Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
SUASANA KOST


__ADS_3

.......................


Setelah selesai, Tiyan kemudian melanjutkan perjalanan ke kost Putri. Cukup lima belas menit, ia sudah sampai di depan kost Putri. Dengan segera ia pun memarkirkan motornya terlebih dulu di tempat parkir, sebelum ia menuju kamar Putri yg berada di lantai dua.


Setelah itu dia mulai naik ke lantai dua. Disepanjang jalan menuju kamar Putri ia sempat berpapasan dengan para penghuni kost lainnya. Tiyan juga sempat bertegur sapa dengan mereka. Tiyan memang ramah pada setiap orang, jadi ia tak sungkan menyapa atau memberi salam terlebih dahulu pada mereka.


Apalagi Tiyan juga mengenal salah satu penghuni kost yg ada disitu. Karena disitu ada Dwi dan keluarganya yg juga indekost disitu. Dan kebetulan mereka satu lantai dengan Putri. Terlebih ada anak perempuan Dwi yg berusia 1,5 tahun yg suka bermain dengan Putri. Ia balita yg lucu dan menggemaskan. Karena ia kadang-kadang suka berjalan dan memasuki kamar Putri tanpa permisi. Dan ia akan sangat betah dikamar Putri yg minimalis itu. Putri pun tak keberatan atau terganggu akan kehadiran balita lucu dan cantik tersebut.


Sejak mereka tau kalau Tiyan calon suami Putri, mereka juga bersikap ramah terhadapnya, apalagi ibu kost sudah mengijinkan Tiyan keluar masuk kost dengan bebas, tetapi tetap mengacu pada peraturan kost, yaitu tak boleh melewati jam kunjung dan tidak boleh menginap disitu.


Tak lama kemudian, ia sudah sampai di depan kamar Putri.


Tok ... tok ... tok ...


"Assalamu'alaikum." Ucap Tiyan.


"Wa'alaikumsalam." Putri pun menjawab ucapan salam dari Tiyan sembari membuka pintu kamarnya.


Ceklek


"Mas Tiyan ... masuk yuk" Ucap Putri sambil mempersilahkan calon suaminya tersebut untuk segera masuk.


Pintu kamarnya ia biarkan terbuka, karena bagaimanapun mereka belum suami istri, takut dikira berbuat yg tidak-tidak nantinya, jadi Putri membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar. Tiyan pun sudah mengetahui hal itu dan tak keberatan sama sekali.


Lalu Tiyan pun segera masuk ke dalam kamar Putri. Dengan hati bahagia, Putri pun segera mengekori Tiyan masuk ke dalam kamarnya.


"Mas Tiyan mau minum apa?" Tanya Putri sesaat dia sudah sampai di dapur.


"Air putih aja Put."

__ADS_1


"Ok." Lalu ia menuangkan air putih ke dalam dua gelas, dan mengambil sebuah toples camilan untuk dibawa ke depan.



Sesampainya di tempat tidurnya, Tiyan masih sibuk memainkan laptop milik Putri. Bahkan ia terlupa untuk memberikan barang bawaannya untuk Putri dan malah menaruhnya di sembarang tempat.


Kamar kost Putri memang sempit, jadi barang-barangnya tidak banyak dan ia menatanya sedemikian rupa agar ruangannya tetap berkesan luas. Putri dan Tiyan pun sudah terbiasa dengan hal yg berbau minimalis seperti itu. Apalagi dengan tanaman yg Putri taruh didekat pintunya. Bukan mengganggu tetapi malah membuat udara di kamar Putri lebih fresh.


"Kamu lagi desain apa Put?" Ucap Tiyan yg masih memainkan mouse dan laptop Putri. Karena penasaran dengan isi laptopnya Putri, tanpa persetujuan sang pemilik, ia sudah membuka dan menggeser ini itu di dalam laptop Putri.


Putri pun tak mempermasalahkannya, bahkan ia segera duduk disamping Tiyan, dan dengan cekatan ia mengambil alih mouse-nya dan ia pun memperlihatkan beberapa desain perhiasan yg ia buat, dan rencananya akan ia ikutkan dalam perlombaan desaign jewelry tingkat nasional.


"Buat ini lo mas, gimana menurut kamu? bagus ga? atau yg ini aja ya?"


Tiyan memandang takjub karya Putri tersebut. Ia disuguhkan dengan karya-karya yg memukau. Bukan seperti desain kebanyakan, tetapi desain-desain perhiasan yg Putri buat ada unsur ceritanya dalam setiap goresannya. Jadi ia tak hanya asal dalam membuat sebuah karya. Baginya sebuah karya adalah ungkapan hati sang pemilik desain itu.


"Bagus sayang, kamu berbakat sekali, semoga kamu menang ya ..." Ucapnya sambil mengacak-acak rambut Putri.


"Aamiin" Ucap mereka serentak.


Lalu mereka berdua tertawa bersama-sama.


⚘Flash back on


Sejak ia mengenal Putri, Tiyan semakin dikejutkan oleh bakat-bakat terpendam yg ada didalam diri Putri. Selain ia berbakat di pekerjaannya, ia juga seorang yg giat mengikuti event-event perlombaan. Meskipun belum juara, tapi tak pernah menyurutkan niat dalam dirinya untuk terus berkarya.


Lagi pula, berkarya itu adalah hak asasi setiap orang, dan berkarya dalam bidang apapun selama karyanya original, ia pasti akan bersemangat untuk mengembangkan bakatnya.


Saat ini ia juga bekerja sebagai freelance design jewelry. Sudah satu bulan ini, sehabis pulang kerja atau disaat ia menganggur, ia akan mengerjakan pekerjaan keduanya ini dengan senang hati.

__ADS_1


Lagi pula persiapan pernikahannya sudah hampir selesai 90% jadi, pekerjaannya ini tak akan mengganggunya. Dan ia juga sudah mendapatkan ijin dari Tiyan.


⚘Flash back off


Lalu Putri mempersilahkan Tiyan untuk menikmati camilan yg sudah ia ambilkan tadi. Dan Putri segera menutup laptopnya, tapi terlebih dahulu ia men-save pekerjaannya tadi, lalu mematikan laptopnya tersebut.


"Oh iya Put, ini aku bawakan makanan kesukaan kamu." Ucapnya sambil tersenyum ke arah Putri.


"Makasih sayang, wah aneka gorengan kesukaanku, sebentar aku pindahin ke piring dulu ya mas.


Tiyan pun mengangguk, lalu Putri segera menuju dapur untuk memindahkan makanan tadi ke atas piring. Tiyan pun membantu Putri untuk memindahkan laptop dan meja kerja Putri ke arah samping, biar ruangan itu sedikit lega.


Karena bagaimanapun kost Putri memang sempit, kan memang ceritanya untuk satu orang, dan nanti kalau udah menikah, mereka akan pindah dari situ dan mengontrak sebuah rumah kecil.


Bukan hanya camilan yg dibawa Tiyan tadi yg dihidangkan, tetapi ia juga membawa sekalian hasil masakannya tadi sore kesitu, biar segera bisa makan malam berdua. Tiyan yg melihat Putri kerepotan, ahirnya membantunya menata masakan Putri di ruang depan.


Jadi mereka makan bersama ala lesehan gitu, karena memang 'ga ada meja makan, jadi makan nya duduk dilantai beralas karpet gitu deh.


Setelah semuanya sudah terhidang, ia pun mempersilahkan Tiyan untuk segera makan. Dan ia pun juga ikut makan bersama malam itu.


Bukan sebuah menu yg wah, tapi meskipun menunya sederhana, tetapi kalau dimakan berdua pasti lebih nikmat dan lebih terasa enak.


"Mm ... makin hari kamu makin pinter masak Put, ga salah pilih calon istri ni, makasih ya."


"Sama-sama mas, semoga kamu suka, maaf bila rasanya belum sesuai selera kamu."


"Ga papa sayang, yg penting kamu yg masak, aku pasti suka."


Kemudian mereka pun melanjutkan acara makan berduanya tadi. Semenjak mereka berencana menikah, mereka sudah jarang pergi berkencan lagi, mereka lebih senang menghabiskan malam di kost, atau langsung pulang ke rumah orangtuanya ataupun ke rumah Putri.

__ADS_1


__ADS_2