
.....................
Kemudian Putri dan Kak Salsa mengeluarkan aneka makanan dan minuman untuk menjamu mereka. Sedangkan Baby Khanza sudah digendong suaminya yaitu Kak Rega.
Baby Khanza memang selalu nempel pada papinya. Dia akan selalu anteng jika didekat papinya itu. Tapi akan rewel jika papinya itu tak kunjung pulang sehabis kerja.
Setelah semua camilan terhidang. Maka acara lamaran itu segera dimulai.
Setelah ucapan penyambutan dari perangkat desa dan wakil RT setempat ... maka acara pun dilanjutkan oleh keluarga inti.
Lalu salah satu wakil dari pihak Tiyan pun segera mengucapkan tujuannya datang kesana yaitu untuk meminang Putri.
"Assalamu'alaikum bapak-bapak dan ibu-ibu yg saya hormati. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar 'nak Putri yg sudah mengijinkan keluarga besar kami datang kesini" ucap Kakek Tyan selaku wakil keluarga pihak Tiyan.
"Dan saya selaku wakil kedua orangtua Tiyan ingin menyampaikan maksud dan tujuan kami kemari yaitu ingin meminang 'nak Putri untuk menjadi bagian dari keluarga kami. Yang tak lain maksudnya adalah untuk menjadikan 'nak Putri sebagai istri dari cucu saya sendiri yaitu Tiyan."
Kemudian semua mata tertuju pada Putri dan Tiyan secara bergantian. Lalu Kakek Tiyan pun segera bertanya pada Putri.
"Bagaimana 'nak Putri? apakah lamaran cucu bapak engkau terima?"
Putri sempat melihat dan memandang kedua orangtuanya secara bergantian.
Rasa dan kebahagiaan yg pernah ia bayangkan sewaktu remaja kini ada di depan matanya ... seseorang yg tak pernah disangka dan bahkan sempat menjadi sahabat sekaligus teman curhatnya kini ahirnya datang dan menjanjikan kebahagiaan dengan menjadikannya sebagai pendamping hidupnya.
Dengan mengucap "Bismillah" Putri pun memantapkan hatinya lalu menjawabnya, " Saya menerima pinangan Mas Tiyan" ucapnya malu-malu.
"Alhamdulillah ..." ucap semua orang yg hadir disitu.
Kemudian senyum bahagia terpancar dari wajah kedua orang tua Putri. Begitu pula dengan seluruh anggota keluarga yg hadir disitu dan juga pada calon mempelai.
Lalu Tiyan pun mendekat pada Putri untuk menyematkan cincin pertunangan mereka.
Dan jangan ditanya lagi hadirin disitu sudah heboh sedemikian rupa. Karena memang keluarganya tidak tahu kalau Tiyan sudah mempersiapkan cincinnya untuk Putri. Dan ini adalah sebuah kejutan yg disiapkan Tiyan untuk Putri.
Kemudian acara pun dilanjutkan dengan menghitung jumlah weton keduanya dan mencocokan jumlah hitungan jawa dan ahirnya memutuskan tanggal pernikahan mereka yg dilakukan para orangtua dan sesepuh yg hadir disitu.
Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan makan-makan dan santai-santai. Beberapa anggota keluarga Tiyan bahkan ada yg mengajak ke pantai. Dan ahirnya Putri dan Tiyanlah yang mengantarkan keluarga besarnya ke pantai yg terdekat dari rumah Putri.
__ADS_1
Semua bahagia pada hari itu, tak terasa waktu terus bergulir, sampai ahirnya hari pun berangsur-angsur sore. Dan keluarga Tiyan pun memutuskan untuk segera kembali ke kota K.
Mereka pun ahirnya pulang ke rumah Putri untuk berpamitan kepada keluarga besarnya.
Sedang para perangkat desa yg ikut menyaksikan kebahagiaan keluarga Putri sudah pulang ke rumah masing-masing. Tinggal keluarga inti saja yg masih ada disitu.
Dan dengan diantar Kak Rega, rombongan Tiyan pun sudah sampai di jalan utama. Tujuan mereka minta diantar, agar mereka tidak akan tersesat lagi, karena saat itu hari juga sudah sore menjelang malam. Jadi akan sulit mengenali jalanan yg ada, karena baik Tiyan maupun sopirnya belum terlalu hafal dengan rute ke rumah Putri.
"Terimakasih Put ..." ucapnya berpamitan pada kekasihnya itu, tapi hanya lewat pesan. Karena tabu bagi calon mempelai wanita untuk mengantar rombongan pria pulang.
"Sama-sama mas ... hati-hati ya ...😘"
"Makasih 😘"
Begitulah bunyi pesan mereka.
Saat itu, jalan yg dilewati rombongan Tiyan tidak boleh melewati salah satu jalan, karena ada sebuah larangan bagi calon atau rombongan pengantin tidak boleh lewat jalan itu. Kalau dilanggar maka pernikahannya akan batal. Oleh karena itu, Kak Rega mengantar mereka sampai jalur lintas provinsi.
Setelah sampai di tempat yg dirasa Tiyan dan pak sopir hafal, Kak Rega pun pamit dan melajukan motornya kembali ke rumah Putri.
Lalu rombongan pun kembali melakukan perjalanan ke kota K. Perjalanan yg mereka lalui kali ini lebih cepat karena posisinya malam hari. Jadi jalanan lancar aman terkendali sampai tujuan.
Putri dan Tiyan sudah melakukan segala persiapan untuk pernikahan mereka. Mereka juga bolak-balik ke kota K juga ke kota J untuk menyelesaikan beberapa persiapan.
Entah itu souvenir, undangan sampai dekorasi pernikahan, Putri dan Tiyan yg merancangnya sendiri.
Putri sangat antusias terhadap pernikahan sekali dalam seumur hidupnya itu, begitu pula dengan Tiyan yg berusaha untuk memberikan momen terindah satu kali dalam hidupnya itu.
Pernikahan impiannya itu harus sesuai dengan bayangannya dulu. Semuanya, entah itu konsep dan baju. Sampai baju untuk ijab qobulnya Putri dan Tiyan pun sudah membelinya.
Baju kebaya putih dengan aksen payet yg mewah.
Lalu mereka pun membeli sebuah cincin emas yg bertuliskan nama Tiyan di dalamnya. Cincin permata putih dengan crystal swarovski yg akan dikenakannya nanti saat pesta pernikahan. Sebuah mahar spesial yg disiapkan untuk calon istri tercintanya Ryani Putri Azzahra.
Dan inilah baju pengantin yg akan dipakai saat Ijab Qabul. Putri juga sudah melakukan fitting baju di sebuah butik yg terkenal di kota S.
Tiyan pun sempat terpana dengan kecantikan Putri saat itu.
__ADS_1
"Cantik Put" satu kata yg lolos begitu saja dari mulut Tiyan mampu membuat Putri bahagia. Sebuah pernikahan yg ia impikan ahirnya beberapa bulan lagi akan terwujud.
Tak terasa, buliran air mata jatuh mengalir dari ujung mata Putri. Tiyan yg melihatnya pun segera menghampiri calon istrinya itu.
"Kamu kenapa sayang ...?" ucapnya lembut sambil memeluk dan mengecup pucuk kepala Putri.
"Aku bahagia mas ..." ucapnya lirih.
"Aku juga sangat bahagia."
Mereka pun kembali berpelukan sampai ahirnya mereka tidak ingat masih di dalam butik.
"Ehem ..." ucap pemilik butik yg tiba-tiba datang dan berdiri di samping Putri dan Tiyan.
"Eh ibu ..." ucap mereka hampir bersamaaan.
"Kalau udah selesai pelukannya ... ayuk Putri ikut saya ganti baju dulu ... baru nanti dilanjut acara peluk-pelukannya ... ha ... ha."
Blussshhhh ... seketika rona merah muncul di kedua pipi Putri. Malu jelas malu lah ... mana di tempat umum lagi. Kalau Tiyan masih tetep cool aja ... meskipun tadi sempat salting juga.
Itulah Bu Susi pemilik butik tempat Putri melakukan fitting baju. Orangnya masih muda sekitar usia 45 tahunan tapi orangnya sangat humoris dan Putri mengenal beliau karena ia dulu sempat diajak kesini oleh Kak Novi saat persiapan acara pernikahannya dahulu.
Lalu Putri pun mengikuti Bu Susi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yg ia kenakan saat datang ke butik.
Tiyan kembali menunggu Putri di tempat duduknya.
Tak sengaja, ada Vian yg kebetulan lagi mau mengambil baju untuk mommynya. Kebetulan pula ia juga langganan di butik Bu Susi.
Vian segera menemui karyawannya Bu Susi, dan meminta tolong agar dipertemukan dengan tantenya itu. Lalu karyawan itu menemui Bu Susu, dan menyampaikan pesan Vian.
"Suruh tunggu di depan ya mba ... ini masih ada tamu."
"Iya Bu" ucap karyawannya. Lalu ia pun menuju ke depan untuk memberi tahukan pada Vian.
"Maaf, mas Vian disuruh menunggu dulu ... ibu masih ada tamu."
Lalu Vian pun duduk di sebelah Tiyan. Tiyan masih sibuk dengan majalahnya, saat Vian duduk di sebelahnya. Jadi ia tidak terlalu memperhatikan kehadiran Vian.
__ADS_1
Putri yg sudah selesai dengan bajunya segera menemui Tiyan.