
........................
"Sama-sama nak, jangan lupakan pesan bapak yg tadi ya!"
"InsyaAllah pak, semampu Tiyan akan melakukan yg terbaik dan tidak akan mengecewakan kepercayaan yg telah bapak dan ibu berikan pada saya, sekali lagi terimakasih." Ucapnya sungguh-sungguh.
Setelah makan kemudian mereka ijin pergi untuk memberi oleh-oleh yg akan dibawanya esok hari.
Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di toko oleh-oleh. Putri yg kalap mata langsung memborong beberapa kripik kesukannya. Dan juga beberapa camilan titipan ibu hamil istrinya Dwi. Niatnya bukan hanya beli untuk oleh-oleh, tapi juga buat camilan dia sendiri kalau di kost.
Maklum namanya anak kost wajib irit dan pandai mengatur keuangan. Dan benar saja terbukti tabungan Putri semakin banyak meski ia sudah kost. Entah kenapa jiwa akuntansinya selalu tepat sasaran dan dapat diandalkan setiap waktu meskipun ia tak sekolah akuntansi.
Tiyan yg terheran akan kelakuan Putri hanya menggelengkan kepalanya dan juga mulutnya sudah gatel pengen bertanya pada Putri, ahirnya di tengah perjalanan pulang ia bertanya pada Putri.
"Put, kamu tu sedang kalap atau kenapa si? liat makanan langsung diborong semua." Ucap Tiyan yg geleng-geleng melihat kantong belanjaan yg banyak saat pulang menuju rumah Putri.
"Kakak bawel banget si! lagian duit-duit Putri sendiri kok! yg makan juga Putri sendiri, kok kakak yg sewot!" ucapnya yg sudah mode ON ( Alias senggol bacok ... wkwkwk)
"Putri S-A-Y-A-N-G ... liat dong, kita cuma bawa motor, trus barang bawaannya banyak? kalau nanti kita kehujanan dijalan gimana?"
"Heelllloooowww ... kakakku yg tampan, alias pacarku yg paling guanteng ... itu semua makanan uda di press kemasannya! jadi 'ga mungkin mlempem kalau kena ujan! atau kakak keberatan bawa ni? kalau iya, biar nanti Putri naik bus aja ya, balik ke kota S-nya, kalau merepotkan!" Ucapnya semakin sewot.
"Ini Putri lagi PMS atau lagi laper si? kok sewot aja dari tadi, mending gue diem ketimbang tambah di marahin." Gumam Tiyan dalam hatinya.
"Lah, kenapa diem? serius keberatan ni, ok besok kakak pulang sendiri dan Putri naik bus aja!" Ucapnya FINAL.
"Bukan begitu sayang ... kita berangkat bareng pulangnya juga harus bareng dong! kalo soal makanan biar nanti aku bantu packing biar aman ... oke ...."
"Nah gitu dong ...."
Lalu sampailah mereka berdua di rumah Putri.
"Ya ampun Putriiiii ... kamu borong makanan atau kalap si?" Ucap Ibu yg melihat putrinya kerepotan saat membawa banyak kantong belanjaan.
__ADS_1
"Asaalamu'alaikumm ... dua duanya ibukkk." Ucapnya sambil memeluk ibunya dengan erat.
"Wa' alaikumasalam ... dasar kelakuan kamu tu ya, ga berubah nak ... nak ..." Ucapnya sambil geleng-geleng, sembari membelai pucuk kepala Putri.
"Maaf ya nak Tiyan, jangan kaget sama kelakuan Putri ibuk ini! dia itu makannya banyak lo, jadi kalau liat makanan suka kalap."
"Iya buk ... gpp kok! sudah biasa ... he ... he ...."
Putri yg tersinggung reflek langsung memukul bahu Tiyan. "Plak ...."
"Ampunnn ... KDRT!" Ucap Tiyan yg sedang berakting sekaligus kaget akan tindakan Putri barusan. Padahal tepukan Putri tidak berasa, cuma dia lagi berakting aja biar dapat perhatian camernya, "alias calon mertua."
"Putri sayang ... jangan gitu sama nak Tiyan, kasian kan! jadi sakit begitu tangannya." Ucap Ibu yg membela Tiyan .
Tiyan tersenyum smirk, Putri yg melihatnya langsung berinisiatif akan sesuatu, lebih baik aku kerjain dia balik ... he ... he ...."
"Aduh, sakit ya kak, Putri minta maaf ya, maaf 'ga sengaja ni!" Ucapnya sambil mengelus-elus bekas pukulannya tadi lalu mencubit pinggang Tiyan sekeras mungkin.
"Aawwww ... sakittt put!" Ucap Tiyan kaget sambil mengusap pinggangnya yg sakit. Kali ini memang pinggulnya sudah merasakan panas yg luar biasa akibat cubitan tangan Putri.
"Hmm ... awaasss aja kalau uda sampai di kota S."
"Kamu gpp nak?" Tanya ibu yg masih berada di dekat Tiyan.
"Ga papa bukk ... uda biasa diginiin sama Putri." Ucapnya jujur.
"Yang sabar yaa, Putri memang begitu sifatnya, tapi sebenarnya dia anak yg baik dan manis kok.."
"Iya bu."
Lalu ia pun masuk ke dalam rumah mengikuti ibu dan Putri yg sudah masuk duluan.
Putri yg didalam kamar lalu mengepak makanan yg baru saja dibelinya. Dengan sigap semuanya sudah terpacking rapi dan siap dibawa.
__ADS_1
Tiyan pun segera mandi untuk membersihkan diri karena waktu sudah sore. Dan begitu pula dengan Putri yg segera menyelesaikan acara masaknya, ia pun kemudian mandi.
Terlihat Tiyan masih membantu ayahnya memberi makan sapi dan ayam milik ayah Putri.
Lalu setelah melihat keduanya selesai, kemudian ia pun mengajak Tiyan dan ayahnya masuk rumah, karena waktu hampir maghrib.
Lalu setelah terdengar adzan mereka pun sembahyang berjamaah. Baru sesudah itu mereka segera makan malam.
Malam itu sebelum pulang, karena hari tidak hujan, ia pun mengajak Tiyan untuk membeli makanan di angkringan dekat rumahnya.
"Ada kopi joss-nya ga Put?"
"Ga tau ka! soalnya Putri juga lom pernah kesitu, cuma kata bapak disitu makanannya lumayan enak dan murah."
"Okelah kalau begitu!"
Lalu setelah meminta ijin pada kedua orangtua Putri, Tiyan pun membonceng Putri ke angkringan yg dimaksudnya. Penampilan Putri malam itu cukup membuat Tiyan sedikit gemas, soalnya Putri keliatan cantik dan imut.
Memakai sweater pink dan rambut di kuncir cepol yg membuat aura kecantikannya semakin terpancar meski ia jarang bermake-up. Sedangkan penampilam Tiyan tetap cool seperti biasanya. Tanpa diberi embel- embel apapun penampilan Tiyan sudah gagah sedari dulu.
Sesampainya mereka di tempat angkringan mereka eh, lebih tepatnya Putri memborong aneka gorengan dan juga jahe anget. Mereka juga makan di tempat itu karena memang suasananya sedang sepi.
Sedangkan Tiyan membeli nasi kucing dan juga ayam bacem dan juga sate telor puyuh. Minumnya tentu segelas kopi hangat.
Menu yg disajikan di tempat itu memang sederhana tapi membuat yg membeli tambah betah karena makanan disitu murah meriah.
Ditambah lagi penjualnya sangat ramah pada para pembeli. Disitu sesekali Putri pun berceloteh ria pada Tiyan karena mungkin nanti saat sudah kembali ke kota S,,tidak akan mungkin se-intens ini bersama Tiyan.
Yg ada hanyalah kerja dan kerja, ya begitulah realita kehidupan yg harus dijalani Putri dan Tiyan.
__ADS_1
Dan Tiyan pun semakin mengenal sisi lain dari Putri. Semua sifatnya alami dan apa adanya tanpa ada kebohongan. Sifat ceria dan sifat feminimnya pun memang jauh lebih terlihat saat ia berada di luar kantor.
Dan itu satu keuntungan yg dimiliki Tiyan. Dengan begitu Putri akan lebih bisa menjaga dirinya saat di kantor. Karena ia yakin Putri tidak akan bermanja-manja pada sembarang orang. Apalagi dengan non muhrimnya.