
"Gpp put, ayo kita makan dulu, keburu dingin nanti mie nya g enak."
"Ayukk ..." sahut Putri.
Ahirnya mereka berdua makan mie dengan hikmat.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
"Mie disini masih kalah enak sama yg didepan sekolah ya?" tanya Putri di sela makannya.
"Hmm, iya lah Put, beda kota beda rasanya, sayurnya aja beda,,tu lihat!" tunjuk Vian pada makanannya.
"Hu um, bumbunya itu lo, biasa, hi ... hi ... hi ..."
"Mau makan mie yg enak, maen aja ke rumahku, eh rumah nenekku maksudnya, biar nanti dimasakin oleh dia."
"Loh emang nenek kamu tinggal disini?"
"Oh iya aku lom cerita sampai tuntas tadi."
Ia pun mengelap sudut bibirnya yg belepotan makanan.
"Jadi sejak kejadian gempa 1 tahun lalu, aku pindah ke kota ini mengikuti nenek."
"Oh ya, kapan, satu bulan sesudah gempa aku melamar pekerjaan disini dan ahirnya aku diterima dan sejak saat itu aku mulai bekerja disini," terang Putri panjang lebar.
"Oh, sama dong, cuma aku ga tau kalo kamu juga disini."
"Gpp kalik Yan ..."
"Oh ya, apa cowok yg kapan hari di kebun binatang itu pacar kamu?"
"Uhuukkk ... uhukk ..." gantian Putri yg tersedak karena pertanyaan Vian barusan.
Vian pun mencoba menolongnya, tapi Putri segera meminum air mineral di depannya untuk menetralisir rasa gatal di kerongkongannya.
"Aku salah bertanya ya?"
"Engga kok, saat itu kami masih berteman, tapi sejak 2 hari lalu status kita uda jadian" jawab Putri masih malu-malu mengakui tentang status hubungannya.
"Owh ..." jawabnya pelan.
Sorot kecewaan kembali terlihat di wajah Vian, kekecewaan 2 kali, harus diterima Vian dengan lapang dada.
"Vian, sekarang jam berapa? kayaknya uda mau maghrib."
"Eh iya, kenapa, kamu buru-buru?"
"Aku ga pernah pulang selarut ini," jawab Putri perlahan.
"Ya dah, aku antar kamu balik, tapi sebelumnya bolehkan aku minta no ponselmu?"
__ADS_1
"Akh, iya, tapi maaf aku lupa nomernya, hi ... hi ... hi ..."
"Ya dah, ini no telpon aku, tolong di save ya, " pintanya kembali.
"Siap."
Lalu mereka pun keluar dari situ dan menuju parkiran motor untuk segera mengantar Putri untuk pulang ke asramanya. Selama perjalanan mereka sama sekali tidak berbicara.
Hanya diam dan kebisingan kendaraan yg berlalu lalang yg menemani perjalanan mereka. Lima belas menit kemudian ahirnya ia sampai di asrama Putri.
Putri hanya mengucapkan terimakasih lalu masuk ke dalam asramanya. Vian pun segera melajukan motornya ke arah rumah neneknya. Dalam hati Putri masih ada sesuatu yg mengganjal, tapi dinginnya udara sore itu memaksanya untuk segera masuk ke kamarnya.
Dia hanya memakai kemeja kerjanya tanpa dibalut jaket selama perjalanan tadi, jadi tubuhnya merasa agak kedinginan. Maka dari itu ia segera pamitan untuk masuk kamar. Sesampai di depan kamar, Putri mengetuk pintu.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
" Assalamu'alaikum, Putri pulang."
"Wa'alaikumsalam, tumben baru pulang?" tanya kak novi yg sedang dandan.
"Kayaknya mau kencan ni," gumam Putri.
"Iya kak, tadi ketemu teman sekolah, trus diajak makan sekalian."
Reflek Putri mencium kedua keteknya, "Emm, engga bau tu, masih wangi malahan."
"Ha ... ha ... ha ... dasar bocil, gitu aja percaya," ejek kak Novi.
"Mmm awasss ya, tak bilangin pacar kakak baru tau rasa loh," ancam Putri.
"Engga takut, kamu aja lom kenal sama pacar kakak, gimana mau mengadu, yeeekkkk."
Putri memutar bola matanya malas. Lalu ia mengambil Hpnya lalu mencatat no Vian ke dalam Hpnya dan mengirim pesan ke dia.
"Hai Vian, ini aku Putri, save ya."
Setelah mengirim pesan tanpa menunggu balasan, ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi.
45 menit kemudian.
Putri yg sudah selesai mandi 25 menit yg lalu, sudah berganti baju dengan kaos yg dilapisi sweater. Ia ingin minum yg hangat-hangat sore itu karena ia masih kedinginan.
Sedangkan Vian barusan saja sampai di asrama. Tadi ia lembur sebentar karena hari ini ia piket sebelum pulang, jadi ia akan menyelesaikan pekerjaannya itu, baru bisa pulang.
🌱 Kediaman Raharja
Vian yg baru saja sampai di rumah neneknya, langsung memarkirkan motornya digarasi. Lalu ia pun masuk rumah. Ia sudah disambut oleh nenek dan ibunya. Ia pun duduk di sofa yg kosong.
__ADS_1
"Dari mana kamu Vian, jam segini kok baru pulang?" tanya neneknya.
"Maaf nek, Vian baru saja selesai menemui teman sekolah, kebetulan rumahnya jauh dari sini, makanya sampai malam pulangnya."
"Kalo jauh kenapa ga pake mobil?" tanya ibunya.
"Maaf ma, gangnya ga memungkinkan dimasuki mobi, jadi terpaksa Vian pake motor matic saja yg bisa selip kanan selip kiri," terang Vian diiringi candaan.
Neneknya sedikit bahagia, Vian yg ia rindukan sudah sedikit kembali, terbukti sekarang tidak seketus saat ia pertama kali datang ke rumah ini.
Bagitu pula dengan mamanya, sepertinya rencananya berhasil. Orang suruhan yg membantu melacak keberadaan Putri sudah membuat Vian bisa bertemu dengannya hari ini.
Ya, memang mamanya selalu menyuruh orang untuk mengawasi gerak gerik putranya, tentu saja tanpa sepengetahuan Vian dan neneknya. Ia hanya ingin ibu dan anaknya bisa rukun lagi seperti dulu. Ya mungkin dengan cara membawa Putri kembali pada cinta putranya. Vian bisa kembali seperti dulu.
Meskipun ia tau sekarang Putri sudah mempunyai pacar bernama Tiyan.
"Ya dah, kalo gitu kamu bersih-bersih dulu baru makan, nanti mama suruh mbok yem buat manasin sayurnya."
"Ga usah ma, tadi Vian sudah makan sama dia."
"Tumben kamu mau makan diluar Vian?" tanya neneknya kembali.
"Iya, ga enak kalo sampe nolak permintaan teman, apalagi sudah lama ga bertemu, ya dah Vian pamit keatas dulu ya ma, ya nek," pamit Vian.
"Ya dah kalo gitu, kamu istirahat aja di kamar, pasti kamu capek sehabis perjalanan jauh tadi," pinta mama Vian pada putra semata wayangnya.
"Siap ma!"
Lalu vian pun naik ke dalam kamarnya di lantai 2. Sesampainya ia di kamar ia langsung mandi dan mengganti baju dengan kaos dan celana pendek. Tak lupa ia pun mengechek HPnya.
"Oh putri," batinnya
Lalu ia pun membalasnya dan pada ahirnya mereka melanjutkan obrolan tadi di Hp sekarang ini. Ia amat sayang pada Putri, meskipun ia tau Putri sudah mempunyai kekasih ia akan tetap mencobanya.
Apapun hasilnya ia akan terima. Karena memang CINTA itu murni dari hati dan yg tau balasannya hanya dia dan Allah.
Cinta, memang dia datang secara tiba-tiba dan pergi pun tanpa permisi. Rasanya berjuta warna, dunia serasa milik berdua dan yang lainnya hanya menumpang.
~ Bersambung ~
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-NYA YA,
SATU DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR DALAM BERKARYA. OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "
SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘
__ADS_1