Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
KEJUJURAN


__ADS_3

"Ya tadi itu, waktu sebelum kakak sampai di gerbang. Sampai ahirnya kakak datang dan membunyikan klakson motor dan ia pun kabur berboncengan ama orang."


"Owh ..." tampak Tiyan menghela nafas panjang.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


"Ternyata Desy sudah melangkah sejauh ini," batin Tiyan.


"Lalu kamu ga kenapa-napa kan? dia ga mencelakai kamu kan Put?" tanyanya kembali seraya mengingatkan.


"Mm, engga kok yank, tenang aja Putri ga segampang itu buat dicelakai, kalo cuma digertak mah, Putri juga bisa."


"Lagian aku juga bukan yg memulai lebih dulu, kenapa harus takut ? wkwkwkwk," jawab Putri.


"Good job honey ..." jawab Tiyan seraya mengacungkan kedua jempolnya ke arah Putri.


Ia tau Putri gadis yg tangguh dan tidak mudah dicelakai. Buktinya ia selalu aman sentausa sampai saat ini, bahkan sejak ia mulai berteman dengannya dulu.


"Oh ya kak, kemarin teman sekolah aku datang menemui aku di depan perusahaan, trus dia ngotot ngajak aku makan diluar, trus ngobrol-ngobrol disana."


"Hemmm ... lalu?"


"Kakak ga tanya siapa dia? cewek atau cowok gitu?"


"Em, engga lah, lagiam kamu uda bilang itu teman sekolah kamu dulu," jawabnya santai.


"Dia Vian, orang yg pernah menyukai aku dulu."


Uhuk ...


"Lalu kenapa dia disini? bukankah dia tinggal di kota J?"


"Mm, ternyata dia juga sudah pindah di kota ini sejak satu tahun lalu," ucapnya frustasi.


"Kenapa emangnya, apa dia masih mengejar kamu?" tanya Vian mulai hawatir.


"Engga tau ..."


"Kakak tau, dia ia orang yg aku tabrak kapan hari waktu di kebun binatang itu, lalu karena penasaran denganku, ahirnya ia mencari keberadaanku sampai disini."


"Sampai ahirnya kemarin sore ia bertemu denganku dan mengajakku untuk keluar bersama."


"Lalu ...?" tanya Tiyan mulai penasaran.


"Awalnya aku menolak, lalu lama-kelamaan karena aku takut menyinggung perasaannya maka dari itu aku meng-iyakan permintaannya itu."


"Maaf aku tak ijin dulu pada kakak waktu itu, aku ga bawa Hp, karena pulang kerja lalu dihadang dia," ucap Putri sambil memandangi kekasihnya tersebut.


"Iya, gpp, selama Putri g diapa-apain kakak ga marah kok, asal Putri selalu jujur dengan kakak," pinta Tiyan dengan lembut.


Putri mengangguk tanda setuju. Lalu Tiyan pun melanjutkan obrolannya dengan Putri.


"Oh ya put, tadi maaf kita jadi telat keluarnya karena tadi ada beberapa kendala," ucap Tiyan.


"Memang ada apa?"


"Desy menyuruh beberapa orang untuk berpura-pura menjadi preman yg akan mengganggunya. Agar ia bisa menarik perhatianku."

__ADS_1


"Apa???? sampai senekat itu?" tanya Putri seolah tak percaya.


"Iya, untung saja aku bisa menyelesaikan dengan mudah tanpa harus terlibat kontak fisik dengannya."


"Maksudnya????" Putri makin bingung dengan cerita Tiyan.


"Ya, gitu ... saat dia tau aku datang, ia berlari ingin memelukku, tapi aku menghindar, takut kena squisy-nya itu lo, he ... he ... takut kesetrum ..." ucap Tiyan bergidik sambil senyum-senyum sendiri.


"Squisy????" tanya Putri kebingungan.


"Iya, mainan yg kenyal-kenyal kalo dipegang itu lo."


"Ha ... ha ... ha ... kan ada 2 biji tu, besar-besar pula ..." tawa Tiyan pun pecah membayangkannya.


Ia ga tahan melihat Putri yg semakin bingung dibuatnya.


Putri yg sadar akan maksud Tiyan segera memukul-mukul Tiyan.


"Ih ... kakak mesummmm ..." teriak Putri.


"Ampun ... ampun Put ..." jawab Tiyan yg masih mengaduh karena terus dipukuli Putri.


"Sakit tau ..." ucapnya seraya ia memegang kedua tangan Putri agar berhenti memukulnya.


Pandangan mereka terkunci. Mereka saling menatap satu sama lain dalam diamnya. Wajah mereka semakin mendekat.


Putri yg sadar akan kecanggungan ini pun segera menarik tangannya saat pegangan tangan Tiyan melemah.


Begitu pula dengan Tiyan, ia segera menyadarkan dirinya agar ia tak lepas kontrol .


Lalu Tiyan mengajak Putri pulang dari sana, takut kemalaman.


"Pulang yuk, makin dingin tau ..." ucap Tiyan.


"Iya ni, sapa juga yg minta diajak kesini, udah tau dingin masih aja diajak ke tempat yg anginnya kencang, pasti kakak pengen yg anget-anget kan?"


"Ha ... ha ... iya si, tapi kayaknya ga boleh deh, takut diamuk sama yayank," jawabnya.


Putri makin malu-malu dibuatnya. Ahirnya mereka pun naik motor dan menuju arah pulang.


Di tengah jalan, "Put, kamu mau makan apa?"


"Nasi goreng aja kak, yg cepet, takut kemalaman ni."


"Ya dah ayuk!"


Ahirnya motor Tiyan berhenti di dekat penjual nasi goreng langganannya. Ia pun turun dari motornya dan menyuruh Putri untuk menunggu diatas motor saja. Karena memang mereka akan membungkus makanannya takut keburu kemalaman.


"Buk, nasi goreng 2 ya, dibungkus, satu agak pedas yg satunya biasa," ucap Tiyan.


"Iya mas, ditunggu ya ..."


Untung keadaannya sudah tidak terlalu lama, jadi cukup 5 menit pesanan mereka sudah siap. Tiyan pun membayarnya dan segera melajukan motornya kembali ke asrama.


Sesudah sampai di depan asrama ia pun menurunkan Putri di gerbang masuk. Putri pun berpamitan padanya.


"Makasih ya kak, Putri masuk dulu."

__ADS_1


"Iya, hati-hati Put."


Lalu Putri masuk membawa 1 bungkus nasi goreng dari Tiyan. Sedangkan Tiyan juga segera memarkirkan motornya dan segera masuk kamarnya. Mereka ahirnya merasa lega karena sudah jujur terhadap pasangannya masing-masing.


🌱 Kamar Putri


Tok ... tok ... tok ...


"Assalamu'alaikum, Putri pulang ..." ucap Putri seraya membuka knop pintunya.


"Wa'alaikum salam," jawab kak Ida.


"Kok sepi mba?"


"Iya kak novi malam ini menginap di rumah tantenya, sedang yg lain masuk shift siang, jadi nanti malam baru pulang," jelas kak Ida.


"Owh ..."


Lalu Putri pun melepaskan jaketnya dan menaruhnya di tempat gantungan baju di belakang almari. Tak lupa Putri menawarkan kak Ida untuk makan bersama nasi gorengnya.


"Kak, Putri bawa nasi goreng, ayuk makan bareng kak ..." pinta Putri.


"Makasih Put, kakak masih kenyang, kamu makan aja, lagian kamu pasti belum makan kan?" tanya kak Ida kembali.


"He ... he ... iya si, maaf tadi Putri belinya cuma satu, maaf ya kak," ucap Putri kembali.


"Iya, gpp Put, santai aja kali," ucapnya sambil nonton Tv.


"Ya dah kalo gitu, Putri makan dulu ya kak."


"Iya ..." jawab kak Ida.


Lalu Putri mengambil piring sebagai alas nasi dan sendok. Lalu ia pun duduk di tikar yg ada di depan TV untuk bergabung dengan kak Ida yg sedang menonton TV.


Sesekali mereka bercanda sampai tak terasa 1 bungkus nasi goreng sudah tandas dilahap habis oleh Putri.


"Alhamdulillah kenyang ..." ucap Putri sehabis menghabiskan 1 porsi nasi goreng mawut kesukaannya.


Ya sekarang Putri memiliki 1 makanan favorit lagi sejak ia tinggal di kota S ini. Yaitu yang pertama nasi dan aneka penyetan, yang kedua adalah nasi goreng mawut.


Beruntungnya lidahnya masih bisa beradaptasi dengan aneka menu baru di kota ini. Karena sebelumnya ia tak pernah jajan soal makanan, karena ibunya selalu memasakkan anek menu makanan yg ia suka.


Jadi ia dan keluarganya jarang sekali membeli makanan matang. Kalaupun membeli hanya bahan makanan saja.


~ Bersambung ~


.


.


.


JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA..BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.🙏😊


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-NYA YA..OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "


SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘

__ADS_1


__ADS_2