Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
I LOVE YOU MANTAN SAHABAT


__ADS_3

............................


Setelah itu acara sambutan dan ucapan terima kasih dari perwakilan keluarga mempelai pria, saat itu kedua mempelai bersama orangtuanya berdiri berjajar di depan pelaminan.


Lalu acara pun ditutup dengan rangkaian jamuan makan untuk tamu undangan. Banyak tamu undangan yg ikut serta berfoto di pelaminan. Dan siang harinya keluarga besar Putri langsung pamit undur diri. Begitu pula dengan ibu dan ayahnya. Tangis haru tak dapat dipungkiri Putri, karena saat ini ia harus ikut bersama dengan suaminya dan berpisah dengan kedua orangtuanya.


Ibu Putri hanya berpesan agar Putri harus menurut dengan apa keinginan suaminya dan jangan pernah menyakiti hati suaminya. Mulai sekarang apapun keinginannya harus seijin suaminya.


Putri pun meng-iyakan amanat kedua orangtuanya


Lalu ayah dan ibu Putri pun berpamitan pada besan dan menantunya.


Ahirnya tepat sebelum waktu ashar semua rombongan dari pihak keluarga Putri pun meninggalkan rumah mempelai pria.


Unik, beda, dan menyenangkan, mungkin adalah tiga kata yang paling pas untuk menggambarkan tradisi budaya Jawa berupa acara ngunduh mantu.


Dan hari pun mulai sore, bukan bertambah sepi, tapi tamu yg datang ke keluarga Tiyan semakin ramai.


Karena memang hari itu memang merupakan puncak acara di keluarga Tiyan. Jadi sampai malam hari pun akan semakin ramai. Dekorasi yg digunakan pun mengusung tema Jawa seperti yg digunakan di rumah Putri.


Kesan unik dan klasik semakin terlihat dari lampu gantung yg tersaji di dalam sangkar burung nan cantik sepanjang jalan menuju pelaminan.



Malam hari, tamu undangan dari teman kerja Tiyan berdatangan satu persatu. Rombongan muda mudi memadati rumah Tiyan malam itu.


Sampai sekitar jam 21.00 Putri sudah tidak kuat menahan kantuknya, lalu ia pun meminta ijin pada Tiyan untuk beristirahat sebentar didalam kamar.


"Mas, Putri boleh ijin ke dalam sebentar, mau istirahat sebentar ya."


"Ayok aku antar." Ucap Tiyan sembari menggandeng tangan Putri.


Ia sempat malu-malu saat semua mata memandang mereka berdua. Tiyan biasa saja, tetapi Putri lain ceritanya. Semburat merah di kedua pipinya tak dapat disembunyikan lagi.


Bahkan sang biduan yg ada di panggung pun menggoda keduanya.


"Duh yang ga sabar buat belah duren ...." Ucap sang biduan.


Sedangkan pengunjung yg lain tampak bersorak.


Suit ... suit ... suit


Prok ... prok ... prok

__ADS_1


Dengan langkah panjang, ahirnya Putri sampai di kamar pengantin Tiyan dan Putri. Lelah dan penat ia rasakan saat ini. Bagaimana tidak pesta pernikahan mereka berlangsung 3 hari di dua tempat berbeda. Dan diluar sana, masih berlangsung acara pesta pernikahan mereka berdua.


"Sayang, mas keluar dulu ya, ga enak kalau berduaan dikamar, masih ada tamu-tamu dari divisi mas kerja." Pamit Tiyan pada Putri.


"Iya mas, gpp." Ucapnya sambil memandangi wajah suaminya.


"Ya dah, mas keluar dulu, kamu ga usah keluar lagi gpp, kamu pasti kecapekan."


"Hu um, mas, makasih."


Lalu Tiyan pun meninggalkan Putri di kamarnya, dan segera berlalu untuk kembali menemui tamu-tamu undangan.


Benar sekali, di rumah Tiyan memang tradisi unduh mantu sudah selesai, dan sekarang mereka hanya merayakan pesta pernikahan Tiyan dan untuk menjamu tamu undangan teman kerja Tiyan dan teman kerja ibunya.


⚘Putri POV


Kegiatan 3 hari 3 malam ini sudah menguras seluruh tenaga dan pikiran Putri. Meski sudah direncanakan jauh-jauh hari, tetapi ternyata realitanya sungguh membutuhkan tenaga ekstra.


Tapi rasa bahagia yg ia rasakan hari ini, membuatnya tersenyum. Ahirnya pernikahan impiannya bisa terwujud. Ia tak pernah menyangka bahwa jodohnya saat ini adalah teman sekaligus sahabatnya selama ini.


Sahabat yg selalu ada selama dua tahun terahir ini. Pernah ada suatu waktu mereka berpisah karena kesalahpahaman dan ahirnya mereka berdua bisa melewatinya hingga sampailah mereka di hari yg sangat membahagiakan ini.


Dear Tiyan,


Suami sekaligus mantan sahabatku ...


Kau menerima segala kekurangan yg ada pada diriku ...


Menerima masa laluku ...


Dan kini perjalanan baru kita mulai ...


Semoga ini awal yg indah untuk masa depan kita


I love you mantan sahabatku


Engkaulah mantan terindah dalam hidupku


Masa depanku dan imam dunia dan akhiratku ...


I love you so much ...


Putri pun segera menganti baju tidurnya, dan menghapus make up nya. Setelah itu ia pun sholat isya lalu ia langsung merebahkan diri di kasur, sepersekian detik kemudian, ia pun terbang ke alam mimpi.

__ADS_1


Meskipun suara ramai dan riuh, sorak sorai tamu undangan yg masih menikmati alunan musik dangdut. Tapi tak sedikitpun mengusik tidur Putri.


⚘Keesokan harinya


Seberkas cahaya mengusik kedua bola mata Putri, capek dan lelah itulah yg ia rasakan saat ini. Sebuah pelukan sedang ia rasakan kini, saat sesosok lengan kekar tengah memeluk tubuhnya.


Ia belum menoleh, karena hembusan nafas yg teratur masih berhembus pelan di ceruk lehernya. Ia takut kalau ia bergerak akan membangunkan suaminya.


Tapi kalau berlama-lama di kamar tidur, ia pasti akan merasa malu pada anggota keluarga lainnya.


Ia pun memindahkan tangan Tiyan ke sebelah, lalu ia pun segera bergegas keluar dari kamar Tiyan.


"Pagi pengantin baru." Sapa bibi Tiyan yg kebetulan berada di ruangan depan kamar Tiyan


"Pagi bibi." Ucap Putri malu-malu, ia pun bergegas menuju kamar mandi, karena di kamar Tiyan tidak ada kamar mandi di dalam kamar.


Kamar mandi hanya satu dan diitupun berada di ruangan paling belakang. Lalu Putri segera membersihkan diri, dan berganti pakaian.


"Put, jangan bangunin Tiyan, kasihan dia baru tidur sehabis subuh." Pinta mama Tiyan saat melihat Putri keluar dari kamar mandi.


"Baik, mom."


Lalu Putri pun kembali menuju kamar Tiyan. Dipandanginya wajah suaminya yg terlelap. Ia tak menyangka kini ia sudah bersuami, dan itu pun melalui sebuah proses yg lumayan panjang dan berliku, sampai ia memantapkan hatinya pada Tiyan.


Ia kembali mengingat mimpinya tadi malam. Karena ia masih saja bermimpi tentang Hpnya yg hilang.


"Huft, andai saja HP nya 'ga ilang, aku bisa leluasa menelpon ibu dan ayah, apa mereka sudah sampai apa belum ya?"


"Hoaaamm ..." Tiyan menguap sembari mengucek kedua bola matanya. Ia juga memandangi Putri yg sedang bercermin.


"Loh, mas kok sudah bangun?"


"Mmm, abis 'ga ada yg dipeluk, jadi mending bangun aja, lagian lapar sayang ..."


"Astogeh kecambah, ho oh ya...maaf Putri lupa engga ngambilin mas sarapan."


"Sebentar ya mas, Putri ambilkan sebentar."


Hap.


Tiyan dengan sengaja mendekap tubuh Putri dan memeluknya dengan erat.


"Mau kemana sayang?" Ucap Tiyan.

__ADS_1


"Ngambil sarapan buat kamu mas."


"Aku ga mau sarapan selain sarapannya kamu." Bisik Tiyan tepat di daun telinga Putri sehingga deru nafas Tiyan sangat terdengar halus dan entah mengapa menyalurkan sesuatu yg hangat menjalar ke tubuh Putri.


__ADS_2