum tau apa rencanaku" sahutnya santai. Aku dan Kai berpandangan, dan aku melihat Kai tampak setengah kesal dan setengah putus asa, "Jangan bodoh Bry, paling tidak sebelum kamu memutuskan untuk melintasi waktu, kamu harus ada rencana mau apa kesini!" sahut Kai, "Apalagi kamu sudah mengatakan, mau menikah, apa kelebihanmu? Apa yang kamu bisa?" tanya Kai lagi.


"Bagaimana aku bisa berpikir, sedangkan aku di kurung di sebuah jeruji besi berbentuk kotak 4x4, yang setiap kali aku bersandar pada jerujinya, aku akan tersetrum, bagaimana aku bisa memikirkan tentang rencanaku kalau berada di posisi seperti itu?!" jawab Bry


Aku mengajak Bry berjalan sambil mengendarai mobilku. Bry berdecak kagum, "Wow, ini milikmu? Apa ayahmu yang memberikannya?" tanyanya. Aku sudah bisa menebak apa rencananya kira-kira. Aku menggelengkan kepalaku, "Apa kamu beranggapan, menjadi aku itu enak yah Bry?" tanyaku kepadanya.


"Ya seperti itu" jawab Bry enteng.


"Kalau begitu kamu salah," sahutku, "kamu tau, kasus pembatalan pernikahanku dengan V, itu membuatku di awasi segala-galanya. Bahkan kalau aku buang angin dan itu berbau, akan menjadi berita terdepan yang bisa menjatuhkan karir papaku, dan kamu pikir itu enak?" tanyaku. Bry kembali mengangkat bahunya, "Entahlah, bayanganku enak, aku iri denganmu. Kamu punya segalanya, bahkan kamu memiliki Voltaire, pria yang bertahun-tahun aku cintai melebihi diriku sendiri" jawabnya, dan suaranya mulai tercekat.


"Dengar Bry, hubunganku dengan V sudah selesai, kamu tau itu kan? Apa lagi yang kamu irikan dariku?" tanyaku lagi.


"Kamu masih ada di hatinya, Dream, sedangkan aku sudah di buang olehnya" sahutnya.

__ADS_1


"Jadi? Kamu lihat? Aku ada disini menikmati karir dan hidupku, dan dia disana entah apa yang dia lakukan, dan aku juga tidak punya perasaan apapun kepadanya selain teman dan ya, aku menganggapnya kakak" sahutku menjelaskan. Bry menangis tersedu-sedu, "Aku ingin menghancurkan perasaanku untuknya, Dream, makanya aku kesini, supaya aku tidak bisa mengingat dia lagi. Hidupku sudah berantakan" sahutnya lagi.


"Jangan bodoh, sayangilah dirimu sendiri melibihi apapun,Bry. Tata kembali masa depanmu, dan jangan menengok lagi ke masa lalu" sahutku, "Ini makanlah" sahutku lagi sambil memberikan sebuah pil makanan untuknya.


"Apa ini?" tanyanya kepadaku, pil itu masih di amatinya.


"Makan siangmu" jawabku, "biasakan mengkonsumsi itu untuk makan" jawabku. Bry menatapku tak percaya, dan berusaha menelan pil itu. Dan tiba-tiba wajahnya berbinar, "Wow, aku kenyang" katanya.


"Tunggu saja, kamu akan merindukan baso pedas atau bahkan makan mie 2 porsi dengan nasi" sahutku. Bry tertawa, aku pun ikut tertawa.


...----------------...


...EPILOG...


Dream POV


"Hai papa" sapaku saat berkunjung ke rumah orang tuaku.


"Masuklah, apa yang ingin kamu diskusikan denganku?" sahut papa.


"Pertama, aku tidak datang sebagai anakmu, aku datang sebagai bawahanmu, dan aku datang untuk Bryanna dan Rufus" sahutku.


Papa menatapku, "Lanjutkan"


"Seperti sudah bapak tau, aku mengirimkan rekaman kepadamu tentang Rufus dan aku mohon, jangan pisahkan Rufus dengan putrinya, dan tolong percepatlah keputusannya. Dan yang kedua, Bryanna, tolong bebaskan dia dari segala tuduhan, biarkan dia mencoba memulai hidupnya disini" sahutku.

__ADS_1


"Baik, pertama terkait Rufus, aku sudah menimbangnya ,aku tidak ada niat untuk memisahkan mereka, tapi tetap mereka akan di hukum sesuai hukuman yang berlaku, setelah masa hukuman selesai, aku sudah menyediakan rumah dan pekerjaan untuk dia dan putrinya. Kedua, terkait Bryanna, aku akan berikan satu kali, hanya satu kali kesempatan dalam waktu 12 bulan" jawab papa. Aku menatapnya berterima kasih, "Terima kasih pak Mark, dan sekarang aku sebagai anakmu, bolehkah aku peluk?" sahutku, dan papa membuka lebar tangannya. Dan aku berlari ke dalam pelukannya. Pelukan pria paling kucintai di dunia


...----------------...


__ADS_2