
.....................
Tiyan pun merubah posisi duduknya dan berlutut di depan Putri.
"Ryani Putri Azzahra ... would you be my wife? ... will you marry me, please." Ucap Tiyan sembari mencium kedua tangan Putri.
Putri tidak menyangka akan ditembak kedua kalinya oleh Tiyan. Ia pun tak mampu mengucapkan kata-kata lagi. Dan ia pun tak mempunyai alasan untuk menolaknya kembali. Ia juga tak ingin melepaskan cinta Tiyan yg begitu dalam
Dipandanginya lekat lelaki tampan di depannya lalu ia pun berucap, "Yes, i will do, yes I am willing to marry you."
"Terimakasih Putri, terimakasih sayangku, terima kasih karena sudah menerimaku." Ucapnya tulus sambil mencium tangan Putri secara bergantian.
Ada sedikit kelegaan yg terpancar dari dalam diri Tiyan.
Putri tak pernah menyangka ia akan dipertemukan dengan seorang Tiyan yg bahkan kalau dulu ia tidak nekad pergi ke kota S, mungkin ia tak akan bisa bertemu dengannya.
Takdir Tuhan memang unik, seseorang yg tidak pernah kita harapkan bisa datang tiba-tiba, orang yg pernah kita cintai setulus hati, bisa saja pergi tanpa beban meninggalkan kita, bahkan sahabat pun bisa menjadi cinta dan jodoh kita.
Putri yg sadar waktu pun mengajak Tiyan untuk pulang.
"Kak panas ni, pulang yuk." Pintanya pada Tiyan
Tiyan yg baru sadar, pun menganggukan kepalanya, lalu beranjak berdiri dan mengajak Putri untuk pulang.
Putri yg keheranan dengan tingkah Tiyan pun menarik salah satu ujung baju Tiyan. Ia pun menoleh.
"Ada apa Put?"
"Pede banget jalannya, emang kakak tau dimana tempat parkirnya?" Ucap Putri sambil menahan tawanya.
Tiyan pun menoleh ke kanan dan ke kiri tak didapatinya tempat parkir itu. "Tadi kayaknya disitu deh, kok g ada?"
"Buaaa ... ha ... ha ... kakak lucu deh, ga sadar ya, kita tadi udah berjalan jauh dari lokasi parkir, ah kakak ini niat banget ingin membuatku sakit perut."
"Ayuk ikut Putri." Ajaknya menuju area parkir dengan berjalan ke arah timur.
Tiyan pun menyadari tingkah konyolnya lalu berusaha mengejar langkah Putri yg sudah mulai menjauh darinya.
Dengan langkah cepatnya ia pun dengan cepat mengimbangi langkah kaki Putri.
"Duh, yg juara lari, cepet banget nyusulin Putri."
Tiyan hanya menanggapinya dengan senyuman. Lima menit kemudian mereka sampai di tempat parkir motor, lalu mereka membayar tagihan dan segera melajukan motornya meninggalkan area pantai.
__ADS_1
15 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Putri.
"Assalamu'alaikum." Ucap Putri yg mendapati rumahnya kosong.
"Mm ... bapak sama ibuk kayaknya masih keluar buat cari rumput kak, tapi tenang saja, Putri tau kok tempat menaruh kunci rumahnya.
Lalu Tiyan yg sudah selesai mencuci kaki dan tangannya lalu mendekati Putri. Putri yg bisa merasakan kehadiran Tiyan tepat di belakangnya sudah grogi g karuan.
"Deg ... deg ... deg ... ajeb ajeb ... hadehhh ... jantung Putri sudah berdisko 'ga karuan saat Tiyan semakin mendekatinya. Bahkan tidak ada jarak sama sekali diantara mereka.
Ceklek.
"Alhamdulillah," ucap Putri saat berhasil membuka pintu rumahnya.
Tiyan pun segera menyusul Putri lalu semakin mendekatinya sampai Putri terpojok di bibir pintu kamarnya.
"Kakak mau apa?" Tanya Putri yg kaget dengan tingkah Tiyan.
"Mau mencium kamu ..." Ucapnya semakin mendekat dengan nafas memburu.
"Aaargghhh ..." Reflek Putri pun mendorong tubuh Tiyan agar menjauh.
Tiyan pun tersenyum karena ide jahilnya berhasil.
Putri masih mengatur detak jantungnya dan juga nafasnya yg masih memburu. Lalu ia pun menuju dapur untuk mengambilkan air minum untuk Tiyan.
"Ini kak ... maaf cuma air putih." Ucapku sambil menyodorkan segelas air minum di hadapannya.
Sedangkan aku yg masih merasa lengket karena habis pulang dari pantai ingin segera mandi.
"Makasih Put ... eh ... mau kemana?"
Aku pun menoleh, "Ya mandi lah kak, ini lengket tau ... abis main di pantai badan jadi lengket semuanya." Ucapnya sambil memperlihatkan bagian tubuhnya yg lengket.
"Owh ... boleh pinjam remote TV nya, biar 'ga boring gitu."
"Mm oke."
Putri pun berbalik mengambilkan remote TV dan menyerahkannya pada Tiyan.
"Jangan lama-lama ya Put, aku takut."
"Hu um ..." Jawabku asal.
__ADS_1
Dan aku pun berlalu menuju kamar mandi.
Byur ... byur ... byur ....
Aku pun membayurkan air di sekujur tubuhku sambil sesekali bernyanyi. Lalu 15 menit kemudian aku pun keluar kamar mandi dengan celana pendek dan kaos oblong.
"Aduhh aku lupa ada Tiyan di depan TV. " Ucapku sambil menepuk jidatku.
Dengan langkah seribu aku pun segera masuk ke kamarku untuk mengambil rokku yg ada di almari tanpa sadar kalau di depan TV tadi 'ga ada orangnya.
Dan ternyata Tiyan sedang mengambil charger di dalam tasnya yg kebetulan ada di dalam kamar Putri.
"Amsyong ..." Ucap Putri di depan Tiyan.
Tiyan yg menyadari Putri masuk ke kamarnya eh, kamar Putri pun hanya bisa meneguk salivanya dengan kasar melihat pemandangan di depannya.
Putri berdiri dengan kaos oblong tapi bagian bawahnya ia hanya mengenakan celana pendek dan mempertontonkan kaki mulusnya itu.
Hm ... mana tahan lah, jiwa laki-laki Tiyan jelas bangun kalau disuguhkan dengan pemandangan indah di depannya.
Rambut pendek Putri yg basah pun semakin menambah aura keseksiannya di mata seorang Tiyan.
"Maaf, Putri lupa kalau kamarnya di tempati kak Tiyan."
"Maaf juga Put, aku juga 'ga tau kalau kamu mau masuk, aku permisi dulu." Ucapnya sambil berlalu meninggalkan Putri. Ia takut jiwa kelakiannya akan menuntut lebih kalau ia tetap berada satu kamar dengannya.
Putri ahirnya dapat bernafas lega setelah Tiyan keluar. Ia pum mengunci kamarnya lalu menuju almari pakaiannya untuk mengambil rok untuk bawahan kaosnya.
Ya meskipun Putri sudah memakai rok, tetap saja di dalamnya ia akan tetap memakai celana pendek, jadi kalaupun terpeleset tak akan terlihat celana segitiganya.
Setelah berganti rok, ia pun mengunci almarinya dan keluar dari kamarnya. Ia pun duduk di dekat Tiyan.
"Liat acara apa kak?" Tanyaku.
"Mm ... itu acara tanding basket nya hanamichi sakuragi."
"Wah ... itu juga acara kartun favoritku lo, kakak kok bisa nemu chanelnya?"
"Ah kebetulan tadi pas cari-cari acara, eh nemu yg itu, lagian sudah lama ,ga liat TV jadi bingung mau nonton apa." Ucap Tiyan asal.
"Eh ... samaan lo kita, Putri juga jarang nonton TV, sukanya cuma denger music aja, kalaupun liat TV, bukannya Putri yg liat, tapi TVnya yg ngeliatin Putri karena jengkel dicueki mulu ...."
"Buaa ... ha ... ha ... kamu lucu banget si Put ...." Ucapnya sambil mengacak-acak rambut Putri yg sedikit masih basah.
__ADS_1
"Ah, kakak, rambut Putri jadi kucel lagi lo, padahal barusan Putri sisir ..." Sungut Putri yg lagi mode kesal.