Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
PERJALANAN KE KOTA J


__ADS_3

Keluarga Vian yg hangat ini ahirnya menjadi keluarga Putri yg baru di kota S. Putri sungguh beruntung , setelah ia mengakui hubungan mereka kemarin ia menjadi lebih nyaman dan untungnya tadi ia tidak diusir nenek. Bahkan ia sekarang sudah dianggap sebagai cucu oleh nenek Vian.


🍃 Beberapa bulan kemudian


Hubungan Tiyan dan Putri sudah naik satu tingkat. Satu bulan lalu, ia sudah diajak berkunjung ke rumah kedua orangtua Tiyan.


Bahkan Tiyan memperkenalkan Putri dengan seluruh anggota keluarga besarnya. Putri yg mempunyai sifat ramah memudahkannya berbaur dengan keluarga besar Tiyan.


Minggu depan ada tanggal libur double lagi, kini giliran Putri yg membawa Tiyan pulang ke rumahnya.


"Kak Tiyan, minggu depan divisi kakak libur ga?"


"Kayaknya libur, kenapa Put?"


"Ikut Putri mudik yukk, sekarang giliran kakak yg Putri kenalkan pada keluargaku," pintanya tulus.


Tiyan menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


"Aisshhh, ditanyain malah garuk-garuk kepala, ga bisa beli sampo ya?" ejek Putri tepat sasaran.


"Ha ... ha ... ada-ada aja si kamu!" lalu Tiyan diam sejenak kemudian, lalu menjawab, "InsyaAllah, tapi aku ga janji ya," ucapnya kembali.


"Oke ...." Jawab Putri asal sekaligus gembira, tapi ia masih sibuk dengan ponselnya.


Padahal raut wajah Tiyan jelas terlihat dia sangat bingung dan grogi, karena ia sebenarnya belum siap untuk dibawa pulang ke rumah Putri alias belum siap dikenalkan secara langsung dengan pihak keluarga Putri.


Pikiram Tiyan sudah melayang kemana-mana. Firasatnya merasakan hal yg tidak enak. Dia merasa belum cukup mampu, tapi dia juga tak mau kehilangan Putri. Dia bingung dengan semuanya. Tapi dengan ketetapan hati, ia pun menyanggupi keinginan pacarnya tersebut.


"Kakak kenapa si, kok murung? kalo belum siap, Putri juga ga maksa kok!"


"Siapa bilang belum siap, malah aku siap banget," ucapnya sambil tersenyum.


"Lah emang siap buat ngapain?"


"Em, itu ... anu ... au ah."


"Ditanyain malah anu, anu ... ya dah kita pulang yuk! uda malam lo, takut ibu kostku marah ... he ... he ...."

__ADS_1


"Ok."


Lalu keduanya pun memutuskan pulang ke kost Putri dulu baru ke asrama karena waktu semakin larut.30 menit kemudian mereka telah sampai di kost Putri. .


"Makasih kak, Putri masuk dulu ya, miss you." ucapnya sambil berlalu.


"Miss you too Putri," ucapnya.


Lalu Putri pun melanjutkan masuk kamarnya.


"Assalamu'alaikum." Ucapnya setelah masuk kamar. Itu memang salah satu kebiasaan Putri yg suka mengucap salam ketika pertama kali masuk rumah. Dan ia pun segera merebahkan dirinya di kamar 3x3m itu.


Sebuah kamar yg tidak terlalu besar dan tidak terlalu sempit. Satu bulan yg lalu Putri memilih untuk keluar dari asrama setelah kak Novi dan kak Ida menikah.


Suasana kamar sudah berubah ketika mereka keluar. Putri yg notabene yg paling lama di kamar itu sudah tidak dihargai apalagi dihormati lagi, maka dari itu ia lebih memilih untuk kost saja.


Vian juga masih sibuk dengan kuliahnya jadi hubungan mereka sedikit merenggang. Meskipun nenek dan mama Vian selalu memaksa Putri untuk main kesana lagi. Tapi Putri juga belum sempat karena pekerjaannya sudah cukup banyak dan sampai membuatnya lembur. Bahkan pertemuannya dengan Tiyan pun dapat dihitung dengan jari.


Karena memang seperti itu alur kerjanya, kalau mendekati lebaran, biasanya akan banyak pesanan dan perusahaan akan mendapatkan job besar-besaran. Jadi hampir semua divisi pasti akan lembur.


Semakin hari kinerja Putri juga sudah meningkat tajam. Dan sekarang teman magang Putri yaitu Aga dan Dwi juga sudah menikah dengan pacarnya masing-masing.


Sedangkan Aga barusaja menikah dan ia masih dalam masa cuti.


Jangan ditanya kalau Putri, kayaknya menikah masih jauh dari pikiran, ha ... ha ....


Ia masih suka dengan dunia kerjanya dan masih suka sekali melakukan survey ke beberapa kota. Ia juga sering menjadi patner kak Jelita dan karyawan marketing bawahannya.


Karena kini kedudukan kak Jelita sudah diatas karyawan lain, alias senior jadi ia setara Pak Yono Supervisor Putri. Dulu awal Putri tiba kedudukan Pak Yono masih kepala bagian, tapi sekarang ia pun telah naik pangkat menjadi Supervisor.


Karena Bu Lusi sudah mengundurkan diri, dan secara otomatis Pak Yono menggantikan posisinya menjadi Supervisor.


🍃Hari yg ditunggu tiba


Ahirnya besok selama 3 hari ada tanggal merah yg berdekatan. Jadi Putri dan Tiyan bisa merealisasikan rencana mereka untuk pulang ke kota Putri.


Mereka memutuskan untuk naik motor saja . Mereka ingin merasakan sensasi naik motor berdua, selain tambah romantis, mereka juga lebih leluasa jika membawa motor kesana, jadi saat sudah tiba di kota Putri, mereka bisa sekalian jalan-jalan berdua.

__ADS_1


Perjalanan mereka akan ditempuh selama 8 jam perjalanan kalau menggunakan bus, tapi kalau motor mereka belum mencobanya.


Mereka berangkat dari kost Putri sekitar jam 11.00 siang. Terik matahari siang itu tak menyurutkan niat mereka berdua untuk melajukan motornya ke kota J, kota kelahiran Putri.


Saat keluar provinsi, cuaca yg cerah sudah berubah menjadi sedikit mendung. Lama kelamaan bukannya makin cerah, cuaca yg mendung tadi sudah berubah dengan rintik hujan.


Makin lama makin deras, hingga membuat mata tak bisa memandang jauh ke depan. Tiyan dan Putri tidak berenti untuk istirahat melainkan mereka tetap melajukan motornya membelah jalanan yg penuh dengan derasnya hujan.


Padahal sudah banyak pengendara motor yg berhenti dan berteduh di pinggir jalan, tapi mereka lebih memilih untuk berteduh didepan toko yg sudah tutup.


Jalanan pun tampak sedikit lengang, karena yg ada hanya mobil dan bus saja yg lewat.


"Put, kamu kedinginan ga, kita kan ga pake jas hujan?" tanya Tiyan sambil menggigil kedinginan.


"Mm, engga terlalu si, tapi kalau kakak capek, kita mending istirahat dulu, nanti bisa dilanjutkan saat agak mereda hujannya."


Ia sebenarnya agak capek, apalagi badan mereka sudah badah kuyup sedari tadi, entah seperti apa bentuk isi tas mereka yg terkena hujan, tapi yg jelas Hp mereka sudah aman, karena sudah dibungkus tas kresek. Akan tetapi karena mereka sama-sama pengen segera sampai di rumah, makanya mereka nekat meneruskan perjalanan.


Sampai ahirnya karena mata Tiyan sudah terlalu pedih terkena air hujan yg terus mengguyur wajahnya dan ia tak sanggup melanjutkan perjalanan, ia pun meminggirkan motornya di sebuah kedai sate.


Sekedar untuk berteduh dan juga mengisi perut mereka yg sudah kosong sedari tadi, mereka sampai di kota K sekitar jam 4 sore. Saat sampai di kota itu pun terdengar petir dan kilat yg semakin menyambar-nyambar dan itu juga yg menjadi alasan Tiyan menepi dan beristirahat.


Ia juga masih memikirkan keadaan dan keselamatan Putri, karena bagaimana pun Putri sangat berharga dibanding nyawanya sendiri.


Mereka sampai di kota K, kurang lebih setelah menempuh 5 jam perjalanan. Lalu mereka pun masuk ke kedai sate itu dan memesan 2 porsi sate dan 2 teh hangat untuk meredakan rasa kedinginan mereka.


~ Bersambung ~


.


.


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG KARYA AUTHOR YA, SATU DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI🙏 DAN SEMOGA ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN KALIAN SEMUA ... AAMIIN


__ADS_2