
"Ya dah yuk cari makan."
"Bukan cari kak, tapi beli!" tegas Putri yg agak sewot.
Ahirnya mereka pun menuju tempat Food Court yg dekat dari tempat nontonnya tadi.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
"Daripada berdebat lebih panjang lagi, mendingan cari makan. Biar Putri bisa diem, ha ... ha ..." batin Tiyan.
Ia sangat tau, salah satu cara mendiamkan Putri yg lagi bawel atau ngajak berdebat adalah dengan cara mengajaknya makan. Dengan begitu bisa merubah suasana hatinya menjadi baik kembali.
"Ha ... ha ... ha ... Tiyan memang pinter," gumam Tiyan dalam hatinya.
"Yayank Putri mau makan apa?"
"Mmm ... emmmmmbuhhhhh, au ah gelapp."
Putri menyelipkan bahasa jawa dalam marahnya.
"Aduh, yayangku jangan ngambek dong, ntar gue cium lo ... he ... he ..." sahut Tiyan.
"Ya dah, mau mie goreng jawa ga?"
"No ... no ... no ..." Putri menggelengkan kepalanya.
"Kalo gitu, spagetty mau?"
"No ..."
"Nasi goreng atau ayam geprek."
"Ayam geprek aja deh, sama jus alpukat kalo ga ada aku mau es jeruk aja," pinta Putri.
"Siap ayangku, tunggu dulu ya."
Lalu 10 menit kemudian, ia datang membawa 2 porsi ayam geprek dan 2 jus alpukat. Sengaja ia menyamakan menunya dengan kepunyaan Putri, biar serasi katanya.
"Silahkan dinikmati yayankQ ..."
"Makasih honey ... bunny sweety -ku ..." ucap Putri dibuat manja.
Lalu mereka makan dengan lahapnya. Lalu karena sudah malam, maka mereka segera pulang menuju asrama.
🌱 Keesokan harinya.
Karena Tiyan terbiasa bangun pagi. Maka hari itu sebelum Putri berangkat, ia pun turut mengantarkan Putri sampai pos satu.
__ADS_1
Karena pos 1 ada di depan, maka Tiyan pun mengambil sepeda motornya untuk mengantarkan Putri sebelum berangkat "Survey " ke luar kota.
Setelah memastikan Putri masuk ke kantor dengan aman, ia pun memutar haluan motornya untuk kembali ke asrama.
Lalu berganti baju dengan kaos seragam bagian produksi untuk berangkat bekerja. Karena ia mengantarkan Putri jam 05.30. Maka ia masih memiliki waktu lebih untuk kembali berganti baju, makanya tadi ia tidak memakai seragam sekalian melainkan memilih untuk berganti baju di asrama.
🍃 Putri pov-
Sesuai jadwal hari ini, ia dan perwakilan divisi marketing akan berangkat survey ke luar kota, tepatnya Jawa Tengah, ada 5 kota yg harus mereka kunjungi. Mereka tepat berangkat jam 06.00 WIB.
Maka dari itu mereka memulai dari kota Lamongan terlebih dahulu, disana mereka juga numpang buat sarapan terlebih dahulu. Karena mereka tergoda akan menu Soto Lamongan.
Masing-masing sarapan dengan satu porsi soto lamongan dan 1 gelas es jeruk.
"Oh ya, soto disini ada koya nya lo, jadi terasa lebih gurih." Kata kak Jelita.
Kak Jelita ini keturunan Chinese , berkulit putih rambut sepinggang hitam lurus dan bermata sipit.
"Oh ya kak, Putri belum pernah nyoba deh."
"Makanya cobain Put, pasti kamu suka," sahut kak Rendy
Kak Rendy ini blasteran Padang dan Perancis, hidungnya mancung kulit putih rambut agak plontos dan tidak terlalu tinggi, bermata biru, tapi soal tinggi badan masih tinggi Kak Tiyan lah.
"Hmm, kok kecut?"
"Ha ... ha ... pasti kamu kasih perasan jeruk nipis ya tadi sotonya," sahut kak Rendy.
"Berarti kamu ga tau apa itu koya ya Put?" tanya kak Jelita penasaran.
"Engga tau kak, soalnya soto di tempat Putri gak kayak gini, rasanya beda, lebih gurih gitu tanpa apa tadi, koya?" sahutnya kembali.
"Koya itu dibuat dari kerupuk udang dan bawang putih Put," jelas kak Jelita.
"Tidak sulit untuk membuat koya, karena cuma butuh dua bahan itu saja. Pertama-tama, kita bisa menggoreng kerupuk udang dan bawangnya. Kemudian, semua bahan tersebut ditumbuk dan dihaluskan sampai teksturnya menjadi bubuk."
"Aromanya pun sangat khas, dan cita rasanya lezat Put. Saat bertemu dengan taburan koya, kuah soto pun akan semakin kental dan creamy. Pantas saja banyak yang ketagihan dengan koya buat soto, benar kan Ren? " tanya kak Jelita.
Putri dan Rendy pun sontak bertepuk tangan.
"Wah kakak hebat ya, sampai detail gitu jelasin tentang Koya sama Putri, makasih banyak ya kak," sahut Putri.
"Sama-sama Putri," ucapnya bangga karena telah mempresentasikan Koya pada Putri dengan detail.
Lalu mereka bertiga menyelesaikan acara sarapan paginya dengan lancar. Mereka sarapan 30 menit. Lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kota Rembang.
Disana mereka mengunjungi gudang pemasok untuk produk mereka. Sekaligus mengunjungi outlet resmi perusahaan mereka.
__ADS_1
Setelah itu mereka melakukan makan siang karena memang sudah masuk waktu makan siang yg terlambat.
Mereka masuk ke sebuah resto yg menjual aneka masakan rumahan dan sistemnya prasmanan. Jadi yg makan tinggal ambil sendiri makanan dan aneka lauk pauk yg bertema masakan rumahan.
Putri hanya mengikuti kak Jelita saat mengambil makanan. Tapi matanya tertuju pada menu tumis daun pepaya teri, tahu dan tempe mendoan. Ia tak mengambil daging atau ikan, lalu kak Jelita yg melihatnya mengambilkan satu potong paha ayam.
"Nah, ini baru lengkap, ada daging plus sayurnya Put," ucap kak Jelita.
"Hah, banyak amat?" sahut Putri terbengong.
"Tapi ngomong-ngomong kak Jelita ini selain baik hati juga perhatian," batin Putri.
Lalu mereka makan siang dikursi yg pojokan. Lalu setelah itu Putri ijin bersembahyang dhuhur disitu karena kebetulan ada musholla .
Sementara kak Jelita tetap menunggu di meja tadi sambil chattingan. Dan kak Rendy sedang merokok diluar .Sedang aku dan Pak Rudi (pak supir) sholat dhuhur.
Alhamdulillah setelah semuanya selesai kami bergegas melanjutkan perjalanan kami mengelilingi kota Rembang. Lalu setelah sore, kita pun mencari penginapan atau hotel yg lumayan bisa menampung kita bertiga.
Aku dan kak Jelita satu kamar, sedang kak Rendy dan pak Rudi satu kamar biar hemat katanya.
Malam hari kami tak ada acara apapun, jadi kami bertiga memutuskan untuk keluar mencari makan di alun-alun kota Rembang.
Oh ya, sore tadi kami mampir di pantai Kartini yg ada di Rembang, sekalian mampir, mumpung kita lagi berada di tempat itu.
Dan ahirnya malam itu kami menemukan kedai di pinggir alun-alun. Mobil kita parkirkan di pinggir. Lalu kami berkeliling ke area alun-alun.
Tidak ramai seperti biasanya, karena memang hari ini bukan hari minggu atau weekend jadi suasana tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa anak kecil yg bermain dengan orangtuanya.
Lalu kami berempat pun menuju kedai yg menjual penyetan bebek, lalu kami pun memesan menu bebek plus sambal lalapan lengkap dengan es teh sebagai minumannya .
"Wah, kalo tau sepi gini, mending tadi ga usah keluar ya," sahut kak Jelita.
"Iya juga," sahut kak Rendy.
Sedangkan aku hanya terdiam sambil sesekali membalas pesan Tiyan.
~ Bersambung ~
.
.
.
JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA ... BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT-NYA BILA BERKENAN.
__ADS_1
SATU DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR DALAM BERKARYA. OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "
SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘