
Kualitas setiap produk yg dihasilkan di perusahaan tempat Nisa bekerja selalu diutamakan. Apalagi kualitas produknya sudah diakui dunia, jadi harus bisa mempertahankan kualitas setiap produk yg dihasilkan.
Bahkan keamanan dan semua kegiatan didalamnya selalu dipantau CCTV selama 24 jam.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
Kalo karyawan baru mungkin belum terbiasa dengan sistem kerja yg diterapkan di perusahaan ini. Tapi buat para karyawan senior mereka sangat betah bekerja disini.
Apalagi tunjangan dan gajinya amat sesuai dengan pekerjaan yg dibebankan pada mereka. Meskipun jam kerja mereka amat panjang dan tentunya mengurangi frekuensi bertemu dengan keluarganya.
🍃 Aga Pov-
Aga yg sudah mencium gelagat aneh dari Tiyan dan Putri selama beberapa hari ini, dan ia mulai tidak suka akan hal itu. Ia begitu takut Putri akan tertarik dengan kepribadian Tiyan.
Ia harus lebih berusaha untuk mendekati Putri, apalagi waktunya lebih banyak dibanding Tiyan, jadi kesempatan yg didapat harusnya lebih banyak dia bukan?
"Ah, sial, bahkan sampai sekarang aku belum punya no Putri, gimana ini? Apa kalau aku memintanya langsung, ia akan memberikannya padaku?" batin Aga sekarang berkecamuk.
Bahkan hal itu sampai mempengaruhi konsentrasinya saat membuat sketsa.
"Ga, Aga ... woi ... Aga ..." seru Dwi yg sedang memanggil Aga karena ia disuruh Pak Yono untuk mengumpulkan anak magang diruangan meeting saat ini.
Ahirnya Dwi pun mendekati Aga dan menjewer kuping Aga.
"Aduh ..." pekik Aga sambil memegang kupingnya yg terasa panas akibat jeweran tangan Dwi.
Seketika Aga pun menoleh mencari siapa yg berani menjewer kupingnya.
"Rasain, makanya kalo dipanggil tu nyaut ..." ucap Dwi saat Aga memandanginya.
"Lu tu ya, bener-bener kelewatan ma gue, ama temen sendiri malah kek gitu,,panggil dengan lembut napa?" saut Aga tidak terima.
"Kampret lu Ga, lo kira gue ga manggil dengan lembut, saking lembutnya sampai suara gue abis, bahkan saking lamanya lu budeg, makanya gue samperin dimari!"
Aga pun hanya meringis tanpa rasa bersalah.
"Mang ada apa?"
"Tu semua anak magang dipanggil ke ruangan meeting uda ditungguin Pak Yono."
"What???? bilang dong dari tadi," dengan buru-buru ia pun tak sadar menabrak kursi di depannya.
"Akh, sial ..." gumamnya, ia pun melanjutkan ke ruangan meeting dengan segera,,karena semua anak sudah berkumpul disana termasuk Dwi.
__ADS_1
"Maaf pak, saya terlambat!" seru Aga pada pak Yono.
"Ya ga papa, silahkan masuk, " sahut Pak Yono dengan tegas.
"Terimakasih pak," Aga pun duduk ditempat duduk yg kosong.
Dan rapat hari ini pun dimulai. Dewan direksi sudah memutuskan kalo semua anak magang yg sudah lolos menjadi karyawan tetap kali ini akan mendapatkan ruangan baru dan meja kerja sendiri sama seperti karyawan senior lainnya.
Untuk masalah pekerjaan semuanya bisa dipelajari secara bertahap. Dan untuk memastikan mereka layak atau bukan, setelah rapat selesai, maka satu persatu anak magang akan menemui Asisten Manager mereka secara langsung.
Intinya mereka akan diwawancara langsung dan diberi arahan langsung olehnya. Karena selama 6 bulan ini mereka sudah bekerja keras, maka atasan mereka ingin mengenal mereka lebih dekat.
Semua anak magang disitu saling menatap satu sama lain, tapi ahirnya semuanya setuju dan rapat dibubarkan. Dan kali ini akan dimulai dari Putri .
Putri sudah gugup tidak karuan, ia tak tau harus bagaimana sekarang? Untung saja ada Pak Yono yg menemaninya, biar ga terlalu tegang katanya.
Sebenarnya Asisten Manager mereka perempuan cuma masalahnya ia orang yg tegas, pekerja keras, dan sangat pandai dalam berbagai hal, maka dari itu setiap lawan bicaranya pasti akan minder dengan sendirinya.
Lalu Putri ingat kata ayahnya, kalo diajak bicara orang liat aja matanya dan jangan pernah kelihatan ragu-ragu dalam menjawab, maka dari itu ia pun menggunakan nasihat ayahnya untuk situasi kali ini.
Ahirnya waktu 30 menit yg diberikan Putri untuk berbincang-bincang dengan atasannya sudah dilalui dengan sempurna. Maka dari itu setelah keluar dari ruangan atasannya senyuman indahnya pun merekah dengan sempurna, berbeda dengan saat ia mau masuk ruangan tersebut.
Setelah itu Dwi masuk, dan sampai ke enam anak magang itu sudah masuk semua, sampailah jam pulang kerja. Kali ini anak-anak magang diperbolehkan untuk tidak lembur.
"Ahirnya selesai juga ketegangan kita hari ini guys ...."
"Yoi ..."
"Pulang yukk, badan gue udah lengket semua ni."
"Berangkat ..."
Dan pada ahirnya ke enam anak magang tersebut pulang ke asrama semuanya.
🍃 Aga Pov -
"Aduh kenapa dari tadi deketin Putri susah banget ya sih?"
"Ada aja gangguannya, lah sekarang juga gitu, ada aja halangannya, niatnya mau pulang berdua, tapi nyatanya malah serombongan ..." ucap Aga frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Egi yg melihat itu, hanya bisa tersenyum ke arahnya. Dan terus melanjutkan perjalanan mereka tanpa terusik akan tingkah temannya itu.
🍃Egi pov -
__ADS_1
"Gi, ingat lu hanya tenang jika Putri bersama orang yg tepat, yaitu Tiyan." batin Egi.
Ya, saat ini ia hanya ingin fokus melanjutkan studynya sambil membantu usaha kedua orang tuanya di tempat tinggalnya. Maka dari itu ia memilih mundur dari pekerjaan yg sangat menjanjikan ini.
Ia percaya kalo memang Putri benar jodohnya, maka pada saatnya nanti ia akan bertemu lagi dengannya. Tapi jika Putri bukan jodohnya maka ia sudah ikhlas dari sekarang.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
"Bukankah mencintai itu artinya kita juga akan bahagia jika melihatnya bahagia dan kita akan bersedih jika melihatnya terluka."
Dan ia bisa melihat kebahagiaan itu ketika Putri bersama Tiyan. Mungkin jika dilihat , sekarang mereka belum ada hubungan spesial, tapi lambat laun pasti semuanya akan berubah menjadi sebuah hubungan yg baik di masa depan.
Itulah beberapa gambaran yg saat ini dirasakan Egi.
Untuk kedua teman Egi, yaitu Adam dan Deo kemungkinan mereka juga akan ikut resign dan kembali bersama Egi.
Karena ternyata mereka juga tidak terlalu betah di kekang oleh sebuah perusahaan besar tapi banyak aturannya.
Ya inilah realita kehidupan dunia kerja. Mungkin saat sekolah kamu menginginkan jika kelak kamu lulus sekolah akan mencari sebuah pekerjaan yg layak dan terpandang.
Tapi justru pekerjaan yg kamu kira layak dan terpandang itu banyak sekali menyimpan aturan-aturan yg kadang diluar bayangan kita.
Sebuah pekerjaan bergengsi, memiliki sebuah ruangan kerja pribadi, kerja memakai stelan jas dan sepatu mahal , bisa menenteng laptop kesana kemari, itu hanya sebuah impian di negeri Novel atau di sinetron.
Karena realnya adalah jika kamu menginginkan pekerjaan seperti itu artinya posisimu adalah pemilik perusahaan atau posisimu sebagai Asisten Manager, maka kamu sudah bisa merasakan hal tersebut.
Tetapi jika posisimu masih berstatus karyawan, maka bisa dipastikan kerjamu akan menjadi satu ruangan dengan karyawan lainnya.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
MAAFKAN ATAS KETERLAMBATAN UPDATE KEMARIN YA🙏🙏🙏
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". 😘
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , RATE, FAVORIT DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK 🙏😊