
3 Months Later
Sudah kurang lebih 3 bulan Bry berada disini, dia sekarang menjadi partnerku, karena saat itu, kami butuh personnel tambahan, dan aku mengajaknya untuk mencoba dahulu, dan dia oke, tidak buruk, bisa diajak kerja sama, dan setidaknya dia mau mendengarkan perintah atasannya , yang tak lain tak bukan adalah Kai. Dan entah bagaimana juga Bry dan aku semakin dekat, seolah kita memang sudah bersahabat lama. Selama itu pula, kami lalui dengan tenang, tidak ada kasus sulit atau kasus pengejaran yang berakhir dengan tugas luar waktu.
Hanya Kai yang sedikit berubah. Apa mungkin dia mengalami pubertas? Tapi sudah sangat terlambat bukan untuk pubertas pertama, kalau pubertas kedua belum waktunya, atau memang hormon dia terlalu banyak? Sehingga Kai matang duluan? Hahahahaha...aku sering tertawa dalam hati kalau memikirkan hal itu. Seperti hari ini, dia mengunjungi ruanganku, dengan membawakanku permen kapas besar berbentuk kodok berwarna hijau yang aku ingat V pernah membelikannya juga untukku.
" Dream, aku tadi dapat tugas ke luar tahun waktu, dan aku teringat kamu, ini untukmu" sahutnya kaku, kemudian pergi.
"Hei Kai!" sahutku, tapi dia sudah pergi. Aku mengangkat bahuku, dan meminta Bry ke ruanganku, "Bry, ada makanan padat yang manis disini, segeralah kemari." sahutku. Dan tak lama Bry datang, dan membantuku menghabiskan permen kapas itu.
...----------------...
"Dream" panggil Kai
"Hmmm" sahutku, tanpa menoleh ke arahnya.
"Lagi ngapain?" tanya Kai dan itu masuk dalam kamus 1001 pertanyaan bodoh.
"Aku lagi joget" sahutku lagi, masih tidak menoleh ke arahnya.
"Ih, Dream, nengok sebentarlah, sibuk sekali sepertinya" sahut Kai lagi.
Aku meletakkan dokumenku, dan menatap Kai, "Harus penting, kalau menurutku tidak penting aku akan marah kepadamu Kai" sahutku mengancam Kai.
Kai tersenyum, "Kamu cantik Dream" sahutnya sambil tersenyum. Aku mengambil apapun yang masih berada di dalam jangkauanku, dan aku melemparinya ke arah Kai.
"Kamu tau, aku harus menyelesaikan ini, dan harus kulaporkan! Lebih baik kamu bilang aku jelek, daripada kamu membuang-buang waktuku Kai!! Dasar jelek!! Bodoh!!" sahutku lagi. Kai berlari dan tertawa-tawa.
Aneh sekali, sepertinya dia perlu libur. Aku pun demikian. Baiklah, aku berinisiatif membuat proposal liburan, tidak perlu jauh-jauh, yang penting kami bisa melepas sejenak penat dan lelah kami.
Oke, tinggal kirim, dan berikan tembusan kepada bapak Mark Fransiskus, siap deh. Semoga di setujui. Selesai membuat proposal, aku hendak menghubungi Bry, tapi Bry sudah masuk ke dalam ruanganku terlebih dahulu, apa itu yang di sebut telepati?
"Bry, aku butuh kamu untuk melihat ini, sebentar... sebentar, aku akan kirimkan kepadamu" sahutku, "Sudah terkirim kepada Kai, okeh...buka dan lihatlah" sahutku kepada Bry.
" Bagaimana?" tanyaku lagi kepada Bry.
"Oke kok" sahutnya.
"Oke kalau begitu, aku akan kirimkan ini ke kepala divisi, kalau di setujui, kita akan berlibur.....yeeeiiiyyy" sahutku, dan mengirimkan proposal berliburku kepada kepala divisi.
Tak lama, Kai datang, "Pak Mark ingin bertemu denganmu, Dream" katanya.
__ADS_1
"Masa cepat sekali." sahutku. Kai menatapku keheranan, "Ada apa?" tanyanya. Aku menjelaskan kalau aku membuat proposal liburan untuk acara liburan kami, "Begitu Kai" sahutku.
"Sepertinya bukan tentang proposal kamu deh, Dream, aku punya firasat, kita akan di tugaskan di luar tahun waktu lagi" sahut Kai
"Pokoknya aku temui papaku dahulu deh, mungkin kita bisa dapat pencerahan" sahutku, dan bergegas pergi menemui ayahku.
Sesampainya di ruangan ayahku, aku melihat ayahku sedang sibuk menjajarkan data-data, dan sedang melakukan online juga, sehingga aku menunggunya di kursi tamu di ruang kantornya.
"Ah, Dream, aku meminta kamu untuk pergi ke tahun 2030 untuk mengambilkan pesananku" sahutnya.
"Berupa barang atau...?" aku bertanya kepada papaku.
"Ah, tidak, bukan barang. Dokumen rahasia, dan tolong jangan dibuka" sahutnya, "Waktumu hanya 3 hari disana? Oke?!" sahutnya lagi.
"Mengapa tidak langsung minta dikirim?" tanyaku.
"Pemeriksaannya terlalu ketat, dan lagi ini adalah sahabat lamaku" jawab papa
Ya sudahlah, sahutku dalam hati, "Baik pak" jawabku. Baru saja aku mau membuka pintunya, namun pak Mark memanggilku lagi, "Pergilah bersama Bryanna" sahutnya. Aku terkejut, "Kenapa tidak Kai?" tanyaku.
"Terlalu banyak orang kalau pergi bertiga, Bryanna belum pernah tugas luar, biarkan dia mencobanya" jawab papa.
"Baiklah" sahutku lemas. Aku bergegas menuju pintu luar, dan melihat Kai, dia bertanya kepadaku, "Ada apa Dream?" tanyanya.
"Bagaimana denganku?" tanya Kai
"Kamu tidak perlu ikut kata papa, biarkan Bry yang sesekali mencoba pergi ke luar tahun waktu" sahutku, "baiklah, aku akan survey dulu kesana" sahutku lagi. Dan kemudian aku memanggil Bry, memberitahukannya untuk bersiap-siap, "Kita akan 3 hari disana, paling lambat, kalau bisa lebih cepat akan sangat bagus, itu yang biasanya aku dan Kai lakukan." sahutku. Bry mengangguk, "Kita jalan sekarang?" tanyanya.
"Tunggu surat jalan keluar, dan akan ada yang menjemput kita. Bersiap sajalah dahulu" jawabku.
2 Days Later
"Hubungkan aku dengan Mark Fransiskus!" sahutku sambil mengepack barang-barangku keluar untuk meletakkan dokumen rahasia itu di paling bawah koper sesuai instruksi papa.
Tak lama, virtual papa muncul,
"Dream, Bryanna, sudah kalian dapatkan dokumen yang aku maksud?" tanyanya. Aku dan Bry mengangguk, "Aku sudah kirimkan fotonya, periksalah" sahutku.
Papa mengecek dokumen yang dimaksud, "Kamu membacanya?" tanya papa kemudian.
"Ya itu pasti akan terlihat sepintas, kan? Maksudku walau aku tidak mau membacanya, itu akan tetap terbaca sedikit, bukan?" jawabku. Papa tertawa mendengar jawabanku, "Pulanglah, sebentar patroli waktu akan menjemput kalian, dan...." bippp...bippp...bippp...sinar orange!!
__ADS_1
"Penyelundup waktu? Lagi-lagi?" tanyaku.
"Aku akan mempercepat kepulanganmu atau kalian akan terjebak disana." kata papa. Aku dan Bry mengangguk.
"Itu tanda saat aku tertangkap" sahut Bry.
"Iya, cepatlah bersiap" sahutku.
Dan tak lama, kami sudah berada di depan lorong waktu untuk diidentifikasi, dan setelah proses itu selesai, kami melompat ke dalam lorong waktu menuju pusaran -pusaran waktu.
Sesampainya disana, Kai menjemputku.
"Minggu yang sibuk untukmu bukan?" sahutnya kepadaku sambil memamerkan giginya kepadaku.
"Setelah ini aku akan meminta kenaikan gaji" jawabku melenyapkan cengiran dari wajah Kai. Bry tertawa.
"Data penyelundup?" tanyaku.
"Kalian akan terkejut" jawabnya.
Kami menuju markas waktu, dan seperti kata Kai, ya! Aku sangat terkejut.
"Suami anda berkunjung, nona" sahut salah satu petugas waktu.
"Voltaire Brian!! Apa yang kamu lakukan??!!" tanyaku. Voltaire tersenyum menatap kami.
...----------------...
**EPILOG
Kai POV**
"Aku menyukainya--aku tidak menyukainya--aku menyukainya--aku tidak menyukainya..." aaaahhh, kenapa aku seperti ini.
Dream, dulu memang aku menyukainya, tapi perasaan itu hilang, dan bagaimana aku menghadapinya hari ini? Dan entah sejak kapan jantungku berdegup kencang karena Dream seorang. Kalau ini masalah pekerjaan, aku bisa berkonsultasi dengan yang lain. Tapi ini masalah hati, siapa yang bisa aku ajak konsultasi?
Aku bersiap untuk berangkat ke kantor. Dan aku melihatnya...aku melihatnya... dan jantungku.. deg...deg...deg...deg... Jadilah laki-laki sejati Kai, "Hai Dream, selamat pagi" sapaku. Dia menjawabku, tapi kesibukannya membuatnya tidak mengalihkan pandangannya kepadaku.
"Dream, nengoklah sebentar, ada yang ingin kukatakan" sahutku, dan kenapa juga aku berbicara seperti itu?
Dream akhirnya menoleh dan menatapku dengan tatapan kesal, "Harus penting sekali yah Kai!" sahutnya. Tiba-tiba saja mulutku tidak dapat aku gerakkan, dan kata-kataku seakan habis, "Kamu cantik Dream" sahutku, dan sepersekian detik, Dream melempariku dengan barang-barang di mejanya.
__ADS_1
...----------------...