Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
AKHIRNYA AKU TAU


__ADS_3

Maka dari itu kalo sampai Putri melihat Vian yg berubah penampilannya menjadi sedikit "Wow" mungkin Putri tidak akan percaya.


Maka dari itu Vian menyiapkan beberapa sketsa nya untuk diperlihatkan pada Putri.


Agar Putri dapat mempercayai kalo itu benar-benar Vian.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


🌱 Putri Pov-


Pagi hari di kamar Putri.


Seperti biasanya setelah mandi dan berganti baju untuk ngantor, ia pun memakai lip gloss dan sedikit bedak, tak lupa ia menyisir rambut pendeknya itu.


Lalu tepat sesudah ia menyisir rambutnya, ibuk-ibuk penjual sarapan lewat depan kamarnya.


"Jajan ... jajaannn ... sarapan ... sarapaaannnn," teriaknya sepanjang pagi.


"Buk ... jajaaaannnn ..." teriak mbak kamar sebelah.


Lalu keluarlah mba sebelah yg super semoks itu, dan seperti biasa ia memborong jajan untuk sarapan. Ya memang untuk ukuran tubuhnya yg super wow, ia harus mengisinya dengan banyak makanan.


Tak lupa kak Novi dan kak Ida juga membeli jajan, sedangkan Putri hanya membeli 2 buah gorengan untuk sarapannya. Karena memang lagi males makan, dan dia juga sudah menyiapkan segelas susu di kamarnya untuk menemaninya sarapan pagi.


Lalu ia pun masuk kamar, kebetulan ada notif di Hpnya. Ia pun melirik Hp-nya yang ia letakkan di sisi kasur kak Novi


"Pagi sayang ..."


"Huffftttt, pagi-pagi udah nge-gombal," gerutu Putri, meskipun begitu hatinya sudah berbunga-bunga tidak karuan.


"Pagi juga cynkQ ..."


"Jangan lupa sarapan ya."


"Asssiiiiaaapppp."


"Ya dah, aku berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum," pamit Tiyan pada Putri.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya😘."


Tak lupa ia membubuhkan emot cium di ahir kalimatnya.


"Iya..😘😘"


Sesudah berbalas pesan ria pagi hari, ia pun menaruh Hpnya. Karena tidak ada notif lagi, artinya kak Tiyan benar-benar sudah berangkat kerja. Dan Putri melanjutkan sarapannya sambil nonton berita pagi.


Lalu setelah dirasa cukup kenyang, ahirnya ia berangkat kerja bareng-bareng kak Ida, kebetulan masih satu shift di minggu ini.


Sepuluh menit perjalanan mereka lewati sambil bercerita. Dan sampailah mereka di divisi masing-masing.


Putri melewati tempat kerja divisi Tiyan, sebelum ahirnya ia sampai di divisinya.


Hari itu semua pekerjaan Putri berjalan dengan lancar, begitu pula dengan pekerjaan Tiyan.


🌱 Vian pov-


Vian yg sudah bersiap-siap menuju tempat kerja Putri dengan motor maticnya. Ia sengaja tak memakai motor sportnya karena suasana disana ga memungkinkan untuk memakai mobil.


Pukul 15.30 ia sudah melajukan motornya ke arah kantor Putri. Setelah 45 menit perjalanan ahirnya ia sampai pada tempat yg dituju. Ia pun memarkirkan motornya di dekat gerbang pintu keluar perusahaan.


Lima belas menit kemudian ia seperti melihat Putri keluar dari kantornya. Ia perlahan mengikuti Putri dari belakang.


"Ryani ..." panggil Vian pada Putri setelah melihat sekelebat bayangan Putri lewat didepannya.


"Iya," Putri pun menengok ke arah yg memanggilnya.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


Seketika Putri diam mematung, begitu pula dengan Vian.


"Vian ..." panggilnya.


"Iya ini aku ... kamu masih ingat?" tanyanya kembali.


Putri mengangguk. Kemudian Vian mengajak Putri untuk mencari tempat ngobrol yg enak.


Putri awalnya menolak naik motornya, karena rasa takut dibawa kabur, ahirnya menuruti kemauan Vian. Apalagi posisinya ia ga bawa Hp saat kerja, dan pikirannya kembali terpecah ketika mengingat wajah Tiyan.


Tapi ahirnya dengan segala permohonan Vian, ia berhasil membawa Putri pergi dari tempat kerja Putri.


Lima belas menit perjalanan, Vian membawa Putri ke sebuah tempat makan. Sepertinya ia dibawa ke sebuah mall tapi lebih kecil, mini mall-lah ceritanya. Kebetulan memang ada sebuah mini mall dekat tempat kerja Putri.


Putri masih canggung dengan situasi ini, dia masih diam. Lalu Vian pun memulai pembicaraan.


"Jadi benar, orang yg aku tabrak kapan hari di kebun binatang adalah kamu Put?"


Putri mendongakkan wajahnya ke arah Vian.


"Jadi itu kak Vian?" tanya Putri kembali.


Jari mereka saling menunjuk satu sama lain.


"Ha ... ha ... ha ..." tawa mereka pecah berbarengan.


Ahirnya tawa yg dirindukan Vian selama ini, kini bisa ia lihat kembali di depan kedua bola matanya.


Meskipun Putri masih menggunakan pakaian kerjanya tapi ia tetap keliatan cantik.



Dan penampilan Vian menggunakan turtle neck



Tidak terlalu formal kan? Tapi tetap kelihatan ganteng maksimal.


"Kok penampilan kak Vian sekarang beda ya?" tanya Putri to the point.


"Tapi ..."


"Kamu datang menawarkan persahabatan padaku."


"Maksud kakak bicara semua ini apa?"


Lalu Vian tersenyum. Lalu ia mengeluarkan beberapa sketsanya dan menyodorkannya ke arah Putri.


"Setelah kita berpisah setelah kelulusan, aku mencarimu diseluruh kota J. Apalagi saat itu terjadi gempa, aku sungguh panik!"


"Kenapa kamu mencariku Vian?"


"Ada sesuatu yg belum aku sampaikan padamu."


Kening Putri berkerut tanda ia berpikir dengan keras. Ia masih berpikir sambil melihat beberapa sketsa yg Vian berikan padanya.


"Kakak membuat sketsa tentangku?"


"Iya, apa kamu keberatan?"


"Apa sketsa tentang seorang gadis yg tertunduk dengan sayap dibelakangnya itu juga tentang aku?"


Vian kembali mengingat moment saat disekolah.


"Apa gambar yg ini?" tunjuk Vian pada Putri.


"Iya ..."


"Tapi kenapa kamu bisa mengetahui semua keadaanku?" tanya Putri penasaran.


"Bahkan seingatku Shelly pun tak tau dan aku pun sudah menutupinya dari siapapun, kenapa kamu bisa tahu keadaanku?"

__ADS_1


Pertanyaan yg ia pendam beberapa tahun lalu pun ahirnya ia ungkapkan di depan Vian.


"Kamu tau, saat itu aku begitu terpuruk, tapi tak ada tempat untukku berbagi ..." rintik air mata Putri perlahan tapi pasti mengalir dari kedua kelopak matanya.


Vian yg tak kuasa melihat Putri menangis, lalu memberanikan diri untuk menggenggam kedua tangan Putri.


"Jangan menangis Put, aku disini!" hibur Vian pada Putri.


Nyeri dan rasa sakit di hati Putri kembali menyeruak memenuhi semua rongga dadanya.


Rasanya ia sangat membutuhkan kehadiran Tiyan disini. Hanya dia yg bisa menenangkan hatinya saat ini.


Tapi sekarang yg ada dihadapannya hanya Vian seorang, bukan Tiyan seperti yg ia harapkan.


"Putri, maafkan aku yg selama ini tak jujur padamu, semua yg kamu rasakan saat itu, aku pun mengetahuinya."


"Bahkan saat kamu mencoba bangkit, saat itu aku mau membantumu, tapi aku masih tak berani. Aku tak mempunyai keberanian sebesar itu ..."


Putri menatap Vian, seolah mencari kebenaran atau kebohongan dari mata Vian. Dan yg ia dapat adalah kejujuran. Itu artinya, Vian berkata jujur dan ia juga terluka saat ia terluka waktu itu.


"Lalu, kenapa saat itu kamu tak disisiku Vian?"


Pertanyaan Putri seolah menusuk-nusuk hati Vian seketika. Mereka sama-sama terdiam. Sampai ahirnya makanan pesanan mereka datang.


"Permisi, makanannya datang ..." ucap pelayan yg mengantarkan makanannya.


"Silahkan dinikmati," ucapnya, kemudian pelayan tersebut permisi.


"Diminum dulu Put, biar lebih tenang." Ucap Vian sambil menyodorkan segelas jus alpukat pada Putri.


Ia tau kalo Putri suka banget jus ataupun buah alpukat, maka tanpa bertanya ia sudah memesankan minuman itu untuk Putri.


"Makasih ..." ucapnya manja.


"Eh, betewe kamu tadi ga tanya aku mau minum apa, kok tiba-tiba pesan ini buatku?"


"He ... he ... cuma nebak aja, kali aja kamu suka jus alpukat."


"Bohong, pasti kamu juga tau apa yg aku suka dan engga?" tanya Putri seolah menginterogasi.


Vian gelagapan, lalu ia pun meminum minumannya, sampai ia tersedak saking cepatnya.


"Uhukk ... uhukk ..."


"Pelan-pelan Vian ..." ucap Putri sambil menepuk-nepuk punggung Vian.


Entah sejak kapan Putri jadi duduk disamping Vian.


"Terimakasih ..." ucap Vian.


Ahirnya ia bisa tenang kembali.


"Maaf ..." ucap Putri.


"Gpp put, ayo kita makan dulu, keburu dingin nanti mie nya g enak."


"Ayukk ..." sahut Putri.


Ahirnya mereka berdua makan mie dengan hikmat.


~ Bersambung ~


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT, JIKA BERKENAN BOLEH KASIH GIFT, MAKASIH BANYAK, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR..


MAKASIH BANYAK, SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN SEMUA...AAMIIN

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "


SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘


__ADS_2