Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
IT'S ME


__ADS_3

Tapi Rya tidak berbangga diri, karena tujuan utamanya adalah UAN yg asli. Sampai ahirnya UAN yg asli pun hadir. Tiga hari dilalui penuh ketegangan, termasuk Rya. Rya sudah berjuang, bahkan perjuangannya sudah dimulai dari beberapa bulan yg lalu.


Tadi saat ia tidak bisa mengerjakan 2 soal dipelajaran Matematika, sedikit membuatnya kesal. Karena ia tau, itu bisa menghambat dirinya untuk mendapatkan nilai sempurna.


Dan setelah beberapa hari sesudah UAN, maka sesuai jadwal, hari ini para siswa kelas 3 akan melaksanakan ujian untuk Produk Tugas Akhir masing-masing siswa.


Untuk hal yg satu ini Rya sudah sangat berlatih pada hari-hari sebelumnya, agar saat persentasi nanti berhasil dan berjalan lancar. Hari ini beberapa siswa telah menyelesaikan persentasinya.


Dan kini tibalah giliran Rya masuk untuk mempresentasikan hasil karyanya. Didalam ruangan tersebut ia diberi waktu 15 menit.


Alhamdulillah saat gilirannya tiba, ia bisa menyelesaikan dengan mudah dan lancar. Bahkan para guru pembimbing sangat puas dengan hasil prakarya Rya.


Setelah selesai, kini giliran Danuarta untuk masuk. Saat berpapasan di pintu, hanya sorotan mata mereka yg sempat bertemu tanpa terucap kata. Danuarta yg sadar diri pun segera melangkahkan kaki pergi meninggalkan Rya yg masih mematung, ia pun langsung masuk ke ruangan persentasi.


Aura yg mereka tebarkan bukan lagi aura persahabatan, tetapi aura kekecewaan. Karena persahabatan yg ia kira tulus, ternoda oleh cinta, rasa cinta dari salah satu pihak.


Pertemanan dengan laki-laki sangat jarang berakhir bahagia. Kalau 'ga terlibat cinta, ya kebencian, cuma itu saja.


Saat ia ditembak dulu, dia belum siap, maka dari itu ia menolaknya. Ia tidak bisa menerima cinta dari Danuarta , karena takut mengecewakannya, apalagi ia tahu betul seberapa dalam cinta Danu untuknya .


Untuk mengusir jenuh, maka ia pun memilih pergi menemui Shelly sahabatnya. Ahirnya mata itu mampu menangkap keberadaan Shelly dan Vian.


Kebetulan saat itu Shelly sedang bersama Vian, mereka sedang duduk di depan kelasnya.


Rya pun menyapa mereka berdua.


"Hai Shell ... hai Vian ... lagi apa ni?" tanyanya basa basi.


Memang saat ini mereka jarang bertemu karena kesibukan jadwal sekolah, terlebih mereka fokus pada tugas akhir mereka.


"Hai Rya ..." jawab mereka kompak


"Ga lagi ngapa-ngapain ni, cuma bahas sketsa tangan Vian yg makin lama makin bagus ni, coba liat deh," ajak Shelly sambil menunjukan karya Vian pada Rya.



Rya yg tampak kaget dengan sketsa Vian . Sepertinya ia paham akan maksud dari sketsa tangan Vian.


"Apakah Vian masih menjadi pengagum rahasianya seperti dulu. Kenapa ia tau kalau sekarang dirinya rapuh. Apa karena itu ia membuat sketsa itu?" tanya hati kecil Rya.

__ADS_1


Dulu saat ia meminta dibuatkan sketsa gambar pada Vian, ia juga memberinya sebuah gambar sketsa cupid yg sedang mengarahkan panahnya. Tapi saat itu, ia tak tahu kalo ternyata dia ingin menggambarkan perasaannya untuknya saat itu. Dan kini ia membuat sketsa yg menggambarkan keadaan dirinya. Apakah Vian mengetahui semua hal yg terjadi pada dirinya?


Betapa bodohnya Rya, kenapa tidak dari dulu ia menerima kehadiran Vian, kenapa dia tidak peka terhadap perasaan Vian, akankah rasa itu masih ada untuknya sampai saat ini. Ataukah kehadirannya sudah tergantikan dengan gadis lain? Mungkinkah itu Shelly? Banyak pertanyaan tiba-tiba muncul di benak Rya.


Tapi kalo dilihat dari keakraban mereka mungkin itu benar terjadi. Tapi kenapa saat mata Vian memandangnya terasa masih sama seperti dulu, pandangan mata yg meneduhkan siapa saja yg menatapnya, masih sama seperti dulu saat ia masih mengagumi dirinya!


Salahkah rasa ini, ataukah aku hanya mencari pelarian dari Vano? Rya bahkan sempat melamun dalam beberapa menit.


Shelly yg paham akan situasi saat itu pun mencoba menggoda Rya.


"Hussshhh ... husshhh !!! ngapain kamu ngelamun Ya?" gertak Shelly mencoba membangunkan Rya yg sedang melamun.


Dan seketika lamunan Rya pun ambyar.


"Ishh ... apaan si Shel, ini lo aku lagi menerka-nerka apa arti sketsa Vian ini?" Ucap Rya mengalihkan pembicaraan, ia paham kalau Shelly itu sedang membaca situasi, daripada dia diinterogasi mending dia bicara yg lain.


Saat itu Vian masih memandang Rya dengan intens, tersentak mendengar pertanyaan dari Rya. Akankah ia tau kalo yg digambar itu adalah dirinya? Batin Vian pun ikutan bertanya-tanya.


Dan kini Shelly yg mulai sewot kembali menggertak, tetapi bukan pada Rya, melainkan pada Vian .


"Vian ... vian ..." sahut Shelly pada Vian, ia juga tau kalau Vian yg gantian melamun.


"Aaapaan Ya? maaf aku ga paham maksud kamu."


"Mmm au ah gelap ... bukan gue juga yg tanya, tapi noh dia uda pergi!" jawabnya Ryan yg juga ikutan sewot.


"Kalian ini kenapa si?" sahut Shelly yg barusan datang, entah kapan ia pergi pun ga ada yg tau.


Dan ia pun memberikan jajan buat dua orang yg hobby melamun tadi.


"Ni ... ni ... permen buat kalian berdua, biar engga bengong gitu ... ckckckck." Sahut Shelly kemudian.


Padahal dalam hati Shelly sedang kacau tidak karuan, karena ternyata Vian masih mencintai Rya seperti dulu. Tapi ia berusaha merahasiakan perasaannya pada keduanya, ia tak ingin merusak persahabatan mereka.


.


.


.

__ADS_1


Aku masih mengharapmu Vian, tapi sampai saat ini ternyata hatimu hanya untuk Rya dan Rya, salahkah aku yg masih disini untukmu.Tapi aku akan bahagia jika kau bahagia dan berani mengungkapkan rasa itu pada Rya sahabatku. Dan bukan seperti ini, kau menyimpannya sendiri.


^^^-Shelly^^^


.


.


.


Rya ... aku memang mencintaimu dalam diamku, aku akan mengungkapkan rasa ini, jika aku yakin engkau bukan milik siapa-siapa lagi. Aku inginkan dirimu yg seperti dulu, tanpa ikatan dengan siapapun, dan aku bebas memilikimu.


I love you Ryani Putri Azzahra.


^^^-Vian^^^


.


.


.


๐ŸƒBeberapa hari kemudian


Setelah kejadian hari itu, Rya kembali bersikap dingin pada semua teman sekelasnya. Termasuk pada Shelly dan juga Vian, yg notabene sebelum ini mereka masih berhubungan baik. Ia juga memilih fokus menjadi panitia Pameran Tugas Akhir Tahun ketimbang ngobrol-ngobrol ga penting.


Hampir setiap hari, sepulang sekolah ia menyempatkan diri untuk bergabung dengan panitia pameran. Rya memang anak yg aktif dan trampil. Maka dari itu campur tangannya dalam pameran kali ini amat penting dan kehadirannya mampu menghangatkan lingkungan pertemanan barunya. Rya bersyukur karena di jenjang pendidikan kali ini, ia banyak menemukan ilmu kehidupan dan juga pengalaman baru.


~ Bersambung ~


.


.


.


Hello para readers yg budiman, bila suka karya author..tolong kasih like dan vote buat authornya..biar bisa ngasih cerita yg lebih baik lagi buat kalian, terimakasih banyak ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š.


Oh ya.. kalo mau sapa author boleh banget follow author di sosial media author ya

__ADS_1


~ Terimakasih ~


__ADS_2