Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
KEHILANGAN


__ADS_3

MOHON MAAF YA KEMARIN BEBERAPA HARI TELAT UPDATE 🙏🙏🙏


KESEHATAN AUTHOR NAIK TURUN, MAU UPDATE SETENGAH JALAN UDAH G BISA ... JADI AUTHOR MEMUTUSKAN HIATUS 1 HARI FULL ... DAN AHIRNYA BISA UPDATE LAGI ... TERIMAKASIH BUAT READERS YG MASIH SETIA DENGAN KARYA AUTHOR ... MAKASIH🙏🙏🙏


.


.


.


.


.


.............................


Sampai dengan pukul 21.00, ahirnya pesta pernikahan malam ini bisa berjalan lancar dan meriah. Semua tamu undangan juga turut bergembira dan bersuka cita dengan pernikahan Putri dan Tiyan.


Tetapi di sisi lain, ada seseorang yg masih menaruh harapan untuk bisa kembali dengan Putri dan mungkin ia akan hadir untuk merusak kebahagiaan mereka suatu saat nanti.


⚘ Vian dan keluarganya.


Karena suatu hal, keluarga Vian yg sudah berencana hadir di pernikahan Putri dan Tiyan tidak dapat terlaksana. Kesehatan nenek Vian tiba-tiba ngedrop. Sudah beberapa hari lalu, kesehatan nenek menurun, akibatnya nenek harus bed rest. Tetapi saat ia tau cucu kesayangannya mau menikah, nenek sangat antusias untuk memaksakan diri untuk datang kesana, tapi Tuhan berkata lain, perjalanan jauh sangat beresiko terhadap kesehatan nenek, maka dari itu dokter pribadinya melarangnya dan mengakibatkan beban pikiran pada nenek.


Dan hal itulah semakin membuat kesehatannya menurun. Vian dan mamanya juga merasa sedih, tapi bagaimana lagi, memang pesta pernikahan Putri tempatnya sangat jauh, kalaupun mereka mau, mereka bisa naik pesawat tapi dokter melarang nenek berpergian dengan pesawat. Hal itu semakin membuat mereka pusing.


"Ma bagaimana kalau nenek kita ajak ke pesta yg diadakan di rumah Tiyan saja, bukankah mereka mengadakan di dua lokasi berbeda. Jaraknya pun tidak terlalu jauh." Ucap Vian memberi solusi pada mamanya.


"Oh iya, mama sampai lupa, he he he."


"Kalau begitu biar mama bicara sama dokter pribadi nenek ya."


Vian pun mengangguk, lalu ia pun menelpon Putri menyampaikan maaf karena hari ini mereka tidak jadi datang ke kota Putri.


Tut


Tut


Tut


"Kenapa telponnya g diangkat?" Gumam Vian yg sudah 4 kali mencoba menghubungi no telepon Putri tapi tidak tersambung. Lalu ia pun menelpon Tiyan.


Kring


Kring


Kring


Putri yg masih mencoba membuka gaunnya mendengar bunyi telpon dari HP suaminya, ia pun memanggil suaminya.


"Mas telpon tuh?" Ucapnya sambil mencoba membuka retsleting gaunnya tapi tetap tidak bisa.


"Siapa?" Tanya Tiyan sesaat keluar dari kamar mandi. Ia sudah berganti pakaian dengan kaos dan celana pendek. Tiyan yg melihat Putri kesusahan membuka gaun, pun mendekatinya.


"Makanya kalau milih gaun ga usah yg model beginian, udah membuka aurat eh malah susah bukanya." Gerutu Tiyan saat membantu Putri.

__ADS_1


"Kalau 'ga ikhlas 'ga usah bantuin!" Ucap Putri sewot, bukannya dibangun mesra kayak di novel yg biasa putri baca eh malah diceramahin sama suaminya.


Tiyan hanya bisa geleng-geleng akan melakukan Putri. Ia pun mengangkat telponnya yg sedari tadi mengganggu telinganya.


"Hallo ...."


"Assalamualaikum, Tiyan? ini aku Vian." Ucap Vian diseberang sana.


"Wa'alaikumsalam bro, oh kamu, kenapa?"


"Aku mewakili keluarga besar untuk meminta maaf karena hari ini tidak bisa datang ke acara resepsi pernikahan kalian."


"Iya 'ga papa kok, kamu santai aja."


"Tapi insyaAllah kalau tidak ada halangan mungkin akan datang saat acaranya di tempat kamu."


"Iya, kalau 'ga bisa juga jangan dipaksain."


"Betewe Putri dimana? bolehkah aku mengucapkan selamat padanya?" Tanya Vian.


"Ck ck ck ... masih mengharap Putri ya? Tanya Tiyan berterus terang.


"Bukan bro, bukan begitu, tapi dari tadi aku telpon no Putri g diangkat, kirain dia kenapa?"


Tiyan baru menyadari hal itu, memang sejak pagi setelah acara ijab qabul, ia tak melihat HP Putri.


"Sebentar ya, aku panggilan Putri." Ucap Tiyan.


Tok


Tok


Tok


"Iya mas, bentaran lagi." Ucap Putri dari dalam kamar mandi.


Ceklek


"Mana mas?"


"Sih senangnya ditelpon ama mantan." Ucap Tiyan sengaja.


"Apaan si mas, aku tu dah milik kamu seutuhnya, jangan bicara aneh-aneh deh."


"Serius, kalau gitu aku minta malam ini ya?" Canda Tiyan sengaja biar Vian mendengarnya.


Diseberang sana, "Dasar lelaki menyebalkan, sekali menyebalkan tetap menyebalkan." Umpat Vian yg masih mendengarkan perdebatan suami istri baru itu.


"Hallo ..." Ucap Vian kemudian.


"Hallo Vian, maaf ya nunggu lama." Ucap Putri tak enak hati karena lama mendiamkan telponnya.


"Gpp Put, Put maaf ya kami sekeluarga 'ga bisa hadir dalam resepsi kamu tadi. Kesehatan nenek menurun, makanya kami 'ga jadi kesana."


"Ya Allah, nenek kenapa Vian? tapi sekarang udah gpp kan? Iya gpp kok, emang jaraknya lumayan jauh kalau dari sana, minta doanya aja ya!"

__ADS_1


"Tentu Put, aku selalu mendoakan kamu setiap waktu, dan semoga keluarga kamu dan Tiyan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah, Aamiin."


"Aamiin, makasih Vian."


"Ya dah kalau begitu Put, aku pamit ... salam buat suamimu, assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam, salam buat mama dan nenek ya Vian."


"Ok."


Ahirnya percakapan itu berhenti, Tiyan pun mendekati Putri dengan tiba-tiba.


Dengan tiba-tiba ia pun memeluk Putri dari belakang.


"Haizzz ... apaan si mas, ngagetin tau."


"Ha ... ha ... ha ... sama istri sendiri mah gpp kali."


"Betewe, Hp kamu kemana sayang? dari tadi kok mas ga lihat!"


"Lah iya, kemana ya mas?" Jawab Putri panik karena ia baru ingat kalau 'ga melihatnya sedari pagi.


"Seingat ku tadi pagi masih ada lo, tapi sehabis itu aku cuma ngambil Hp aku aja, trus ganti pakaian pengantin, trus 'ga ingat lagi deh."


"Coba telpon mas, please ..." Pinta Putri dengan panik.


"Udah mas telpon dari tadi sayang, tapi no kamu 'ga aktif."


"Jangan-jangan diambil orang mas, haduh."


"Jangan sedih sayang, habis ini kita cari."


"Kita ga punya waktu lagi mas, besok pagi kita siap-siap ke kotamu, siangnya kita berangkat."


Tiyan pun memeluk Putri yg sedang sedih. Ini kelalaiannya juga, karena ga bisa melindungi barang-barang milik istrinya.


"Maafin mas ya, yg ga bisa jagain barang-barang kamu." Ucapnya sungguh-sungguh.


Hiks


Hiks


Hiks


Putri masih saja bersedih atas kehilangan Hpnya, bagaimana tidak sedih, itu Hp kesayangannya yg ia beli dari gaji yg ia kumpulkan.


Ia amat menyayangi barang-barang yg ia miliki, apalagi itu dibeli dari hasil keringatnya sendiri. Dan entah kenapa di hari kebahagiaannya ia malah kehilangan salah satu barang kesayangannya.


"Udah dong sayang, kita istirahat dulu yuk, besok kita masih ada perjalanan panjang lo." Rayu Tiyan pada istrinya yg masih bersedih.


"Kalo mas mau istirahat, bubu aja dulu, Putri ga enak sama yg lain, masa jam segini udah bubu."


"Haizzz sayang, kamu 'ga liat jam, ini uda jam 9 malam, bubuk gih."


"Haaahhhhh, masa si mas? kayanya tadi masih jam 7."

__ADS_1


"Udah ah ..." Lalu Tiyan pun menggendong Putri ke tempat tidur.


__ADS_2